Minggu, 15 Mei 2011

Hal Lain Di Balik Anatomi

Urgensi Lain

Dengan segala keteraturan yang ditunjukan oleh anatomi. Melalui pola tersistem yang ditunjukkan oleh organ-organ internal manusia. Harmoninya susunan intestinue dan kolon hingga menjadikan abdomen begitu tepat guna. Begitu luar biasanya struktur thorax hingga organ-organ vital menjadi terlindungi. Maupun fantastiknya sistem muskuloskeletal yang menginspirasi para designer robot. Hal itu mengindikasikan adanya sesuatu yang MahaAgung, yang tentunya berperan dalam proses perancangan dan perealisasian hal tersebut.
Begitu tepatnya letak pleura yang melindungi pulmo. Begitu teraturnya arteri coronaria yang men”jantungi” si jantung,sistem neurologis yang luar biasa canggih arsitektur permukaan wajah yang begitu cerdas
Terlalu irrasional bagi orang-orang yang berpikir ilmiah, kalau keharmonian struktur anatomi tersebut tercipta dengan sendirinya karena suatu proses yang diistilahkan dengan kata “kebetulan”. Terlalu lucu semua itu tercipta dengan sendirinya.
Kalau pun memang hal tersebut tercipta dengan sendirinya, mengapa secara umum semua manusia mempunyai pola yang sama secara anatomis. Hal aneh jika kumpulan kebetulan mempunyai hasil yang secara umum sama. Paling tidak, itu adalah kebetulan-kebetulan yang dirancang dengan matang. Nah, lagi-lagi ada unsur kesengajaan dalam kolektivitas kebetulan tersebut.
“Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi serta bersilih, gantinya malam dengan siang itu adalah tanda-tanda – kekuasaan Allah – bagi orang-orang yang suka berfikir. “Mereka itu ialah orang-orang yang selalu berzikir kepada Allah ketika berdiri, duduk ataupun berbaring sambil memikirkan kejadian langit dan bumi. Mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya tidaklah Engkau menjadikan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari siksa api neraka.” Sampai ayat-ayat seterusnya. (ali-lmran: 190-191)
Inilah islam. Suatu ajaran yang tidak yang terhalang oleh tembok-tembok mesjid (tempat ibadat) dan tidak terbatasi oleh majelis-majelis ta'lim. Dari anatomi kita memulai memperuncing keimanan ini. Bukan untuk menusuk agama/ajaran yang lain. Tapi memang untuk membuktikan kebenaran tersebut. Ini lah tafakur kawan, yang pahalanya melebihi pahala satu tahun ibadah.
Keutamaan tafakur disebutkan Allah dalam bentuk pujian, “...dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran (3): 191) Ibn ‘Abbas berkata kepada suatu kaum, “Janganlah kamu memikirkan tentang Allah SWT.” Maka Nabi SAW bersabda, “Berpikirlah tentang penciptaan Allah, tetapi jangan kamu berpikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu mengukur-Nya,”
Dari ‘Atha’: “Pada suatu hari aku dan ‘Ubaid bin ‘Umair pergi kepada ‘Aisyah ra. Di antara kami dan ia dipisahkan hijab. “Aisyah bertanya, ‘Wahai ‘Ubaid, apa yang menghalangimu dari mengunjungi kami?’ ‘Ubaid menjawab, ‘Sabda Rasulullah SAW., “Berkunjunglah, Tetapi jangan terlalu sering, niscaya hal itu akan menambah kepadamu kecintaan.”
Selanjutnya Ibn ‘Umair berkata, “Ceritakanlah kepada kami hal yang paling menakjubkanmu yang engkau lihat dari Rasulullah SAW.” Maka ‘Aisyah menangis, lalu berkata, “Setiap ihwalnya menakjubkan. Pada malam giliranku, ia datang kepadaku sehingga kulitnya menyentuh kulitku. Beliau berkata, ‘Biarkan aku shalat kepada Tuhanku.’ Maka beliau pergi ketempat air, lalu berwudhu. Kemudian beliau shalat. Maka beliau menangis sehingga basah janggutnya. Kemudian beliau sujud sehingga air matanya membasahi tanah. Selanjutnya beliau berbaring pada salah satu sisinya hingga datang Bilal menyeru shalat subuh. Maka Bilal bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang.’ Beliau menjawab, ‘Bagaimana kamu ini, wahai Bilal, apa yang mencegahku untuk menangis. Sesungguhnya pada malam ini Allah SWT telah menurunkan wahyu, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal.”Selanjutnya beliau bersabda, ‘Celakalah orang yang membacanya tetapi tidak memikirkannya.’”
Allah Ta’ala berfirman lagi:
“Apakah mereka tidak melihat – memerhatikan – pada unta, bagaimana ia diciptakan? “Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? “Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? “Dan juga bumi, bagaimana ia dikembangkan? “Maka dari itu berikanlah peringatan, karena engkau itu hanyalah seorang yang bertugas memberi peringatan.” (al-Ghasyiyah: 17- unta )
Mungkin mewakili untuk kerumitan anatomi hewan. Begitu harmoni dan sistemik, namun tetap maksimal dan efektif dalam fungsi. Bagaimana dengan manusia ? Lebih komplek dari itu. Penuh kerumitan namun memberikan kesan mendalam. Seluk-beluk yang dihafal dan dipahami semakin meningkatkan akan kesadaran penciptaan kita sendiri. Apa dan bagaimana tentang terminologi, pasti ada manfaat dibalik keberadaannya.
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (TQS. Ali Imran: 191)

Tidak ada komentar: