<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716</id><updated>2012-01-04T03:17:58.698-08:00</updated><category term='Politik Tradisional'/><category term='Religi'/><category term='Privasi'/><category term='Sisi Lain Sekolah'/><category term='motivation achievment'/><category term='Edukasi'/><category term='Cerpen'/><category term='Edukasi...'/><category term='Opini'/><title type='text'>Bukan tulisan biasa calon dokter... baca lah !!! dan rasakan kekuatannya</title><subtitle type='html'>semua berasal dari hikmah-hikmah yang berceceran dalam laboratorium kehidupan. tanpa disadari disampaikan oleh guru besar yang ada di jalan. aku rangkai dengan mengharap ridho-NYA.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-5199916977199630831</id><published>2012-01-04T03:17:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T03:17:58.711-08:00</updated><title type='text'>Kebangkitan itu tentang,hari ini dan besok</title><content type='html'>Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sudah menjadi statement yang begitu populer, bahwa islam solusi semua masalah. Ya,memang begitu adanya. Hingga sering kita berucap,termasuk saya, apa pun masalahnya maka islam solusinya. Karena itu merupakan realisasi dari islam rahmatan lil ‘alamien. Tak ada yang bisa menyangkal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belum lagi kita menyebut islam sebagai dien. Yakni sebagai the way of life,bukan sekedar ajaran langit yang mengajarkan kita ibadah ritualitas. Kita memahami ini, bahkan sangat-sangat mengerti. Hingga sekarang dominan ide-ide membawa islam ke pasar-pasar,ke gedung DPR, ke Istana Negara,ke kampus-kampus bahkan sampai ke jalan-jalan. Dan lagi, ini menguatkan bahwa islam sebagai solusi semua masalah yang ada. Tak ada yang bisa menyangkal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semakin banyak masalah yang dikandung suatu negeri,maka berbanding searah pula dengan tingkat depresi masyarakatnya. Masalah yang ada,semakin membuat mabuk masyarakat,membuatnya gerah dan akhirnya mencari solusi,walau kadang dengan terpaksa. Inilah sisi manusiawi dari kebangkitan. Kadang kebangkitan tidak lahir dari pemahaman,namun malah dipaksa lahir lewat “operasi Caesar” seperti ini. Untungnya, lewat celah sejarah seperti ini, islam datang dengan tawaran sebagai solusi semua masalah. Tingkat “kegalauan” masyarakat yang tinggi -maupun direkayasa supaya galau-,kemudian bertemu dengan kaidah “islam solusi semua masalah”, inilah yang kadang merangsang terjadinya kebangkitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mungkin logika di atas cuma generalisasi,namun fakta sejarah hampir semuanya berbisik seperti itu. Walau pun masih belum bisa dikategorikan sebagai,kebangkitan islam. Namun punya kaidah yang sama. Yakni, ketidaknyamanan yang membuat kebangkitan itu muncul. Dan, di tengah kegalauan lahirnya kebangkitan itu,akan muncul semangat akan kebangkitan ini “segera” terjadi,inilah yang nantinya disebut sebagai revolusi. Ya, revolusi. Sebenarnya mirip dengan evolusi. Namun ada yang membedakannya,yaitu seberapa lama proses “membangkitkannya”. Kalau mau segera,disebut revolusi. Namun ada konsekuensi,yakni ketidaksiapan full system praktis dan eksekutornya. Juga cenderung menghasilkan masa awal yang sangat tidak stabil. Seperti konsep alergi jadinya, “ antigen yang muncul tiba-tiba akan mengundang antibody-antibodi untuk bereaksi,karena belum terbiasa,lalu muncullah gatal”. Kalau mau menunggu, disebut evolusi. Memang akan menghasilkan kebangkitan yang mapan dan cenderung stabil, namun perlu waktu,nah itu masalahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sampai di sini,kita sudah mempertemuakan konsep,bahwa masalah yang dimiliki masyarakat akan membuat galau. Di  tengah kegalauannya,masyarakat perlu solusi. Solusi semua system pernah mewarnai Indonesia, kapitalis-secularism dan sosialis-komunism,namun terbukti kegagalannya. Sekarang bergeliat “islam solusi semua masalah”. Ya, semua sepakat,ketika dibahas dalam persfektif keimanan. Karena itu tuntutan keimanan. Namun mungkin akan muncul keraguan ketika berbicara dalam perspektif lain,yakni persfektif rasionalitas dan ilmu pengetahuan. Karena fakta sekarang malah Negara-negara eropa dan amerika yang terlihat mapan. Ya,walau pun Cuma “terlihat”. Di sini juga terkuak letak manusiawinya masyarakat kita,bahwa mereka percaya pada hal-hal yang terbukti “saat ini”. Mungkin kalimat tadi adalah bahasa halus dari,pragmatisme. Sehingga, masyarakat kita memang “menerima ide” islam solusi semua masalah,namun tidak mengamalkan islam itu sendiri. Karena sampai saat ini,belum ada bukti “riil dan praktis” tentang konsep islam menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya,belum ada bukti “riil dan praktis” saat ini yang betul-betul nyata. Atau mungkin juga,sudah ada bukti,namun itu belum diekspose dan diketahui masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada sebuah pertanyaan lucu,ketika seseorang bertanya kepada seorang ustadz. “ustadz, apa solusi islam terhadap krisis ekonomi yang melanda kita ?” –ini pertanyaan sekitar tahun 90-an-. Lalu ustadz berkata, “solusinya ya, sabar dan ikhlas menerimanya”. Memang agak sedikit lucu jawaban ini. Namun, ini jawaban yang benar adanya. Memuaskan dalam perspektif keimanan,namun cukup lucu jika kita lihat dari perspektif rasionalitas dan ilmu pengetahuan… seakan-akan islam tidak memberikan solusi riil dan praktis. Atau juga,kelucuannya terletak pada minimnya pemahaman ustadz tersebut terhadap islam praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya pun pernah sedikit tersentak . Saat dapat kuliah marasmus.kwashiorkor dan defisiensi vit A,yang merupakan penyakit-penyakit kekurangan gizi. Ya,saya sadar yang memberikan kuliah dulu seorang kandidat doktor, dalam kajian khusus ilmu gizi. Ketersinggungan itu muncul ketika di sesi diskusi,beliau bilang “mana solusi islam” terhadap kekurangan gizi di Indonesia. Sambil tersenyum selalu mengulang-ulang “mana solusi islam”,lalu bilang “apa itu cuma jargon”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan putus membaca sampai di sini,karena keseluruhan ide belum tersampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kadang,dari hal-hal lucu di atas itu pula. Ada muncul teori yang cukup kontroversial,yakni tentang strategi Negara islam. “bahwa ketika kondisi seperti ini,islam masih dalam tataran ide dan konsep filosofis.  Dan kurangnya tenaga professional dan eksekutor dalam menjalankan islam praktis. Maka memberikan embel Negara islam malah akan memberikan kemudharatan bagi islam sendiri. Katanya, islam akan dipermalukan sendiri oleh orang-orang islam yang belum mampu menafsirkan islam menjadi langkah kerja dan karya. Orang-orang islam belum mampu menafsirkan ajaran-ajaran islam menjadi konsep praktis di lapangan. Sehingga kesimpulannya,mari bekerja dengan konsep islam yang dipelajari dan sambil dikembangkan. Terus bekerja merealisasikan nilai-nilai dan ajaran islam, sampai titik yang dirasa mapan,baru dideklarasikan sebagai Negara islam”… sejenak saya berpikir, mungkin ini juga,yang menginspirasi Syafi’i Maarif tentang konsep “garam dan gincu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun,sebagai seorang muslim,pasti merindukan adanya Negara yang berlandaskan pada ajaran-ajaran islam. Karena memang benar, “islam solusi semua masalah”. Sudah terbukti oleh sejarah, tinggal melakukan kajian terus-menerus tentang islam praktis dan melakukan “timing” kapan waktu yang tepat “meng-eksposenya”, tentunya saat kemampuan dan kapasitas “keislaman kita” sudah betul-betul mampu mengemban embel “Negara islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang perlu kita lakukan sebagai mahasiswa adalah, bagaimana menafsirkan ajaran islam ke dalam spesialisasi keilmuan kita,agar kita betul-betul secara riil membuktikan bahwa “islam solusi semua masalah”. Ya, dengan bukti,bukan sekedar propaganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena kebangkitan islam bukan saat kita “mengingat-ingat kemenangan dulu”, saat kita bilang bahwa “dulu”, khawarizmi menemukan angka nol, ibnu sina sebagai ahli kedokteran, ibnu al-haytsami sebagai ahli optic, ibnul qosim al-zahrawi sebagai ahli bedah, ibnu khaldun sebagai pemikir ekonomi public, dan lain-lain. Karena itu hanya tentang “waktu dulu”,tanpa maksud untuk meremehkan kontribusinya dulu. Hanya untuk menekankan, kebangkitan itu bicara tentang “hari ini dan besok”, lalu membahas islamisasi sains dan teknologi. Sebagai anak kedokteran, kita akan bicara tentang “siapa dokter muslim yang menjadi ahli bedah kromosom, seorang ahli pemetaan genetic dan siapa ahli bedah mikrovaskular”. Ya,lagi-lagi, kebangkitan itu tentang “hari ini dan besok”….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Solusinya, tak ada pilihan lain,selain membentuk mahasiswa berbasis pada kepakaran dan spesialisasi ilmu.  Ini merupakan pengejewantahan tentang trias mahasiswa,yakni sebagai  the iron stock, the agent of chance dan moral force…. Dan yang pasti, al-qur’an dan sunnah menjadi mind-set dasar dia berpikir dan bertindak, serta syariat menjadi petanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya, tentang kepakaran dan spesialisasi ilmu, agar kita tidak gagap menafsirkan al-qur’an hingga menjadi program kerja praktis dan karya riil. Karena itu yang menjadi bukti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka,kita bergerak agar negeri ini diatur oleh ajaran-Nya  --tentu dengan cara yang prosedural dan sesuai hukum positif-- ,saat itu kita menyiapkan kepakaran dan spesialisasi ilmu kita. Dan pada “titik yang telah dijanjikan”, kita akan maju memimpin negeri ini, dengan percaya diri. Saat itu pula kami berteriak, “inilah Negara islam itu !”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-5199916977199630831?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/5199916977199630831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=5199916977199630831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/5199916977199630831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/5199916977199630831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2012/01/kebangkitan-itu-tentanghari-ini-dan.html' title='Kebangkitan itu tentang,hari ini dan besok'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-6440482730711780512</id><published>2012-01-04T02:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T02:29:52.014-08:00</updated><title type='text'>Biarkan bunga itu,mekar pada waktunya</title><content type='html'>Bismillah… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku…&lt;br /&gt;Bila tiba  waktuku…&lt;br /&gt;Kuingin tak seorang pun mengganggu…&lt;br /&gt;Tak juga kau…&lt;br /&gt;(Chairil Anwar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kata dan bahasa tak bisa menjelaskan semuanya. Iya, tidak selalu. Walau kita sadar, susunan kata bisa “menggambarkan” apa yang kita pikir dan rasa.  Sepenggal puisi di atas,mungkin tak seratus persen menggambarkan apa yang ingin saya sampaikan, Cuma menegaskan mungkin itu yang cukup mewakili. Dan satu hal lagi, kata dan bahasa tak selalu netral. Di balik susunan huruf yang tulus untuk menampilkan kata,ada kepentingan yang turut menungganginya. Walau, netral itu tak selalu tepat. Karena kepentingan yang benar dan baik pun,perlu mewarnai kata dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ajarkanlah sastra kepada anakmu, agar dia yang pengecut menjadi pemberani” tutur Umar bin khattab. Perkataannya bukanlah sumber hukum,karena memang bukan standar. Tapi, cukup menginspirasi,cukup memberikan nuansa dalam kejenuhan kita. Cukup “nendang” dalam kejumudan kita dalam memandang universalitas islam. Bahwa ada sisi-sisi manusiawi dalam diri sahabat,yang mungkin dengan malu-malu untuk kita pelajari. Ya, tentang kata dan bahasa. Yang dari keduanya, bertemu dan kawin,lalu darinya melahirkan “makna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ingin menyampaikan, kata-kata tersusun berdasarkan tata bahasa. Tata bahasa yang ada memberikan “rasa” dalam susunan kata, sehingga  muncul makna yang bisa menampilkan maksud pikiran dan maksud perasaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kata yang tersusun berdasarkan metodologi tata bahasa, tetap memerlukan bahan dan inspirasi tentang apa yang akan dikatakan. Bahan dan inspirasi itu, yakni tentang fenomena kehidupan, baik tentang hal-hal fisik material maupun interaksi hal-hal fisik material itu. Sederhananya jika kita bicara contoh fisik material itu adalah manusia,maka kita mencari bahan dan inspirasi dari anatomi manusia itu sendiri dan interaksi antar manusia. Benda dan interaksi antar benda, itulah yang menjadi bahan dan inspirasi dari apa yang akan kita “kata-kata” kan. Dan perkara tatabahasa, itu Cuma standar agar makna yang kita sampaikan tetap dan satu persepsi. Inilah yang biasa disebut dengan realibilitas,sebuah ke-istiqomah-an makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, cara kita mencari bahan dan inspirasi dalam “berkata-kata”,berperan sangat vital mempengaruhi output “kata-kata” yang akan meloncat dari mulut dan tangan kita. Lebih sederhana lagi, kata-kata yang keluar dari mulut dan tangan kita,sangat ditentukan dari “cara kita memandang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gemuruh langkah kaki kita “di jalan ini”. Cara pandang kita,menentukan output kata yang keluar,termasuk mempengaruhi warna dari kata tersebut,kemudian menentukan kearah mana dan berbau seperti apa makna yang akan disampaikan. Mungkin terlalu “memperribet” hal yang sederhana,namun letak kesederhanaan itu kan ada di kompleksitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kita selalu benar dan di luar kita selalu salah”,kadang paradigma ini yang menjadi kacamata kita memandang dunia luar. Sehingga muncul kata “siapa yang mewarnai dan siapa terwarnai”.  Ini bukan hal yang salah,dalam konteks lintas keimanan. Namun ketika dalam konteks perbedaan dalam satu “wadah”,maka hal ini kadang menjadikan sekat-sekat dalam satu wadah itu  semakin jelas dan tebal. Dan cenderung untuk menghasilkan sikap menyalahkan dan antisocial. Maka, hal itu yang kita sentil sedikit di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang tadi,cukup mempengaruhi pola pikir dan pola sikap keseluruhan.  Walau tidak selalu,cukup mendominankan reaksi dalam menyikapi realitas kehidupan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sadari atau tidak,dalam proses kita berinteraksi social. Kita akan mempertemukan cara pandang dan pola sikap kita . ya,mempertemukannya,walau kadang juga sampai membenturkannya. Itu tidak masalah,itulah sunatullah interaksi social. Dalam proses pertemuan fisik dan interaksi itu,dengan otomatis kita saling menilai. Mencoba memahami,itu “seharusnya”. Walau dominan faktanya,mencoba membenarkan apa yang sudah kita sebut dan buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berinteraksi dengan orang yang sama-sama ada di “jalan” ini,kecenderungan kita open-mind. Apalagi di jalan ini dengan “rute perjalanan” yang sama. Maka sangat mudah untuk terbuka dan memandang dengan jernih. Entah mengapa,ketika memandang mereka yang di “luar jalan ini”,cenderung dengan pandangan mereka selalu salah. Hanya karena saat kita lihat, dia sedang berbuat salah. Waktu kita memperhatikannya,dia lagi berbuat salah. Cuma itu. Yang perlu kita ketahui,kadang memang berbuat salahnya sangat dominan,namun dalam rentang waktu tertentu ada pola pikir dan tindakannya yang “lebih islami” daripada kita. Namun karena yang bersangkutan dominan berbuat salah,maka kadang cara pandang kita terhadapnya cenderung memvonis,bahwa dia selalu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“karena nila setitik,rusak susu sebelanga…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang pribahasa ini sedikit tidak adil. Meskipun, tujuan utamanya adalah efek jera yang bersifat preventif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribahasa ini yang semakin membuat jarak,menjauhkan dari sikap “memanusiakan manusia”…. Termasuk memahami sunatullah “saling mewarnai”,tinggal warna itu kita terima atau dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian logika dalam tulisan ini, dari kata,tatabahasa,cara pandang sampai makna. Sederhana namun begitu terasa memaniskan dan memasamkan hubungan social kita. Ya, itu lah realita yang akan selalu kita hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cara pandang kita terhadap materi dan hubungan antar materi ini,kita akan memilih kata per kata, yang kita pikir itu tepat untuk mewakili pendapat logika dan perasaan,kita susun kata-kata itu sesuai tata-bahasa yang relevan,hingga muncul makna…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin, apa pun kata yang keluar, tetap mempunyai makna  dan warna “on mission”…  &lt;br /&gt;Sepintas lalu… &lt;br /&gt;Tanpa kita pertegas…&lt;br /&gt;Bahwa ajakan kita adalah sebuah paksaan…&lt;br /&gt;Bujuk rayu kita pun adalah paksaan…&lt;br /&gt;Walau kita tidak bermaksud memaksa…&lt;br /&gt;Maka,kebenaran itu akan selalu memaksa…&lt;br /&gt;Ya,memaksa,dengan caranya…&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;tunggu saja, biarkan bunga itu mekar pada waktunya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-6440482730711780512?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/6440482730711780512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=6440482730711780512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6440482730711780512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6440482730711780512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2012/01/biarkan-bunga-itumekar-pada-waktunya.html' title='Biarkan bunga itu,mekar pada waktunya'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4052474024441503142</id><published>2011-10-26T04:23:00.001-07:00</published><updated>2011-10-26T04:23:43.339-07:00</updated><title type='text'>Ini Tentang kita</title><content type='html'>Tak ada alasan yang terlalu jelas untuk tulisan kali ini. Hanya kegiatan berpikir dan terpana,yang tentunya terilhami ,atau mungkin, istilah terpaksa memaknai menjadi diksi yang tepat. Melihat bangsa yang besar ini,-meminjam kategori ibnu khaldun dalam bukunya al-muqaddimah-,dan saya menyimpulkan Indonesia punya potensi untuk menjadi sebuah peradaban besar. Ya,melihat bangsa yang besar ini sedang dalam persimpangan sejarah ynag penuh “kegalauan”. Antara perselisihan konsepsi ideal sampai urusan terkecil seperti e-KTP yang tak kunjung bisa terselesaikan dengan objektif.&lt;br /&gt;Tak ada alasan yang jelas. Hingga negeri kaya seperti Indonesia ini masih berada dalam kukungan kemiskinan, pendidikan yang tak bertanggung jawab, kesehatan yang tergadaikan,kebebasan berbicara yang  sudah mulai digembok lagi  sampai proses hukum yang sesuai orderan.&lt;br /&gt;Ya. Tak ada alasan yang jelas.  &lt;br /&gt;Mungkin, sebaiknya kita  bicara dan bertindak ensiklopedis. Merubah sesuatu dengan focus,tanpa menapikan focus tersebut sebagai sesuatu system. Merubah satu variable, tanpa menapikan bahwa perlu juga perubahan variable yang lain. Mungkin ini yang mengapa perlu menggunakan diksi “syamil-kamil-mutakkamil” Dan di sisi lain menggunakan islam kaaffah. Mungkin ini Cuma aksentuasi.&lt;br /&gt;Takdir kemelaratan Indonesia ini tak hanya perlu untuk kita tangisi. Ya,masih dalam tataran perlu. Agar kita sadar tentang fakta,kita sadar tentang realita yang sekarang sedang menari-nari di depan mata kita. Walaupun tarian-tarian itu kadang kita abaikan dan lupakan,karena egoisme kita. Karena kecilnya mental dan sempitnya taraf berpikir kita. Kita tidak bisa memberi solusi saat Indonesia berada dalam persimpangan sejarah,kadang bukan karena ada hal yang lebih besar,tapi kadang potensi kita sudah teruapkan (dan akhirnya hilang) oleh masalah-masalah kecil. Ya,masalah-masalah kecil yang selalu saja membuat kita ternina bobo. Tentang shalat pakai qunut atau tidak,tentang cinta dan tentang hal-hal sepele yang  pada dasarnya tidak perlu menguras energy kita.&lt;br /&gt;Ya. Kita melihat realita begitu hancur,memuakkan,menjengkelkan dan begitu menjijikan. Informasi tentang korupsi sudah jadi makanan sehari-hari. Tindakan amoral sudah memasyarakat. Aliran dana siluman,ya, itu kita sudah overdosis semua. Belum lagi ulah para “tokoh” yang membuat kita tertawa dan terpingkal-pingkal menyaksikan kebobrokan bangsa kita.&lt;br /&gt;Namun, kita sebagai civitas akademika sudah waktunya untuk turun dan beraksi. Tak sekedar  menjadi komentator yang  siap menyalahkan. Mencari kesalahan dan menyiapkan kambing hitam. Bukan itu maksud kapasitas keilmuan kita. Tugas kita adalah bekerja. Bekerja untuk memperbaiki,dan kalau memang tidak bisa diperbaiki. Kita ganti. Mengganti dengan metodologi dan sistematika yang bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Ada sebuah logika yang selalu menarik untuk diolah ulang. Yakni logika pembersihan. Kita sudah tahu,ya walau ini tidak bisa menjadi generalisasi,bahwa system kita korup,nepotism dan kolusi. Kita bilang itu kotor. Lalu kita lihat struktur social masyarakat Indonesia, dominan oleh kriminalitas,amoral activity,kebodohan sampai kemiskinan, kita juga bilang itu kotor. Ada dua sisi ekstrim yang menyimpan kekotoran masing-masing. Lalu lahir lah civitas akademika dari rahim universitas masing-masing,dengan ide-ide idealis,namun tidak berdaya. Bisa berteriak,namun minim aksi. Mereka ini lah yang berada di struktur menengah dalam kelas social masyarakat Indonesia. Lalu di mana logika pembersihannya?&lt;br /&gt;Civitas akademika itu terlahir idealis,itu wajar karena dipoles dan ditempa berdasarkan ide-ide ideal tanpa bersentuhan dengan lapangan. Kalau saat jadi civitas akademika saja tidak idealis, bagaimana sikap dia saat di medan kerja? Mungkin ini para penjilat yang intelek atau pragmatis yang berpendidikan.&lt;br /&gt;Tugas terbesarnya adalah, merealisasikan ide-ide ideal tadi ke realita. Sedikit menarik dan perlahan-lahan menyeret kareta api yang ada dalam rel realistis ke rel yang ideal. lalu ada yang nyeletuk, “ideal dari standar siapa? Ya,dari standar yang MahaIdeal. Oleh karena itu, kita perlu pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai yang sudah digariskan oleh Yang MahaIdeal. Clear ya?”&lt;br /&gt;Seperti tadi, struktur kelas atas kita kotor, termasuk kelas bahwah pun sama kotornya. Civitas akademika ada di tengah,yang mampu mengakses dua kelas yang ada,yang kotor tadi. Terjun langsung ? boleh juga, namun pastinya dalam proses membersihkan tadi pasti ada sedikit kotoran atau debu yang menempel atau tak sengaja juga mengotori yang  membersihkan. Ya,mungkin itu lah sebuah konsekuensi perjuagan.&lt;br /&gt;Tapi, di sini lah peranan teknologi. Kita tahu ada sarung tangan,sapu, apron, pelindung kepala bahkan masker. Mungkin perangkat ini adalah representasi dari ‘ilmu. Nantinya, ‘ilmu menghasilkan pemikiran, pemikiran akan menghasilkan tindakan da teknologi. Yang keduanya sama-sama menunjang sebuah perubahan. Karena letak kekuatan perubahan tidak hanya di ide,namun juga terletak di tindakan dan teknologi.&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradaban,kita kenal hegemoni USA sekarang,namun beberapa decade sebelumya,kita tadi USA sebagai seorang pesakitan. Terlahir dari bangsa yang penduduknya buangan dan mendapati konflik hebat dalam prosesnya menuju bangsa. Kita tahu dia juga terlibat langsung dalam perang dunia ke-2,setelah itu tidak tanggung-tanggung, dia dihantam lagi oleh yang namanya depresi ekonomi. Tentunya dua momentum besar ini tak hanya memukuli USA,tapi juga menelanjangi kepercayaan dirinya sebagai sebuah bangsa besar.&lt;br /&gt;Namun dibalik semua itu, ada seorang F.D Roosevelt, president USA yang memimpin kala itu. Saat di mana USA dalam persimpangan sejarah, mau merengkuh takdir sebagai bangsa pemenang dan memimpin peradaban, atau manjadi pesakita tanpa inovasi dan akhirnya mati ditimbun oleh tumbukan waktu. Namun, dengan kepemimpinan F.D Roosevelt dan konsepsi bernegara yang jelas dan besar, USA merengkuh takdirnya yang pertama. Menang dan akhirnya memimpin peradaban,ya, sampai sekarang. Dengan enteng F.D Roosevelt berkata, di saat bangsa dalam keterpurukan dan dihadang oleh masalah yang besar, maka satu-satunya yang bisa menggerakannya adalah “harapan”. Ya, tepat sekali, harapan !&lt;br /&gt;Saya sengaja mengambil contoh pada USA, agar kita sadar ada hikmah yang bisa kita ambil,walau pun itu dari bangsa penjajah. Ini mendasari sebuah kaedah, focus pada apa yang disampaikan,lalu pertimbangkan siapa yang menyampaikan.&lt;br /&gt;Bangsa kita,Indonesia, memang sedang berada dalam persimpangan sejarah yang sangat komplek. Keputusan pun berubah-ubah,kadang kita mendefinikan sebagai pragmatism,namun siapa tahu mereka sedang mencari jalan yang terbaik. &lt;br /&gt;Ketahuilah, kita perlu  pahlawan. Pahlawan yang menyadari bahwa “ harapan itu masih ada!” .Yang merengkuh takdir kepahlawananya dan bertindak dengan nalar kepahlawanan. Menjadikan Indonesia bangsa yang kuat,tentunya dengan nilai-nilai yang sudah digariskan oleh MahaIdeal. Lalu dengan bangsa yang kuat,kita akan membentuk peradaban yang kuat. Kita tidak hanya membentuk, namun kita lah yang memimpin peradaban itu&lt;br /&gt;Saudara semua, saya ingin kalian tahu siapa pahlawan itu, yang akan menjadi arsitek peradaban, yang akan menciptakan peradaban robbaniyah dan dia yang akan memimpin peradaban tadi. Pahlawan itu sadar kalau dia masih punya harapan. Harapan besar tentang bangkitnya sebuah peradaban.&lt;br /&gt;Ketahuilah, pahlawan itu adalah saya,kamu dan dia. Ya, pahlawan itu kita semua. Tinggal keputusan kita, merengkuh takdir kepahlawanan kita dan bergerak. Atau, membiarkan ada pahlawan lain selain kita. Yang ingin saya sampaikan,saya tidak rela kalau hanya menjadi actor penghibur  dalam sejarah ini, apalagi kalau sampai menjadi korban sejarah.&lt;br /&gt;Saya tunggu kabar kepahlawananmu,sobat &lt;br /&gt;Di sana, saya melihat dengan jelas kemilau peradaban yang ditunggu-tunggu. Ya, betul sekali, ini lah peradaban islam…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4052474024441503142?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4052474024441503142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4052474024441503142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4052474024441503142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4052474024441503142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/10/ini-tentang-kita.html' title='Ini Tentang kita'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-8019722936024180388</id><published>2011-07-31T19:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T19:49:04.479-07:00</updated><title type='text'>Perusahaan ketiga,barakallah...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Y3VYudvzQoo/TjYST1R45eI/AAAAAAAAAC0/EsUbwVrNpcA/s1600/logo-am-final.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y3VYudvzQoo/TjYST1R45eI/AAAAAAAAAC0/EsUbwVrNpcA/s400/logo-am-final.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635712115629680098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga diberkahi Allah, fokus pada perusahaan kali ini adalah manajemen event-orgganizer dan regulasi marketing buku se-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencoba terus berkarya dan menginspirasi lewat bisnis,yaah walau pun kata orang mahasiswa kedokteran itu sibuk banget. sibuk sih, tapi kegiatan lain bisa dijadwalkan... tujuan utama bisa mandiri dan ga nerima gaji buta dari orang tua yang sebenarnya sudah saaaangat cukup (bahkan bisa dibilang berlebihan :) )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;setelah pernah menggawangi BakoelCafe dan Ideospirit Organizer...:) kali ini menggarap lahan baru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penasaran siapa tah bisa kerjasama, silahkan add facebook kami di pustakaavicenna@yahoo.com dan untuk layanan konsumen ada avicenna_management@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-8019722936024180388?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/8019722936024180388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=8019722936024180388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8019722936024180388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8019722936024180388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/07/perusahaan-ketigabarakallah.html' title='Perusahaan ketiga,barakallah...'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y3VYudvzQoo/TjYST1R45eI/AAAAAAAAAC0/EsUbwVrNpcA/s72-c/logo-am-final.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-2168322614962495703</id><published>2011-07-31T19:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T19:29:14.107-07:00</updated><title type='text'>draft semnas KSIA</title><content type='html'>Tema: Membangun Sistem Kesehatan Ideal,Sistem Kesehatan Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambutan ; dr.Siti Wasilah,M.Sc.Med&lt;br /&gt;      ; dekan--&gt; dr.Hasyim Fachir,Sp.S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembukaan; Rektor UNLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakta dan Potensi Sistem Kesehatan Kal-Sel&lt;br /&gt;- Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kal-Sel&lt;br /&gt;2. keadaan paramedis kalsel&lt;br /&gt;- ketua umum IDI Kal-Sel&lt;br /&gt;3. Potret sistem kesehatan indonesia sekarang dan kodisi idealnya&lt;br /&gt;- DR.dr.Siti Fadilah Supari,Sp.JP (eks menkes)&lt;br /&gt;4. Sistem kesehatan islam&lt;br /&gt;- ketua umum BSMI pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moderator; dr.Iwan Aflanie,Sp.F... pembina KSIA dan ketua umum BSMI Kal-Sel&lt;br /&gt;mc ; dr.Fauzan Muttaqien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to all koor,tolong beri masukan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-2168322614962495703?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/2168322614962495703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=2168322614962495703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2168322614962495703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2168322614962495703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/07/draft-semnas-ksia.html' title='draft semnas KSIA'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-630451006621498594</id><published>2011-07-25T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T01:31:19.675-07:00</updated><title type='text'>Ikhwan Bijak,Akhwat Pengertian</title><content type='html'>Bismillah..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walau sulit untuk diterima, selalu saja perbedaan gender memberikan aksi dan reaksi yang berbeda terhadap sesuatu. Terkait lembaga dakwah yang kita sayangi ini, KSI Asy-syifa,tentunya hal itu juga cukup berpengaruh. Ngebahas Ikhwan dan akhwat,penting ga sih?Oke lah,mengapa hal ini saya rasa menjadi topik yang cukup hangat untuk saya angkat.  Sebenarnya akan ada beberapa alasan logis,tentunya ketika kita memandang KSIA bukan sebagai sebuah sistem organisasi yang  sekuler dan bukan bula bersistem yang perusahaan sentris sehingga kering nilai-nilai ruhiyah. Semoga ini bisa menjawab beberapa kendala,seperti “ karena ingin menjaga hijab, eh, ikhwan dan akhwat tidak pernah melakukan pola hubungan kerjasama dakwah yang efektif.  Sehingga ikhwan dan akhwat dalam satu departement pun terasa berjalan sendiri dan “ hah? Dia satu departement ya dengan ana”. Ikhwan nya diam, nah akhwatnya bingung. Akhwat nya ceplas-ceplos, eh ikhwan nya pergi. Dalam sebuah syuro pun, kadang terkesan ikhwan syuro sendiri akhwat syuro sendiri. Belum lagi, kendala akhwat yang tiba-tiba ngambek dan ikhwan yang tiba-tiba jengkel. Masalah “sepele”,yang ternyata berdampak sistemik”. Saya serius bung.&lt;br /&gt; Sebenarnya dalam hal ini sangat banyak teori, bahkan saya mengatakan tidak ada teori yang terbaik. Yang ada hanya teori yang tepat. Karena hal ini terkait seni, ya seni dalam memanajemen interaksi dan mengatur pola hubungan,agar tidak terjadi dua sisi ekstrim (terlalu kenal dan tidak kenal sama sekali). Lagi-lagi,ini adalah seni. Yakni perpaduan antara ilmu, pengalaman lapangan,intuisi,rasio dan instink. Mengapa tidak rasio saja ? Karena dalam beberapa hal kita perlu menyentuh rekan dakwah kita dengan “hati”.  Atau menyentuh mereka dengan “tindakan”. Ya, walau pun semuanya sebenarnya dikendalikan dengan rasio juga. Bahasa sederhananya, biarkan rasio mengendalikan perasaan kita, agar perasaan kita bisa “beresonansi” dengan perasaan rekan dakwah kita. Sekali lagi, ini seni bung.&lt;br /&gt; Baik di textbook ilmu kedokteran kejiwaan Maramis dan Personality Plus maupun di buku bacaan ringan Men From Mars and Women From Venus,kita akan sedikit belajar tentang sebuah aksi-reaksi sikap,ya sebuah analisa psikologis lah. Bagaimana ikhwan menurut pandangan akhwat, juga akhwat menurut pandangan ikhwan. Semoga dengan sedikit perbincangan hangat ini bisa memberikan pandangan baru tentang seni mengatur pola hubungan dalam organisasi dakwah. Karena ikhwan dan akhwat, juga manusia :)&lt;br /&gt; kita akan berbicara dalam pola umum dulu. &lt;br /&gt; Pada dasarnya, ikhwan adalah jenis manusia yang mengedepankan rasio nya. Itu sangat terlihat dari pola bicara dan sikapnya. Cenderung egois dan lebih suka menyelesaikan semuanya sendiri. Sehingga, kita jarang melihat ikhwan pada “curhat”. Karena ia yakin bisa menyelesaikan masalahnya.  Analoginya, ikhwan seperti punya “gua” sendiri dalam hidupnya. Ketika ada masalah ia akan memasuki “gua” itu dan sangat cenderung “benci” ketika diganggu saat itu. Namun,ketika suasana ia rasa sudah cukup membaik,maka ia akan keluar “gua” dengan sendirian. Nah, mungkin ini salah satu penyebabnya klo ikhwan itu cenderung lebih malas daripada akhwat coz mereka banyak mikir ketimbang kerjanya. Kadang klo udah ngomong, kebanyakan “teori” daripada “action”nya. Tapi hati-hati, karena ikhwan lah yang “lebih banyak akalnya” (maksudnya ngakalin orang dan ngeles). Kadang, sangat menyukai hal-hal simple dan sangat membenci sebuah kerumitan. Tingkat “kesensitifan” perasaan ikhwan agak rendah. Sehingga tidak jarang kita melihat sekelompok ikhwan ketawa-ketawa “bercanda kasar (mengolok-olok)” satu sama lain. Namun, tidak ada dendam di antara mereka. Dibilangin “teroris”,”kambing”,”pasukan padang pasir” dan lain-lain, mereka hanya ketawa dan cenderung melupakan. Mungkin tertawa adalah proses melupakan bagi ikhwan, semakin lebar mulutnya maka tingkat evaporasi (penguapan) “ledekan dan masalah” semakin tinggi (hehehe,becanda. Tapi itu faktanya, ikhwan udah biasa “diolokin” satu sama lain. Klo di akhwat gitu,mungkin terjadi “perang dunia 3”).&lt;br /&gt; nah klo akhwat. Yang dominan adalah perasaannya. Jujur, sangat sensitif. Jadi “pemilihan kata” ketika berbicara harus betul-betul diperhatikan. Mungkin mereka tidak akan “bilang” marah, tapi tingkah laku seperti “ngambek dan raut muka yang berubah”, sudah cukup memberikan tanda klo mereka sedang bermasalah dengan anda. Yang parahnya, ketika perasaan sudah mendominasi mereka. Kecenderungannya adalah mereka tidak bisa membedakan ini “masalah organisasi atau pribadi”. Sehingga tidak jarang akhwat “kabur” dari organisasi dakwah karena “sakit hati”,yah semacam barisan sakit hati jadinya.  Selain itu, akhwat sangat “tidak sabaran” klo digantung. Maksudnya, akhwat butuh sebuah kepastian, baik dalam kebijakan departement maupun keputusan sebuah proyek/agenda. Jika ikhwan yang cenderung punya “gua”sendiri tadi terlalu lama “bertapa”nya. Tingkat kepercayaan akhwat akan sangat berkurang. Apalagi klo ikhwan yang bersangkutan tadi koordinatornya, padahal akhwat tadi sudah memberikan “kepercayaan” kepada ikhwan untuk memimpinnya. Selain itu, akhwat cenderung sangat senang dilibatkan atau diikutkan. Mungkin ini yang mereka definisikan sebagai “perhatian dalam organisasi”. Mereka merasa “dihargai” ketika juga bisa terlibat dalam sebuah keputusan. Ketika mereka merasa diperhatikan, maka pasti mereka memberikan “perhatian” lebih kepada departement dan lembaga dakwahnya. Ini fakta lho,terlihat akhwat lebih “care” dengan lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh kasus; pada suatu kepanitiaan. Ternyata masih ada pembahasan syuro yang belum selesai, namun sudah hampir adzan magrib. Sedangkan keputusan sudah harus ada besok pagi. Maka, ketuplak meminta kepada semua ikhwan untuk syuro malamnya, tentunya akhwat ga bisa ikut. Besoknya, syuro lagi ikhwan-akhwat untuk membacakan hasil keputusan syuro tadi malam. Terlihat, raut muka akhwat banyak yang kecewa. Sedangkan ikhwan senyum-senyum saja merasa masalah sudah diselesaikan dengan keputusan final syuro tadi malam.&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;# ikhwan, cenderung menyelesaikan masalahnya sendiri. Mereka punya “gua” sendiri. Sudah terlalu keasyikan dalam masalahnya sendiri. Dan merasa rasionya sudah bisa menyelesaikan masalah. Mungkin koordinasi ke MS aja juga lupa.&lt;br /&gt;#akhwat, sensitif, merasa tidak dihargai keberadaanya. Karena tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan. Tentu “perasaan” sedikit benci sudah mendominasi si akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh lagi; seorang ketua akhwat dalam suatu departement dapat instruksi oleh mas'ul akhwat. Dalam instruksi tsebut, mengharuskan akhwat berkoordinasi dengan seluruh anggota akhwat. Keputusan sudah harus ada siangnya. Sedangkan sms baru masuk jam 12.00 malam (kondisi;provider bmasalah). Dia sms koordinator ikhwan departement itu,sebagai koordinator tertinggi. Untuk sedikit mendiskusikan masalah tadi. Dia tahu itu tidak ahsan,namun keadaan begitu sangat mendesak. Namun tidak ada tanggapan dari si ikhwan. Dia coba telpon juga tidak ada tanggapan. Mungkin si ikhwan sudah tidur. Dia pending dan lakukan lagi setelah shalat shubuh,hasilnya sama. Si akhwat tidak bisa bergerak dan amanah dari mas'ul akhwat terbengkalai.&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;#ikhwan, mungkin lagi sedang ada masalah. Cenderung untuk masuk “gua” dan fokus pada masalahnya. Sehingga biasanya sangat jengkel klo dihubungi atau diganggu. Kadang lambat terhadap tanggapan pesan coz egoisnya dominan.&lt;br /&gt;#akhwat, sangat jengkel klo digantung. Apalagi berlarut-larut dan didesak keadaan. Maka peluang ngambek nya semakin tinggi. Kesensitifan perasaaan nya kadang betul-betul “sedikit” menutupi pertimbangan rasionya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, terkait pola umum ikhwan-akhwat:&lt;br /&gt; kedua jenis makhluk ini, sangat berbahaya klo anda menunjukan “perhatian” yang cukup mencurigakan. Iya, mereka cenderung mengimajinasikan sesuatu hal positif secara berlebihan. Perhatian anda sebagai koordinator,kemungkinan bisa disalahartikan jika anda menunjukannya dengan sedikit “lebay”,ya walau pun cuma sedikit. Mereka sangat suka diperhatikan. Hati-hati perhatian anda terhadap rekan dakwah. Sama-sama menuntut “kejelasan peran”. Nah ini yang sama-sama kita harus belajar. Tidak ada orang yang senang dalam kondisi serba abu-abu maupun kebingungan,apalagi terkait instruksi kerja. Namun mereka juga tidak suka “diperintah”. Ya,memang pada dasarnya semua orang seperti itu kan .Dan SAYA RASA JUGA SANGAT PERLU KEJELASAN MANA PORSI SIAPA YANG BERPERAN DALAM TATARAN KONSEP STRATEGIS dan KONSEP PRAKTIS.. Jadi,menurut saya betul-betuk perlu sebuah “seni”. Ketika anda memperhatikan rekan kerja dalam dakwah,namun tetap proporsional dan profesional. Memberikan instruksi dengan jelas,namun bukan memerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Yang sedang belajar dan meramu konsep ideal sebuah Lembaga Dakwah Fakultas (LDF). Wow, ilmu kedokteran kejiwaan (psikiatri) ternyata sangat aplikatif di sini :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-630451006621498594?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/630451006621498594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=630451006621498594' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/630451006621498594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/630451006621498594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/07/ikhwan-bijakakhwat-pengertian.html' title='Ikhwan Bijak,Akhwat Pengertian'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4955472578428372253</id><published>2011-07-25T01:29:00.001-07:00</published><updated>2011-07-25T01:29:43.427-07:00</updated><title type='text'>Memposisikan Nasionalisme</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            kamis,21 juli 2011. sudah lama rasanya ga bikin ulasan ringan sebelum tidur,ah paling tidak saya merasakan kenikmatan indahnya curhat di depan notebook kesayangan saya,notebook yang biasa disebut mama saya sebagai “pacar saya”. Sedikit berbagi kisah,minimal jadi evaluasi saya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sebenarnya moment menarik bagi saya hari ini adalah ketika semua urusan saya di kampus selesai,ya kira-kira pukul 12.00. setelah menyelesaikan sedikit “urusan” akademik dan beberapa “tender” sekaligus memfixkan dengan koor acara BRBC KSI-A hal-hal mendasarnya. Buruan apa yang menarik ? Saya mendapat undangan diskusi terbuka tentang buku yang berjudul “Banalitas Nasionalisme” diisi oleh penulisnya sendiri yakni Pa Mukhtar Sarman, seorang magister sosiologi pedesaan yang memang berkonsentrasi pada ekonomi lokal,itu terbukti dengan berhasilnya beliau dalam short-course masalah pengembangan sumberdaya ekonomi lokal di IHS Rotterdam,Belanda 2005. beliau juga pernah belajar manajemen infrastruktur di Faculty of Civil Engineering University of Miyazaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setelah shalat dzuhur yang niatnya berjamaah namun tidak. Kok gitu ? Itu lah hal yang paling memalukan di langgar (mushalla) kompleks saya. Saya yang adzan,iqomat,imam termasuk makmum. Alias selalu sendiri. Setelah shalat itu saya langsung meluncur ke banjarmasin lagi. Sangat mengasyikkan klo naik motor ke banjarmasin. Yang pasti saya terhindar macet,pastinya bisa tepat waktu-tepat jadwal. Bisa mengebut,memanjakan instink yang suka balapan ini. Walau pun klo ketahuan orang tua pasti dapat “taujih pedas”.hehehe. Anda tahu sendiri lah gimana nasib anak yang paling tua jika melakukan hal berisiko tinggi. Oleh karena itu solusinya adalah “diam-diam ke bjm”. Karena hal-hal di atas,plus juga karena jadwal saya di bjb-bjm cukup padat (maaf,ga bermaksud sok sibuk lho ya,cuma saya selalu yang menyibukkan diri. Bukan dicari orang,tapi saya yang mencari orang. Coz saya gak mau ditagih hutang,tapi menagih hutang.hehhe *becanda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            di jalan saya sedikit melamunkan apa yang terjadi dalam pembahasan buku nanti. Supaya fokus biasanya saya harus berkonsentrasi sedikit melupakan masalah dakwah di KSI,organisasi-organisasi yang saya pegang,problem di bisnis dan tema proposal KTI. Pejam kan mata, tarik nafas panjang dan bismillah... :). oke saya sudah bisa berkonsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Yang terbayang oleh saya: pasti diskusinya panas. Banyak mahasiswa hukum-ekonomi-FISIP yang kritis. Hahahay, I Like It. Kosakatanya juga biasa lah. Paling tidak,saya sudah bisa menikmati betapa hangatnya diskusi itu. Membayangkan mencampuradukkan teori dan hipotesis serta logika yang saya punya dengan pakar-pakar yang ada di sana. Sedikit memanipulasi dan merekayasa jalan pikir agar bisa merangsang pikiran-pikiran orang,lalu target saya adalah terjadinya “ejakulasi dini” loncatan gagasan dari seseorang karena sentuhan erotis emosional. *sedikit ke-sastra-an ya.heheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            to de point aja ya..... tiba lah saya pada ruangan diskusi. Lantai 5 gedung djok mentaya (betul gak sih? Saya agak lupa),yang pasti itu gedung banjarmasinpost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di luar dugaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jreng.... jreng... jreng...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            yang mendominasi malah dosen dan pejabat,bahkan hampir semua. Kecuali beberapa anak manusia dari kampus UNLAM, dengan wajah polosnya duduk dan mulai mempetakan konsep berpikir untuk mengkritisi “Balanitas Nasionalisme”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            wah,rata-rata sudah lulus S2. Terlihat banyak orang penting di sini. Banyak tokoh yang sudah tak asing di mata saya,dan yang paling saya akrab adalah Pa Sofwat Hadi,seorang anggota DPD untuk Kal-Sel,yang kemarin nyalon jadi walikota banjarmasin,namun “anda belum beruntung,hehe”. Soalnya saya sering “main” ke rumah beliau di jalan gatot,ya sedikit bertukar pikiran arti sebuah pembangunan dan kesejahteraan,walau pun saya agak malu saat itu coz nginap di rumah beliau. Tak ketinggalan ada dua staf beliau,yang biasa saya panggil “kakak”. Padahal sudah agak tua,mungkin lebih pantas dipanggil om atau abang.hehe yah, sempat cipika-cipiki masalah lucu juga dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Langsun ke kontent curhat saya ya.... ini sebuah alur berpikir dari buku tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banalitas Nasionalisme atau kedangkalan dalam memahami isu nasionalisme adalah sebuah realitas politik yang tersembunyi, dan barangkali sengaja disembunyikan,karena ia merupakan sebuah fenomena absurd ketika anggota punya tanggung-jawab moral untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi negara bangsanya, namun artifisial yang berorientasi pada upaya memenuhi kebutuhan pribadinya yang tidak pernah cukup. Banyak contoh banalitas nasionalisme. Celakanya,begitu banyak pula orang yang tidak sadar bahwa dirinya adalah penghamba kedangka;an tersebut. Dan di buku ini,mencoba memetakan banalitas nasionalisme yang relevan dengan kondisi aktual bangsa Indonesia masa kini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            diskusi kali ini sangat menarik. Oh iya lupa, pembicara tambahan ada Pa Kapolda Kal-sel dan seorang Yusran Pare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pa Kapolda lebih menitik beratkan solusi agar banalitas itu bisa diselesaikan,yakni dengan adanya teladan para elit politiknya. Bahkan, beliau sangat menganjurkan dibuatnya tokoh. Supaya nilai abstrak dan relatif (biasa lah ilmu sosial, penuh dengan variasi definitif) bisa dikonkritisasi,jadi masyarakat bisa tahu praktisnya. Tidak seperti sekarang,semua mengaku nasionalis. Padahal kelakuan merusak bangsa. Pa Kapolda juga menekankan bahwa, memakai produk dalam negeri tidak selalu manifestasi dari nasionalisme,jika general defenitif dari nasionalisme adalah “cinta bangsa dan tanah air”. Karena perusahaan-perusahaan “asing” itu kadang ada yang pemiliknya warga indonesia dan pekerjanya pun pribumi. Hal ini karena banyak perusahaan asing itu memakai sistem frenchise atau wara-laba, yang diuruskan cuma pembelian “nama dan sistem”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Nah.... klo Yusran Pare bahasan dan bahasanya lebih SEKSI. Hal yang disampaikan beliau terkait “Banalitas Nazaruddin dan Nasionalisme Ruyati”. Beliau mengaku sedikit tercekat membaca Banalitas Nasionalisme karya Pak Mukhtar ini. Cukup menyentak kembali kesadaran di tengah keriuhrendahan aneka informasi,namun kita mendengungkan nasionalisme lagi. Beliu mengatakan sudah mual-muntah (hayooo,,,,gejala penyakit apa?) terkait nasionalisme karena elit politik yang seharusnya bisa menjadi teladan malah semakin “terbuka” bobroknya. Dari manuver saling caci, saling bakutusuk, saling ancam bahkan itu dilakukan oleh orang-orang yang dulunya “bersahabat” dalam satu partai dan satu koalisi. Untuk membuat sebuah parameter banalitas tersebut,katanya sangat banyak. Nah,beliau lebih menyoroti pada angka investasi pihak asing. Logika beliau, jika banalitas meningkat manifestasinya adalah meningkatnya angka korupsi. Kalimat beliau “ Yang jelas, terdapat korelasi antara peningkatan korupsi Indonesia dengan menurunnya realisasi investasi asing ke Indonesia. Lahat saja, ketika PERC melaporkan peringkat korupsi Indonesia pada urutan yyang lebih buruk di bawah Vietnam,realisasi penanaman modal asing yang tahun sebelumnya tercatat US$ 15,4 miliar langsung anjlok 41,6% menjadi hanya US$ 9 miliar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            menarik pernyataan rekan sejawat saya (adityawarman ) saat itu, kontentnya “saya melihat bahwa nasionalisme kita bersifat temporer dan emosional. Yang timbul saat-saat momen tertentu, saat “disenggol” Malaysia atau saat pertandingan sepak bola. Semua teriak “garuda di dadaku” dan lain-lain. Tentu -isme seperti tiu tidak bisa membuat sebuah perbaikan dan kemajuan bangsa.... *panjang lagi sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            statement menarik dari sang moderator” bagaimana dengan nasib Gonzales yang mengalami nasionalisasi.dia bukan asli indonesia, tapi meneriakkan garuda di dadaku? Relevan kan dengan Banalitas nasionalisme....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ada juga daripihak lain terkait; hubungan nasionalisme dengan pluralisme, memposisikan kapitalisme, romantisme histori yang dibalut nasionalisme.... wah pokoknya asik deh, bisa sedikit mengasah nalar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            yang saya sayangkan saya belum sempat ngomong. Udah angkat tangan tinggi-tinggi,tetap aja ga dapat kesempata.... mungkin kami memperkenalkan diri dari kedokteran sih, mungkin moderator takut nantinya logika berpikir kami tidak relevan dengan kontekstualitas nasinalisme yang mereka bahas,yang memang pada notabenenya berbasis pada ekonomi-hukum-ilmu sosial. Nah,di sini saya membuktikan arti sebuah relativitas. Gak selamanya mahasiswa kedokteran itu membanggakan. Mungkin moderator cuma memahami bahwa mahasiswa kedokteran itu kerjaannya cuma “melihat bakteri loncat-loncat, nyuntik,  bermain dengan mayat dan kerjaannya motong daging”wkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            yang pengen saya sampaikan sebenarnya cukup substansiil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “ menanggapi statement anda,pa Mukhtar.  Kerusakan dan kebobrokan sekarang diakibatkan oleh balanitas nasionalisme. Yang dalam definisi anda adalah kedangkalan dalam memahami substansi nasionalisme. Walau pun anda mengakui sendiri bahwa nasionalisme itu terlalu abstrak dan relativitasnya tinggi. Nah,jika kita melihat nasionalisme sebagai ideologi (walaupun agak sulit menggunakan statement ini,terkait apakah tepat nasionalisme sebagai ideologi definitif). Sebagai seorang yang berlogika dominan eksakta dan empiris. Maka saya membagi tataran praktis nasionalisme menjadi : ajaran nasionalisme,tokoh dan efeknya. Semua ideologi,tanpa terkecuali, saya yakin mempunyai efek atau tujuan yang baik, pasti menginginkan kesejahteraan dan kemakmuar (ya tentu dengan definisi ideologinya masing-masing). Lalu tokohnya, tentunya di tokoh yang hebat dan kuat,apapun ideologinya akan menciptakan tujuan ideologi yang ideal pula. Hal itu terlihat pada fakta sejarah, sosialisme-komunisme pernah jaya,kapitalisme-demokratis juga jaya, ideologi islam pun pernah jaya. Lalu saya akan “membahas” substansi ajaran -isme nya. Tentu kita menyadari,secara ekonomi definitif, bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai kepentingan. Semua orang,pasti itu. Tentunya juga berpengaruh terhadap ideologi yang dia ambil. Tentunya,ideologi yang dia ambil adalah ideologi yang memenuhi kepentingannya,sehingga dia definisikan sebagai ideologi yang penting. Terlepas nantinya apakah ideologi itu mensejahterakan dia atau belum. Karena kita bicara netral (*kondisi yang tidak adil,menurut saya dalam hati). Ambil contoh ideologi teokratif (yang bersumber pada ajaran agama). Jika seseorang berpolitik-ekonomi-hukum-ilmu sosial sesuai ajaran itu,mereka akan mendapatkan pahala. Tidak peduli nanti bisa sejahtera atau tidak (tentunya semua ideologi bertujuan sejahtera),tentunya dengan pahala akan diganjar syurga. Itu sebuah “daya tarik” ideologi teokratif,sehingga peluang munculnya Balanitas sangat minim. Lalu saya akan melogikakan dengan Nasionalisme ? Jika ideologi itu diterapkan,apa yang pengembannya dapat ? Jika konteksnya indonesia, nasionalisme bisa ngasih apa? Tujuan nya untuk sejahtera saya tidak tercapai ? Tokoh-tokohnya mana ? (sebenarnya saya ingin mengganti istilah ideologi teokratif dengan ideologi islam pada diskusi ini,namun supaya “mereka” tidak berpikir macam-macam dengan saya. Ya saya cukup menggunakan istilah “smooth” itu)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            hahahay... saya pikir anda sudah bisa menerka apa pola pikir saya beberapa paragraf ke depan. Ya, sedikit cipika-cipiki antara nasionalisme dan islamisme. Logika awal, pahamilah nasionalisme dalam konteks islamisme. Artinya islmisme di atas nasionalisme, dan islamisme lah yang memberi definisi serta arahan (memang seperti itu seharusnya, dalam kaidah hukum Indonesia sendiri bahwa hukum yang lebih tinggi akan mengatur pola penjelasan hukum di bawahnya,bukan kah islmisme merupakan manifestasi hukum Yang MahaTinggi). Jangan sebaliknya ya, seperti Siti MM,seorang aktivis JIL. Terkait islam yang harus menyesuaikan dengan UUD45 dan pancasila, sehingga atas nama ke-bhineka-an dia “menghalalkan” homoseksual dan pornoaksi (*semoga cepat tobat bu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            selanjutnya, islam memerintahkan untuk memakmurkan tanah air kita dan membuatnya sejahtera. Cinta kepada tanah air pun bukan hal yang salah,bahkan dianjurkan, lalu adanya dalil seberapa pentingnya kita membela tanah air jika tanah air kita dijajah. Lalu,mungkin kebanyakan orang berpendapat bahwa islam hanya merenggut dan menodai nasionalisme. Bahkan katanya,islam mengharamkan nasionalisme ??? betul begitu??? lalu nasionalisme apa yang diharamkan islam yang rahmatn lil 'alamien ini??? jangan buru-buru menyimpulkan saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            (wah bahasan agak berat nih,jadi mesti hati-hati. Saya coba dengan bahasa paling sederhana yang saya bisa).  Pada dasarnya islam sangat menganjurkan cinta kepada tanah air. Islam begitu mendorong agar terbentuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Yang islam takutkan, ketika kecintaan kepada bangsa itu berlebihan sehingga melupakan kecintaannya kepada islam. Manifestasinya seperti percekcokan antar bangsa padahal sama-sama muslim, adanya negara muslim satu yang “sangat”mapan sedang di sisi lain ada yang “sangat” miskin,egoisitas bangsa yang berlebihan, hanya memikirkan bangsanya dan tidak mau berbagi antar bangsa muslim.  Sehingga, islam cukup menghindari yang namanya nasionalisme. Sekali lagi,tak ada masalah dengan mencintai bangsa. Bermasalahnya dengan nasionalisme,karena nasionalisme identik dengan “kecintaan buta', yang katanya gara-gara cinta “tahi kucing” pun rasa “MAGNUM ice cream”. Islam menginginkan kemajuan dan kesejahteraan sebuah peradaban, bukan hanya sebuah bangsa. Ini lah, rahmatan lil 'ALAMiin. Betul-betul untuk sekalian alam. Tentunya bahasan ini sangat tergantung dengan definidi nasionalisme,celakanya dafinisi itu yang sangat bervariasi. Saya rasa anda lebih paham. Betul begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua agenda saya setelahnya; konsul perkembangan dakwah dan KSIA ke tempat dr. Siti Wasilah, lalu ada sedikit transaksi bisnis dengan kolega saya di ZeenStudio.... selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; saya rasa cukup ya, saya juga sudah ngantuk seharian penuh dengan jadwal. Ta gak apa lah, kata Imam Ahmad istirahatnya seorang muslim itu ketika kakinya menginjakkan syurga.membahas ini, Saya teringat masa-masa krusial saya di kelas 3 SMA. Waktu itu,Bapak saya menganjurkan saya masuk Fakultas Ekonomi dan Ibu saya menganjurkan ke Fakultas Hukum. Bapak saya rekomendasikan ke UI dan Ibu ke UNDIP. Saat itu argumentasi merela cukup kuat, keputusannya saya hanya mendaftar SIMAK UI dan tak ada yang lain. Bapak saya selalu bilang, untuk merubah hal yang besar seperi bangsa dan dunia, ilmu yang diperlukan adalah Ekonomi-Hukum-Politik. Cukup itu katanya yakin. Dengan itu kita bisa mengatur “anak-anak IPA”. Hari ini seakan-akan saya membuktikan ucapan itu lagi. Namun saya sadar,saya beruntung masuk kedokteran (gara-gara pilihan SNMPTN),yang notebenenya adalah hasil perkawinan antara ilmu sosial-ilmu pengetahuan alam. Kedokteran adalah sebuah seni. Saat filsafat metafisik kawin dengan logika rasional empiris. Ambil contoh dalam farmakologi, dalam textbook kita hanya mengenal farmakokinetik dan farmakodinamik, yang merupakan bahasan komplek sebuah sistem biokimia,patofisiologi dan fisiologi. Namun sebenarnya kita juga mengenal (kalau saya boleh membuat istilah), farmakoekonomi dan farmakososial, terkait pemilihan obat bergantung keadaan-keadaan ekonomi dan sosial.... wahhhh jadi panjang lagi nih. Cukup aja deh. Biasa klo orang insomnia curhat, malam kayak jadi siang euy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terakhir, 3 buku yang cukup mempengaruhi tulisan saya kali ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Banalitas Nasionalisme;Sebuah Renungan Untuk Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      The Making of Religion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Politik Partai;Strategi Baru Perjuangan Partai Politik Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya-karya Agus Mustafa saya rasa cukup empuk untuk disantap juga :) :) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI CERITAKU, MANA CERITAMU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* dari seseorang yang sangat berharap bisa tidur cepat dan ingin anda tidak menjadi “Kuli-Kuli berjas putih atau Buruh-buruh berdasi”, besarkan jiwa anda :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4955472578428372253?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4955472578428372253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4955472578428372253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4955472578428372253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4955472578428372253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/07/memposisikan-nasionalisme.html' title='Memposisikan Nasionalisme'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-2967082571519689557</id><published>2011-07-19T09:53:00.000-07:00</published><updated>2011-07-19T09:55:28.944-07:00</updated><title type='text'>post-modern movement</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; pergerakan mahasiswa adalah salah satu pergerakan paling dinamis yang pernah ada. Kalau diamati lebih jeli, bahkan pola umum pergerakan pun kadang berbeda baik saat orde lama,orde baru, masa reformasi sampai zaman “ketidakberesan penguasa” saat ini. Mulai dari dasar motivasi yang berbeda,metode yang bervariasi sampai tujuan akhir pergerakan yang kadang berubah total. Namun tak perlu terlalu dalam menyesali yang sudah terjadi,bukan kah masih ada hari esok. Kesalah kemarin cukup menjadi referensi untuk melangkah ke depan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebagai kelompok yang juga berkecimpung dalam “Gurita” kampus. Kita tentunya juga paham bahwa dinamisitas yang tinggi tersebut bukan lah suatu hal yang mengaburkan kita untuk sedikit mengambil benang merah. Paling tidak menarik sedikit hipotesis sementara,apa dasar mereka terus bergerak pada saat itu. Tentu jawaban retorisnya : kondisi saat itu tidak ideal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ke arah mana mereka melakukan gerak perubahan ? Ya,tentunya ke arah kondisi ideal. Paling tidak kondisi kampus yang ideal.  Dan itu lah skala terkecil lingkungan yang bisa dirubah saat menjadi mahasiswa. Tentunya juga,merubah diri sendiri adalah hal wajib yang pertama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau dipikir-pikir lebih dalam,tentunya untuk menjadikan kampus sebagai lingkungan yang ideal,tentunya perlu sistem dan aturan yang ideal. Suatu hal yang aksiomatik bahwa aturan yang ideal adalah aturan yang dibikin oleh MahaSempurna. Gak ada yang bisa menyanggah. Aturan dari yang MahaSempurna, sudah di tuliskan lagi dalam Al-Qur'an dan As-sunnah. Masih kurang bisa memahami ? Ada syarah dan tafsir nya pula. Ga bisa baca ? Ada 'ulama tempat kita bertanya. Malu kalau nanya sama ulama ?  Pake hp donk... :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; sehingga kesimpulan pengantar di atas adalah kampus ideal=kampus islami. Islami ketika aturan-aturan Sang Maha Sempurna diamalkan kaffah. Lalu muncullah kampus yang prestatif,produktif,inovatif dan kontributif. Yang di dalamnya penuh dengan mahasiswa yang mengamalkan tridhrarma perguruan tinggi,serta punya penalatan ilmiah yang berbobot. Itu lah kampus islami, itu lah mahasiswa islami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ini sedikit sambutan saya terkait “kampus Islami” pada buletin ekslusif KSI-A untuk mahasiswa baru. “Kampus adalah sebuah system. Yang mana system tersebut sangat menentukan anda masuk bagaimana dan keluarnya seperti apa. Kampus yang ideal mirip seperti tungku api dalam pembuatan pedang. Pedang yang tidak rata bisa dimasukkan ke sana,sesudah panas lalu dibentuk hingga rata. Yang sudah rata pun,bisa dimasukkan ke sana lalu dipoles hingga menjadi lebih tajam. Itu lah sebuah kampus yang ideal,yakni system yang ideal. System yang mampu “memproses” semua yang masuk ke dalam menjadi “lebih baik” dari sebelumnya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Konsep sederhana kok belum ada implementasinya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Iya. Kita sudah dalam zona yang sangat tidak nyaman,yang tentunya membuat kepala panas dan ingin melakukan perubahan. Contohnya: nyontek pas ujian,pornoaksi, mahasiswa kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring),pacaran, “XXX” di balik pacarannya itu,narkoba,judi dan lain-lain. Kita pun tahu apa kondisi idealnya,yakni kampus islami. Yang menjadi perbincangan hangat kita kali ini adalah “jalan” menuju kondisi ideal tersebut. Kita akan sedikit berbincang tentang peran potensial KSI-A (kelompok Studi Islam Asy-syifa),tentunya karena posisinya sebagai LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) yang resmi dan punya bargaining position yang cukup berpengaruh terhadap massa kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi,yang akan kita bahas terkait: KSI-A,pergerakan,kampus islami dan “jalan” menuju kondisi ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena saya cukup lama (termasuk sampai saat ini) berkecimpung dalam dunia marketing,maka proses kita meng-islam-kan kampus,yang tentunya berarti meng-islam-kan mahasiswanya. Saya analogikan sebagai proses kita “memasarkan” islam kepada seluruh civitas akademika. Hingga terbentuk kesadaran berislam yang masif, sekaligus juga berjalan proses “insert” syariat islam (konteks legislasi) dalam segala aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal-hal fundamental yang akan kita perbincangkan tentang marketing islam:&lt;br /&gt;1. kontent, tentunya produk yang kita pasarkan adalah produk yang sempurna;islam&lt;br /&gt;2. sasaran/segmen objek dakwah,seluruh masyarakat kampus. Dari dosen, mahasiswa,birokrat kampus,cleaning service,paman kantin sampai tukang parkir&lt;br /&gt;3. pengemasan/packing sampai branding dari produk&lt;br /&gt;4. pemasaran/promotion&lt;br /&gt;5. closing/transaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara sampai sini aja ya perbincangan hangat kita. Nanti kita bahas lebih detail “konsep marketing dan 5 hal fundamental di atas”... tunggu ya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari seseorang yang memimpikan” duduk bersila, di samping kananku ada Shalahudin Al-ayyubi,di kiri ada Muhammad Al-Fatih dan di depanku ada Khalid Bin Walid,serta Rasullullah yang menjadi mentor saat itu. Yang kami bahas adalah strategi menaklukan kampus”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-2967082571519689557?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/2967082571519689557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=2967082571519689557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2967082571519689557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2967082571519689557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/07/post-modern-movement.html' title='post-modern movement'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-8797198928860514280</id><published>2011-05-15T03:01:00.001-07:00</published><updated>2011-05-15T03:07:09.324-07:00</updated><title type='text'>Penasaran dengan Chicken Soup Anatomica ? Bukan Buku Saku Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8iAA4ut5tuQ/Tc-lwljEgBI/AAAAAAAAACo/ZsZygxhS5vE/s1600/chicken%2Bsoup%2Banatomyca%2Bcetak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8iAA4ut5tuQ/Tc-lwljEgBI/AAAAAAAAACo/ZsZygxhS5vE/s400/chicken%2Bsoup%2Banatomyca%2Bcetak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606882315231068178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sangat penasaran dengan Chicken Soup Anatomica (CSA) ???? Jujur, Bukan buku saku biasa. mau tahu lebih banyak? download gratis   di  http://www.4shared.com/document/OoGZFZbV/Buku_Saku_Anatomi.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-8797198928860514280?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/8797198928860514280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=8797198928860514280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8797198928860514280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8797198928860514280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/05/penasaran-dengan-chicken-soup-anatomica.html' title='Penasaran dengan Chicken Soup Anatomica ? Bukan Buku Saku Biasa'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8iAA4ut5tuQ/Tc-lwljEgBI/AAAAAAAAACo/ZsZygxhS5vE/s72-c/chicken%2Bsoup%2Banatomyca%2Bcetak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4521651451595484731</id><published>2011-05-15T02:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T02:51:00.688-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Vp5eUy0lWvk/Tc-h5VnfHWI/AAAAAAAAACY/LUY0CwLAtyQ/s1600/chicken%2Bsoup%2Banatomyca%2Bcetak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Vp5eUy0lWvk/Tc-h5VnfHWI/AAAAAAAAACY/LUY0CwLAtyQ/s400/chicken%2Bsoup%2Banatomyca%2Bcetak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606878067526933858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buku Anatomi Berat ?&lt;br /&gt;Harganya ga ketulungan ?&lt;br /&gt;Ga Paham Dengan Konsep Dasar Anatomi ?&lt;br /&gt;Perlu Pengantar Anatomi yang Pas dan Aplikatif ?&lt;br /&gt;Bermimpi Punya Atlas yang Pas di Saku ?&lt;br /&gt;Angker dengan Lab Anatomi ?&lt;br /&gt;Merinding Ngeliat Kadaver ?&lt;br /&gt;Ga Paham-Paham Fiqh Anatomi dan Hukum Bedah Mayat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mah masalah klasik yang sering dihadapi mahasiswa-mahasiswa kesehatan dan kedokteran mana pun….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Karena Itu, CSA (Chicken Soup Anatomica) Hadir Untuk menjadi Solusi Atas Semua Masalah yang Ada….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, ANATOMI betul-betul sebagai salah satu ilmu DASAR KEDOKTERAN dan KESEHATAN. Gak Percaya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dalam ILMU BEDAH,itu mah struktur ANATOMI semua yang dipotong… ya kan ? &lt;br /&gt;Sekarang lebih detail&lt;br /&gt;BEDAH UMUM&lt;br /&gt;BEDAH SARAF&lt;br /&gt;BEDAH DIGESTIF&lt;br /&gt;BEDAH UROLOGI&lt;br /&gt;BEDAH PLASTIK&lt;br /&gt;BEDAH THORAX-CARDIOVASKULAR&lt;br /&gt;BEDAH ORTHOPEDI&lt;br /&gt;BEDAH ANAK&lt;br /&gt;Banyak lagi yang lainnya. Nah, kecuali BEDAH BUKU ya. Itu mah ga perlu ANATOMI-ANATOMI segala.(^_^)&lt;br /&gt;Dalam ILMU RADIOLOGI, itu sih latihan mengamati dengan TELITI tentang struktur ANATOMI. betul kan?&lt;br /&gt;THT BKL (Telinga Hidung Tenggorokan,Bedah Kepala Leher), itu ujung-ujungnya ANATOMI juga….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANESTESI, ayoooo kalau nusuk jarum ini di mana ato intubasi ini lewat apa. Ujung-ujungnya lagi, ANATOMI !!!&lt;br /&gt;ILMU KULIT-KELAMIN dan MATA, wah sudah diprediksi…. ANATOMI lagi….&lt;br /&gt;Bukannya melebay-lebaykan sih, tapi itu lah FAKTANYA.&lt;br /&gt;Belum lagi saat LATIHAN PEMERIKSAAN FISIK. Apa yang di INSPEKSI ? nah, apa yang di PALPASI ? yang di PERKUSI di daerah mana aja ? lho, yang di AUSKULTASI yang mana-mana aja ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Sahabat semua menjawab pasti dengan ANATOMI. Kalau ada yang bilang ini : HATI, PERUT ATAS, GINJAL, KEPALA, DE EL EL DEH… pasti dosen bilang, “ Anda Mahasiswa KEDOKTERAN/KESEHATAN bukan ? bahasanya kayak orang awam aja”&lt;br /&gt;ckckckckckckckckckckckckckckckckck &lt;br /&gt;ANATOMI !&lt;br /&gt;ANATOMI !!&lt;br /&gt;ANATOMI !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan KONSEP sebagai BUKU CATATAN,maka semua gambar-gambar yang disusun sebagai atlas sengaja DIBERIKAN ruang agar sahabat-sahabat bisa MENG-EKSPRESIKAN diri. Bisa DILENGKAPI sendiri keterangan gambarnya, bisa DIWARNAIN sendiri kalau suka yang berwarna dan yang paling PENTING, buku ini sudah dikonsep agar BERATnya RINGAN, biar bisa di bawa KEMANA-MANA. apalagi mahasiswa yang memang dipenuhi hidupnya dengan KEGIATAN-KEGIATAN, dan “lebih APALAGI” kalau sahabat semua co-ass atau magang di rumah sakit, maka kita perlu BUKU SAKU biar pergerakan kita ga terganggu oleh BUKU-BUKU TEBAL yang bakalan MEMBENGKOKKAN tulang belakang&lt;br /&gt;semoga bermanfaat untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan sahabat-sahabat mahasiswa kedokteran/kesehatan semua. Juga, semoga bisa MENGINSPIRASI agar bisa terus BERKARYA untuk memajukan PERADABAN ini. Keep Spirit !!!&lt;br /&gt;Tertarik ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAIK PEMBELIAN atau KERJASAMA PEMASARAN….&lt;br /&gt;MARI MEWARNAI INDONESIA !!!&lt;br /&gt;CP; 085651267196&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya ada dua macam manusia yang dapat dikatakan masuk akal,yaitu yang mengabdi kepada Tuhan dengan segenap hatinya karena sudah dikenalnya, dan yang mencari Tuhan dengan segenap hatinya karena belum dikenalnya” BLAISE PASCAL&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4521651451595484731?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4521651451595484731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4521651451595484731' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4521651451595484731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4521651451595484731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/05/buku-anatomi-berat-harganya-ga.html' title=''/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Vp5eUy0lWvk/Tc-h5VnfHWI/AAAAAAAAACY/LUY0CwLAtyQ/s72-c/chicken%2Bsoup%2Banatomyca%2Bcetak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-2849763306782470009</id><published>2011-05-15T02:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T02:45:24.866-07:00</updated><title type='text'>Hal Lain Di Balik Anatomi</title><content type='html'>Urgensi Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keteraturan yang ditunjukan oleh anatomi. Melalui pola tersistem yang ditunjukkan oleh organ-organ internal manusia. Harmoninya susunan intestinue dan kolon hingga menjadikan abdomen begitu tepat guna. Begitu luar biasanya struktur thorax hingga organ-organ vital menjadi terlindungi. Maupun fantastiknya sistem muskuloskeletal yang menginspirasi para designer robot. Hal itu mengindikasikan adanya sesuatu yang MahaAgung, yang tentunya berperan dalam proses perancangan dan perealisasian hal tersebut.&lt;br /&gt;Begitu tepatnya letak pleura yang melindungi pulmo. Begitu teraturnya arteri coronaria yang men”jantungi” si jantung,sistem neurologis yang luar biasa canggih arsitektur permukaan wajah yang begitu cerdas&lt;br /&gt;Terlalu irrasional bagi orang-orang yang berpikir ilmiah, kalau keharmonian struktur anatomi tersebut tercipta dengan sendirinya karena suatu proses yang diistilahkan dengan kata “kebetulan”. Terlalu lucu semua itu tercipta dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Kalau pun memang hal tersebut tercipta dengan sendirinya, mengapa secara umum semua manusia mempunyai pola yang sama secara anatomis. Hal aneh jika kumpulan kebetulan mempunyai hasil yang secara umum sama. Paling tidak, itu adalah kebetulan-kebetulan yang dirancang dengan matang. Nah, lagi-lagi ada unsur kesengajaan dalam kolektivitas kebetulan tersebut.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi serta bersilih, gantinya malam dengan siang itu adalah tanda-tanda – kekuasaan Allah – bagi orang-orang yang suka berfikir. “Mereka itu ialah orang-orang yang selalu berzikir kepada Allah ketika berdiri, duduk ataupun berbaring sambil memikirkan kejadian langit dan bumi. Mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya tidaklah Engkau menjadikan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari siksa api neraka.” Sampai ayat-ayat seterusnya. (ali-lmran: 190-191)&lt;br /&gt;Inilah islam. Suatu ajaran yang tidak yang terhalang oleh tembok-tembok mesjid (tempat ibadat) dan tidak terbatasi oleh majelis-majelis ta'lim. Dari anatomi kita memulai memperuncing keimanan ini. Bukan untuk menusuk agama/ajaran yang lain. Tapi memang untuk membuktikan kebenaran tersebut. Ini lah tafakur kawan, yang pahalanya melebihi pahala satu tahun ibadah.&lt;br /&gt;Keutamaan tafakur disebutkan Allah dalam bentuk pujian, “...dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran (3): 191) Ibn ‘Abbas berkata kepada suatu kaum, “Janganlah kamu memikirkan tentang Allah SWT.” Maka Nabi SAW bersabda, “Berpikirlah tentang penciptaan Allah, tetapi jangan kamu berpikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu mengukur-Nya,”&lt;br /&gt;Dari ‘Atha’: “Pada suatu hari aku dan ‘Ubaid bin ‘Umair pergi kepada ‘Aisyah ra. Di antara kami dan ia dipisahkan hijab. “Aisyah bertanya, ‘Wahai ‘Ubaid, apa yang menghalangimu dari mengunjungi kami?’ ‘Ubaid menjawab, ‘Sabda Rasulullah SAW., “Berkunjunglah, Tetapi jangan terlalu sering, niscaya hal itu akan menambah kepadamu kecintaan.”&lt;br /&gt;Selanjutnya Ibn ‘Umair berkata, “Ceritakanlah kepada kami hal yang paling menakjubkanmu yang engkau lihat dari Rasulullah SAW.” Maka ‘Aisyah menangis, lalu berkata, “Setiap ihwalnya menakjubkan. Pada malam giliranku, ia datang kepadaku sehingga kulitnya menyentuh kulitku. Beliau berkata, ‘Biarkan aku shalat kepada Tuhanku.’ Maka beliau pergi ketempat air, lalu berwudhu. Kemudian beliau shalat. Maka beliau menangis sehingga basah janggutnya. Kemudian beliau sujud sehingga air matanya membasahi tanah. Selanjutnya beliau berbaring pada salah satu sisinya hingga datang Bilal menyeru shalat subuh. Maka Bilal bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang.’ Beliau menjawab, ‘Bagaimana kamu ini, wahai Bilal, apa yang mencegahku untuk menangis. Sesungguhnya pada malam ini Allah SWT telah menurunkan wahyu, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal.”Selanjutnya beliau bersabda, ‘Celakalah orang yang membacanya tetapi tidak memikirkannya.’”&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman lagi:&lt;br /&gt;“Apakah mereka tidak melihat – memerhatikan – pada unta, bagaimana ia diciptakan? “Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? “Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? “Dan juga bumi, bagaimana ia dikembangkan? “Maka dari itu berikanlah peringatan, karena engkau itu hanyalah seorang yang bertugas memberi peringatan.” (al-Ghasyiyah: 17- unta ) &lt;br /&gt;Mungkin mewakili untuk kerumitan anatomi hewan. Begitu harmoni dan sistemik, namun tetap maksimal dan efektif dalam fungsi. Bagaimana dengan manusia ? Lebih komplek dari itu. Penuh kerumitan namun memberikan kesan mendalam. Seluk-beluk yang dihafal dan dipahami semakin meningkatkan akan kesadaran penciptaan kita sendiri. Apa dan bagaimana tentang terminologi, pasti ada manfaat dibalik keberadaannya.&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (TQS. Ali Imran: 191)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-2849763306782470009?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/2849763306782470009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=2849763306782470009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2849763306782470009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2849763306782470009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/05/hal-lain-di-balik-anatomi.html' title='Hal Lain Di Balik Anatomi'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-6370162808680142280</id><published>2011-05-15T02:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T02:30:00.528-07:00</updated><title type='text'>Urgensi Anatomi Bagi Mahasiswa</title><content type='html'>Tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak cinta. Statement itu yang mula-mula cukup berpengaruh terhadap penulis untuk melanjutkan kembali bahasan sisi lain dari anatomi. Pentingnya anatomi akan menjadi bahan bakar untuk mendalami anatomi. Minimal menjadi pukulan hangat untuk terus belajar, meski terminologi yang harus dihafal dan pahami hampir 5.000-an.&lt;br /&gt;Anatomi di dalam bidang medis maupun kedokteran, sama seperti peranan bahasa arab dalam mempelajari Al-Qur'an. Kita akan tahu makna yang disampaikan, kadang dari bahasan tersendiri. Namun, bisa juga menalarnya lewat kumpulan kalimat yang dibaca. Kadang bisa memahami alur fisiologi suatu sistem, dengan mengurutkan secara anatomis struktur mana saja yang dilalui selama proses tersebut. Tentu, tafsir Al-Qur'an akan semakin mantap dengan penguasaan terhadap bahasa arab. Begitu pula, sistem fisiologis akan begitu menarik ditambah dengan pemahaman anatomi.&lt;br /&gt;Menekankan lagi. Maksud analogi di atas adalah peranan anatomi dalam memahami suatu proses kerja dalam tubuh. Baik yang bersifat fisiologis, maupun yang patologis. Metode pembelajarannya bisa dua sistem. Belajar fisiologi dulu,anatomi mengikuti. Maupun penguasaan anatomi yang pertama, lalu diikuti dengan proses fisiologisnya. Sebenarnya, anatomi ini pun nantinya juga sangat berkaitan dengan embriologi. Karena memang terjadi perkembangan yang cukup signifikan dalam proses fetus hingga menjadi manusia dewasa. Tentu, kita tahu sesuatu itu salah karena tahu yang benar seperti apa. Mendifinisikan kelainan dengan membandingkan dengan bentuk normal. Sudah nilai aksiomatik, bayi bukanlah miniatur manusia dewasa.&lt;br /&gt;Terkait dengan sistem kuliah yang menggunakan KBK (kurikulim berbasis kompetensi), maka tentunya setiap mata kuliah akan memberikan warna tersendiri pada setiap blok yang ada. Ya memang tidak menggunakan sistem yang seperti dulu, fokus pada mata kuliah. Sekarang memang lebih fokus pada sistem. Sehingga anatomi menjadi referensi awal sebelum memasuki blok. Karena penguasaan anatomi bersifat mutlak, apalagi untuk mata kuliah bedah, THT, forensik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Celakanya, dosen sudah menganggap mahasiswa sudah menguasai anatomi. Padahal sungguh jauh dari fakta. Sehingga dosen “kadang” langsung memberikan kuliah terkait kelainan-kelainan saja. “ Anatomi sudah dikuasai di fase awal kan?” ucapan dosen biasanya, mahasiswa Cuma diam dan tersenyum. Padahal anatominya sudah lupa,paling tidak malu dibilang tidak tahu. Lalu apa yang terjadi dengan mahasiswanya, terbang !. Membiarkan imajinasinya mengawang-awang, mencoba membayangkan struktur-struktur yang dia sendiri tidak tahu. Nah, agar tidak masuk pada lobang yang sama. Maka, jadikan lah anatomi menu utama belajar pada fase awal.&lt;br /&gt;Diakui oleh mahasiswa kedokteran maupun Staf Anatomi akan pentingnya anatomi di bidang kedokteran, pengurangan pembelajaran anatomi memberikan dampak yang cukup besar bagi kalangan profesi pada saat mereka harus menganalisis struktur anatomi, studi imaging dan melakukan tindakan pembedahan. Sebagai contoh di Amerika Serikat, sepertiga dari residen mengalami kesulitan dalam menganalisis Anatomi (Cottman, 1999. In Vazquez R, Reisco J M, Carretero J, 2005. Teaching in Anatomy. Reflections and challenges in the teaching of human anatomy at the beginning of the 21st century. Eur J Anat, 9(2). 111-115.), yang kejadian itu disimpulan akibat kesalahan dalam training staf, yang mengakibatkan kurangnya pengetahuan anatomi (Cahill et al., 2000. In Vazquez R, Reisco J M, Carretero J, 2005. Teaching in Anatomy. Reflections and challenges in the teaching of human anatomy at the beginning of the 21st century. Eur J Anat, 9(2). 111-115).&lt;br /&gt;Kurang lebihnya yang bisa dialami lebih dulu adalah peranan anatomi dalam skill-lab. Tentunya ketika melakukan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi, anatomi menjadi peta. Ya, menjadi peta. Anatomi yang menjadi ilmu dasar untuk melakukannya “di mana”, bahkan dengan pengetahuan yang memadai bisa memprediksi hasilnya seperti apa secara anatomis.&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. dr. Satimin Hadiwidjaja, PAK, MARS dalam pengukuhannya sebagai guru besar bidang anatomi di Universitas Sebelas Maret Semarang: diakui bahwa untuk keperluan diagnosis pada kelainan organ maupun sistem, seorang dokter memerlukan pengetahuan anatomi; pembelajaran anatomi sangat diperlukan untuk teknik imaging, mulai dari pemeriksaan endoscopy, laparoscopy, CT scan dan MRI sampai imaging tiga dimensi. Pengetahuan Gross anatomy menjadi sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan interpretasi prosedur imaging yang dilakukan tetapi juga&lt;br /&gt;untuk mengetahui lintasan target terapi. Pengatahuan tentang struktur tubuh manusia mulai dari Gross anatomy sampai dengan tingkat molekuler sangat penting untuk mengetahui fungsi organ tertentu yang dikaitkan dengan munculnya suatu penyakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-6370162808680142280?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/6370162808680142280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=6370162808680142280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6370162808680142280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6370162808680142280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/05/urgensi-anatomi-bagi-mahasiswa.html' title='Urgensi Anatomi Bagi Mahasiswa'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4581633830214318342</id><published>2011-02-09T02:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T02:11:08.006-08:00</updated><title type='text'>sebuah kisah, dari secarik kertas itu dan 3 jam saja</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu, dua, tiga.... action !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssssssttttt.... di suatu kota yang sejuk. Fajar mulai menampakkan senyumnya. Burung-burung mulai bernyanyi menyambut kehangatan pagi ini. Kanvas Langit mulai dilukis dengan goresan-goresan biru. ( tiba-tiba produser teriak; sudah sudah ! Kepanjangan prolognya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mama... hari ini eza ke sekolah naik sepeda aja ya. Malu diantar terus ma. Masak jagoan ga berani ke ke sekolah sendiri “ rengek anak kecil itu sambil tersenyum. Kebetulan, sekolahnya tidak terlalu jauh dengan rumahnya yang baru. Maklum gara-gara tuntutan pekerjaan orangtuanya, dia sering pindah-pindah rumah dan sekolah....&lt;br /&gt; “ ya... ma, ya... “ bujuk dia sambil meyakinkan mamanya yang sepertinya meragukan kemampuannya bersepeda.&lt;br /&gt;“ hhhmmmm, ya sudah. Boleh, tapi untuk hari ini saja ya. Eza kan baru kelas 2. mama takut nanti jatuh di jalan.”&lt;br /&gt;“ engga ma, eza sudah latihan banyak. Teman-teman eza tahu kok klo eza udah jago”&lt;br /&gt;“ iya mama percaya. Tapi hati-hati ya dan jalannya di sebelah kiri”&lt;br /&gt;“ oke oke ma. Makasih....”&lt;br /&gt;selesai sarapan dia berangkat. Ritual khusus yang wajib dia jalani setiap hari, termasuk membaca qur'an dan koran, plus nonton power-rangers. Maklum, dia terlahir di keluarga yang disiplin dan tegas, ga tega nulis “keras”. Ga sarapan, artinya ga dapat uang jajan. Hehehe, lucu aturan itu. Ga sarapan ya lapar, ga dapat uang jajan lagi. Ga ada pilihan lain, selain sarapan !. Keluarganya memang suka membaca, jadi membiasakan baca koran juga jadi tradisi rumah.klo engga, bapak bakalan marah, dan... Fatality ! (*efek mortal-kombat zaman dulu).&lt;br /&gt;Sambil mendendangkan lagu “uummii by sulis dan hadad alwi. Eza mengayunkan sepeda dengan santai. Menikmati perjalanan untuk pertama kali, betul-betul nikmat. Begini rasanya terbebas dari kungkungan “diantar-jemput”.  Eza pun bersuara “ hhhmmmmm......, aku merasakan aroma kebebasan. Aku ingin terbang seperti burung, melihat dunia dan mencengkramnya”&lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt;sudah pukul 10.00 siang.&lt;br /&gt;kring...kring...kring. Telpon di rumah eza berbunyi&lt;br /&gt;“ benar ini mamanya eza ?” dengan suara tergesa-gesa&lt;br /&gt;“ iya benar. Maaf ini siapa ?”&lt;br /&gt;“ saya kepala sekolah SDN Paliwara 1 tempat anak ibu sekolah...”&lt;br /&gt;“ada apa pak ? Anak saya nakal ya?” tiba-tiba ibunya eza memotong.&lt;br /&gt;“owh tidak. Sebelumnya kami mohon maaf bu. Musibah memang tidak ada yang bisa mengira, semua berjalan dan sudah diatur oleh-NYA. Begini bu,Tadi pagi gedung sekolah tiba-tiba roboh. Kelas yang ada di lantai pertama, kelas 1,2 dan 3, jadinya dijatuhi oleh 3 ruangan diatasnya. Tidak ada korban yang selamat, termasuk guru yang mengajar pada saat itu. Ibu domohon berhadir ke sekolah untuk memberikan beberapa keterangan.”&lt;br /&gt;“ apaa ?” ibu eza begitu terkejut. Air matanya mengalir membasahi pipi. Tak sampai air mata menetes. Beliau sudah pingsan..... telpon pun tiba-tiba mati..... tet tet teeeeet.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;setelah beberapa saat, bapak eza datang dan membaringkan ibu eza ke kamar. Mengoleskan sedikit minyak kayu putih dan mengipasinya. Sambil harap-harap cemas menunggu kesadaran ibunya eza.&lt;br /&gt;Setengah jam berlalu. Muncul suara “ ezzaaa, eza.....”&lt;br /&gt;“ iya bu. Sadar, eza sekolah. Dia baik-baik saja” bapak eza mencoba menenagkan, walaupun sebenarnya bapak eza yang tidak tahu keadaan sebenarnya.&lt;br /&gt;“paaaa, eza pa. Kata pa kepala sekolah, sekolahnya roboh” suara ibu eza lirih&lt;br /&gt;“apa bu? Sekolahnya roboh ?”&lt;br /&gt;“ iya pa...”&lt;br /&gt;“ kita ke sekolahnya dulu. Kita lihat,biasanya ada polisi yang ada si sana”&lt;br /&gt;“iya pa” mereka berdua berangkat bersama menuju sekolah eza, SDN paliwara 1.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;setiba di sekolah eza.langsung pa kepsek dan tim dari polisi menyapa bapak dan ibu eza. &lt;br /&gt;“ ini orang tua dari Eza khayrulkamil Syahputra purwanto” kata pa kepsek menjelaskan pada polisi yang sedang asyik mencatat&lt;br /&gt;“ betul pa ?“ kata polisi itu menegaskan&lt;br /&gt;“ iya betul” kata bapak dan ibu eza serempak&lt;br /&gt;“begini bapak dan ibu eza. Setelah kami memeriksa semua reruntuhan tadi. Cuma satu korban yang tidak kami temukan. Yakni jenazahnya eza. Jadi kami ingin bertanya lagi. Eza ke sekolah tadi pagi”&lt;br /&gt;“ iya pa. Dia berangkat ke sekolah. Dia naik sepeda, itu sepedanya ada di parkiran sekolah.”&lt;br /&gt;“ tapi kami tidak menemukannya bu ?”&lt;br /&gt;“ tidak mungkin. Mungkin pa polisi kurang teliti. Tolong carikan jenazah anak kami pa. Badannya memang agak kecil. Mustahil anak itu bolos. Apalagi tasnya juga ditemukan di ruang kelas yang roboh itu.”&lt;br /&gt;“iya bu,kami sudah mencari beberapa kali tapi tetap tidak menemukan.”&lt;br /&gt;“ tolong cari pa ! Tolong cari pa ! “ ibu eza semakin panik. Dia kembali menangis menjadi-jadi.&lt;br /&gt;Bapak eza yang terlihat sangat sedih mencoba menenangkan si ibu. Terlihat, air mata mereka membasahi wajah. Anak yang diharapkan bisa melanjutkan usaha dan bisnis keluarga tiba-tiba meninggal gara-gara sekolahnya yang roboh.&lt;br /&gt;Begitu cepat berjalannya waktu&lt;br /&gt;ajal yang betul-betul ghaib&lt;br /&gt;senyuman pagi yang ditutup dengan tetesan air mata di siang hari&lt;br /&gt;inikah kehidupan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ tteeeeet,,,teeeeet,,,teeeeet” handphone ibu eza berbunyi. Namun tetap dihiraukan&lt;br /&gt;“ teeeeet,,,teeeeeet,teeeeeet”  untuk yang kedua kali, tetap diabaikan&lt;br /&gt;“teeeeeet,,,teeeeetttt,teeeeet”, yang ketiga baru dilihat...&lt;br /&gt;tertulis nama “ anakku saya” memanggil.&lt;br /&gt;Ibunya eza terkejut setengah mati. Anak yang ditangisinya gara-gara reruntuhan bangunan tiba-tiba menelpon.bapaknya yang melihat disamping, juga bukan main terkejutnya.&lt;br /&gt;Apakah ini rahasia Illahi ???&lt;br /&gt;apakah ini sebuah keajaiban ???&lt;br /&gt;atau handphonenya eza terjatuh saat mau sekolah dan ini orang yang mau mengembalikan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“assalamu 'alaikum”  &lt;br /&gt;“wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuuh” jawab ibu eza&lt;br /&gt;“ mama di mana ? Aku mau masuk nich. Udah lapar, belum makan siang&lt;br /&gt;“ hhhhaaa? Ini eza?”&lt;br /&gt;“ iya ma. Anak mama yang ganteng.hehehe”&lt;br /&gt;“ betul ? Ini benar-benar eza?”&lt;br /&gt;“ iya ma....”&lt;br /&gt;“kamu ada di mana?”&lt;br /&gt;“ sekarang di depan rumah. Ada apa ma, panik banget ?”&lt;br /&gt;“ kamu ga sekolah ?”&lt;br /&gt;“sekolah sebentar ma. Tapi eza pas istirahat maen PS di rental. Tapi lupa pulang ke sekolah”&lt;br /&gt;“ kamu bolos !!!???”&lt;br /&gt;“engga ma. Tadi sekolah sebentar kok”&lt;br /&gt;“Itu namanya bolos nak..... !!!!???”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;langsung ibunya eza mematikan handphone, dan bersama bapaknya eza  menuju ke rumah. Mengacuhkan panggilan dan dari pa kepsek dan tim polisi. Ibu eza pulang dengan marah, anak saya selamat pa !!! ga usah dicatat namanya. Biar saya yang beri pelajaran di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikirkan sejenak cerpen tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;sengaja saya ga nulis apa moral massage-nya. Supaya cerita pendek di atas menjadi sebuah bahan mentah yang mesti diproses. Ya, memproses dengan mesin otak kita masing-masing. Namun tentunya, ada standar untuk memproses tersebut. Standar berpikir maksudnya ? Iya betul. Supaya logika kita tidak terbang melayang. Melewati batas-batas kewajaran dan kebenaran. Bukan untuk mengekang kretaivitas, namun untuk mengondisikan keadaan yang bisa menjadi katalis (mempercepat) reaksi kreativitas. Kreativitas muncul karena ada keterbatasan kan ? &lt;br /&gt;Tiba-tiba ada yang intrupsi “ ketinggian bahasanya boi. Biasa aja lagi”&lt;br /&gt;maaf maaf, jika dirasa terlalu berat lagi. Tapi jujur, ini sudah saya sederhanakan lho. Anggap aja, ini gaya saya ! This's my style bro.... gayamu gmana dalam menulis ?&lt;br /&gt;biar sitasi yang bejibun ga tampil disini dan saya rasa kamu-kamu juga ga mau tahu. Sepakat ya, pelajaran dari cerita di atas ga usah saya tafsirkan. Tapi saya sedikit berbagi tentang 15 kaidah berpikir seorang muslim. 15 rumus dasar untuk menjawab soal-soal aplikatif dalam kehidupan. Kayak fisika aja.hehe&lt;br /&gt;konsep yang saya ambil ada kaidah fiqih yang bisa dijadikan landasan teori setiap logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Kaidah Fikih ini akan membantu menyimpulkan hukum fikih suatu masalah. ulama ushul fikih ( ushul=dasar, furu'=cabang) berkata :&lt;br /&gt;“Apabila kaidah-kaidah fikih kokoh terhujam didada mudah dan lancarlah lidah menuturkan furu’ (hukum fikih)” &lt;br /&gt;Kaidah Fikih Global :&lt;br /&gt;“Mengambil maslahat dan menolak masfadat”&lt;br /&gt;Kaidah Pokok, ada 5 (lima) yang kepadanya dapat dikembalikan hampir semua masalah furu’ yang banyak.&lt;br /&gt;Kaidah Pokok ke-1 : “segala sesuatu bergantung kepada niat”&lt;br /&gt;Dasarnya hadis nabi “Sesungguhnya segala amal hanyalah menurut niatnya dan sesungguhnya bagi seseorang itu hanyalah memperolah apa yang diniatkannya” &lt;br /&gt;Kaidah Pokok ke-2 : “yang yakin tidak dapat dihilangkan oleh yang masih ragu”&lt;br /&gt;Dasarnya hadis nabi “Apabila seorang dari kamu mendapatkan sesuatu didalam perutnya, kemudian sangsi apakah telah keluar sesuatu dari perutnya ataukah belum, maka janganlah keluar dari masjid sehingga mendengar suara atau mendapat bau”&lt;br /&gt;“Apabila seseorang dari kamu ragu ragu didalam sholatnya, tidak tahu sudah berapa rokaat yang telah dikerjakan apakah tiga rokaat atau empat rokaat, maka buanglah keragu-raguan itu dan berpeganglah kepada apa yang meyakini. &lt;br /&gt;Kaidah Pokok ke-3 : “Dalam kesempitan ada kelapangan”&lt;br /&gt;Dasarnya QS Al-Baqoroh :185 : “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan Allah tidak menghendaki kesukaran bagimu.” &lt;br /&gt;QS Al-Haj :78 : “Dan Dia tidak menjadikan untuk kamu kesukaran dalam agama” Hadis nabi “Agama itu mudah, agama yang disenangi Allah adalah agama yang benar dan mudah” &lt;br /&gt;Hadits nabi : “Mudahkanlah jangan dipersukar.”&lt;br /&gt;Kaidah Pokok ke-4 : “Kemudhorotan harus dihilangkan”&lt;br /&gt;Dasarnya Firman Allah “Dan janganlah kamu sekalian berbuat kerusakan di muka bumi” &lt;br /&gt;dan ayat “Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang membuat kerusakan” &lt;br /&gt;kemudian hadis nabi “tidak boleh membuat kemudhorotan pada diri sendiri dan membuat kemudhorotan pada orang lain”&lt;br /&gt;Kaidah Pokok ke-5 : “Adat dapat dijadikan hukum”&lt;br /&gt;Dasarnya ayat “Dan bergaullah dengan mereka (manusia) secara patut” dan hadis nabi “Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, maka baik pula disisi Allah”&lt;br /&gt;Dari lima kaidah pokok diatas terdapat ratusan kaidah kaidah cabang yang lain, diantaranya (yang popluer dan sering digunakan) adalah :&lt;br /&gt;1. Menolak masfadat (mudharat) lebih diutamakan daripada mengambil manfaat.&lt;br /&gt;2. Mudhorot khusus (kecil) harus ditempuh untuk menghindarkan mudhorot umum (besar).&lt;br /&gt;3. Bila harus memilih antara dua mudhorot maka pilih yang paling kecil.&lt;br /&gt;    4. Bila untuk melaksanakan yang wajib memerlukan sarana, maka mengadakan sarana itu juga wajib.&lt;br /&gt;5. Jalan yang menuju haram juga haram.&lt;br /&gt;6. Kemudhorotan harus dihilangkan dan jalan yang menuju kearahnya harus ditutup.&lt;br /&gt;7. Bila tidak bisa melaksanakan semuanya maka jangan ditinggalkan seluruhnya.&lt;br /&gt;8. Hukum asal segala sesuatu mubah/boleh sampai ada dalil yang jelas melarangnya.&lt;br /&gt;9. Hukum asal masalah ibadah makdoh haram sampai ada dalil/contoh yang menyuruhnya.&lt;br /&gt;10. Apabila berkumpul dua perkara yang sejenis maka yang satu masuk kepada yang lain.&lt;br /&gt;     11. Hukum* dapat berubah menurut perubahan jaman. (* yang dimaksud disini hukum masalah furu’ (cabang) yang dzanni dan masalah-masalah muamalah-keduniaan bukan masalah ushul dan atau yang qoth’i)&lt;br /&gt;12. Hak keuntungan ada bersama resiko menanggung kerugian.&lt;br /&gt;13. Menolak (preventif) lebih utama dari mengangkat (kuratif).&lt;br /&gt;14. Yang lebih kuat meliputi yang lemah, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;simpulkan sendiri karena saya rasa kamu semua mampu untuk itu.&lt;br /&gt;semoga bermanfaat, sengaja ditulis untukmu sobat.&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4581633830214318342?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4581633830214318342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4581633830214318342' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4581633830214318342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4581633830214318342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/02/sebuah-kisah-dari-secarik-kertas-itu.html' title='sebuah kisah, dari secarik kertas itu dan 3 jam saja'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3256027807688924815</id><published>2011-01-27T19:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T19:14:22.415-08:00</updated><title type='text'>Design Jaket Asdos,Final ya !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TUI0dRy1FMI/AAAAAAAAACM/buqgFkeCVOU/s1600/design%2Bfinal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 328px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TUI0dRy1FMI/AAAAAAAAACM/buqgFkeCVOU/s400/design%2Bfinal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567069766980801730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- bahan kanvas&lt;br /&gt;- semua bordir&lt;br /&gt;- diusahakan les tetap terlihat&lt;br /&gt;- harga 155 ribu, agak mahal coz pesan cuma untuk asdos&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3256027807688924815?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3256027807688924815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3256027807688924815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3256027807688924815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3256027807688924815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/01/design-jaket-asdosfinal-ya.html' title='Design Jaket Asdos,Final ya !'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TUI0dRy1FMI/AAAAAAAAACM/buqgFkeCVOU/s72-c/design%2Bfinal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3337641372703346016</id><published>2011-01-27T19:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T19:08:38.097-08:00</updated><title type='text'>Tentang Sebuah Rumah...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TUIzJob1DcI/AAAAAAAAACE/pa7cskEuFdk/s1600/DSC01946.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TUIzJob1DcI/AAAAAAAAACE/pa7cskEuFdk/s320/DSC01946.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567068329949334978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu sore yang tenang. Seorang bapak dengan semangatnya membersihkan halaman. Dia mencangkul dan membersihkan rumput. Dia tebas rumput-rumput nakal yang mulai panjang.  Dipotong pula pohon-pohon yang sudah gondrong.Sesekali dia menyela kerigan yang mulai membanjiri bajunya. Otot-ototnya yang besar semakin perkasa ditengah kerasnya cangkulan.  Anaknya yang baru berumur 5 tahun tiba-tiba datang.&lt;br /&gt;“ Bapak... !” kira-kira 3 meter dari belakang bapaknya dia berteriak. Di tangannya ada sekantong pentol lengkap dengan saos merah yang sangat banyak.&lt;br /&gt;“ Hei kemari sayang...” jawab bapaknya sambil membalikka badan&lt;br /&gt;anaknya berlari munuju dia..  seperti anak-anak kecil lain yang penuh kemanjaan, dia berlari denga riangnya. Tapi tiba-tiba dia terinjak batu dan “ Brukkk !!!! Creeeet !!!!”. merah lah bajunya yang putih gara-gara tumpahan pentol. Anak itu menangis sejadi-jadinya. Lebih parahnya, kucing-kucing yang ada di sekitarnya tiba-tiba menjilati tumpahan pentol itu.&lt;br /&gt;“  hiiks... Hiks.... tolong tolong !” teriak anak itu dengan keras, sambil menangis.&lt;br /&gt;“ Huuuush hush...” respon bapaknya dengan cepat dan suara keras. Maksudnya untuk menakuti kumpulan kucing itu.&lt;br /&gt;Bapaknya mendekati anak itu dengan cepat. Sambil memasang wajah marah dan teriakan “hush... hush...!!!” untuk menakuti kucing.  Bermaksud menambah ketakutan kucing, bapak itu berjalan sambil menenteng cangkul yang siap di tebaskan......&lt;br /&gt;Suasana yang begitu mengerikan :  sang bapak mendatangi anaknya dengan penuh kemarahan, teriakan “ hush !!! hush ...!!!” dan cangkul yang siap tebas. Sisi lain, sang anak tergeletak dengan bercak-bercak merah di baju, menangis keras dan teriakan “tolong ! Tolong !...”.&lt;br /&gt;Tiba-tiba..... Ibunya datang dan melihat kondisi seperti itu !!!!!....&lt;br /&gt;Dia berteriak “ Tidaaaaak !!! apa salah anakmu pak !!!! Awas kalau anak itu kau apa-apai !!!”&lt;br /&gt;Jangan buru-buru menyimpulkan saudaraku !&lt;br /&gt;semoga cerita mini di atas bisa menjadi awal ledakan ide di sini. Menjadi renungan pertama sebelum sama-sama mencerna bahan baku ide yang lain. Saya cuma sedikit bercerita tentang sebuah rumah yang kami banggakan. Dulu, sekarang dan insyaALLAH sampai nanti. Rumah ? Iya betul.  Tempat tinggal kami. Kami ? Iya, karena kami sebenarnya banyak. Bahkan sangat banyak. Bukan karena ibu kami yang banyak atau ibu kami yang mudah hamil. Itu lah uniknya rumah kami. Kami banyak,namun beragam. Beragam namun sama. Sama namun tidak identik. Tidak identik namun punya kemiripan. Terus apa ???&lt;br /&gt;Jangan Buru-Buru Menyimpulkan saudaraku !&lt;br /&gt;Di rumah ini awal cerita romantis itu bermula. Ketika kami sama-sama ber-'azzam untuk menegakkan syari'at di seluruh sendi kehidupan. Dari detik ke detik dan di seluruh koordinat dalam semesta ini.&lt;br /&gt;Di sini, kami meneriakkan pentingnya ukhuwah namun bukan kuning. Melantangkan teriakan imamah namun bukan hijau. Menggemakan khilafah namun bukan black and white. Memurnikan tauhid, namun tidak putih.  Kami sadar, kami orang islam. Apa pun warna itu, dibiarkan menempati rumah ini. Warna-warna itu membentuk pelangi pemikiran hingga menjadi suatu konsep yang ideal. Hasan Al-Banna pun berkata “ mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”. Mimpi kita tentang sebuah pelangi. &lt;br /&gt;Syaikh Taqi “ kebangkitan bermula dari pemikiran”. Rumah kami pun penuh dengan penalaran ilmiah dan syar'i.  Menganalisis politik, hukum dan ekonomi bukan lah hal yang tabu, walau kami menguasai anatomi,fisiologi, psikologi dasar, kimia, statistika dasar, dan ISBD. Kami pun sudah terbiasa dengan kitab-kitab tafsir, Ibnu Katsir, Sayyid Qutb, Hamka dan lain-lain. Yah, itu menjadi makanan ringan. Menjadi cemilan yang diutamakan. &lt;br /&gt;Di tengah keilmiahan itu kami sadar. Prof.John Hick dengan bukunya “ God Has Many Names”, melalui konsep Transcedent unity of religion yang mengatakan semua agama itu benar karena tuhan yang disembah sebenarnya hanya satu.,tapi dengan perwujudan yang berbeda-beda. Kami sadar  konsep itu terlalu irrasional bagi kami. Terlalu lucu kalau memang semua agama itu benar, mengapa pada tempat yang sama (bumi) dan waktu yang sama ( sekarang) ada yang menghalalkan dan mengharamkan babi ?. Konsep fisika mekanika klasik pun bicara sebelum kami menjawab. Suatu substansi tidak mungkin berada pada suatu titik yang sama pada fungsi waktu yang sama apalagi pada rentang waktu yang sama. Begitu pula irrasionalnya buku “ When Religion Become Evil”&lt;br /&gt;Di sini kami belajar menjadi dewasa. Berusaha mendifinisikan arti “memaklumi”.  Membiarkan atau menegur, mengingatkan atau menoleransi dan kembali mengartikan makna optimis. Antara sebuah keoptimisan dan kesombongan. Ketika rasa itu sama-sama menjadi bahan bakar pergerakan. Mencoba kembali mendefinisikan sebuah kesabaran, apakah itu ke-rendah hati-an atau akumulasi sifat pengecut yang dibalut alasan logis.&lt;br /&gt;Jangan buru-buru menyimpulkan saudaraku?&lt;br /&gt;Di sini kami mengakui sebagai penghuni rumah ini. Walau buku “ Body Language” sempat mewarnai alur berpikir saya, saya mesti menolak konsep-konsep buku itu ketika saudara saya “menjawab” dengan gaya bahasa tubuh yang diartikan sebagai tindakan “ngeles”. Husnu dzon  saja !. Biarkan air mengalir dan biarkan angin berhembus.  Menjawab dengan senyum, ketika jawaban iya diiringi pelototan mata. Ketika ucapan terima kasih dibalut dengan senyum terbalik. Afwan ana lagi sibuk. Afwan ana besok ujian. Afwan ana ada kerjaan. Dan sejuta alasan lagi. Ehm,Maaf mungkin ini kesalahan dan keteledoran saya. Mungkin hati saya yang bermasalah, mungkin iman saya yang lagi sakit. Mungkin kalimat ini yang menginspirasi  Salim A.Fillah dalam “Dalam Dekap Ukhuwah”. &lt;br /&gt;Kami sadar akan perjuangan ini. Karl Marx boleh bilang kalau agama adalah candu. Candu yang membuat orang menjadi nyaman dalam ilusi. Tapi itu bagi Karl Marx yang tidak pernah mencicipi manisnya keimanan islam. Tapi bagi kami, islam betul-betul manis. Sangat Manis, yang membuat kami mabuk dalam keadaan sadar. Membuat kami berlari di tengah keletihan. Membuat kami kuat di tengah musibah dan cobaan yang menusuk. Syurga ! Itu menjadi tempat yang kami impikan. Karena niatan itu ,kami dengan penuh kesadaran memilih rumah ini. Iya, rumah ini saudaraku! &lt;br /&gt;Saya tidak tahu dengan rumah-rumah yang lain. Dengan dua warna itu, apakah menjanjikan syurga. Dengan gambaran itu, apakah menjanjikan pahala. Tapi hebatnya, rumah-rumah itu penuh dengan orang-orang. Tentunya dengan orang-orang yang hebat juga. Mereka juga berteriak lantang. Mereka juga bergerak. Namun sayang.... di tengah keletihan itu. Di tengah pengorbanan mereka. Di tengah kebaikan itu. Apakah sudah di jalur yang benar ?&lt;br /&gt;  Tiba-tiba penghuni rumah itu,tetangga saya, berteriak “ jangan melihat dari kaca matamu saja !”. kadang saya termenung dengan kalimat itu. Melihat dari sudut pandang orang lain, mungkin itu yang perlu kami kaji sekarang. Supaya akhirnya kami bisa mendandani pemikiran dan memperindah pakaian ide. Agar coklat manis yaang ingin kami berikan ini dikado dengan rapi dan indah. Buku “ How To Get Friends and Influence People” karyanya Dale Carniege pun sempat membantu saya untuk memahami itu. Bahkan buku “Personality Plus” sempat terkaji,walau tidak totalitas. Tapi kadang beban pikiran yang lain muncul. Apakah ini bentuk kesabaran dalam menyampaikan, seni dalam sebuah proses atau kurangnya rasa bangga terhadap nilai-nilai islam yang sebenarnya. Sangat dilematis. Antara berharap menunggu waktu yang tepat dan berusaha mengondisikan. &lt;br /&gt;Jangan terburu-buru menyimpulkan saudaraku !&lt;br /&gt;Logika di atas memang tidak serumit konsep-konsep pada  buku yang berjudul “Logika”, tulisan Hegel. Katanya, untuk betul-betul memahami sesuatu kita harus memahami lawan dari sesuatu itu. Materi,ya anti materi. Positron, ya elektron.  Walau anti-materi tersebut masih menjadi teka-teki sampai sekarang. Konsep abstrak yang “dipaksakan” untuk diturunkan menjadi persamaan-persamaan matematika tingkat tinggi. Ya, seperti konsep adanya “eter” agar konsep-konsep penjalaran di udara sebelumnya diakui. Atau seperti “dipaksanya” kebenaran pada konsep dilatas waktu, agar relativitas Einstien tak terbantahkan. Mana mungkin ada manusia mencapai kecepatan c ? pasti jasadnya sudah hancur ? Ya,sudah lah. Namanya juga postulat. Kebenaran yang diterima ketika tidak ada yang bisa membantahnya, walaupun kebenaran itu tidak terbukti empirik.&lt;br /&gt;Maaf jika dirasa bahasan ini mulai membuat anda pusing. Jujur, saya sudah menyederhanakannya.&lt;br /&gt;Iya, melihat dengan kaca mata orang lain ! Itu konsep baru yang menarik, namun menyimpan tanda tanya besar juga. Ketika kita melihat dengan kaca mata orang, tentunya kita sudah keluar dari konsep berpikir kita. Tentunya konsep yang syar'i. Dan mungkin kita sudah membuat konsep berpikir yang baru. Kalau mendifinisikan objektif itu harus melihat bukan dari sudut pandang kita. Itu kadang membuat syahadat kita dipertanyakan lagi. Apa kita harus meninggalkan cara berpikir islami untuk dikatakan objektif ?&lt;br /&gt;Dan ternyata. Saat mata anda min, minjam kaca mata orang lain bukan lah solusi. Apalagi melepas sama sekali kaca mata anda.&lt;br /&gt;Kalau mau melihat dari sudut pandang kapitalis. Maka kita tinggal memahami “Wealth of Nation”nya Adam Smith, kadang itu bisa menjadi batu loncatan awal. Untuk meyakinkan silahkan pelajari “ The End of History” tulisan Francis F. saya pernah melakukannya, di otak saya “ jadikan lah apa-apa yang dilihat menjadi uang”. Di kamar saya bertulis kan “ time is money”. Alhamdulillah, itu dulu. &lt;br /&gt;Kaca mata yang lain. Silahkan pahami “ Das Capital”, karya Karl Marx. Cukup nyetrum di otak. Apalagi bantahannya terhadap aristotelian sangat rasional. Kalau memang betul A sama dengan A, maka terlalu simple hidup ini. Dan itu hanya membuat pola pikir menjadi linier. Satu kilo gula tidak sama dengan satu kilo gula. Kaarena waarna, struktur, jenis dan kualitas yang membedakan. Untuk lebih hot, “ The ABC of Dielecthis Matrealism”  pemikran Trotsky bisa jadi bumbunya. Saat kita benar-benar menabrakan antara logika formal dan logika dialektika. Jujur, paham kapitalis di atas bakalan hancur lebur.&lt;br /&gt;Lalu pahami keduanya,antara kapital dan matrelis, lewat “ The Clash of Civilization” Huntington. Maka kita akan mendapati solusi baru. Yang sebenarnya pernah ada dulu. Dan puzzle itu kita susun kembali. Lewat rumah ini, rumah kita !&lt;br /&gt;Jangan terburu-buru menyimpulkan saudaraku!&lt;br /&gt; Di rumah ini. Kami berharap semua potensi tersalurkan. Yang tua menjadi teladan bagi yang muda. Yang muda menghormati yang tua. Ikatan kita, ikatan aqidah. Ikatan yang menjadi jaminan keharmonisan. Ikatan yang membuat kita lebih kuat dibanding dengan rumah-rumah yang lain.&lt;br /&gt;Di sini kita belajar menghargai waktu. Berkorban untuk datang tepat waktu.&lt;br /&gt;Belajar bersabar, ketika kaki terinjak duri.&lt;br /&gt;Memahami agar dipahami.&lt;br /&gt;Mencintai agar dicintai.&lt;br /&gt;Walau ikhlas adalah yang utama.&lt;br /&gt;Tak terasa. Barisan kita semakin kuat saja. Penghuni semakin banyak dengan lahirnya adik-adik yang baru. Adik-adik yang spesial. Punya kelebihan. Punya kekuatan. Punya potensi. Namun, mengapa masih ada saja penghuni yang mencari rumah lain. Bahkan rela mencari hotel-hotel.&lt;br /&gt;Bayti Jannati ? Rumahku syurgaku?&lt;br /&gt;Apakah sudah menjadi rumah yang nyaman ?&lt;br /&gt;Atau memang penghuni itu yang memilih pergi ?&lt;br /&gt;Tiba-tiba penghuni lain menepuk pundakku,” berani-beraninya kamu ngomong. Emang kamu siapa ?”&lt;br /&gt;saya penghuni rumah ini. Ya memang saya masih anak kecil. Posisi saya pun tidak tinggi walau punya jabatan yang cukup strategis. Posisi dan jabatan ?, memang berbeda kok.&lt;br /&gt;Saya teringat ucapan 'Ali bin Abi Thalib “ liat ucapan,bukan pengucap”. Maka saya tutup note ini dengan sebuah kutipan kalimat Bambang Pamungkas.&lt;br /&gt;“ketika saya ada di lapangan, saya akan memberikan yang tebaik untuk tim ini. Dan ketika saya ada di bangku cadangan, maka saya pun akan memberikan yang  terbaik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*suatu malam. Ketika aku harus mengakui bahwa aku pengecut. Menutupi ketakutan dengan senyum. Menutupi kelemahan dengan retorika. Memahami dan Menghargai orang-orang di sekitarku, mereka memang hebat ! Dan aku pun akan menjadi hebat, karena Dia bersamaku. Selalu, insyaALLAH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3337641372703346016?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3337641372703346016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3337641372703346016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3337641372703346016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3337641372703346016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/01/tentang-sebuah-rumah.html' title='Tentang Sebuah Rumah...'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TUIzJob1DcI/AAAAAAAAACE/pa7cskEuFdk/s72-c/DSC01946.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3359711316286422252</id><published>2011-01-26T01:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T01:12:28.877-08:00</updated><title type='text'>Design kedua asdos anatomi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TT_lYsnkk9I/AAAAAAAAAB0/KIh9u_PSt0E/s1600/sssssss.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TT_lYsnkk9I/AAAAAAAAAB0/KIh9u_PSt0E/s400/sssssss.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566419876909978578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3359711316286422252?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3359711316286422252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3359711316286422252' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3359711316286422252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3359711316286422252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/01/design-kedua-asdos-anatomi.html' title='Design kedua asdos anatomi'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TT_lYsnkk9I/AAAAAAAAAB0/KIh9u_PSt0E/s72-c/sssssss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3199687997513355228</id><published>2011-01-26T01:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T01:11:35.312-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TT_lO8d1uUI/AAAAAAAAABs/hk2C7J_gQ-c/s1600/sasasa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 287px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TT_lO8d1uUI/AAAAAAAAABs/hk2C7J_gQ-c/s400/sasasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566419709365434690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3199687997513355228?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3199687997513355228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3199687997513355228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3199687997513355228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3199687997513355228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2011/01/blog-post.html' title=''/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/TT_lO8d1uUI/AAAAAAAAABs/hk2C7J_gQ-c/s72-c/sasasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-7066801697976416105</id><published>2010-12-22T22:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T22:27:09.839-08:00</updated><title type='text'>ini mimpiku kawan !</title><content type='html'>Jam weker menarikku dari dunia mimpi . Memaksa jiwa kembali merasuk ke raga. Tepat menginjak pukul 04.00. empat jam tidur, memuaskan dan penuh kesegaran. Meski dalam keadaan setengah sadar, ya, atau mungkin seperempat sadar.  Ku ambil air wudhu sambil menghirup udara pagi itu. Menekan semua kegelisahan yang sempat mengganggu batin. Mengoyak semua kejenuhan. Dan subhanallah, istri dan tiga orang anakku mendahului untuk tahajud hari ini. Membanggakan.&lt;br /&gt;Seperti biasa,selesai tahajud. Kurapikan tumpukan buku di meja kerja. Selesai draft untuk penelitian terbaru bidang gastroenterologi. Dengan sharing bersama akhwat yang sekarang menjadi pendamping jiwa dan penjaga cinta,masalah rumah sakit pun selesai malam tadi. Gara-gara dokter spesialis yang kurang disiplin.  Kususun ulang buku sesuai spesifik pembahasan. Walau lambat. Kerapian itu yang membuatku puas.&lt;br /&gt;Menunggu adzan shubuh. Aku menyiapkan slide kuliah untuk mahasiswa-mahasiswaku. Dua materi yang mesti kusampaikan untuk semester III, Anemia dan turunannya serta leukemia. Sambil sesekali mengingat penjelasan dr.Darwin Prenggono,Sp.PD,K-HOM. Dosen yang menjelaskan kepadaku mekanisme semuanya. Maklum, dosen muda yang masih fresh from the oven. Masih perlu banyak belajar. Masih perlu memaknai sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;Sesuai target. 15 menit selesai untuk dua slide. Meski aku Cuma sedikit menambahkan text-book terbaru dan jurnal yang dibaca istriku tadi malam. Selesai dengan baik.  Masih ada waktu yang tersisa. Mataku tak sengaja tertuju pada sekelompok buku yang sempat menjadi peganganku saat dakwah di kampus tempo dulu. Termasuk dua buku tulisanku yang terbit di semester 2 dan 3, KEEP SPIRIT dan RESEP GENERIK HIDUP FANTASTIK. Tak kusangka, dua buku pertama ddi kampus yang serius itu menjadi batu lonjatan untuk karya-karya selanjutnya. Buku lain yang menggugah rasa; Nizhamul Islam Syaik Taqi, Pahlawan Itu Bernama Hasan al-Banna, Quantum Tarbiyah Abu ‘Izzudin , Dari Gerakan ke Negara Anis Matta dan lain-lain. Terharu mengingat itu, perjuangan dakwah kampus yang penuh tantangan dan hambatan. Bahkan celaan dan intimidasi. (*thank to; DR.dr.H.Ahmad Adityawarman,Sp.A(K) dan DR.dr.H. Mahliyan Furqoni, Sp.PD(K) yang menemani saat sedikit “bincang hangat” dengan petinggi BEM di depan farma).&lt;br /&gt;Aku mengisi kuliah jam 8 sampai 10 di farma lantai 3, lalu jam 1 sampai 3 di gedung IKM lantai 3. Rasa salutku muncul dengan ketua MEU yang baru. Teman satu perjuangan akhirnya yang duduk di sana. Dia, DR.dr.H.Ahmad Adityawarman,Sp.A (K) yang menjabat posisi itu. Luar biasa, semua jadwal kuliah dan praktikum tidak ada yang melanggar waktu shalat. Sebelum kuliah diwajibkan membaca doa. Diatur tempat duduk laki-laki dan perempuan dalam kuliah. Study-skill pembahasannya juga sampai “trik menjadi dokter muslim professional”. ada juga waktu khusus buat shalat dhuha. Mantap . &lt;br /&gt; Hanya dua kuliah untuk hari ini. Namun cukup membakar gairah mengajarku. Memacu semangat untuk terus berdakwah. Ya,dakwah. Dengan jalur baru, sebagai dosen ,direktur rumah sakit dan manager farmako factory. Tentunya juga sebagai kepala keluarga yang siap memimpin hingga ke syurga.Amien,&lt;br /&gt;Selesai sarapan. Tas kecil menggantung dipundakku,menjadi penolong menaruh semua buku yang kubawa. Tepat jam 07.30 aku berangkat. Menyetir  mobil sendiri sambil berpikir apa saja agendaku dikampus. Ingin ketemu qiyadah KSI Asy-syifa, shilaturrahim dengan president BEM FK yang baru dilantik dan ketemu ketua HIMA PSPD. Termasuk duduk di perpus,mengingat masa-masa romantic  saat “ber-khalwat” dengan buku-buku itu.&lt;br /&gt;Kuparkir mobil di gedung depan. Berjalan dengan santai melewati jalan kecil di samping lapangan basket. Iya, lapangan basket ada di sebelah kiri. Di sebelah kanan, kulihat mushalla indah yang berdiri kokoh. Mushalla itu bernama “Asy-syifa” . aku yakin, itu pusat peradaban dan intelektualitas,serta pergerakan kampus ini. Tertulis juga di sana “secretariat KSI Asy-syifa”. KSI itu, yang menjadi tempat pendewasaan diri ini. Menjadi wadah semua pertumbuhan ini.&lt;br /&gt;Sampai di ujung jalan. Ku belokkan arahan langkah ke kanan. Terlihat gedung anatomi yang semakin megah. Tepat bersebelahan dengan gedung biologi-embriologi. Gedung yang menjadi pengingat masa-masa saat aku masih menjadi koordinator asdos anatomi. Kisah asdos yang penuh perjuangan. Di sana aku menangis. Aku tersenyum. Bahkan, di sana aku marah untuk pertama kali. Tepat di semester III. Saat kekanak-kanakan masih menjadi sikapku. Walau dibilang dewasa. Jadi keingat Prof.DR.dr. Oski Illiandri,M.kes,Sp.S. patner penelitianku saat masih imut duduk di semester III.  Anatomi neurosain ! &lt;br /&gt;Hhhmmmm… di sana aku belajar banyak. Saat kau lelah. Ternyata ada yang lebih lelah. Bahkan di balik lelahnya itu, dia masih sempat tersenyum. Sempat juga berkata “maaf”.hiks hiks hiks. Yang paling kuingat koti itu, dr.panji winata nurikhwan,M.Med.Ed,Sp.OG. sekarang masih menyelesaikan S3 di Harvard University. Koti tangguh. Teman mabit. Seperjuangan dalam dakwah. Musuh debat !&lt;br /&gt;Sampai juga aku di gedung farma. Selayang pandang kulihat di madding. Terlihat agenda rangkaian Dies Natalis. Dari lomba debat b.inggris, orasi ilmiah, riset praktis, farmako islam, seminar internasional. Sangat jauh perubahannya dibanding masaku. &lt;br /&gt;Kakiku melangkah masuk kampus. Padahal masih jam 7.45. ternyata semua mahasiswa sudah rapi ada di tempat duduk.  Ada yang lagi baca qur’an. Baca slide kuliah. Membahas text-book. Ada juga yang lagi ketawa-ketawa di belakang. Ya biasa lah mahasiswa. Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Dibenakku ini pasti koti bloknya.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum dok”&lt;br /&gt;“Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh”&lt;br /&gt;“maaf dok. Infocus sudah disiapkan. Dokter bawa flash-disk atau laptop sendiri”&lt;br /&gt;“ saya pake laptop sendiri aja ya”&lt;br /&gt; Aku berjalan santai ke depan. Mengambil tempat duduk,sekaligus melihat seluruh penjuru kampus. Terlihat mahasiswa-mahasiswa yang antusias dan penuh gairah dalam belajar. Kucari slide yang ingin kutampilkan. Materi pertama, anemia dan macam-macamnya. Sambil menyiapkan kuliah,ternyata ada mahasiswa yang bertanya.&lt;br /&gt;“ dokter Zayed ?dosen baru ya dok”&lt;br /&gt;“ iya. Saya baru saja selesai kuliah dan kembali ke Banjarbaru.”&lt;br /&gt;“dokter lulusan sini ? S2, spesialis penyakit dalam dan S3 di mana?”&lt;br /&gt;“betul de saya lulusan sini. S2 dan spesialis saya di FK-UI. Nah S3 baru diizinkan di luar. Tepatnya di Oxford university”&lt;br /&gt;“oh iya. Dokter koor asdos anatomi 09 dan  sekjend KSI Asy-syifa kan?”&lt;br /&gt;“ iya de. Kamu banyak tahu ya…”&lt;br /&gt;“saya tahu dari bapa saya dok. Teman dakwah dokter saat kuliah juga. dr.Grifan Rabilah,Sp.OT, FICS.”&lt;br /&gt;“wah, kamu anaknya dokter grifan. Titip salam buat beliau. Selamat berjuang di BSMI pusat. Apalagi posisi sekarang sebagai ketua umum. insyaALLAH diberkahi ALLAH”&lt;br /&gt;Selagi aku mencari power point di tumpukan folder kerja. Terliat konsep-konsep dakwah profesiku. Termasuk cover bukuku ke-98,yang menjadi background laptop. Eh, satu mahasiswi jibab-an nyeletuk. “pasti dulunya aktivis dakwah ”.&lt;br /&gt;Tiba-tiba mahasiswa lain datang kepada saya.&lt;br /&gt;“maaf dok. Minta izin untuk do’a bersama sebelum kuliah”&lt;br /&gt;“iya de. Silahkan”&lt;br /&gt;Di mulailah kuliah dengan do’a bersama. Terasa khusuk sekali kuliah itu. Aroma keikhlasan tercium hingga batinku. Sesekali pula, pathogenesis kuhubungkan dengan ayat-ayat al-qur’an. Sangat terasa aroma sekuler sudah sirna dari kampus ini. &lt;br /&gt;“iya.itu tadi kesimpulannya. Sekian kuliah dari saya. Semua kebenaran datangnya dari ALLAH. Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan cerdas tadi. Saya yakin, ilmuwan-ilmuwan dan dokter hebat akan terlahir dari ruangan ini. Untuk menutup, marilah kita bersama-sama mengucapkan do’a kafaratul majlis. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”&lt;br /&gt;Alhamdulillah selesai untuk kuliah pertama. Aku terkesan lagi. Selesai kuliah bukannya langsung pulang. Mahasiswa dengan rapi kembali mendiskusikan topic perkuliahan tadi. Ada juga yang terlihat membaca ulang catatannya. Semua rapi. Juga, aku tidak melihat ada rambut dari perempuan. Terjaga semua. Mahasiswa laki-laki menundukan pandangannya saat berbicara dengan mahasiswi. Sudah selangkah menuju kampus madani.&lt;br /&gt;Seorang ikhwan mendekatiku perlahan. Dari jaket yang di pakainya, bertuliskan FULDFK-berukhuwah menjawab tantangan-. Aku yakin dia kader KSI Asy-Syifa.&lt;br /&gt;“Afwan dok. Dua minggu lagi ada seminar nasional. Temanya; makanan dalam islam,tidak sebatas Halal-Haram. Dokter kan sedang proses sub-spesialis gastroenterology. Bisa jadi pemateri kan dok?&lt;br /&gt;“insyaALLAh ya akh. Ana jadwalkan. Tapi kalau ada apa-apa nanti ana confirm antum. Soalnya ana nunggu jadwal presentasi ke Argentina.  Penelitian ana ada yang minta ditunjukan di sana”&lt;br /&gt;“syukrn dok. Jazakumullah”&lt;br /&gt;“afwan jiddan ya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*bersambung… tunggu kejutan berikutnya. Dengan tokoh-tokoh baru !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didedikasi untuk kedua orang tua dan adik-adikku yang selalu menjadi teman,sahabat,guru,inspirator. Motivator  bahkan dokter dalam setiap langkah. Zayed bangga dengan kalian. Dan zayed berjanji, akan membuat kalian bangga. insyaALLAH&lt;br /&gt;Untuk semua kaka-kaka, teman-teman dan adik-adikku. Terima kasih atas inspirasi ini. Kalian yang membuatku menangis dalam senyuman. Tetap bersemangat dalam kekalahan. Menjadi remuk agar yang lain bersatu. Terluka agar yang lain selamat. Menangis agar yang lain bisa bahagia. Menjadi panggung agar yang lain bisa berdiri. Tapi tetap dalam koridor syar’i. indah ternyata sebuah pengorbanan itu.&lt;br /&gt;Special buat adik-adikku yang dah nerima hasil ujian blok. Inhal memang menyakitkan. Tapi ALLah tau kok itu.  Karena itu, hanya orang-orang yang kuat yang inhal. Memang menyedihkan. Tapi pasti ada hikmah dibalik itu. Kita Saling mendoakan agar lebih baik ke depannya. Ga ada manusia sempurna.&lt;br /&gt;Akh sugi and ustadz yahya… dikira nelpon mau sharing walimahan.hehe. Eh,ternyata laporan kuliah di Yaman. Bikin iri ka. Tunggu laporan ane, “minta do’a disertasi”. Oh iya, akh manfaluti yg ge di al-azhar cairo . Semangat !!! masalah kecil kemarin ane yakin bisa antum lupakan. Hati-hati sama akhwat.hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*note u/ mengobati semua kepiluan dua minggu ini.terinspirasi dari banyak orang,semoga menginspirasi lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang fakir dan penuh kekurangan,Zayed Norwanto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-7066801697976416105?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/7066801697976416105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=7066801697976416105' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7066801697976416105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7066801697976416105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/12/ini-mimpiku-kawan.html' title='ini mimpiku kawan !'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-6510507969104801504</id><published>2010-12-22T22:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T22:25:19.446-08:00</updated><title type='text'>Bedah  Mahasiswa…</title><content type='html'>Instruksi awal; lavarotomi. Diinseksi ketika diberitakan ahmadinejad sedang menyiapkan pasukan menghadapi USA yang nakal, padahal program nukllir Iran dalam kategori damai. Ketika Ahmadinejad tetap semangat berjuang saat Zionis sudah tak betah hanya mengintai dan bermaksud untuk memisahkan antara ruh dan jasadnya. Saat  skandal keong racun yang ingin disebut keong mas. Banjarmasin yang menjadi selimut tidurnya malam ini. Zayed yang terkejut ternyata hari ini dia ulangtahun (gara-gara ditelphone bunda tercinta pagi-pagi dan ledakan notif di fb, termasuk hp yang tiada hentinya berbunyi dari tengah malam *nagih traktiran), karena kepalanya sedang dibuat penuh oleh proyek-proyek dan energinya terkuras untuk meng-aspal jalan ke syurga. Note ini mengawali detik-detik awal ke-19-tahunannya. Sebuah ocehan ringan, special untuk Zayed. Biar dia sadar, dia cuma mahasiswa manja…&lt;br /&gt;Katanya mahasiswa…&lt;br /&gt;Kita bicara tentang seluk-beluk maha, menyusuri jalan-jalan tikus substansi dasar,dari A sampai Z. Namun, disini bukan sistematika laporan ilmiah yang di awali dengan definisi,lalu pengertian dan kadang diakhiri contoh-contoh kemudian ditutup dengan senyum manis oleh yang namanya kesimpulan. Tidak teman. Mari kita pertemukan antara idealitas dan realitas agar terlihat siapa yang lebih mencolok. Supaya mereka bisa bicara satu sama lain tentang suatu kata, maha.&lt;br /&gt;Sudah terkenal dari ujung timur sampai ujung barat, bahwa  apa yang disebut maha mempunyai sifat kata yang diikutinya  menjadi lebih tinggi bahkan paling tinggi maknanya. Maharaja, rajanya para raja. Mahadewa, dewanya para dewa. Begitu pula yang disandang oleh para mahasiswa. Sebuah maha yang mempunyai nilai tersendiri dalam social-kultural suatu masyarakat. Tentunya menjadi siswa di atas siswa-siswa biasa, penuntut ilmu di atas penuntut-penuntut ilmu yang lain.&lt;br /&gt;Karena ke-maha-annya, mereka yang disebut mahasiswa dikenal sebagai orang-orang yang mampu untuk berpikir lebih matang dan mampu membaca setiap  peluang kemajuan yang kadang tertutupi oleh kabut setiap peristiwa. Mereka yang sebenarnya menjadi barisan terdepan para intelektual, semakin lengkap ke-maha-annya ketika daya kritis dan rasional yang melekat ditambahkan dengan luar biasanya semangat dan usia muda mereka. Suatu campuran sifat yang luar biasa. Campuran yang mampu menghasilkan reaksi ledakan perubahan dan kemajuan yang luar biasa. Apalagi dikatalisis oleh keomanan yang mengakar pada jiwa yang subur.&lt;br /&gt;Ketika melihat ke belakang dan menengok kembali sejarah yang sudah berdebu. Tak ada yang bisa menyangkal. Di balik semua perubahan yang  fenomenal, pasti ada para promotor. Tentu yang menjadi promotor adalah mereka yang mempunyai kemampuan memahami keadaan secara holistic, memikirkannya dan dengan objektif menilai apakah sudah di jalan yang benar atau di jalan yang berselimut kebaikan semu. Mereka ini lah para pemuda yang menyandang predikat mahasiswa. Dengan segala pengetahuan, kekritisan, kreatifitas, inovasi dan keberanian mampu mendobrakan kebiasaan yang sudah mengakar, tentu kebiasaan yang perlu dirubah agar menjadi kebiasaan yang sejalur dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Satu konsep yang ada dipikiran saya saat ini, tidak semua kewajaran dan kebenaran yang dipahami oleh masyarakat umum itu benar dan baik.&lt;br /&gt;Tak jarang, istilah agent of change sangat identik dengan mahasiswa.  Dengan segala fakta yang sudah diperlihatkan dengan malu-malu oleh sejarah, mahasiswa lah yang menjadi titik awal perubahan itu. Yang paling fenomenal adalah  ketika aksi massal yang dilakukan dalam proses reformasi 1998. Sudah terbukti oleh rentetan waktu, dengan segala kelabilan emosi dan dengan rasional yang kritis, di tambah dengan keberanian yang menyala-nyala, terjadi lah aksi dan lagi-lagi mahasiswa sebagai aktornya.&lt;br /&gt;Rasionalitas yang sudah teruji karena jenjang penuntutan ilmu dan penajaman rasional  yang sudah didapat selama menuntut ilmu, dari masih mengenakan seragam sampai berteriak-teriak di jalan ketika membenturkan antara teoritis dan fakta. Rasionalitas yang sudah cukup untuk diperhitungkan sebagai landasan berpikir dalam membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Rasionalitas yang di emban mahasiswa ini tentu  bukan tingkatan rasionalitas biasa karena rasionalitas ini juga dibalut dengan idealisme dan keberanian dalam meneriakkannya, walau kebobrokan yang di depan matanya itu setiap saat bisa menghilangkan jiwanya dan melukai perjuangannya.&lt;br /&gt;Itu lah mahasiswa. Diberi gelar agent of change, diakui memiliki rasionalitas matang, idealisme dan keberanian dalam meneriakkannya. Katanya. &lt;br /&gt;Ya, katanya.&lt;br /&gt; Miris memang ketika melihat faktanya langsung, ketika melihat langsung sikap sebenarnya ke-maha-an dari mahasiswa ini. Iya sih, memang ada juga yang benar-benar menunjukan sikap ke-maha-annya sebagai mahasiswa. Tapi sayangnya, kebanyakan bahkan hampir semuanya malah paradox. Begitu lah faktanya. Bener.&lt;br /&gt;Kalau dulu memang pantas untuk di beri gelar sebagai agent of change, sekarang oknum tersebut malah ketawa-ketawa dengan istilah agent of change tersebut. Alah, mahasiswa ya mahasiswa. Biarin aja kayak gini, mau dirubah jadi kayak gimana kebobrokan yang ada. Wong yang tua nya aja kayak gitu, kita ini cukup mengamini statement istilah yang muda yang dipandang sebelah mata. Agent of change ? alah, nikmati aja hidup sebagai mahasiswa. Perubahan biarin orang yang lebih tua memikirkan. Kita mending pikirin gimana kuliah yang bener, IPK tinggi dan dapat kerja, gampang kan.&lt;br /&gt;Biarkan maha itu tetap melekat dimahasiswa. Wong ada aja tuh beberapa mahasiswa yang tetap eksis dalam kekritisan dan keberaniannya. Entar kan semua mahasiswa ketiban eksisnya sebagai agent of change. Faktanya, kan kita mending merefreshkan otak ini sambil dugem-dugem  di diskotik. Ngapain bicara revolusi, ngapain bicara perubahan selama keadaan sekarang kita ok-ok aja tuh.&lt;br /&gt;Alah rasionalitas. Biarin diktat-diktat dari dosen yang mengasah logika ini. Biarin soal-soal test yang menguji seberapa tajam analisis dan daya kritis kita.  Ngapain ngurusin fakta yang sudah bobrok, bobrok ya biarin aja entar juga baikan. Bobrok itu kan dilakukan oknum-oknum yang sudah berumur. Biarin aja mereka bobrok, mereka juga yang masuk neraka. Gitu kan faktanya, yang penting kita ok-ok aja&lt;br /&gt;Gimana mau ngebela yang benar. Kita aja masih kesulitan menganalisis soal pre-test dan ujian final. Masih terlalu banyak disiplin ilmu kita yang masih perlu kita dalami. Yah, bagaimana mau teriak-teriak membela yang benar, kasusnya aja kita gak tahu. Kan waktu sebagian besar kita gunakan untuk belajar persiapan test atau pendekatan sama doi karena yang tua di rumah katanya sudah pengen gendong cucu. Biarin, faktanya kan sudah jelas kalau kita ini memang bukan agent of change. Kita yang sudah mewarnai jalan-jalan dengan adegan bermesraan agar dunia tahu bahwa cinta akan mendamaikan semua kondisi. Ngapain perubahan, wong ketika kita boncengan adem-adem aja tuh jalan.&lt;br /&gt;Kita memang gak bisa berpaling dari fakta. Udahm ngapain ngebahas masalah revolusi, ngapain bicara perubahan dan buat apa ngebahas transformasi.  Kita gak ada waktu ngurus yang kayak gituan, mumpung jadi mahasiswa mending manfaatkan jatah bulanan untuk nonton di bioskop sambil membelai tangan si doi. Mumpung jatah bulanan tingginya kayak gaji pegawai negeri, mubazir klo gak di habiskan,eh, entar bulan depan jatah dikurangin gara-gara di tangan masih tersisa. Katanya mahasiswa agent of change, gak betul itu karena kitanya malah senang banget klo nongkrong di diskotik sambil berharap uang bulanan ini cepat habis. Dari pada teriak-teriak di jalanan, udah panas-panasan, tenggorokan kering, bisa kena faringitis, dan ngebuat hitam kulit aja lagi.&lt;br /&gt;Biarin aja mereka yang mau perubahan dan revolusi ada di jalan itu.&lt;br /&gt;Kita kan mahasiswa mending di sini, mumpung punya waktu untuk menghabiskan gaji bulanan dari ortu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-6510507969104801504?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/6510507969104801504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=6510507969104801504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6510507969104801504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6510507969104801504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/12/bedah-mahasiswa.html' title='Bedah  Mahasiswa…'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-6970208568076636529</id><published>2010-12-22T22:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T22:24:16.205-08:00</updated><title type='text'>Sehelai Diary yang kuFACEBOOKkan</title><content type='html'>Hentakan jarum jam yang terus berjalan kedepan tanpa mau menungguku yang masih bingung akan kemana putaran ini. Terus berjalan seperti argo yang terus bertambah tatkala taksi berjalan, lagi-lagi walau arah tersebut belum jelas.&lt;br /&gt; Hmmmmmmm…..&lt;br /&gt; Kurebahkan kepala ini menikmati alunan Thufail yang terus membahana, merangsang otak kanan yang katanya Guyton  dan pencetus ‘multiple integence’ untuk musical tapi liriknya terus menggrogoti logika. Benar-benar music fantastic, otak kanan-kiri terhantam  olehnya. Sorry, aku gak pernah sudi music-musik jalanan mengganggu stabilitas otak dan memoriku. Walau pun ada yang bilang,wajar, untuk anak remaja suka lagu cinta-cinta, gombal-gombal, ungu-pink sampe lagu-lagu biru yang membuat orang mendengar makin ngeres.&lt;br /&gt; wajar, namanya juga remaja.&lt;br /&gt;Wajar, namanya juga mahsiswa&lt;br /&gt;Wajar, kita juga butuh hiburan&lt;br /&gt; Tulisan ini aku buat untuk sedikit berbagi kegundahan hatiku setiap kali membuka mata dan menghirup udara ini. Bukan untuk mengkritisi kewajaran yang sudah menjadi alibi perbuatan itu boleh dan baik dilakukan. Bukan pula untuk tidak setuju dengan pendapat umum yang sudah memasyarakat karena aku yakiin mereka juga mikir sebelum bertindak.&lt;br /&gt; Berawal dari selasa kemarin, saat notebook,harddisk,uang,marketing-plan,baju, pokoknya satu tas ilang di sebuah mesjid di Banjarmasin.  Mungkin aku yang kurang wasapada saat shalat berjamaah itu. Jujur, semua itu cukup membuatku sedih dan mencoklatkan hatiku. Oke notebook hilang gak apa, datanya itu lho. Belum lagi buku terbaru yang sudah mencapai enam bab,dikit lagi selesai. Klo boleh ku taksir, total kerugianku adalah satu milyar !!!&lt;br /&gt; Bayangkan, tas sudah kututupi jaket. Di belakang ada shaff shalat ibu-ibu tanpa tirai. Di barisan paling belakang ada polisi yang sedang shalat. Di teras mesjid, ada cewek yang lagi duduk-duduk, mungkin lagi dapet. Pokoknya dibenakku lokasi 100% aman. Dengan santainya aku menyetir kaki untuk shalat berjama’ah. Tapi tetap, dengan segala kejeniusan dan perhitungan yang mantap. Tas ilang seketika tanpa satu orang pun yang tahu. Luar biasa cerdas, kataku mengagumi si pencuri. Salahnya, sebelum mencuri dia gak minta izin dulu dengan aku. Klo minta izin mungkin ku kasih dengan syarat, datanya tolong copykan atau tolong selesaikan bukunya.&lt;br /&gt; “wajar, di sini memang sudah sering hilang” kata si kaum dengan serius padaku. Sambil menceritakan pengalamannya dalam membekuk dan mengamati modus pencuri-pencuri yang pernah praktek di sini.di pikiranku, kayaknya memang betul ucapan bapak ini karena secara geografis mesjid tersebut dekat dengan terminal pal 6. Lalu ku bilang pada bapak itu “wajar ya pak, soalnya dekat terminal juga”. Bapaknya berkomentar panjang membenarkan statementku.&lt;br /&gt; Berlagak seperti conan, langsung aku meneliti sekitar mesjid. Dari tong sampah ku acak-acak, WC yang kumasuki satu-persatu, atap mesjid yang ku tengok, kamar bawah tangga yang kulihat sampai lapor polisi setempat kulakukan. Namun tetap “anda belum beruntung”.huft…&lt;br /&gt; Bapak kaum berkata”wajar, kemiskinan itu dekat dengan maksiat”. Betul jawabku, fakir dan kafir memang dalam satu suku kata. Semoga yang ngambil itu gak sengaja ngambilnya,emanng bisa. Hebat nian ujian atau peringatan bagiku kali ini. Namun, di balik kesusahan pasti ada kemudahan.&lt;br /&gt; *aduh yed, gituan aja ilang sedih banget. Mush’ab bin umair rela meninggalkan kemewahan dan borjuismenya untuk islam. Abdurrahman bin ‘auf rela mendonasikan triliyunan rupiah untuk islam.  Alah, segitu aja sedih. Buku ???? tulis lagi donk. Namun gak ada kata wajar masalah benda yang ilang, di mesjid lagi. Gak wajar.gak wajar. Mau dekat terminal atau engga, itu gak wajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berganti hari. Aku dapat info tidur ideal itu delapan jam. Hal itu wajar supaya tubuh tetap fit dan aktivitas maksimal. Semakin wajar lagi apabila kita beraktivitas banyak di siang harinya. Opini itu didukung dengan jrnal-jurnal ilmiah dan lain-lain katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidur delapan jam baik untuk mengasah kecerdasan. Itu wajar saja karena otak perlu istirahat setelah beraksi seharian. Tidur delapan jam sangat baik, itu wajar karena bias memberikan waktu yang cukup agar otot-otot bisa merefresh kembali kekuatannya.&lt;br /&gt; Apalagi saat liburan ini. Sudah saatnya melepas kepenatan dalam belajar dan bekerja. Jangan bebani diri dengan kegiatan yang memerlukan energy banyak untuk berpikir. Wajar, klo kita tidur lebih banyak agar kedepannya lebih baik&lt;br /&gt;  *alah, jurnal dari hongkong merekomendasikan tidur delapan jam. Dihitung-hitung delapan jam itu sepertiga hari. Aduh yed, mubazir banget waktu kamu klo delapan jam untuk tidur. Gak ada bukti ilmiahnya delapan jam itu ideal. Gak ada hubungannya delapan jam dengan kecerdasan. Maksimalkan hidupmu. Minimasi waktu tidur. Tingkatkan produktivitas. Mau libur atau engga, menuntut ilmu itu tetap wajib. Tidur delapan jam itu gak wajar. Liburan bukan berarti gak ada kegiatan, klo nganggur pas liburan itu namanya gak wajar. Aduh yed, mikir donk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Hari ini dapat banyak info lagi, info yang masuk lewat mata dan kadanga menyelinap ke telingan dengan indahnya. Sms gratis !!! sms 0,1 rupiah !!! buruan kirim 10 sms. Ayo cepat. Saatnya ngesms banyak orang, mumpung gratis. Saatnya sms-an, mumpung gratis. Ayo, sms-sn itu yang cerdas. Tunggu apa lagi, penjet tombol hpmu sedalam-dalamnya. Wajar lah, manfaatkan moment ini. Ayo mumpung gratis tis tis tis.&lt;br /&gt; Temanku bilang, tunggu apalagi yed. Sms deh sepuasmu,ini namanya memanfaatkan momentum. &lt;br /&gt; Belum lagi, facebook-an gratis tis tis tis.&lt;br /&gt; Dah add orang sebanyak-banyaknya. Eksiskan statusmu. Lemparkan jarring seluas-luasnya. Biarkan semua orang tahu klo kamu juga punya facebook. Kamu bisa komen sana, komen sini dank omen situ. Sambil tiarap, sambil berbaring, sambil jongkok, sambil makan dan ada juga lho yang katanya sambil ### di toilet masih facebook-an. Ini namanya cerdas memanfaatkan waktu dan jenius dalam melihat kesempatan. Kesempatan tak dating dua kali lho.&lt;br /&gt; *buka mata yed. Gratisan sih boleh dimanfaatkan. Udah tidur delapan jam, sms-an dan facebook-an pula. Wajar, mumpung gratis tis tis. Hahaha, zayed zayed. Itu namanya gak wajar, hayoo berapa jam waktumu dah terbuang Cuma untuk itu. Waktu itu lebih berharga daripada gratisan. Cerdas donk, manajemen waktu sama manajemen gratisan itu penting. Jangan asal embat gratisan aja. Mau tiket gratis masuk neraka ??? gratis lho?? Buruan???.hahaha. udah tidur banyak, eh bangun kerjaannya gak produktif.itu gak wajar. Itu gak wajar. Buktikan ucapanmu tiap shalat donk. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku lillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wajar donk namanya aja remaja&lt;br /&gt; Wajar donk namanya aja liburan&lt;br /&gt; Wajar donk namanya aja manusia&lt;br /&gt; Wajar donk aku kan sibuk&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau gini terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar donk klo Indonesia kayak gini&lt;br /&gt;Wajar donk klo zayed nanti masuk neraka&lt;br /&gt;Wajar donk klo Cuma jadi dokter doank&lt;br /&gt;Wajar donk islam gini terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo bung, buang kata-kata wajar itu…&lt;br /&gt;Irrasional menjadikan kewajaran sebagai justifikasi tindakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-6970208568076636529?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/6970208568076636529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=6970208568076636529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6970208568076636529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/6970208568076636529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/12/sehelai-diary-yang-kufacebookkan.html' title='Sehelai Diary yang kuFACEBOOKkan'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3141876736912517964</id><published>2010-12-22T22:22:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T22:23:21.178-08:00</updated><title type='text'>Pohon Keimanan Gue</title><content type='html'>Kemarin gue sudah membaca tentang filsafat platonic dan aristoteles, yang ternyata masih meragukan kekuatan logisnya. Jika kambing makan ramput maka mendung, dan jika mendung maka hujan. Jadi, jika kambing makan rumput maka hujan. Ngasal ? tapi itu lah segelintir pemikiran yang sempat mendominasi cara berpikir gue. Dilihat, buat premi, buat sambungan dan dapat kesimpulan. Gak peduli apakah ada factor X yang lain. Termasuk, jika pada saat ini loe kehilangan uang lima ribu dan pada saat yang sama dompet gue nambah lima ribu. Maka, kesimpulan logisnya gue yang nyolong lima ribu punya loe. Ngasal ? itu lah cara berpikir sedehana dan kuno.&lt;br /&gt;Hari ini, gue ngebaca lagi filsafat besar oriental. Aliran confusion dan tao. Ya, mirip jabariyah dan qadariyah. Kalau konfusionisme mikir semua perlu usaha dan kita perlu mengendalikan kekuatan alam. Maka taoisme dengan lantang mengatakan biarkan alam mengatur. Karena hanya alam yang tahu batasan keseimbangan, mereka yang sering bilang dengan Yin dan Yang.&lt;br /&gt;Dan saat ini gue tersadar, menyingkirkan sejenak aristotelisme, platonisme, konfusionisme, taoisme, serta sepaket marxisme-leninisme dan kapitalisme. Menyingkirkannya dari otak gue dan sementara biarkan mereka tetap ada di rak buku. Termasuk, sementara meletakkan dengan rapi buku-buku kedokteran yang tingginya sudah mencapai jendela kamar.&lt;br /&gt;Detik ini, gue mulai sadar dengan kekutan argumentasi nabi Ibrahim as. Kalau gue dengan mudah menyanggah pendapat orang, itu (mungkin) referensi yang pernah gue baca sebelumnya. Gue gak habis pikir, bagaimana dengan kisah nabi Ibrahim as mencari kebenaran dengan melakukan penelitian tanpa referensi. Gak ada daftar pustaka dan tidak ada sitasi. Membiarkan logika mengalir dan membiarkan alasan dibantah oleh alasan sendiri. Menyimpulkan dengan jawaban, lalu menyalahkannya dengan jawaban lain.&lt;br /&gt;Pertama melihat bintang, lalu mengagungkan bulan. Kemudian memuliakan matahari. Selanjutnya menyadari, pasti ada yang menciptakan itu semua. Dzat yang mahaAgung dan MahaBesar. Jawaban akhir yang tak akan pernah ada lagi jawaban yang menandinginya.&lt;br /&gt;Kesalahan gue sejak dulu,terlalu alergi membahas keimanan lewat jalur logika (aqliyah). Menyandarkan dengan dalil-dalil naqli, terus memupuk kepercayaan dengan menghafalnya. Membangkitkan keimanan dengan memaknai serta menghayati dalil naqli tersebut. Memang bisa dijadikan hujah (alasan) gue untuk terus mempertahankan keislaman ini.&lt;br /&gt;Suatu saat gue terhentak. Memandang nanar masa-masa lalu yang diliputi rasa aman dan tenang. Kalau memang itu gak bisa disebut zona nyaman. Zona nyaman keimanan gue. Bertemu dengan orang islam di mana-mana, bersahat dengan ikhwah yang saling menjaga dan punya keluarga yang memberi arahan. Hentakan itu bermula dengan bertemunya pemikiran gue dengan pemikiran athies yang merasa orang rasional. Walau fisik kami gak bisa bertemu, masih terhalang oleh batasan jarak. &lt;br /&gt;“why are you moslem ?”&lt;br /&gt;Pertanyaan yang bikin gue tertawa saat dulu. Namun bikin merinding saat ini.&lt;br /&gt;Pengen jawab dengan dalil al-qur’al nul karim. Dia saja gak percaya islam, ya otomatis dia menganggap al-qur,an sebagai referensi pembenaran. Pengen bicara hadits, sama nabi besar muhammah saw saja dia mungkin melecehkan. Ingin menyampaikan pendapat sahabat, mungkin dia berkata “emang mereka siapa?”.&lt;br /&gt;Gak ada pilihan lain. Logika mesti dijawab dengan logika. Alur berpikir mesti dipatahkan dengan alur yang lebih jelas. Gak ada win-win solution untuk masalah keimanan. Iya atau tidak. Benar atau salah. Mungkin ini yang menjadikan gue selalu menganggap, bijaksana itu bukan berarti netral. Bijaksana berarti bisa memilih.  &lt;br /&gt;Gue mulai menjelaskan dari paling besar, dari super kluster yang terdiri atas berbagai macam kluster (menurut Hubble). Kluster sendiri terdiri atas berjuta galaksi. Dalam sebuah galaksi itu (diambil satu untuk sampel), terdiri satu set tata-surya yang tersusun oleh berbagai macam planet. Planet tersebut, ambil contoh bumi. Ternyata tersusun atas benua-benua, yang di dalamnya tersusun atas jajaran pulau-pulau. Dalam sebuah pulau terdapat beberapa kota. Yang mana, dalam kota tersebut atas beberapa ratus kecamatan. Dalam sebuah kecamatan ada beberapa puluh RT. Dalam RT ada bebrapa ratus rumah. Eh, dalam rumah ternyata ada beberapa orang yang mengikat diri dalam satu keluarga. Keluarga tersusun atas orang. Iya, orang. Satu organism. Cukup ?&lt;br /&gt;Tidak. Organism berjalan karena adanya system organ. Yang juga tersusun atas organ-organ yang sinergis. Organ tadi ada karena adanya jaringan yang punya histianatomi serta fisiologis yang mendekati sama. Terus, jaringan tersusun atas sel-sel. Dalam sel ada berjuta organel. Ada mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, nucleus dan lain-lain. Eh, ternyata dalam nucleus ada pula nukleulus. Di dalamnya, ada kromosom yang bila diurai terdiri atas rantai heliks ganda (DNA). Belum lagi, DNA tersusun atas pentose,fospat serta basa-basa pirimidin dan purin. Masing-masing, pirimidin tersusun atas sitosin dan timin. Purin, tersusun atas adenine dan guanine. Masing-masing basa tadi masih sebagai senyawa. Senyawa tersusun atas kation dan anion. Setiap unsur, baik anion maupun kation pasti tersusun atas atom yang homogeny. Atom pun (berdasarkan teori quantum), masih tersusun atas nucleon dan electron. Nucleon tersusun atas positron dan neutron. Yang kecil-kecil tadi masih terdiri atas noun, quark dan lain-lain. Masih banyak hal kecil lain yang belum ditemukan.&lt;br /&gt;Hubungannya? Gue bikin athies tadi keselek dulu dengan fakta di atas. Lalu dengan tenang bilang, semua kemajemukan dari yang terbesar sampai terkecil tadi ternyata berjalan dengan teratur. Gak ada pernah tabrakan  antar planet dan saling serang antar electron. Pasti ada Dzat MahaKuasa yang mengatur itu semua.  Allah azza wajalla.&lt;br /&gt;“klo Tuhan (baca;Allah swt) itu ada, kok kejahatan atau kemaksiatan masih ada ? ada Tuhan berarti semua berjalan lancar kan”&lt;br /&gt;Giliran gue yang mesti keselek dengan pertanyaan kritisnya. Alhamdulillah Allah memudahkan.&lt;br /&gt;Gue bilang, apa dingin itu ada ? yang menurutnya mungkin pertanyaan bodoh. “ada” katanya, faktanya sudah jelas.&lt;br /&gt;Kenyataannya,dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika,yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua pasrtikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.&lt;br /&gt;Lalu, apa gelap itu ada? Mungkin dia ketawa dengan pertanyaan gue yang satu ini.&lt;br /&gt;Ternyata gelap itu tidak ada. Kita menggunakan kata gelap untuk menjelaskaan keadaan yang tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk menjadikan cahaya terbagi menjadi beberapa warna me-ji-ku-hi-bi-ni-u dan mempelajari gelombananya. Tapi kita tidak bisa mengukur gelap.&lt;br /&gt;Hubunganya ?&lt;br /&gt;Apakah benar kejahatan itu ada. (mungkin dia tertawa lagi coz di televise ada perampokan bank, pembunuhan, pencurian dan lain-lain). Ternyata kejahatan itu tidak ada. Kata kejahatan digunakan untuk mendeskripsikan suatu keadaan dimana di hati-hati manusia itu masih tidak ada kepercayaan akan adanya ALLAH swt yang selalu mengawasi. Ketiadaan iman yang menjadikan kejahatan itu muncul.&lt;br /&gt;Masih panjang lagi sebenarnya diskusi hangat itu, kalau tidak bisa disebut debat yang panas.&lt;br /&gt;Kembali coy. Hal yang sebenarnya pengen gue sampaikan adalah, ternyata mengokohkan keimanan kita dengan jalan mengasah rasio dan menggunakan dalil-dalil aqliyah kadang mempunyai nilai yang multidimensi. Menjadikan pohon keimanan kita berakar tunggang, serta terus menusuk dalam ke tanah.&lt;br /&gt;Iman yang terasah dengan proses berpikir, tentunya akan berbuah lebat dan manis. Terus mengasah tanpa kenal lelah. Itu lah tanda muslim sejati. Karena kita yakin siapa tahu ini adalah detik terakhir kita. Ga ada pilihan lain kan ? ya, lakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;Keimanan kita yang menangkal rasa keluh-kesah. Rasa yang terlahir karena tumpukan tugas mikrobiologi, segunung textbook yang mesti dihafal dan dipahami, slide dosen yg ribuan jumlahnya, histology yang hafalan melulu, asdos anatomi yang terlalu perfectionist (*etika.hehehe), biokim de el el. Eits, keimanan yang menjawab itu semua.&lt;br /&gt;“sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal” (TQS Ali ‘Imran (3),190)&lt;br /&gt;“(dan) di antara tanda-tanda kekuasaanNYA adalah diciptakanNYA langit dan bumi serta berlain-lainnya bahasa dan warna kulitmu (TQS Ar-Rum (30);22)&lt;br /&gt;“Apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? (TQS Al-Ghasyiyah (88)17-20)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3141876736912517964?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3141876736912517964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3141876736912517964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3141876736912517964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3141876736912517964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/12/pohon-keimanan-gue.html' title='Pohon Keimanan Gue'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-7659870108978266410</id><published>2010-12-22T22:21:00.001-08:00</published><updated>2010-12-22T22:21:58.581-08:00</updated><title type='text'>Welcome 2 Campus</title><content type='html'>Perubahan adalah suatu hal yang lumrah dalam hidup ini kawan. Perubahan itu lah yang membuat hidup ini berwarna dan bermakna. Klo ga berubah ya dunia kayak itu-itu aja. Ya malam kayak gitu-gitu aja, bahkan klo gak ada perubahan ya bumi kayak gitu-gitu aja. Mau satu zaman sama dinosaurus ? Termasuk loe sekarang, klo gak berubah dari siswa ke mahasiswa ya bakalan kayak gitu-gitu aja. Dulu waktu SMA tiap senin mesti apel pagi, tiap jumat mesti senam  plus mesti pake seragam lagi kalo mau belajar. Bentar lagi bakalan berubah, gak ada lagi tuh namanya seragam, gak harus lagi tiap senin upacara bendera dan gak mesti lagi duduk manis tangan dilipat. Sekarang loe dah berada di dunia kampus, dunia yang penuh kemandirian dan syarat akan kekritisan ilmiah. &lt;br /&gt;Selamat !!!&lt;br /&gt;Sekarang loe jadi mahasiswa kawan. Loe dah menyandang predikat maha, yang sangat identik dengan kematangan dan kekritisan dalam berpikir. Sudah saatnya meninggalkan sikap manja, malas dan kekanak-kanakan di bangku sekolah. Loe sekarang sudah berada di atmosfer kemandirian. Mesti sekokoh batu karang dalam menyelesaikan ombak-ombak kehidupan yang kadang besar dan kadang pula kecil. Sudah waktunya nyiapin makan sendiri lah, nyuci baju sendiri lah dan mesti bayar ledeng-listrik sendiri.&lt;br /&gt;Dunia mahasiswa merupakan dunia persimpangan coz di sini loe mesti memilih sendiri mau jadi apa. Jadi mahasiswa berprestasi, itu pilihan loe dan gak ada yang bisa maksa. Jadi mahasiswa sibuk pacaran itu juga pilihan loe, yang tentunya pilihan ini adalah pilihan yang kurang bijak coz ingat-ingat amanah dari ortu buat belajar bukannya enak-enakan pacaran ( itu pun klo pacaran enak coz setahu gue pacaran itu malah bikin pusing.hehe). tapi tetap, itu semua pilihan loe dan loe sendiri yang bakalan menerima akibat dari pilihan  tersebut. Dunia mahasiswa itu dunia kemandirian, so pilih sendiri jalan hidup loe.&lt;br /&gt;Sebelum loe berubah 100% jadi mahasiswa. Siapkan perubahan itu dengan sebaik-baiknya. Jangan berubah setengah-setengah, mesti yakin dengan setiap pilihan yang loe ambil. Ingat, sekarang loe ada di fakultas dan jurusan mana itu merupakan pilihan bulat dari loe dan loe mesti yakin dengan seyakin-yakinnya ini adalah pilihan yang terbaik saat ini. Setelah loe yakin, ada beberapa hal yang menurut gue ( ce ile, subjektif banget) mesti disiapin agar kuliah loe lancar dan peran loe sebagai manusia benar-benar berasa. Yakni:&lt;br /&gt;- Siapin mental&lt;br /&gt;Biasanya nich, mahasiswa baru itu homesick nya minta ampun. So dikit-dikit nelpon ortu lah, dikit-dikit pulkam lah de el el. Tapi terserah aja sih, klo emang punya biaya unlimitid silakan pulkam sabanhari.hehehe. namun jujur, sebaiknya loe mesti mengatasi rasa tersebut. Caranya gampang, loe mesti nyiapin mental loe untuk hidup sendiri dan beraktivitas lah. Mental itu loe siapin dengan rajin-rajin meyakinkan diri loe klo loe itu siap untuk hidup sendiri. Bilang aja “ aku bisa, aku bisa,aku bisa...” insyaALLAH dimudahkan-NYA. Bisa juga dengan beraktivitas  agar homesick loe teralihkan fokusnya.  Aktivitasnya bisa dengan jalan-jalan di lingkungan kos/kontrakan. Jalan-jalan tadi selain bermanfaat untuk memfokuskan pikiran loe, itu juga bermanfaat agar loe paham koordinat kos/kontrakan dan akhirnya loe bisa memilih mana jalan yang paling cepat nyampe kampus. Sekalian juga bisa silaturrahim dengan tetangga-tetangga. Satu pelajaran lagi, sesibuk apa pun loe sebagai mahasiswa namun loe juga mesti memperhatikan loe juga sebagai bagian dari masyarakat lingkungan tersebut. Jangan lupa check-in sama RT setempat.hehehe&lt;br /&gt;- Nyari info&lt;br /&gt;Di zaman kayak gini, informasi itu suangat penting. Bahkan zaman sekarang disebut sebagai zaman informasi. Informasi itu bisa dijadikan peta loe dalam menapaki jalur kehidupan di kampus. Informasi itu yang menunjukan arahmu.  Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang fakultas dan spesifik jurusan loe. Dari info-info karakter dosen semester awal, di mana perpus, ruangan-ruangan kuliah, harga-harga di kantin klo perlu.hehe, mading yang biasa up-date, lokasi toilet biar enak pas emergency, lokasi parkir gratis, hotspot 24 jam dan lain-lain. Pokoknya gali terus informasi.&lt;br /&gt;- Kosan strategis&lt;br /&gt;Nah, nyari kos-kosan ato kontrakan jangan asal-asalan kawan. Tempat loe berada menentukan nasib dan prestasi loe. Jangan sampe deh loe ngekos di sarang maksiat, kayak lingkungan penjudi, pergaulan bebas dll. Itu semua bisa mengganggu konsentrasimu dalam belajar, minimal lingkungan kayak gitu nyebabkan loe bisa kena cipratan dosa. Usahakan ngekos dekat dengan sama kaka tingkat satu jurusan biar bisa silaturrahim plus minjam bukunya.hehehe. klo perlu, deketin kos-kos kaka tingkat yang berprestasi ya minmal bisa terjangkit prestasinya. Yang penting lagi, semaksimal mungkin nyari kos-kosan yang dekat mesjid/mushalla. Itu penting banget untuk menjaga loe dari hal-hal yang mengarah pada maksiat. Coz maksiat itu nyebabkan malas, malas itu yang ngejadikan kita ogah-ogahan belajar, klo ogah-ogahan belajar ya kita  susah nyerap ilmunya, malu dunk klo pulkam nanti.&lt;br /&gt;- Supel ya&lt;br /&gt;Jadi mahasiswa mesti supel, itu kuncinya biar dapat makan gratis. Eits salah, maksud gue biar punya banyak kawan.  Jangan malu-malu untuk mengulurkan tangan pertama kali saat bertemu. Kenalin diri loe terlebih dahulu. Semakin banyak kawan, nantinya loe bakalan merasakan manfaatnya. It’s the power of silaturrahim. Siapa pun dia, anak siapa pun dia, loe mesti santai za ngenalin diri. Tak kenal maka tak sayang. Namun, jangan jabatan tangan ma beda jenis ya. Dosa bro.&lt;br /&gt;- Cerdas berburu buku&lt;br /&gt;Bagi mahasiswa buku itu aset, buku itu adalah dosen yang tanpa kenal waktu dan tempat terus ngajar. Buku ini perannya sangat penting dalam menunjang perkuliahan loe. Tapi tetap, gak semua buku mesti dibeli dan kadang ada beberapa buku sifatnya yang wajib. So loe mesti menggali info sedalam-dalamnya sama kaka tingkat tentang buku apa saja yang wajib dimiliki dan buku apa saja yang sifatnya sunnah dimiliki. Termasuk dalam hal pencarian buku, loe juga mesti nyari info buku-buku apa saja yang mungkin minjam di perpustakaan dan minjam ma kaka tingkat. Cerdas-cerdas loe aja.&lt;br /&gt;- Selektif berorganisasi&lt;br /&gt;Dunia mahasiswa sangat identik dengan yang namanya organisasi. Bahkan mahasiswa yang gak tau organisasi udah di cap sebagai mahasiswa kupu-kupu. Mahasiswa meyakini dengan berorganisasi maka softskill nya akan semakin terasah, kayak kemampuan manajerial, public speaking dll deh. Dengan organisasi pula mahasiswa itu semakin didewasakan cara berpikirnya. Jujur, memang sangat berbeda pola pikir dan kedewasaan antara mahasiswa yang aktif di organisasi dengan yang engga. Namun jangan asal aktif, lalu semua organisasi dimasukin. Loe bisa jadi gado-gado. Gak fokus pada salah satu dan akhirnya terlalu sibuk lalu ujung-ujungnya kuliah terbengkalain. So loe mesti fokus, pilih organisasi yang menyalurkan potensimu. Organisasi yang sistemnya matang, AD/ART jelas, visi-misi mantap dan tentunya pilih organisasi yang juga bisa mengantarmu ke syurga-NYA. So, jadi lah mahasiswa yang luar biasa. Jangan terjebak pada segitiga K. Apa kah itu segitiga K ? yakni kampus-kantin-kos. Gak keren banget klo sampai terjebak dalam segitiga tersebut.&lt;br /&gt;Selamat !&lt;br /&gt;Maksimalkan momentum loe saat jadi mahasiswa ini. Persiapkan semuanya dengan matang. Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal dan bersimbah keringat saat latihan lebih baik daripada bersimbah  darah saat perang.&lt;br /&gt;Hidup mahasiswa !&lt;br /&gt;Sekarang loe mahasiswa, so mesti mandiri. Semua pilihan ada di tangan loe. Terserah loe mau milih apa coz loe juga yang merasakan. Hidup adalah pilihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-7659870108978266410?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/7659870108978266410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=7659870108978266410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7659870108978266410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7659870108978266410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/12/welcome-2-campus.html' title='Welcome 2 Campus'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-7569197614171538586</id><published>2010-12-22T22:19:00.001-08:00</published><updated>2010-12-22T22:19:50.342-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sukus dan Tukus</title><content type='html'>Syahdu, menikmati irama-irama sendu yang menemani perjalanan menuju amuntai. Memahat perasaan hingga melembutkan batin. Melukis di beningnya hati. Menari-nari bersama indahnya nalar yang mulai bermesraan di gelombang pemikiran. Dawai-dawai asmara yang saya rasa, semakin menambah romantis perjalanaan itu. Terbayang, jelita dan menarik.&lt;br /&gt;Saat itu, menjadi titik puncak kerinduan yang telah lama saya penjarakan dalam diri. Hijab yang ditarik, kembali membuka hati ini padanya. Subhanallah.&lt;br /&gt;Cinta saya padanya. Ah, tak bisa dikata-katakan lagi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Jujur, ekonomi kembali merayuku. Saat pikiran mulai ku refresh di perjalanan to amuntai. Eh, tiba-tiba rasa kangen itu muncul. Ingin rasanya lagi membelai The Mystery of Capital-nya Hernando de Soto. Bermesraan dengan Wealth of Nation-nya Adam Smith. Rich Dad and Poor Dad-nya Robert. T. Kiyosaki, memeluk FSQ ( Financial Spiritual Qoutien) dan  buku-buku filsafat lain yang telah membuatku dimabuk asmara.&lt;br /&gt;Wahyu, teman SMA-ku “ yed, bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu!”. Terima ksih teman, walau kata-kata itu bukan orisinil darimu. Namun cukup menguatkan langkahku disaat malas. Terima kasih Pa Amat, yang telah menjadi teman diskusi saat SMA. Ketika kita sama-sama membahas ekonomi dari kapitalis, matrealis sampe islamis mulai titik teori sampai penyimpangan-penyimpanan yang saat itu tak bisa kupahami semua.hehe. tapi selamat ! anak-anak binaan bapak bisa jadi juara 1,2 dan 3 dalam olimpiade ekonomi tingkat provinsi. Luar biasa ! sampe gak bagi-bagi sama SMA lain. Heheh&lt;br /&gt;Aku ingin suatu saat nanti, anak-anak IPS bukan jadi anak tiri dibanding jurusan IPA. (walau pun aku IPA). Terima kasih Bu BP yang sudah menjerumuskanku ke IPS Cuma gara-gara menang olimpiade kimia. Jujur aku cinta ekonomi, sayang juga sama matematika, fisika, kimia dan biologi, termasuk sejarah.&lt;br /&gt;Mengapa aku cinta ekonomi? Ini jawabannya. Sedikit logika yang kuambil dari buku Satanic Finance. Pake bahasa sederhana, bahkan terlalu sederhana. Leburan tulisan dari teori-teori rumit bin memusingkan, “kata orang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga. Sebut saja pulau Aya dan pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan aneka sayur-sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu,pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik  air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan local maupun luar pulau.&lt;br /&gt;Selain sebagai symbol peradaban, emas juga berfungsi sebagai alat transaksi. Sejak Saka, sang ketua suku, mencetak koin emas. Maka semua transaksi jual beli yang semua dilakukan dengan barter beralih dan diukur dengan emas. Berdagang pun menjadi lebih mudah dan simple.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, mereka tidak mendewa-dewankan emas sebagai satu-satunya pencapaian. Kehidupan sosiak mereka tampak lebih penting. Ini bisa dilihat  dari cara mereka saling tolong-menolong. (kami didunia setan sangat membenci prilaku ini). Ketika anggota suku perlu membangun rumah baru karena rumah lama tersapu ombak, yang berarti menguras emas simpanannya, anggota-anggota suku lainnya dengan suka-rela meminjamkan emas miliknya. Hebatnya, tanpa charge atau tambahan apapun. “ Dasar manusia bodoh, sudah meminjamkan uang kok tidak mau minta kompensasi,” begitu gerutuan kami.&lt;br /&gt;Kami semakin pusing karena tidak terbatas itu saja, mereka juga bergotong-royong satu sama lain dengan ikhlas. Padahal kami ingin,paling tidak, mereka lakukan itu dengan riya. Pantas lah bila kehidupan mereka meskipun sederhana tapi diliputi semangat kesetiakawanan yang tinggi. Anggota suku terbiasa bahu-membahu mengatasi persoalan bersama. Boleh dikata, mereka hidup rukun dan damai.&lt;br /&gt;Sementara pulau tetangganya, pulau Baya,didiami suku Tukus. Kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani. Mengolah lahan di sawah atau lading dan memelihara ternak. Sebagian lagi yang memiliki keterampilan khusus, memproduksi kerajinan tangan.&lt;br /&gt;Dibandingkan suku Sukus, mereka lebih sederhana. Mereka menggunakan system barter dalam transaksi keseharian. Yang menghasilkan padi menukar berasnya dengan kerajinan tangan atau sebaliknya. Boleh dibilang secara ekonomi, kesejahteraan mereka di bawah suku Sukus. Mereka memang kebanyakan hanya pekerja kasar. Mereka tidak memiliki pusat kota yang indah dan maju seperti halnya Sukus. Sesekali mereka menjual hasil bumi dan handicraft mereka ke suku Sukus. Mereka, apalagi para wanitanya, sangat senang menerima koin emas sebagai jasa dari padi atau kerajinan  tangan yang mereka hasilkan. Meskipun berbeda dalam hal kesejahteraan, ada satu persamaan menonjol di antara Sukus dan Tukus. Mereka sama-sama hidup damai, rukun, dan saling tolong-menolong. Mereka sering bershilaturrahmi dan menjalankan ritual agamanya dengan tenang.&lt;br /&gt;Sampai akhirnya datang tamu istimewa ke sulang buana. Sebagai ku Sukus. Berpenampilan parlente, dua orang asing turun dari kapal yang berlabuh di pulau Aya. Gago dan Sago, begitu mereka mengenalkan diri saat dijamu oleh Saka, pemimpin suku Sukus. Kedua tamu ini disambut dengan suka cita. Saka dan para pembantunya sangat terkesan dengan kisah Gago dan Sago yang mengaku sudah melang buana. Sebagai bukti, kedua orang asing itu lalu memamerkan koin emas asing yang mereka kumpulkan dari berbagai tempat perlawatan.&lt;br /&gt;Satu hal lagi –dan ini yang paling menarik bagi Saka dan punggawanya- adalah kertas yang dinyatakan sebagai uang. Gago dan Sago lalu memperkenalkan bagaimana uang kertas jauh lebih efisien ketimbang emas yang sehari-hari mereka pakai. Itu lah kenapa uang kertas ini sudah dipakai di Negara-negara yang jauh lebih maju disbanding tempat mereka tinggal. Gago dan Sago yang mulai mendapat respon positif semakin bergairah menjelaskan uang kertas ini kepada sang tuan rumah. Lalu, mereka memperkenalkan mesin oencetak uang.&lt;br /&gt;“Gambar anda akan terpampang dalam uang kertas ini,” Gago menunjuk uang kertas sembari menyunggingkan senyum kea rah Saka.&lt;br /&gt;“Benarkah ?” sela Saka berbinar. Dalam hati Saka girang bukan kepalang. Seumur hidupnya, tidak ada orang yang memberikan penghormatan sebagaimana dua tamu istimewanya.&lt;br /&gt;Kami pun membisikkan ke dada Saka, “Hai Saka, kalau uang kertas bergambar dirimu diterbitkan, pasti kamu menjadi manusia terkenal hingga daratan yang pernah disinggahi para tamumu yang luar biasa itu.”&lt;br /&gt;“ Seratus persen Anda akan menjadi orang terkenal!” Sago menimpali sembari mengangkat dua jempol tangannya ke atas. Sago memang agen tulen kami. Tanpa kami bisikan sesuatu, ia sudah tahu apa yang harus diperbuat. Dan pujian itu melambungkan angannya. Ha..ha..ha… pancingan Gago dan Sago mengena. Dua agen kami ini pun semakin antusas meyakinkan suku Sukus bahwa mata uang kertas akan sangat membantu membuat perekonomian mereka efisien.&lt;br /&gt;Dan untuk kepentingan itu, sebuah institusi bernama bank perlu didirikan. Bank akan menyimpan deposit koin emas mereka yang menganggur (idle). Lalu uang deposan ini –sebagai taktik, ya hanya sekedar taktik- bisa dipinjamkan kepada anggota suku lainnya yang memerlukan. Dengan demikian, kesannya semua sumber daya yang ada menjadi optimal karena dialokasikan untuk kegiatan ekonomi produktif.&lt;br /&gt;Suku  Sukus yang terkenal suka membantu, sangat impresif dengan ide itu. Mereka piker, lembaga ini sangat luar biasa karena bisa melanjutkan tradisi mereka untuk membantu orang lain. Jadilah ide itu diamini dan dilanjutkan dengan mendirikan bangunan yang difungsikan sebagai bank yang pertama di pulau Aya.&lt;br /&gt;Upacara pembukaan perdana Bank Aya, sebut aja begitu, sangatmeriah. Orang sepulau tumplek blek jadi satu merayakan hari bersejarah itu. Sebagian besar dari mereka sudah membawa koin-koin emas yang selama ini hanya disimpan di bawah bantal. Setiap satu koin emas yang mereka simpan , merekan mendapatkan ganti uang kertas dengan haminan bila sewaktu-waktu mereka menghendaki, mereka bisa menukarkan kembali uang kertas yang saat itu mereka terima dengan koin emas yang pernah mereka simpan.&lt;br /&gt;Hamper semua anggota suku Sukus menyimpan koin emas mereka di bank Aya. Sejumlah 100.000 lembar uang kertas doserahkan, yang berarti bank Aya –yang dimotori Gago dan Sago- menerima 100.000 koin emas. Tak terasa, akhirnya pemduduk negeri pulau Aya begitu menikmati uang kertas itu. Mereka merasakan dengan menggunakan uang kertas itu, transaksi yang mereka lakukan jauhlebih simple dan nyaman.&lt;br /&gt;Praktis semakin jarang orang yang menggunakan koin emas dalam transaksi sehari-hari. Sampai akhirnya uang kertas menjadi mata uang dominan. Kenapa mereka begitu? Karena selain memudahkan transaksi, mereka juga dengan mudah menukarkan uang kertas mereka dengan  koin emas jika mereka memerlukan. Gago dan Sago sangat menjaga kepercayaan. Setiap kali ada yang mau menukarkan, kali itu juga koin emas diberikan. Demikian seterusnya sehingga lama-lama orang tidak khawatir dengan uang kertas miiknya. Toh kalau mereka mau, mereka bisa menukarkannya sepanjang waktu.&lt;br /&gt;Perkembangan initernyata menjadi berita di mana-mana. Suku Tukus yang mendiami pulau Baya, diam-diam memuji dan ingin sekali praktik yang sama juga diterapkan di pulau mereka. Bayangkan, dari semula melakukan jual-beli dengan cara barter, tiba-tiba ada system supercanggih yang bisa membantu mereka melakukan transaksi dengan sangat mudah dan efisien.&lt;br /&gt;Tak sabar, mereka mengutus duta menemui Gago dan Sago. Mereka minta agar system yang mereka bawa juga bisa diterapkan di pulau Baya. Gago menyanggupi.dia meminta Sago untuk membuka cabang bank Aya di pulau Baya dan mengangkat Sago sebagai manajernya.hanya bedanya, di sini hanya sedikit pendudknya yang memiliki koin emas.&lt;br /&gt;“Anda tidak perlu kecil hati” kata Sago menghibur. “tanpa koin emas pun Anda bisa mengenyam kenikmatan sebagaimana tetangga pulau Anda,” dia bermanis-manis menerangkan. Tentu saja keterangan ini disambut gembira oleh penduduk pulau Baya.&lt;br /&gt;Aha ! Sago betul-betul agen kami yang cemerlang. Otak bulusnya benar-benar tidak menyimpang dari program yang sudah kami tanamkan;keserakahan.&lt;br /&gt;Begitulah. Mulailah Sago membagikan uang kertas. Ada 100 kepala keluarga di pulau itu. Setiap kepala keluarga diberikan 1000 lembar uang. Jadi total uang yang tersirkulasi di pulau itu mencapai 100.000. “karena Anda tidak menyimpan koin emas seperti halnya penduduk pulau seberang, sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan uang yang telah saya bagikan.”&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Sago itu disambut dengan senang. Tepuk tangan riuh membahana. Mea reka bersyukur, sebentar lagi mereka tidak akan sekolot dan seprimitif tempo hari. Namun, kemeriahan itu sempat hening ketika Sago menyela, “Harap diingat. Uang yang saya bagikan tadi tidak gratis. Ini adalah pinjaman. Nanti setelah setahun dari saat ini, anda harus mengembalikan uang ini plus 100 lembar uang tambahan”&lt;br /&gt;“kenapa harus ada tambahan 100? Kenapa tidak mengembalikan sejumlah yang  kami pinjam?” seorang pemuka suku Tukus menyela.&lt;br /&gt;“betul anda memang hanya meminjam 1000. Yang 100 itu adalah untuk membayar jasa yang kami sediakan,” Sago dengan senyum lepas menjelaskan. Penjelasan brilian ! kami turut puas mendengar sago. Meski ada yang mengganjal, penjelasan Sago cukup tepat untuk membungkam naluri kritis warga Tukus. Itu terlihat dari tak surutnya minat warga Tukus untuk mengambil tawaran Sago. Paling tidak, mereka bia merasakan mudahnya transaksi dengan uang kertas. Yang leebih penting,menikmati status sebagai warga dunia baru. Modern dan prestisius.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, dua agen kami itu mulai memainkan kartu truf. Dari pengamatan Gago, di pulau Aya, rata-rata hanya sekitar 10 persen uang kertas yang ditukarkan ke koin emas. Sisanya, 90 persen tetap berada di kotak penyimpanan di bank Aya. Mencermati bahwa uang kertas mereka sudah merajai alat tukar, kami pun tergelak.&lt;br /&gt;“hai Gago, kena tidak kau cetak uang lagi ? bukankah hanya sedikit dari mereka yang menukarkan uang kertasnya dengan koin emas ? bukankah kau bisa meraup untung luar biasa dengan cara ini? Ayolah kawan, tunjukkan otak cerdasmu, “begitu kami tak henti menggelitiki Gago.&lt;br /&gt;Dan benar, Gago memang agen kamiyang jempolan. Ia lalu mencetak uang kertas lebih banyak. Tidak tanggung-tanggung hingga 900.000. dalam kalkulasinya, jumlah ini, ditambah jumlah uang kertas yang telah dibagikan sebelumnya, totalnya 1.000.000. kalau ada orang yang datang hendak menukarkan uang kertas ini, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah hanya 10 persen saja. Nah, kalau ini yang terjadi, bukankah ia menyimpan 100.000 koin emas, yang tidak lain adalah koin yang terlah disetor oleh seluruh penduduk Sukus? Kalau hitung-hitungan pahit itu benar-benar terjadi, bukankah cadangan koin emas yang diperlukan sudah cukup ?&lt;br /&gt;Fantastic ! creating money from nothing ! menciptakan uang dari kekosongan. Hanya orang-orang seperti Gago, kawan kami, yang bisa. Begitulah. Akal bulus Gago bergerak. Ia pinjamkan 900.000 uang kertas yang baru dicetaknya kepada warga Sukus yang memerlukan. Kalau di pulau Baya, Sago mengutip tambahan ekstra sebesar 10 persen dari pokok, nah Gago meningkatkan kutipan hingga 15 persen. Artinya kalu seseorang meminjam 1000 lembar uang kertas, di akhir tahun ia harus mengmbalikan 1150 uang kertas, di mana 150-nya adalah charge dari layanan yang diberikan.&lt;br /&gt;Hari pun berganti. Bulan begitu cepat. Tak terasa setahun pun lewat. Apa yang terjadi dengan suku Tukus dan Sukus? Pelan tapi pasti, penduduk pulau aya merasakan harga-harga kebutuhan barang dan jasa mereka naik. Mereka tidak tahu apa penyebabnya. Banyak di antara orang yang meminjam uang dari Gago itu mengalami gagal bayar. Mereka bukan orang pemalas atau penganggur. Tapi meski telah bekerja keras, mereka msih kesulitasn melunasi utang berikut bunganya. Dan mereka memang tidak akan pernah bisa. Bahkan ketika mereka menjadikan 24 jam untuk bekerja. Lihat lah, uang yabg dipinjamkan 900.000 bila ditambah buga 15 persen, berarti senilai 135.000 atau jumlah otal mencapai 1.135.000. padahal, jumlah uang yang beredar hanya 1.000.000 (100.000 diberikan sebagai ganti 100.000 keping koin emas, ditambah uang baru 900.000 yang dicetak Gago).&lt;br /&gt;Dan inilah panen raya yang kami tunggu. Kesuksesan Gago dan Sago. Kami sebut begitu, karena system yang dikenalkan dua agen top kami itu lah yang pertamakali mengubah watak bisnis kekeluargaan menjadi bisnis indibidual kompetitif. Kehidupan social mereka yang harmonis, penuh toleransi dan tolong-menolong, perlahan luntur. Masing-masing kepala –apalagi yang berhutang- harus bekerja keras demi mengejar uang untuk melunasi kewajibannya. Sehingga, katika ada ombak besar yang menyapu sebagian rumah penduduk, kebiasaan mereka untuk saling bantu luntur. Prinsip saling membantu berubah menjadi time is money. Membantu orang boleh, tapi harus ada kompensasi;uang. Sisi kehidupan social yang akrab perlahan berubah individual. Masing-masing mulai terbebani untuk berusaha keras demi kepentingan masing-masing. Sungguh perubahan yang sulit kami capai sendiri, bila tanpa dua kaki tangan kami si Gago dan Sago.&lt;br /&gt;Hal yang sama pun dialami oleh suku Tukus. Awalnya mereka tidak menyadari. Namun, lambat laun mereka merasakan perubahan. Kebutuhan pokok yang dulunya cukup ditukar dengan barang kerajinan atau sebaliknya, kini mulai sedikit bermasalah. Mereka tidak tahu kenapa tanpa terasa, dengan berlalunya waktu, harga-harga terus merambat naik. Padahal, mereka telah membanting tulang dan bekerja lebih keras. Kerjasama antar yang semula menjadi tradisi, lama-kelamaan juga mulai luntur.mereka menjadi egois, diburu kebutuhan masing-masing. Toh diakhir tahun tidak semua bisa membayar kewajibannya. Seperti dialami suku Sukus, suku Tukus pun anggotanya banyak yang default alias gagl bayar.&lt;br /&gt;Melihat perkembangan ini, kami di dunia setan pun bersuka-ria. Betapa tidak, di mana kerakusan menjadi idiologi, di situ lah singgasana kami dibangun. Karena itu, kami pun semakin rajin membisiki Gago dan Sago untuk tidak hanya berhenti di sini saja.&lt;br /&gt;Gago dan Sago memang sangat impresif, mereka adalah ciptaan jenius. Terbukti ketika mereka melancarkan dua trik lanjutan untuk memanangkan keadaan. Kepada para penunggak sebagian ada yang dipaksa membayar. Caranya, dengan menyita harta benda mereka. Rumah, sawah, ternak, dan maupun harta benda lainnya pun segera berpindah tuan. Sementara penunggak yang mempunyai hubungan baik dengan Sago dan Gago diberi kesempatan untuk memperpanjang masa angsura. Kebetulan Taka, pimpinan suku Tukus, salah seorang diantara penunggak. Maka atas nama “kebaikan hati” Sago bukan saja memberikan tambahan waktu menggangsur utang, tapi juga memberikan tambahan utang baru. Kenapa ? dia beralasan utang ini biar bisa dipakai untuk melancarkan kegiatan produktifnya. Namun alih-alih bisa membayar periode berikutnya, Taka kembali tak bisa melunasi utangnya.&lt;br /&gt;Malu karena tak bisa membayar kewajibannya, Taka menarik diri dan menghindaru bertemu dengan Sago. Ia mulai kehilangan kepercayaan diri. Kewibawaannya sebagai kepala sukuTukus berbalik ke titik nadir. Sementara, Sago yang semula berlagak membantu, kini tinggal melakukan eksekusi. Ia semakin kaya. Ia pun berubah layaknya tuan besar. Ha..ha…ha… &lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun berselang, Gago dan Sago yang semula datang ke Aya dan Baya dengan modal mesin pencetak uang, kini telah menjadi pemilik hamper semua kekayaan di dua pulau tersebut. Mereka menguasai ekonomi dan property. Lambat laun, dengan uang, mereka pun beroleh kekuasaan baru; menguasai politik negeri itu.&lt;br /&gt;Sementara masyarakat dua pulau itu tinggalah sebagai pekerja kasar. Kemiskinan tiba-tiba menjadi endemic yang terus menyebar cepat. Mereka bekerja keras, untuk hasil yang sedikit. Mereka kehilangan waktu untuk saudara dan tetangga. Mereka semakin jarang melakukan upacara keagamaan. Labih parah lagi, mereka semakin tidak perhatian satu sama lain.&lt;br /&gt;Kejahatan yang semula hanyalah cerita yang sering mereka dengar dari negeri antah berantah, kini menghampiri; marak di depan hidung mereka sendiri. Karena tidak bisa bayar utang, mereka mengorbankan anak dan bahkan istrinya untuk diperbudak. Prostitusi yang semula begitu tabu bagi mereka, seperti menjadi budaya baru. Semua budaya yang datang dari Gago dan Sago, dianggap superior. Budaya local punlambat laun punah. Gago dan Sago telah menguasai semua, tak ada yang tersisa; ekonomi, budaya, kekuasaan dan keadilan yang bisa mereka beli melalui uang.&lt;br /&gt;Namun ini bukan akhir dari petualangan mereka. Masih banyak pulau-pulau lain yang perlu “dimodernkan”.&lt;br /&gt;Namun mereka akhir-akhir ini ketakutan. Ada segolongan orang minoritas yang dengan berani mengatakan “ mari kita terapkan Qur’an dan Sunnah di seluruh sendi kehidupan”. Mereka yang meneriakkan itu adalah orang-orang yang sudah paham dengan sepak terjang Gago dan Sago, serta anak buahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-7569197614171538586?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/7569197614171538586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=7569197614171538586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7569197614171538586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7569197614171538586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/12/kisah-sukus-dan-tukus.html' title='Kisah Sukus dan Tukus'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-2756892952173207382</id><published>2010-01-29T05:14:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T05:35:08.709-08:00</updated><title type='text'>Tips Asyik Untuk Loe yang Ingin Pacaran; Revolusi Cintamu !</title><content type='html'>antum and antunna, ane yakin pasti sudah paham plus ngangguk-ngangguk kan siapa aja yang semestinya menjadi tampat singgahnya cinta itu. Ya memang sih itu adalah statement aksiomatik (kebenaran pasti) yang merupakan suatu prinsip yang ideal. Tapi faktanya di lapangan ? coba kita tanya pada rumput yang bergoyang (emang rumput bisa ngomong.hehe). faktanya sungguh menyayat hati.  Banyak cinta yang ternoda dan terwarnai oleh nafsu yang bersusun rapi, hingga cinta suci itu tak punya tujuan hakiki dan akhirnya mati terlelap di lautan dosa.&lt;br /&gt;Cinta-cinta yang ternodai nafsu tadi teraktualisasi oleh aktivitas yang seakan-akan resmi dalam system birokrasi pemikiran masyarakat modern (dianggap wajar gitu), yang teraktualisasi dengan pacaran. Memang sih sangat aneh ketika kita yang seorang muslim ini melihat perkembangan frekuensi pacaran teman-teman kita saat ini. Jangan kan siswa SMP, siswa SD kelas satu aja sudah ada yang “polipacaran” (selingkuh saat pacaran gitu). Gue ga asal ngomong, gue dapat informasi itu saat melakukan penyuluhan kesehatan usia dini  (biasa anak kedokteran pengen ngomong.hehehe) di salah satu sekolah dasar di kecamatan Bincau, kabupaten Banjar.maaf, SD dan nama tokoh dirahasiakan.hehe&lt;br /&gt;Nah, ga usah capek-capek deh gue mengungkap fakta tentang pacaran yang memang sangat merusak mental dan akhlak para pemuda islam. Kalau gue analogikan, pacaran itu efeknya lebih parah dari pada morfin. Karena banyak pecandunya yang ga hanya mabuk, tapi banyak pula yang sampai putus saraf kesadarannya Cuma gara-gara pacaran. Bahkan banyak yang bunuh diri Cuma karena pacar.tragis memang, tapi itu lah faktanya. Ketika gue lihat-lihat hasil penelitian kedokteran, ternyata pacaran termasuk sumber utama yang menyebabkan stress berat. Cari sendiri jurnalnya ya.&lt;br /&gt;Nih ada sedikit ramuan kata-kata yang insyaALLAH mampu menjadi pembakar semangat agar tumbuh kekebalan terhadap virus-virus pacaran, intinya bisa menjadi penguat imunitas terhadap pacaran. Sengaja pula gue rangkai faktanya yang rasional dulu, biar loe ngerti dan biar loe paham. Dalilnya sengaja gak gue tulis karena gue tahu kalau loe semua sudah hafal “ DAN JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA;(ZINA) ITU SUNGGUH SUATU PERBUATAN KEJI DAN SUATU JALAN YANG BURUK !!! (Q.S al’isra,32)”, tapi terlalu banyak yang menganggap remeh dalil tersebut. So gue kasih aja logikanya biar nyangkut.&lt;br /&gt;. Okey. Loe pasti pernah disuntikkan??? Sakit ??? ya iya lah. Tapi efeknya itu lho, kan sangat bermanfaat bagi si sakit. Nah gue rasa tips gue ini ya kayak mekanisme injeksi itu. Pasti sakit di awalnya karena memang kebenaran itu bertolak belakang dengan nafsu, tapi loe bakal dapat manfaat jangka panjang. Mau ???  yang mau angkat tangan ya !!! mantap, semua sudah pada angkat tangan.&lt;br /&gt;1. Untukmu yang benar-benar pengen pacaran. Laa tahzan, walau rasa cintamu aku yakin sudah mau menumpahkan segala isi hati pada si dia. Tenang  dan berpikirlah dengan matang karena sekali pacaran kau akan kehilangan jati dirimu. Gini filosofisnya, ibarat piring; ketika masih jomblo yang jomblonya itu karena menjalankan perintah dari ALLAH ‘azza wa jalla, kamu ibarat piring putih yang bersih dan bening.Kau bisa menjadi cerminan bagi orang lain untnk mengoreksi diri. Berbeda ketika kau menuruti nafsumu dan berpacaran , piring itu akan pecah. Lama-kelamaan akhirnya kau sadar bahwa pacaran itu hanya buang waktu, merusak keimanan, menurunkan prestasi dan menguras kantong tentunya (hehehe pengalaman bangetz. Enggak sebenarnya. Ini pengalaman teman gue yang gue rampok.). Lalu kau putus dengan pacarmu, ibaratnya kau menyusun lagi pecahan-pecahan piring dari jati dirimu. Sebaik apapun kau menyusunnya. Camkanlah, piring itu tidak akan sama dengan piring sebelumnya karena goresan itu pasti ada.  Dan wajah orang akan terlihat hancur ketika berkaca denganmu. Bagi pring-piring yang belum pecah, pertahankan sampai kau menemukan cinta yang halal. Bagi yang sudah pecah, jangan berputus asa dari rahmat ALLAH. Segera perbaiki diri !!!  putuskan saja pacarmu.&lt;br /&gt;2. Bagimu yang selangkah lagi menjadi pacar orang. Tanyakan pada dirimu. Setelah pacaran nanti kau pasti memulai hubungan cinta yang kau rasa adalah hubungan cinta yang suci dan penuh keikhlasan. Hubungan itu terus berlanjut. Malam kau lewati dengan membayangkan indah wajah si dia. Pagi kau nikmati bersama beningnya cinta si dia. Siang pun kau lalui dengan segarnya senyuman si dia. Kau berpikir begitu indah kisah pacaranmu. Akhirnya hubungan kalian mencapai titik pucaknya dan cinta itu sudah dalam titik tertingginya. Nikah lah sepasang orang yang berpacaran tadi. Masalahnya adalah, ketika pacaran menjadi awal hubungan dan nikah menjadi puncak dari hubungan tadi. Maka hubungan cinta mereka setelah nikah apa yang akan terjadi ? apakah ada puncak kedua setelah puncak pertama??? Tidak saudaraku. Setelah puncak, yang ada hanya keadaan menurun. Itu sunatullah bro. kalau gak percaya loe naik aja ke gedung dan berdirilah di puncaknya. Apa ada lagi bagian yang lebih tinggi dari puncak gedung tadi. Nah gitu, jangan pacaran agar hubungan cintamu dimulai setelah menikah. Nikmati lah setiap kenaikan hubungan cintamu dengan halal. Pokoknya rugi berat bagi yang pacaran.*gedubraks… ada yang pingsan gara-gara baru sadar.hehehe&lt;br /&gt;3. Untukmu yang udah nggak nahan untuk nembak si dia.. pikir matang-matang lagi deh. Mumpung belum terjadi. Ketika kau berpacaran dengan si dia, tidak ada yang bisa memberi jaminan dia bisa menjadi pasangan hidupmu. Bisa saja kan kau memutuskannya ??? mungkin karena ada orang lain yang memikat cintamu atau kau diputusin si dia, heheh kasian banget sih loe.  Itu adalah kemungkinan yang pasti ada dalam kisah orang berpacaran. Ketika kau memutusi pacarmu itu, pastinya si dia bakalan sakit hati dan marah besar. Terus untuk mengobati sakit hatinya itu sekaligus untuk melampiaskan kemarahannya si dia bakalan nyari pasangan baru untuk membuatmu sakit  hati juga. Terus aku yakin kau ga bakalan tinggal diam. Tentu aja logikanya loe bakalan nyari pasangan baru pula untuk melampiaskan cintamu yang sudah buta.  Sistematikanya tentu hal itu selalu terjadi menjadi sebuah proses yang kuntinyu (simultan). Ketika kau sudah menikah, aku yakin kau akan melakukan benchmark (perbandingan) antara istrimu dan mantan-mantanmu. Sehingga ketika kau berpendapat istrimu “sudah” tidak cocok denganmu, kau akan sangat mudah mencari orang yang kau rasa cocok denganmu karena kau sudah punya pengalaman berhubungan dengan mantan-mantanmu. Pokoknya pacaran itu menyebabkan seseorang mudah membandingkan pasangannya dengan pasangan sebelumnya. Setelah nikah dan ketika  ketidakcocokan datang, bukannya meminimalisirnya, kau yang pernah pacaran aku yakin bakalan berpikir untuk cerai dan kembali dengan mantanmu yang kau rasa lebih cocok. Hiiiiiyyy.&lt;br /&gt; Jujur, coretan-coretan gak jelas ini gue yakin bakal mengguncang dunia. Walau sebenarnya belum selesai…. Coz gue banyak kegiatan.&lt;br /&gt;Rencananya gue ingin tahu pendapat kalian tentang coretan ini…. Bantu aku mematahkan pacaranisme yang sudah menginfeksi otak-otak para pejuang islam. Apa lagi ya argumen rasional untuk mematahkan teori romantisme pacaran ??? &lt;br /&gt;Dari amuntai ke banjarbaru gue banyak ngedenger nasyid. Dan statement ini yang paling ane ingat : BANGKITLAH SEGERA WAHAI PEMUDA, JANGAN TERLALAIKAN OLEH BUAI DUNIA. DI SANA ADA NEGERI ISLAM TERLUKA. SADARKAH JIWAMU UNTUK MEMBELA???&lt;br /&gt;Dicoret-coret dalam lelahnya perjuangan untuk membuktikan umat islam adalah umat produktif dan prestatif. GUE TUNGGU TULISANMU !!!&lt;br /&gt;KETIKA PARA SYUHADA BERJUANG DENGAN TAJAMNYA PEDANG&lt;br /&gt;PARA ULAMA DENGAN GORESAN PENA&lt;br /&gt;KINI KITA DENGAN LENTURNYA KEYBOARD  DAN LANTANGNYA TERIAKAN….&lt;br /&gt;Sumber; http//:zayedisme.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-2756892952173207382?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/2756892952173207382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=2756892952173207382' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2756892952173207382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2756892952173207382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/01/tips-asyik-untuk-loe-yang-ingin-pacaran.html' title='Tips Asyik Untuk Loe yang Ingin Pacaran; Revolusi Cintamu !'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4965290120063548403</id><published>2010-01-29T05:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T05:14:05.997-08:00</updated><title type='text'>Ahamiyatud Da'wah; Revolusi Otakmu !!!</title><content type='html'>Sebuah roket percobaan yang Cuma sekedar bacaan santai untuk merefresh cerebrum para pejuang islam. Bukan untuk menasehati kalian semua tentang fondasi substansial da’wah itu, tapi ini Cuma sekedar otokritik bagi diriku sendiri karena aku sadar ilmu ku hanya sebesar inti atom yang sudah pecah menjadi sejuta bagian. Pahami ini sebelum teriakanmu menggetarkan musuh, ingatlah ini sebelum selebaran-selebaran gelapmu memecah kekakuan perjuangan dan sebelum politisasi strategi kau susun untuk menegakkan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui pentingnya Fiqh Da'wah bagi para aktifis, maka kita harus memahami dulu apa itu fiqh da'wah, mustahil kita bisa memahami seberapa besar pentingnya sesuatu, sebelum kita mengenali apa sesuatu itu. Selain itu, da'wah bukan hanya tugas mereka yng bersorban, kita-kita yang masih anak kencur bin dangkal ilmunya ini pun mesti berda'wah sesuai kemampuan kita. Yah minimal tempel-tempel selebaran atau dengan note ini. Semoga setiap untaian huruf ini dibaluti keikhlasan dan kerendahan hati. Selamat menyelam di lautan ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta'rif Fiqh Da'wah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqh Da'wah ( ) terdiri dari dua kata fiqh dan da'wah.&lt;br /&gt;1. Fiqh Faqaha - Yafqahu - Faqhan artinya al fahmu, memahami, mengerti, pengertian ini lebih tinggi dari alima, yang berarti mengetahui.&lt;br /&gt;2. Da'wah Da'a - Yad'u - Da'watan artinya menyeru, mendorong, memanggil, memohon dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bebarapa mafahim terhadap kata Da'wah ini :&lt;br /&gt;1. Mafahim Lughatan (bahasa).&lt;br /&gt;a. Da'a , Da'a ahmadun ilaa aminah, artinya memanggil, mengajak.&lt;br /&gt;b. Ad Du'a, Ad Du'a ila syai'in, artinya menyeru , mendorong.&lt;br /&gt;Pengertian ini mencakup yang haq maupun yang bathil:&lt;br /&gt;• Q.S. Yusuf : 33&lt;br /&gt;" Wahai Tuhanku penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka.."&lt;br /&gt;• Q.S. Al Mu'min : 41&lt;br /&gt;"Hai kaumku, bagaimana kamu ini, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mafahim Istilah&lt;br /&gt;Da'wah, artinya sebuah aktifitas yang berusaha untuk mengajak atau menyeru manusia dengan perkataan dan perbuatan kepada Islam, untuk menerapkan manhajnya, meyakini aqidahnya dan melaksanakan syariatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mafahim Harokiyah&lt;br /&gt;Da'wah, Sebuah upaya yang tertata rapi, dengan manhaj yang rabbani, langkah-langkah yang terprogram, kaedah-kaedah jelas dan bisa menuntun dan target-target yang terukur serta menyiapkan sarana-sarana untuk merealisasikannya. Kaedah-kaedah ini harus jelas sehingga dapat difahami oleh para cendikia maupun orang awam untuk diaplikasikan sesuai tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa ta'rif tersebut dapat disimpulkan bahwa terapan fiqh da'wah secara global tersimpul dalam Q.S. An Nahl : 125 dan Q.S. Fushilat 33-35.&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy mengatakan, "Allah Swt telah menjadikan Maratibud Da'wah (prioritas/tahapan da'wah) sesuai dengan Maratibul Khalqi (tingkatan Mad'uw). Seseorang yang mau menerima Al Qur'an dan tidak maenentang kebenarannya, kita da'wahi dengan Hikmah. Dan bagi orang yang menerima da'wah namun masih sering lalai maka kita da'wahi dengan Mau'idzah Hasanah yakni, perintah dan larangan yang disertai targhib wa tarhib. Adapun orang yang tidak percaya dan cenderung menentang, mereka kita ajak berdebat dengan cara yang baik. Sehingga Manhaj Da'wah itu meliputi fikrah dan terget serta sarana untuk merealisasi target dan ushlub da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu seorang da'i harus memahami ke arah mana kita akan mengajak manusia dan bagaimana cara mengajaknya, apa sarana yang diperlukan, hingga jalan da'wah itu terasa mudah bagi orang yang melaluinya, tidak kabur rutenya dan tidak pula menyesatkan atau menggelincirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita baru bisa menyimpulkan bahwa memahami Fiqh Da'wah merupakan sebuah keniscayaan bagi para aktivis da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bebarapa alasan mengapa Fiqh Da'wah itu sangat penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena Da'wah adalah amanah dan kewajiban yang berat.&lt;br /&gt;Nasib akhir perjalanan manusia seluruhnya baik dunia maupun akhirat tergantung kepada Rasul dan para pengikutnya (da'i ), serta berdasarkan sejauh mana mereka melakukan tabligh kepada manusia, sehingga manusia akan memperoleh kebahagiaan atau kesengsaraan didunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Sehingga para Rasul merasakan betapa besar tugas yang dibebankan kepada mereka, sampai-sampai Rasulullah Saw menangis ketika membaca Q.S bahwa Rasul akan menjadi saksi atas seluruh manusia.&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.. (Al Muzamil: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena da'wah itu perkataan yang berat maka ia memerlukan pengkondisian dan persiapan serta bekal yang cukup agar perjalanannya senantiasa diridhai Allah.&lt;br /&gt;( Q.S. Al Muzammil : 2-4 ) (Bekal Da'wah dan Da'i nya Bahasan tersendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da'wah adalah permasalahan yang besar dan agung, karena ia menentukan nasib masusia. Permasalahannya, apakah ia sudah di tunaikan sehingga risalah Islam itu sampai kepada manusia yang kemudian akan menerangi hatinya?, membuatnya bahagia di dunia dan akhirat?, sehingga apabila manusia mengabaikan risalah itu tidak ada lagi hujjah dihadapan Rabb-nya bahwa Islam tidak sampai kepadanya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah amanah besar yang dibebankan kepada Rasul dan pengikutnya. Para rasul telah menunaikannya, menyampaikan risalahnya kepada segenap manusia, tidak hanya dengan lesannya tapi juga dengan qudwah yang tergambar dalam perbuatan dan jihadnya. Bahkan untuk mengatasi berbagai hambatan dan rintangan, Rasul SAW diberikan kekuatan. "Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan ketaatan itu benar-benar hanya milik Allah… " (Al Baqarah : 193).&lt;br /&gt;Kemudian kewajiban ini dibebankan kepada generasi ke generasi secara estafeta. Tidak ada yang terlepas dari kewajiban ini yakni Iqamatu hujatillahi dan menyelamatkan manusia dari adzab akhirat dan kehinaan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutb mengatakan, " Barang siapa menganggap ringan kewajiban da'wah ini, padahal ia sanggup mematahkan punggung dan membuat orang gemetar, maka ia tidak akan mampu melaksanakan secara kontinue kecuali atas pertolongan-Nya, dan tak kan bisa tsabat kecuali dengan keikhlasan pada-Nya. Karena orang yang berada di jalan ini siangnya shaum dan malamnya qiyam, ucapannya penuh dzikir, hidup matinya untuk Allah Rabbul 'alamin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Da'wah adalah kewajiban syar'i&lt;br /&gt;a. Q.S. An Nahl : 125&lt;br /&gt;b. Q.S. Ali Imran : 104&lt;br /&gt;"Dan hendaklah ada diantara kamu sekelompok orang yang…. "&lt;br /&gt;Jum'ah Amin Abdul Aziz dalam Ad Da'wah Qawaid wa Usshul mengatakan "Ayat ini menunjukkan bahwa da'wah adalah fardhu kifayah, dan bila sudah ada sekelompok orang yang melaksanakan maka ia menjadi fardhu a'in bagi kelompok tersebut, sebagai mana kewajiban itu gugur bagi yang lain. Namun apabila para da'i masih sedikit dan kemungkaran merajalela seperti sekarang ini, maka da'wah menjadi fardu 'ain sesuai dengan kemampuannya".&lt;br /&gt;c. Q.S. Al Baqarah : 159-160&lt;br /&gt;"Sesngguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan yg jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilakanti Allah dan semua makhluk yang bisa melaknat. Kecuali mereka bertaubat dan mengadakan perbaikan serta menerangkan kebenaran, maka terhadap mereka itu Aku akan menerima taubatnya, dan Akulah yang Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang".&lt;br /&gt;d. "Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnyaamat buruk apa yang mereka kerjakan itu". (Q.S. Al Maidah : 63)&lt;br /&gt;Ibnu Jarir Ath Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa ia berkata: " Tidak ada dalam Al Qur'an suatu ayat yang paling keras dalam mengolok-olok kecuali ayat ini".&lt;br /&gt;e. Q.S. Al Ashr : 1-3&lt;br /&gt;f. Q.S. Ali Imran : 110 (Tentang karakteristik ummat terbaik)&lt;br /&gt;g. Dalam HR Muslim Rasul Saw bersabda, yang intinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai hujah ini semuanya menunjukkan betapa da'wah ini merupakan kewajiban setiap muslim (tabligh). Dan untuk menunaikan suatu kewajiban, diperlukan ilmu, pemahaman aterhadap kaedah-kaedah, manhaj, uslub dan qudwah dalam aplikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Da'wah adalah Nikmat yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam (hidayah) adalah nikmat yang paling besar, karena ia merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan hakiki yaitu syurga. (lihat Tarbawi Edisi 11 tahun II hal 6-11).&lt;br /&gt;Hanya dengan da'wah, Islam bisa disebarkan kepada seluruh manusia sehingga nikamt itu akan bisa dirasakan juga oleh segenap makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Da'wah bisa menghindarkan adzab masal&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits riwayat Imam Thurmudzi rasul Saw bersabda yang ma'nanya: "Demi yang diriku dalam kekuasaannya, hendaknya kalian itu berbuat dan mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, kalau tidak maka Allah akan mengirim suatu bencana, kemudian kalian memohon untuk dilepaskan dari bencana itu, tapi Allah tidak mengabulkannya" (HR. Thurmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi bin Hatim Meriwayatkan dari Yahya bin Ya'mar, ia berkata,"Ketika Ali bin Abi Thalib berkutbah beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya ummat sebelum kalian hancur disebabkan mereka berbuat maksiat, dan mereka tidak dilarang oleh orang-orang alim (pendeta) mereka, maka ketika mereka terus asyik dengan maksiatnya mereka ditimpa oleh siksa. Maka dari itu perintahkan mereka untuk berbuat ma'ruf dan cegahlah mereka berbuat munkar sebelum turun kepada kalian adzab sebagaimana yang pernah turun kepada mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Da'wah adalah Kebutuhan Sosial&lt;br /&gt;Mengapa da'wah merupakan kebutuhan soaisl:&lt;br /&gt;a. Manusia memerlukan orang yang menjelaskan perintah dan larangan Allah, sehingga mereka tidak akan disiksa sebelum peringatan itu sampai kepada mereka.&lt;br /&gt;• Q.S. Yasin : 6&lt;br /&gt;"Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, sehingga mereka lalai".&lt;br /&gt;• Q.S. Al Isra' : 15&lt;br /&gt;"Dan 3Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang Rasul…"&lt;br /&gt;Sehingga merupakan suatu keharusan untuk menda'wahi manusia agar orang yang binasa itu binasa dengan keterangan yang nyata, dan agar orang yang hidup, hidupnya dengan keterangan yang nyata juga," (Q.S. Al Anfal : 42).&lt;br /&gt;b. Karena kehidupan kita diwarnai dengan kerusakan dan maksiat, bahkan para ahli kemaksiatan itu menda'wahkannya kepada segenap manusia.&lt;br /&gt;"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir seperti mereka telah menjadi kafir, lalu kamu sama dengan mereka… " (Q.S. An Nisa' : 89)&lt;br /&gt;"Orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, sebagian mereka sama dengan sebagian yang lain, menyuruh kepada yang munkar dan mecegah dari yang ma'ruf…" (Q.S. At Taubah : 67).&lt;br /&gt;c. Dengan da'wah kehidupan masyarakat akan menjadi harmonis.&lt;br /&gt;Dengan disebarkannya nilai-nilei Islam (kebenaran), masyarakat akan menjadi tahu mana yang akan merusak dan mana yang akan menjadi maslahat. Masyarakat akan menjadi alat kontrol yang efektif aterhadap pembesarnya, pengusanya, aghniya'-nya dan bahkan ulama-ulama'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Saw bersabda:&lt;br /&gt;" Apabila kalian melihat ummatku merasa takut kepada aorang yang zalim untuk mengatakan kepadanya " Hai orang yang zalim !."berarti ummat itu telah memberi persetujuan" (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Da'wah adalah jalan para Nabi dan Rasul (Jalan yang mulia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da'wah adalah tugas utama para Nabi dan rasul dan sekaligus jalanya, apalagi Rasul Saw seluruh hidup beliu adalah untuk da'wah.&lt;br /&gt;"Wahai Nabi.., sesungguhnya Rabb-mu mengutusmu untuk menjadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi" (Q.S. Al Ahzab : 45-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da'wah juga merupakan tugas yang mulia karena kalimat yang diserukan adalah kalimat yang mulia.&lt;br /&gt;"Dan siapakan yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepadsa Allah dan mengerjakan amal shaleh seraya berkata " Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri". ( Q.S. Fushilat : 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Bersabda:&lt;br /&gt;"Barang siapa yang menunjuki kearah kebaikan maka ia berhak memperoleh pahala seperti pahala yang melakukannya". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;"Demi Allah jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu, maka itu lebih baik dari unta merah". (HR. Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi hingga semut yang ada dalam lubangnya dan ikan-ikan yang ada di laut, semuanya bershalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia" (HR. Thurmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para da'i, meski anda telah menempuh jalan mulia, jalan para nabi dan Rasul, membawa kalimat yang agung, dan memberikan andil untuk menyelamatkan manusia dari siksa dunia dan akhirat, serta menegakkan dan meninggikan kalimatullah. Namun jangan buru-buru untuk berbangga hati dan berbahagia, karena nilai seorang hamba tidak diukur dari seberapa banyak yang ia kumpulkan, tapi sejauh mana ridha Allah, karunia dan Rahmat-nya bisa diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Katakanlah: " Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaknya ia bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (Q.S. Yunus : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan, sekali lagi hanya keikhlasan yang akan membawa kepada karunia rahmat dan ridho Allah, untuk itu sertakanlah dalam setiap amal kita nilai Keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan dari dauroh murabbi…&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4965290120063548403?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4965290120063548403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4965290120063548403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4965290120063548403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4965290120063548403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/01/ahamiyatud-dawah-revolusi-otakmu.html' title='Ahamiyatud Da&apos;wah; Revolusi Otakmu !!!'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3086882781764329485</id><published>2010-01-26T02:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T02:22:10.267-08:00</updated><title type='text'>Bantu Aku Merevolusi Diri !!!</title><content type='html'>Cantik, Bantu Kami menjaga Pandangan&lt;br /&gt;Akhirnya kata-kata yang selalu ada dan telah lama terpendam di palung hati ini terucap sudah. Pedih dan sakit telah lama ane rasa, ya akhirnya ternyata  mencapai titik puncaknya juga. Setiap langkah ane menuju kampus untuk menuntut ilmu. Memang diawali dengan hati yang tenang dan penuh semangat lillah. Namun, ketika sudah memasuki jalan-jalan yang membelah kota ini. Mengapa kalian para ukhty dengan bangganya menampakkan sesuatu yang sangat mengganggu mata hati ini dan mencincang dengan paksa iman yang telah mati-matian ane jaga.&lt;br /&gt;Jangan lah kalian buka aurat-aurat yang semestinya hanya di lihat oleh suami-suami kalian. Kasihani lah kami saudariku, mata yang sudah penuh dosa ini jangan lah engkau tambah parah dengan  penampilanmu yang selalu menjadi magnet mata-mata yang lemah iman ini. Oke, ane mungkin gak akan pernah merasa seberapa panas ketika kalian memakai jilbab yang lebar lagi tebal, ditambah kaos kaki yang menutup kaki-kaki kalian. Tapi, yakin lah panas karena itu akan sangat lebih baik dari pada panasnya jilatan neraka, apalagi neraka jahannam.&lt;br /&gt;“ Katakan lah kepada laki-laki yang beriman, hendak lah mereka menahan sebagian pandangannya dan hendak lah mereka jaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya ALLAH Maha mengetahui apa yang mereka perbuat” (TQS. An-nur:30)&lt;br /&gt;Sabda Baginda Muhammad SAW“ Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya...(dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surge tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutup seluruh badan. Kata ummu salma al-atsariyah&lt;br /&gt;Ane pun sadar kalian juga ingin terlihat modis dan cantik. Tapi yakin lah dengan jilbab dan jubah itu kalian akan terlihat cantik. Yang pasti terlihat cantik dari mata-mata yang bertaqwa. Bukan kecantikan yang dipatok standar dari mereka-mereka yang hidung belang.  Maaf jika analogi terkesan terlalu kasar. Antunna pasti sudah bisa membandingkan seberapa jauh beda harga dan perlakuan barang yang dijual dengan kemasan tertutup rapi  dengan barang yang terkemas seadaannya, meskipun barangnya sama. Begitu pula barang yang diletakkan di dalam toko dengan barang yang d pajang di emperan jalan.&lt;br /&gt;Afwan ukhty, lihat saja barang yang ada di emperan jalan, apa lagi yang sudah terbuka. Berapa banyak tangan-tangan yang sengaja mencicipi nya  , kalau untuk membeli sih itu baik. Tapi realitasnya kan orang yang mencicipi itu ingin mencari yang paling manis. Jangan sampai terlalu banyak “segel” yang dibuka, namun ditinggal kan begitu saja tanpa ada barang yang dibeli dengan serius. Belum lagi lalat-lalat kecil yang menggerogoti barang tersebut dan ditambah parah dengan debu-debu jalanan yang mengotori barang itu. Kasihan sekali barang itu, sudah di dunia melarat, eh. Di akhirat terkena laknat lagi. Jangan sampai deh hal itu terjadi Cuma gara-gara ga dapat ilmu.&lt;br /&gt;Berbeda dengan barang-barang yang tertutup rapi, letaknya di dalam toko lagi. Yang pasti akan dibeli dengan harga mahal dan mampu menghasilkan kebermanfaatan yang luar biasa bagi yang membelinya. Apalagi bagi mereka yang  pernah melihat barang yang sama namun dikemas seadanya dan letaknya di emperan jalan yang berdebu. Pasti akan  ada rasa kebanggaan dan kesenangan yang berlebih ketika mempunyai  barang yang tertutup rapi dan bersih, segelnya masih ada lagi. Karena apa? Kebanggaan dan kesenangan itu terletak pada “keterkejutan”.&lt;br /&gt;Afwan ya ukhty, bukan maksud ane dengan analogi di atas perempuan bisa dijadikan barang dagangan. TIDAK, perempuan dalam islam adalah mereka yang harus dimuliakan dan dijaga. Jaga lah dirimu wahai saudariku, jangan sampai wangimu hilang. Simpan lah mutiaramu sebaik-baiknya dan kau akan menjadi wanita yang dicemburui bidadari surga. Bantu kami menjaga pandangan dengan kau menutup auratmu dan bertingkah lah sewajarnya. Agar bidadari cemburu padamu.&lt;br /&gt;ALLAH Swt berfirman “ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga) (QS; An-nur 26)&lt;br /&gt;Cantik, bantu kami menjaga pandangan agar revolusi diri ini tercapai dengan efektif. Lindungi mata kami dari hal-hal yang mampu merusak idiologi yang sudah kami jaga. Lindungi mata ini karena banyak informasi nonverbal yang berdifusi masuk ke otak melalui mata-mata ini. Mungkin menyeleksi lewat mata hanya bisa kami lakukan dengan memejamkannya, tapi apa daya ketika kami ada dalam situasi yang tidak memungkinkan memejamkan mata kayak di jalan. Bisa tabrakan kami.hehe &lt;br /&gt;Percantik dirimu dengan busana kesederhanaan. Perseksi hatimu dengan keikhlasan. Jaga lah aurat mu agar kami bisa merevolusi diri ini menjadi orang yang lebih baik. Ane bukan bermaksud menyalahkan kalian sebagai kambing hitam inhibitor (penghambat) revolusi ini. Tapi jujur, penampilanmu penentu keimanan kami. Sikapmu penentu langkah kami. Tingkahmu penentu keikhlasan kami. Kami ingin berubah ! bantu lah kami cantik dengan syar’i.&lt;br /&gt;Cantik, Bantu Kami Meluruskan Niat&lt;br /&gt;Dari Amirul mu’minin Abi Hafs Umar ibn Al-khatab ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda” sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-NYA, maka hijrahna kepada Allah dan Rasul-NYA. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya [HR. Bukhari-Muslim]&lt;br /&gt;Jujur ukhty, sudah terlalu banyak fakta yang berbicara bahwa tingkah laku seorang ikhwan itu dipengaruhi oleh wanita-wanita yang ada di sekitarnya. Bahkan niat yang dulunya lurus bisa bengkok bahkan bisa berputar-putar cuma gara-gara “melihat” seorang cewek sehingga menjadi ingin dilihat cewek tersebut. Aduh… pengalaman banget nich.&lt;br /&gt;Hal itu memang manusiawi, tapi dampak negatifnya suangat berat. Jadi, kami yang lemah iman ini sangat berharap agar ukhty-ukhty tidak menampakkan hal-hal yang bisa membengkokkan niat kami merevolusi diri. Jaga lah tingkah lakumu agar tidak menodai niat ini. Hijab lah dirimu agar perubahan yang kami lakukan ini benar-benar lillahi ta’ala dan agar perubahan ini bukan untuk menarik perhatianmu yaa ukhty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber; http://zayedisme.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3086882781764329485?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3086882781764329485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3086882781764329485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3086882781764329485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3086882781764329485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2010/01/bantu-aku-merevolusi-diri.html' title='Bantu Aku Merevolusi Diri !!!'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-492430376405081449</id><published>2009-12-29T06:40:00.001-08:00</published><updated>2009-12-29T06:40:43.292-08:00</updated><title type='text'>Esensi Kausalitas Hidup Ala Systema Digestoria</title><content type='html'>*Bismillah… ku semi puitisasi-artikelisasi sebuah catatan kecil sebagai caraku untuk mencintai anatomi dengan sederhana. Sekaligus menguapkan dogma-dogma yang seakan menjadi nilai aksiomatik tentang justifikasi bahwa anatomi tidak mengasah rasionalitas, sekaligus menghilangkan stigma dari taklid buta anatomi. So, berpikir dan menghafal dianalogikan seperti fungsi ruang dan waktu. Hilang salah satu, maka hancurlah semesta ini. Gak ngerti ???? makanya jangan hanya baca SOBOTTA, YOKOCHI, ANKLIN dll. Buka mata, buka telinga dan buka pemikiran… badaikan otakmu dengan superaction bersama ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi bersama di CAVITAS ORIS…&lt;br /&gt;Semua berawal, satu langkah di APEX LINGUALIS danlekukan VESTIBULUM ORIS&lt;br /&gt;Ketika DORSUM LINGUAL melicinkan makna, lalu terlentang di APONEOROSIS LINGUALIS&lt;br /&gt;Kita bisa karna besama, seperti INCICIPUS, CANINUS, PREMOLAR dan MOLAR yang slalu bersama&lt;br /&gt;Kebersamaan perlu pengorbanan, bak GINGIVA yang rela sebagai penopang para DENS&lt;br /&gt;Mimpi jika hidup selurus SULCUS MEDIANA LINGUALIS , lalu bersantai di FORAMEN CAECUM LINGUALIS&lt;br /&gt;Ingat, nanti akan ada SULCUS TERMINALIS LINGUALIS dan PAPILLA-PAPILLA yang akan menghalang&lt;br /&gt;Dari FILIFORMIS, FUNGIFORMIS, VALLATA dan FOLIATA akan menggodamu&lt;br /&gt;Hingga kau tergelincir keRADIX LINGUALIS lalu ditertawakanpasangan PALLATUM DURUM dan MOLE&lt;br /&gt;Tertinggalah FRENULUM LINGUALIS yang di awal mendukungmu untuk melihat TONSILLA PALATINA&lt;br /&gt;Dia rela asal kau bisa juga menikmati tarian EPIGLOTIS&lt;br /&gt;Sebelum kau mencapai cita, jangan lupa jasa MYLOHYOIDEUS dan GENIOHYOIDEUS merawatmu&lt;br /&gt;Ditambah isak tangis GENIOGLOSSUS san GLOSSUS yang rela berkorban untuk citamu&lt;br /&gt;Temanmu, dari M.TRANSVERSUS SUPERIOR et INFERIOR telah yakin kau bisa&lt;br /&gt;M.LONGITUDINALES et VERTICALES LINGUALIS juga percaya kau mampu&lt;br /&gt;CONEIFORME melambai bersama CORNICULATUM untuk semangatmu&lt;br /&gt;GLANDULA PAROTIS,SUBLINGUALIS, SUBMANDIBULARIS dan LINGUALIS ada untukmu&lt;br /&gt;Berjuang lewati terjalnya ARCUS PALLATOGLOSSUS dan FARINGEUS&lt;br /&gt;Buktikan lah, kau bisa mencapai RECTUM…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat di ESOPHAGUS…&lt;br /&gt;Jangan terbuai akan jalan nikmat-menurun di TRAKTUS ESOPHAGUS&lt;br /&gt;Terlebih dibuai manja oleh relaksasi di PROXIMAL ESOPHAGUS&lt;br /&gt;Meskipun 1/3 proximal adalah MUSCULI VOLUNTER dan tersisa INVOLUNTER&lt;br /&gt;Tetap bertahan, walau di PARS SERVIKALIS, THORACIS dan ABDOMINALIS&lt;br /&gt;Tetap tatap citamu, hingga sampai ke SFINGTER CARDICA&lt;br /&gt;Tetap semangat bersama PERISTALTIK PRIMER dan SEKUNDER&lt;br /&gt;Buktikanlah, kau bisa mencapai RECTUM…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan di VENTRICULUS…&lt;br /&gt;Mengapa kita slalu berdebat apa ini GASTER atau VNTRICULUS&lt;br /&gt;Hingga aku semakin terhujam oleh PLICAE dan FORNIX GASTRICAE&lt;br /&gt;Mentalku pun sempat terhentak oleh dua CARVATURA yang tak kenal kompromi&lt;br /&gt;MAYOR dan MINOR slalu menyeranngku dari segala arah&lt;br /&gt;Aku akan tetap bertahan, hingga FUNDUS-CORPUS-ANTRUM ku lewati&lt;br /&gt;Sesekali ku tengok BURSA OMENTALIS yang diatapi OMENTUM MINUS,sedih&lt;br /&gt;Ku terjatuh di INCISURA CARDIALIS, namun ku bangkit dan berjuang lagi&lt;br /&gt;Terhentak lagi di INCISURA ANGULARIS dan semangatku menguap, tapi kubisa lagi&lt;br /&gt;Aku minta bantuan denganA-V GASTRICA DEXTRA-SINISTRA, mereka tertawa&lt;br /&gt;Namun, A-V GASTROOMENTALIS DEXTRA-SINISTRA yang kuhina, menolongku&lt;br /&gt;Dia antar hingga PARS PYLORICUM, menyusuri CALANIS PYLORIS&lt;br /&gt;Lalu memasuki OSTIUM PYLORICUM dengan izin kepada SFINGTER PYLORI&lt;br /&gt;Lalu, bijak berkata dengan barisan-barisan kata:&lt;br /&gt;Buktikan lah, kau bisa mencapai RECTUM…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kebersamaan INTESTINUM TENUE…&lt;br /&gt;Letih melangkah ke AMPULLA, DUODENUM PARS SUPERIOR&lt;br /&gt;Aku tak mau menjadi manusia biasa, aku seorang muslim visioner, ini DUODENUM&lt;br /&gt;Yang akan kucapai, PARS DESCENDENS,HORIZONTALIS lalu ASCENDENS&lt;br /&gt;Jalan hidup yang penuh PLICA CIRCULARE dan LONGITUDINALE&lt;br /&gt;Ku belajar untuk tidak jatuh di PAPILLA DUODENI MAYOR et MINOR yang sama&lt;br /&gt;Bijak kepada AMPULLA HEPATOPANCREATICA dan SFINGTER ODDI&lt;br /&gt;Ku tak mau keras kepala, ku akan belok di FLEXURA DUODENOJEJUNALIS&lt;br /&gt;Karena itu kebenaran yang kupahami bersama FLEXURA DUODENALIS INFERIOR&lt;br /&gt;Ku paham makna sebuah pengorbanan dari M.SUSPENSORIUS DUODENI&lt;br /&gt;Yang ikhlas berkorban, walau yang terkenal adalah LIGAMENTUM TREITZ&lt;br /&gt;Terimakasih atas semua ilmu di JEJUNUM&lt;br /&gt;NODULI LYMPHOIDEI SOLITARII telah menasehatiku untuk maju&lt;br /&gt;Menatap ke depan, begitu pula kata mereka di ILEUM&lt;br /&gt;Semangat ! teriak kawanan NODULI LYMPHOIDEI AGGREGATI kompak&lt;br /&gt;Walau energimu diserap VILI INTESTINALIS, tetap optimis&lt;br /&gt;Hingga mencapai VALVE ILEUCEKAL danmemasuki OSTIUM ILEALE&lt;br /&gt;Petik hikmah kebersamaan bersama HEPAR, PANGKREAS dan LIEN&lt;br /&gt;HEPAR yang berwajah LOBUS DEXTER, SINISTER, KAUDATUS dan QUADRATUS&lt;br /&gt;Dia tidak munafik, dia mau kebahagiaan dengan IMPRESSIO GASTRICA&lt;br /&gt;Begitu pula dengan IMPRESSIO DUODENALIS,RENALIS,SUPRARENALIS, COLICA dan ESOPHAGEA&lt;br /&gt;Dikirimnya semangat lewat barisan kata A.HEPATICA PROPRIA dan V.PORTAE HEPATIC&lt;br /&gt;Ikhlas berkirim doa lewat VESIKA BILLIARIS melalui DUKTUS CHOLEDOCUS&lt;br /&gt;merupakan kumpulan DUKTUS HEPATIS DEXTER-SINISTER dan menjadi DUKTUS HEPATIS KOMMUNIS&lt;br /&gt;bersenyawa dengan DUKTUS SISTIKUS&lt;br /&gt;dia membantumu sederhana, ditopang LIG.TRIANGULARE SINISTRUM et DEXTRUM dan CORONARIUM&lt;br /&gt;LIG.FALCIFORME, VENAE CAVAE dan VENOSUM ikut membantu dengan ikhlas&lt;br /&gt;APPENDIX FIBROSA HEPATIS bahagia jika kalian bahagia&lt;br /&gt;Terus berjuang ! lambai sang LIG.TERES HEPATIS&lt;br /&gt;Lewat Vv. HEPATICAE diserap habis pesimismu&lt;br /&gt;PANGKREAS, menambahkan semangat dari HEPAR&lt;br /&gt;Dari KAUDA, DUKTUS lalu ke CAPUT PANGKREATIS diberkorban&lt;br /&gt;DUKTUS WIRSUNG menjadi saksi bisu atasnya&lt;br /&gt;Diiyakan oleh DUKTUS SANTORINI yang masih menyendiri&lt;br /&gt;Di INCISURA PANGKREATIS aku bersaksi untuk sebuah janji, pun DUKTUS SANTORINI hilang&lt;br /&gt;Karena semua ini, terlahir PLICA LONGITUDINALIS DUODENI&lt;br /&gt;LIENS, diamnya adalah kebijaksanaan&lt;br /&gt;Ketika kau lihat dari FACIES DIAPRAGMATIS, GASTRICA,COLICA dan RENALIS,dia bijak&lt;br /&gt;Ikhlasnya membuat bijak, ketika di MARGO SUPERIOR et INFERIOR&lt;br /&gt;Juga di EXTREMITAS ANTERIOR et POSTERIOR&lt;br /&gt;Dia kirimkan sumbangan lewat A-V SPLENICA&lt;br /&gt;Buktikan lah, kau bisa mencapai RECTUM…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTESTINUM CRASSUM, akhir sebuah permulaan&lt;br /&gt;Terlepas dari segala pendewasaan, kini berada di FRENULUM OSTII ILEALE&lt;br /&gt;Hidup ini pilihan, bersenang-senang di CAECUM atau menapaki HAUSTRA COLI untuk sebuah cita&lt;br /&gt;Jika kau bersantai ria di CAECUM, maka kesenangan itu membawamu ke APPENDIX VERMIFORMIS&lt;br /&gt;Dengan melepas semua nafsumu, memasuki OSTIUM APPENDICIS VERMIFORMIS&lt;br /&gt;sangat menyenangkan, tapi potensi dan rasionlitasmu akan terkukung MESOAPPENDIX&lt;br /&gt;sebagai muslim, tapakilah HAUSTRA demi HAUSTRA dengan melewati PLICA SEMILUNARIS&lt;br /&gt;mengalahlah dengan SULCI PARACOLICI untuk menang&lt;br /&gt;targetmu, lewati PARS ASCENDENS, TRANSVERSUM , DESCENDENS dan SIGMOIDEUM&lt;br /&gt;ambillah makna dari FLEXURA COLI DEXTER et SINISTER&lt;br /&gt;perlahan dan pasti, di APPENDICIS OMENTALIS jadi lah yang terbaik&lt;br /&gt;berjalan sesuai aturan yang lurus oleh TAENIA LIBERA&lt;br /&gt;analisis lah hingga TAENIA OMENTALIS dan MESOCOLICA bisa kau pahami untuk toleransi&lt;br /&gt;yakin lah, jalanmu yang lurus ada MESOCOLON TRANSVERSUM sebagai penjamin kebenaran&lt;br /&gt;tapaki hingga terpahamkan akan penopang di MESOSIGMOIDEUM&lt;br /&gt;Akhirnya, kau mencapai RECTUM setelah melewati lika-liku rintangan waktu&lt;br /&gt;Bersama-sama SFINGTER ANI EXTERNUS et INTERNUS mengeluarkan semua potensi&lt;br /&gt;M.LEVATOR ANI pun tersenyum kan kesuksesan ikhlasmu&lt;br /&gt;Namun, RECTUM bukan akhir segalanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat !!!&lt;br /&gt;afwan jika ada barisan kata yang menggores hat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-492430376405081449?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/492430376405081449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=492430376405081449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/492430376405081449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/492430376405081449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/esensi-kausalitas-hidup-ala-systema.html' title='Esensi Kausalitas Hidup Ala Systema Digestoria'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-8728792429469765755</id><published>2009-12-26T05:33:00.001-08:00</published><updated>2009-12-26T05:33:49.287-08:00</updated><title type='text'>Langkah Kecil yang Besar;Revolusi Diri !</title><content type='html'>Antum and antunna sekalian pasti sudah sering mendengar kalau mau berubah kita harus mulai dari hal-hal yang kecil. Betul ga? Kan hal itu yang sering disampaikan oleh Ustadz A A Gym ( yang kini kok ga ada kabarnya lagi. Padahal kan poli#### itu bukan hal yang salah jika dialkukan secara syar’i. Sedangkan yang kumpul kebu, selingkuh,ponografi dan pornoaksi, dibiarkan begitu aja), semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada beliau. Tentu saja itu berarti hal itu mulai dari diri kita sendiri dan mulai saat ini. Bahkan hal itu sekarang menjadi suatu kaidah aksiomatik dalam proses perubahan. Dan hal itu memang bisa dibuktikan secara rasional. Namun masalahnya kok ga semua orang terlihat perubahannya? Ayo tebak apa alasannya?&lt;br /&gt;Kali ini saya sedikit mengombinasikan prinsipnya Dale Carniege dan David Schultz dengan prinsipnya AA Gym, supaya terjadi perubahan yang sangat signifikan pada diri kita. Ketika kita memikirkan hal-hal yang kecil untuk dirubah, itu memang rasional dan realistis. Tetapi sebenarnya sebelum kita berubah, kita harus paham apa yang mau kita rubah dan merubahnya mau jadi apa. Agar nantinya tidak berubah tanpa alasan yang jelas, entar malah berubah jadi kura-kura ninja (hehe, mau?). konsep dasarnya, semua perubahan memerlukan pengorbanan dan ternyata pengorbanan dan perubahan itu relative berbanding searah. Sederhananya semakin besar perubahan yang ingin dicapai, maka semakin besar pula pengorbanan yang diperlukan, itu sederhananya. Tetapi pengorbanan itu nilainya tidak absolute, tetapi tergantung kta menyikapinya. Saya tidak menganjurkan untuk mengkhayal tanpa dalil yang jelas. Tapi, pikirkan lah jalan kreatif dan inovatif untuk mencapai perubahan yang besar. Berpikr lah berubah menjadi besar, dengan langkah-langkah awal yang berat pastinya. Tetapi sikapi lah langkah-langkah yang berat itu tadi sebagai pengorbanan kecil agar kita tidak merasa dibebani dan tidak merasa agar hal tadi sebagai sesuatu yang di luar batas.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Muzzammil: 20).&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah bersama kita. Ketika antum dan antunna memikirkan konsep di atas terlalu imajinatif, maka hal itu hanya akan menjadi konsep kosong yang menjadi residu di cerebrum. Tetapi jika antum dan antunna menganggap konsep tersebut hal yang realistis, saya yakin jalan-jalan kreatif dan tampak irrasional untuk perubahan yang besar, akan terjadi ,InsyaALLAH. Kalau ungkapan-ungkapan yang bisa kita dengar adalah “you are what you think”, maka dalam islam “ Allah azza wajalla berdasarkan prasangka hamba-NYA”. Berani berubah, berani membuka mind-set dan berani action.&lt;br /&gt;Tak sekedar langkah-langkah kecil, pastikan langkah-langkah itu adalah langkah yang tercipta berdasarkan keyakinan akan suatu Tujuan dan langkah-langkah itu adalah langkah yang rapi. Ketika kanan duluan, si kiri dengan ikhlas berada di belakang untuk mendukung kemajuan di kanan, dan ketika kiri di depan makan si kanan akan setia menopang. Tak lupa pula, ketika kaki melangkah, tangan kanan dan kiri bergantian melakukan gerakan untuk menstabilisasi adanya langkah itu. Pokoknya, kita tidak bisa memaksakan terjadinya perubahan secara komprehensif dalam batas-batas waktu yang berdekatan. Pasti ada pada bagian dari diri kita berubah saat-saat tertentu, sedangkan bagian yang lainnya di lain waktu. Pikirkan konsep perubahan itu sekarang, lalu berubahlah secara sistematis dan efektif. Contoh yang paling sederhana. Ketika kita ingin merubah rumah kita yang dulunya Cuma satu lantai menjadi dua lantai. Tentu mustahil kalau kita membuat sekat-sekat dindingnya lebih dahulu atau memasang jendela-jendelanya lebih dahulu. Ya, tentu mulailah dari hal-hal yang substansial, pastikan lantainya sudah mempunyai pondasi yang proporsional, lalu design atap yang multiguna dan seterusnya ( maaf, ini kok jadi ngambil lahan jobnya orang teknik)&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah saw memperingatkan bahaya memaksakan diri sendiri untuk memperbanyak ibadah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang memberat-beratkan diri sendiri kecuali agama itu akan mengalahkannya, karenanya, luruskan langkah dan kokohkan, berusahalah untuk selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis), dan meminta tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam”. (HR Bukhari).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-8728792429469765755?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/8728792429469765755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=8728792429469765755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8728792429469765755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8728792429469765755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/langkah-kecil-yang-besarrevolusi-diri.html' title='Langkah Kecil yang Besar;Revolusi Diri !'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-904333077818102329</id><published>2009-12-23T19:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:29:46.994-08:00</updated><title type='text'>Hasil Cipika-Cipiki Sama Pa Eko</title><content type='html'>Drs. Eko Suhartono, M.si, itu nama lengkap salah satu dosen  FK UNLAM yang dijadikan objek wawancara tim Hippokampus kali ini.  Dari penampilannya yang sederhana tesimpan berjuta ilmu yang bias kita sama-sama resapi nantinya. . Ditemui di ruang kerjanya yang bertempat di gedung utama lantai kedua FK UNLAM, beliau sedang asyik dengan berbagai kesibukan yang diemban terlebih tugas beliau selai dosn, juga sebagai pmbantu dekan 3. Namun tetap ramah terhadap siapa saja yang dating kepada beliau.&lt;br /&gt;Dosen yang bercita-cita sebagai wiraswasta ini, terkenal di lingkungan FK UNLAM sebagai dosen yang kreatif, supel terhadap mahasiswa juga inovatif dengan berbagai riset yang dilakukannya. Walau cita-cita dan realitas tidak sejalan, namun belai selalu menunjukan kepada semuanya kalau beliau sekarang bias berprestasi. Karena beliau berprinsip bahwa manusia harus ikhlas terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT dan selalu berusaha .Tak sekedar teori, itu terbukti dan beliau sekarang aktif sebagai peneliti berkelas internasional sekaligus menjadi penulis yang produktif&lt;br /&gt;Di balik keahlian beliau dalam riset. Beliau menyimpan rahasia yang sungguh patut dicontoh untuk semua kalangan peneliti. Beliau berkata “ riset adalah nafas saya”, sehingga jika ada kompetisi dari DIKTI ataupun tidak beliau tetap aktif meneliti. Beliau pun selalu berusaha untuk mendedikasikan semua hasil riset agar bermanfaat bagi semua pihak, tidak hanya bagi kalangan peneliti maupun mahasiswa saja. Beliau juga mengatakan bahwa semua mahasiswa juga punya potensi untuk menjadi peneliti handal, tetapi itu tergantung kepada mahasiswa pribadi. Bukan masalah mampu tau tidak mampu, tetapi masalah mau atau tidak mau.&lt;br /&gt;Rata-rata karya ilmiah yang telah beliau ciptakan ditulis pada malam hari, setelah shalat. Beliau mengaku setelah shalat ,ide muncul mengalir tanpa hambatan. Saking ayiknya terhanyut dalam lautan ide, sampai-sampai tidak tidur hingga jam 3 pagi. Beliau juga mengaku, semua yang beliau tulis adalah bentuk konkrit rasa syukur atas segala yang telah diberikan Sang Maha Pencipta.sehingga melakukan riset dengan senang hati dan ikhlas, tanpa adanya beban melakukan itu sebagai tuntutan sebagai dosen dan bukan pula sebagai mata pencaharian.  Jadi menulis karya ilmiah tidak hanya perkara duniawi, tetapi sudah bisa menjadi asset pahala di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Ada juga yang menarik dari beliau, apalagi strategi dalam penyampaian materi. Tidak hanya didukung vokalisasi yang jelas dan tegas, ada satu hal yang menjadi khas dari beliau. Yakni adanya gambar perempuan di tengah atau akhir penyampaian materi. Tak jarang semua mahasiswa melek matanya pada saat bosan-bosannya memahami begitu kompleksnya biokimia. Walau agak begitu controversial, tak dipungkiri bahwa strategi itu membuat mahasiswa kembali memusatkan perhatiannya kepada apa yangbeliau sampaikan. Beliau mengaku, jurus itu beliau dapatkan saat mengikuti penympaian materi di Jakarta. Pada saat di titik puncak kejenuhan, salah satu penyaji menampilkan gambar perempuan. Tak dapat diperkirakan, semua pendengar yang tadinya bosan dan lemas menjadi melek dan kembali memusatkan perhatiannya kepada si penyaji. Kata beliau itu memang manusiawi, karena nalurinya manusia itu menyukai pada keindahan. Namun, objek yang indah itu yang perlu kita sesuaikan dengan keadaan audience.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-904333077818102329?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/904333077818102329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=904333077818102329' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/904333077818102329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/904333077818102329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/hasil-cipika-cipiki-sama-pa-eko.html' title='Hasil Cipika-Cipiki Sama Pa Eko'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-7627822397789805051</id><published>2009-12-23T19:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:26:43.722-08:00</updated><title type='text'>“KESEPAKATAN PRAKTIKUM ANATOMI PSPD 09”, semester I</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah azza wajalla yang telah melimpahkan rahmat dan inayahnya kepada kita. Untuk kebaikan bersama dan untuk menjaga ketertiban serta keteraturan saat praktikum anatomi, maka disusunlah segenap kesepakatan untuk merealisasikannya. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum masuk praktikum semua kelompok sudah wajib menyelesaikan laporan atau tugas yang sudah ditentukan&lt;br /&gt;2. Setiap kelompok menyediakan jarum pentol secukupnya&lt;br /&gt;3. Ketua kelompok memastikan semua anggotanya dan asistennya sudah memiliki handscoon&lt;br /&gt;4. Semua wajib memiliki buku post-test&lt;br /&gt;5. Saat post-test jika ada yang sakit atau tidak masuk maka dinyatakan inhal, keputusan ditentukan oleh coordinator asdos atau yang mewakili&lt;br /&gt;6. Jas lab wajib dibawa serta harus ada namanya dan jas lab yang tidak ada namanya wajib memakai name-tag&lt;br /&gt;7. Saat praktikum satu kelompok minimal wajib membawa sebuah Sobotta atau Yokochi&lt;br /&gt;8. Datang minimal 10 menit sebelum dimulai praktikum&lt;br /&gt;9. Sebelum praktikum wajib berdo’a&lt;br /&gt;10. Astum punya kewajiban untuk mematuhi keputusan bersama dan punya hak untuk meminta kejelasan tentang tugas yang diberikan&lt;br /&gt;11. Astum berdo’a masing-masing sebelum memulai persiapan praktikum&lt;br /&gt;12. Saat praktikum dilarang pindah ke kelompok lain, kecuali ada pemberitahuan lain&lt;br /&gt;13. Jika praktikum melanggar waktu shalat maka diperbolehkan untuk shalat dengan terlebih dahulu meminta izin kepada asdos&lt;br /&gt;14. Saat praktikum handphone disilentkan dan untuk mengangkatnya minta izin dulu kepada asdos&lt;br /&gt;15. Jika ingin keluar ruangan saat praktikum, diwajibkan lapor kepada asdos kelompoknya.&lt;br /&gt;16. Sistematika praktikum ditentukan keputusan bersama yang disetujui  oleh asdos&lt;br /&gt;17. Jika inhal post-test dua kali berturut-turut diwajibkan mengerjakan tugas yang sudah ditentukan&lt;br /&gt;18. Saat praktikum semua praktikan wajib menjaga etika dan sopan-santunnya.&lt;br /&gt;19. Bagi semua perempuan wajib memakai rok panjang &lt;br /&gt;20. Bagi perempuan muslim diwajibkan memakai jilbab dan  bagi yang nonmuslim rambut diikat karena ditakutkan ada formalin yang mengenai rambut&lt;br /&gt;21. Jika ada peraturan tambahan maka asdos akan mengumumkan&lt;br /&gt;22. Kesepakatan bersifat terbuka. Jika ada keberatan atau merasa masih ada peraturan yang perlu ditambah silahkan lapor kepada koti anatomi dan koti wajib melaporkan kepada coordinator asdos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Koordinator asdos:Chalid M. A. Muthaher/I1A008084                &lt;br /&gt;   koti anatomi semester I : Zayed Norwanto/I1A009084&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-7627822397789805051?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/7627822397789805051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=7627822397789805051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7627822397789805051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/7627822397789805051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/kesepakatan-praktikum-anatomi-pspd-09.html' title='“KESEPAKATAN PRAKTIKUM ANATOMI PSPD 09”, semester I'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1026007193018234410</id><published>2009-12-23T19:21:00.001-08:00</published><updated>2009-12-23T19:21:40.131-08:00</updated><title type='text'>Enzim; Mekanisme Kerja</title><content type='html'>PERAN BIOMEDIS&lt;br /&gt;Enzim adalah polimer biologis yang mengatalisis reaksi kimia yang memungkinkan berlangsungnya kehidupan seperti yang kita kenal. Keberadaan danpemeliharaan rangkaian enzim yang lengkap dan seimbang merupakan hal yang essensial untuk menguraikan nutrient menjadi energy dan chemical building block (bahan dasar kimiawi); menyusun bahan-bahan dasar tersebut menjadi protein, DNA, membrane, sel dan jaringan; serta memanfaatkan energy untuk motilitas sel, fungsi saraf dan kantraksi otot. Dengan pengecualian molekul RNA katalitik atau ribozim, enzim adalah protein. Kekirangan jumlah atau aktivitas katalitik enzim-enzim  kunci dapat terjadi akibat kelainan genetic, kekurangan gizi atau toksin. Defek enzim bisa disebabkan oleh mutasi genetic atau infeksi oleh virus atau bakteri pathogen. Para ilmuan kedokteran mengatasi ketidakseimbangan aktivitas enzim denganmenggunakan bahan farmakologis untuk menghambat enzim-enzim tertentu dan sedang meneliti terapi gen sebagai cara untuk mengobati defisiensi jumlah atau fungsi enzim.&lt;br /&gt;ENZIM ADALAH KATALISIS YANG EFEKTIF DAN SPESIFIK&lt;br /&gt;Enzim yang mengatalisis perubahan satu atau lebih senyawa (substrat) menjadi satu atau lebih senyawa lain (produk) meningkatkan laju reaksi setidaknya 1.000.000 kali dibandingkan jika tidak dikatalisis. Seperti semua katalis lain, enzim tidak berubah secara permanen atau dikonsumsi sebagai konsekuensi dari keikutsertaannya dalam reaksi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Selain sangat efisien, enzim juga merupakan katalis yang sangat efektif. Tidak seperti kebanyakan katalis yang digunakan dalam kimia sintetik, enzim bersifat spesifik baik bagi reaksi yang dikatalisis maupun substrata tau substrat-substrat yang berhubungan erat. Enzim juga merupakan katalis stereospesifik dan biasanya mengatalisis reaksi dari hanya satu stereoisomer suatu senyawa, misalnya, D-gula, tetapi bukan L-gula, asam L-amino tetapi bukan asam D-amino. Karena berikatan dengan substrat melalui sedikitnya tiga titik perlekatan, enzim bahkan dapat mengubah substrat nonchiral menjadi produk chiral. Spesifitas enzim yang sangat tinggi member sel hidup kemampuan untuk secara bersamaan melaksanakan dan secara independen mengontrol beragam proses kimiawi.&lt;br /&gt;ENZIM DILASIFIKASIKAN BERDASARKAN TIPE REAKSI&lt;br /&gt;Nama-nama yang paling sering digunakan untuk kebanyakan enzim menjelaskan tipe reaksi yang dikatalisis, diikuti oleh akhiran –ase. Contohnya, dehidrogenas mengeluarkan atom-atom hydrogen, protease mengatalisis protein dan isomerase mengatalisis tataulang dalam konfigurasi. Pemodifikasian dapat terletak di depan maupn di belakang nama enzim untuk menejelaskan substrat enzim (xantin oksidase), sumber enzim ( ribonuklease pancreas), pengaturannya (lipase peka-hormon) atau suatu gambaran dari mekanisme kinerjanya (protease sistein). Jika diperlukan, ditambah penanda alfanumerik untuk menunjukan berbagai bentuk suatu enzim&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan ambiguitas, IUB menciptakan suatu system terpadu tata nama enzim yaitu setiap enzim memiliki nama dank ode khusus untuk menunjukan tipe reaksi yang dikatalisis dan substrat yang terlibat. Enzim dikelompokkan dalam enam kelas:&lt;br /&gt;Oksidoreduktase, mengatalisis oksidasi dan reduksi&lt;br /&gt;Transferase, mengatalisis pemindahan gugus&lt;br /&gt;Hidrolase, mengatalisis terjadinya hidrolisis&lt;br /&gt;Liase, mengatalisis pemutusa ikatan dengan eliminasi atom yang akanmenghasilkan ikatan rangkap&lt;br /&gt;Isomerase, mengatalisis perubahan geometric atau structural di dalam satu  molekul&lt;br /&gt;Ligase, mengatalisis penyatuan dua molekul yang dikaitandengan hidrolisis ATP&lt;br /&gt;Meskipun system IUB ini jelas, namun nama-nama enzim menjadi panjang dan relative tidak praktis sehingga kita biasanya tetap menamai enzim berdasarkan nama tradisionalnya meskipun nama itu kadang-kadang menyesatkan. Nama IUB untuk heksokinase melukiskan kejelasan sekaligus kompleksitas system IUB. Nama IUB untuk heksokinase adalah ATP:D_heksosa 6_fosfotransferase E.C.2.7.1.1. nama ini menunjukan heksokinase sebagai anggota kelas 2 (tranferase), subkelas 7 (pemindahan satu gugus fosforil), sub-subkelas 1 (alcohol adalah akseptor fosforil dan heksosa-6 menunjukan bahwa alcohol yang terfosforilasi berada di karbon ena heksosa. Namun, kita terus menyebutnya sebagai heksokinase.&lt;br /&gt;GUGUS PROSTETIK, KOFAKTOR DAN KOENZIM BERPERAN PENTING DALAM KATALISIS&lt;br /&gt;Banyak enzim yang mengandung berbagai molekul nonprotein kecil dan ion logam yang ikut serta secara langsung dalam katalisis atau pengikut substrat. Molekul atau ion ini, yang disebut gugus prostetik, kofaktor dan koenzim, memperluas ragam kemampuan katalisis melebihi yang dumingkinkan oleh gugus fungsional di rantai samping aminoasil peptida.&lt;br /&gt;GUGUS PROSTETIK TERINTERGARI ERAT KE DALAM STRUKTUR ENZIM&lt;br /&gt;Gugus prostetik dibedakan berdasarkan integritasnya yang kuat dan stabil ke dalam struktur protein melalui gaya-gaya kovalen atau nonkovalen. Contoh-contohnya antara ain adalah piridoksal fosfat, flavin mononukleatida dan tiamin. Logam adalah gugus prostetik yang paling sering dijumpai , sekitar sepertiga dari semua enzim mengandung ion-ion logam yang terikat kuat dan disebut metaloenzim.KOFAKTOR BERIKATAN SECARA REVERSIBEL DENGAN ENZIM ATAU SUBSTRAT&lt;br /&gt;Kofator memiliki fungsi serupa dengan gugus prostetik tetapi berikatan secara transien dan mudah terlepas dengan enzim atau substrat, misalnya ATP. Tidak seperti gugus prostetik yang terkat secara stabil, kofaktor harus terdapat  dalam medium di sekitar enzim agar katalisis dapat terjadi. Kofaktor yang paling umum adalah ion logam. Enzim memerlukan kofaktor ion logam disebut enzim yang memerlukan kofaktor ion logam. Untuk membedakan dari metaloenzim.&lt;br /&gt;KOENZIM BERFUNGSI SEBAGAI PENGANGKUT SUBSTRAT&lt;br /&gt;Koenzim berfungsi sebagai pengangkut atau bahan pemindah gugus yang dapat didaur-ulang dan memindahkan banyak substrat dari tempat pembentukannya ke tempat pemakaiannya. Ikatan dengan koenzim juga menstabilkan substrat, seperti atom hydrogen atau ion hidrida yang tidak stabil dalam lingkungan cair sel.&lt;br /&gt;BANYAK KOENZIM, KOFAKTOR DAN GUGUS PROSTETIK ADALAH TURUNAN VITAMIN B&lt;br /&gt;Vitamin B larut-air merupakan komponen penting berbagai koenzim. Selain vitamin B, beberapa koenzim mengandung gugus adenine, ribose dan fosforil AMP dan ADP. Nikotinamid adalah komponen koenzim redoks FMN dan FAD. Asam pantotenat adalah komponen dari koenzim A pengangkut gugus asil. Sebagai pirofosfatnya, tiamin ikut serta dalam dekarboksilasi asam alfa-ketoglutarat dan koenzim asam folat dan kobamid berfungsi dalam metabolism satu karbon.&lt;br /&gt;Sumber: Biokimia Harper...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1026007193018234410?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1026007193018234410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1026007193018234410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1026007193018234410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1026007193018234410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/enzim-mekanisme-kerja.html' title='Enzim; Mekanisme Kerja'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1967259392036237497</id><published>2009-12-23T19:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:18:37.886-08:00</updated><title type='text'>Anamnesis, Obat Paling Mujarab dan Mematikan</title><content type='html'>Ketika anda periksa ke dokter pasti anda bingung kok si dokter banyak nanya? Padahal kan si dokter sudah tahu banyak tentang berbagai indicator fatologis dan klasifikasi penyakit. Si dokter pun bisa langsung melakukan pemeriksaan fisik maupun langsung ke pemeriksaan laboratorium. Apa si dokter cuma ingin berbasa-basi dengan si pasien ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, dalam proses usaha penyembuhan yang dilakukan oleh dokter. Proses bertanya kepada si pasien atau dikenal dengan istilah anamnesis merupakan hal yang sangat urgen. Bahkan penegakkan diagnosis rata-rata penyakit 70% dari anamnesis (wawancara), 20% dari pemeriksaan fisik dan 10% dari pemeriksaan laboratorium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anamnesis inilah sebenarnya yang menjadi factor penyebab yang dominan dalam hal timbulnya malpraktik. Kesalahan itu pun tidak hanya terjadi karena ketidaktelitian si dokter namun membuka peluang juga kesalahan bersumber dari pasien sendiri karena tidak akuratnya penyampaian gejala yang dirasa kepada dokter dengan keadaan yang sebenarnya yang dialami oleh si pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu ibarat sang detektif yang mengorek informasi sebanyak mungkin (tapi tepat dan efektif waktu) dan sejelas mungkin ingin mendapatkan gambaran keadaan si pasien. Teknik-teknik khusus pun seyogyanya dimiliki oleh dokter dalam rangka mengambil informasi dan si pasien jangan malu-malu untuk memberikan fakta karena si dokter sudah terikat sumpah janji untuk menjaga privasi pasiennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melakukan anamnesis, si dokter sepantasnya menunjukan empati dan simpatinya kepada si pasien, jangan sampai terkesan  sok sibuk. Walaupun faktanya para dokter itu biasanya super sibuk.hal itu bertujuan agar si pasien merasa dihargai kedatangannya, bukan dipandang sebagai orang yang meminta-minta untuk diobati. Memandang mata pasien pun sebenarnya merupakan kegiatan yang sangat berpengaruh terhadap keyakinan untuk mempercayai hasil anamnesis karena dari mata pasien terpancar sinyal apakah yang dikatakannya benar begitu atau sedikit dipoles oleh pasien agar tdak malu. Sebenarnya , penunjukan empati tadi juga berfungsi agar terjalin keakraban antara pasien dan dokter sehingga anamnesis jadi lancer, yakni ketika anamnesis berproses seperti obrolan biasa, mengalirnya tanpa dicampuri rasa canggung dan grogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang ada di Indonesia, ternyata anamnesis ini biasanya dilakukan sangat singkat, seakan-akan dokternya sudah seperti paranormal yang mengetahui pikiran pasien  dan lebih menitik beratkan diagnosis dengan pemeriksaan fisik. Padahal pemeriksaan fisik itu hasilnya subjektif dari kaca mata dokter yang bersangkutan bukan berdasarkan data langsung dari pasien yang mengalami penyakit. Mungkin pula dokter melakukan anamnesis cepat dikarenakan masih banyaknya pasien yang menunggu, belum lagi karena dokternya yang praktik dari satu klinik ke klinik lain. Sehingga seakan-akan tanpa pemeriksaan yang cermat dan teliti sudah bisa “dengan yakin” menegakkan diagnosis dan menuliskan resep. Itulah realitas dokter di Negara yang berkembang ini. Mungkin karena dirasa penghasilan yang masih rendah sehingga si dokter praktik dari satu tempat ke tempat lain sehingga proses anamnesis dilakukan dengan cara biasa dan dalam “tempo yang sesingkat-singkatnya”. Berbeda dengan dokter yang ada di Negara maju, mereka sudah dibatasi jumlah pasien yang diperiksa setiap harinya dengan penghasilan yang tinggi sehingga anamnesis bida dilakukan dengan “khusyuk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya juga, ketika dokter yang bersangkutan sering loncat praktik, yakni dari klinik ke klinik sebagai tuntutan profesi. Hal itu menyebabkan stamina dan batin dokter semakin diporsir, tentu hal tersebut mengurangi kualitas dokter dalam anamnesis. Ditambah banyaknya pasien yang antri, mungkin anamnesis yang dilakukan sambil lalu saja untuk mendapatkan data yang dirasa paling umum bukan untuk mendapatkan data secara komprehensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pasien, agar tidak terjadi malpraktik, maka harus berinisiatif memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada si dokter. Hal itu bertujuan agar penyakit yang dialami si pasien dapat diidentifikasi dengan tepat.. Berdasarkan Macleod’s Clinical Examination dalam Kurtz (1998) data standar yang harus diketahui dan dipahami dokter saat anamnesis adalah :&lt;br /&gt;Radiation, tentang sampai di daerah mana rasa penyakit itu terasa&lt;br /&gt;Character, tentang karakter sakitnya apakah nyeri, berdenyut-denyut atau nyeri terus-menerus&lt;br /&gt;Severity, terkait dengan derajat nyerinya. Apakah nyeri sekali atau sdang-sedang saja&lt;br /&gt;Duration, meliputi lama rasa yang timbul&lt;br /&gt;Frekuensi, terkai derajat keseringan timbulnya rasa sakit tersebut dan disini juga bisa dimasukan sejak kapan hal yersebut timbul&lt;br /&gt;Aggravating and relieving factors, tentang apa saja yang membuatnya kumat dan reda&lt;br /&gt;Associated phenomenon, berkaitan dengan keluhan lain yang menyertai keluhan utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga muncullah hubungan yang tepat antara pasien dan dokter dalam bersama-sama saling membantu untuk ketepatan diagnosis agar penyembuhan dapat dilakukan secara maksimal. Jangan takut untuk memberikan info kepada dokter karena dokter sudah bersumpah untuk menjaga privasi pasien. Malpraktik bukan terjadi hanya karena kesalahan dokter, si pasien pun bisa memunculkan peluang terjadinya malpraktik. Oleh karena itu bicaralah dengan dokter sampai mempunyai persepsi yang sama mengenai rasa sakit yang diderita. Anda turut menentukan kesembuhan anda.&lt;br /&gt;Tak lupa, anamnesis juga bisa dijadikan sebagai media para dokter untuk berdakwah.caranya? para dokter bisa memberikan nasehat-nasehat yang syar’I, seperti jangan lupa shalat tepat waktu, jangan lupa sedekah dalam proses penyembuhan, jaga pandangan, shalat malam dan lain-lain, bahkan dokter bisa menanamkan ideologis qur’aniy lewat susunan-susunan kata yang renyah. Pokoknya jangan sia-siakan kesempatan anamnesis tersebut untuk menambah investasi pahala kita dengan ikhlas untuk menggapai ridho-NYA. insyaALLAH&lt;br /&gt;Hidup Dokter Muslim !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mohon masukannya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1967259392036237497?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1967259392036237497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1967259392036237497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1967259392036237497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1967259392036237497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/anamnesis-obat-paling-mujarab-dan.html' title='Anamnesis, Obat Paling Mujarab dan Mematikan'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1103363628629650226</id><published>2009-12-23T19:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:06:15.431-08:00</updated><title type='text'>ALLAH SWT TAHU KOK KLO KITA SIBUK</title><content type='html'>Note kali ini sengaja ku buat untuk mengingatkan ku akan suatu hal yang sangat penting, bahkan lebih penting dari nasib kuliah ku yang masih ngambang tanpa Tujuan yang realistic. Termasuk untuk meningkatkan kuantitas al-‘ilm beberapa mata kuliah yang kurasa kurang komprehensif dalam menajamkan daya kritis para mahasiswanya. Bahasannya mungkun masih superficial, tapi semoga maknanya bisa disusun satu persatu. Yang penting , hal-hal yang kutulis di sini adalah suatu idealitas yang masih terhimpit oleh realitas ( coz ane sendiri utk shalat subuh masih “terlalu” sering ngaret. Hiks hiks hiks –doain ya biar tidak pernah terjadi lai-). Gini aja konsepnya: undzur “maa” qalla wa laa tandzur “man” qall. Artinya ??? buka aje Dorland.hehe&lt;br /&gt;Lis Sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang katanya sibuk atau sok sibuk maupun disibuk-sibukan. Tapi, sebagai muslimsudah seharusnyalah kita mempunyai hubungan yang kokoh kuat (quwwatush-shilah) dengan Allah swt.&lt;br /&gt;Ada banyak sarana yang bisa kita jadikan sebagai opsi atau pilihan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan tersebut.&lt;br /&gt;Di dalam al mustakhlash fi tazkiyatil anfus Sa’id Hawa rahimahullah menyebutkan 13 sarana yang bisa kita jadikan sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Mulai dari shalat, zakat-infaq-sedekah, puasa, haji, tilawatul qur’an, dzikrullah, tafakkur alam dan seterusnya.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kita masih sering merasakan adanya kekeringan ruhani, karena kita memang sangat jarang mengalirinya dengan siraman-siraman ruhani yang berupa sarana-sarana tersebut. Atau istilah accu-nya, kita jarang ngeces accu dan baterai ruhani yang kita miliki dengan sarana-sarana Islamiyyah itu tadi.&lt;br /&gt;Alasan yang sering kita kemukakan selalu sama dan klasik: sibuk belaja, persiapan tutor dan repot ngerjain tugas  alias susah mengatur dan mendapatkan waktu senggang untuk menyiram dan mengecesnya.&lt;br /&gt;Kadangkala, kalau kita sedang berkumpul dengan sesama muslim k#f##h (insyALLAH yaa ikhwah fillah), kita ingat bahwa ruhani kita sedang sangat kekeringan. Namun begitu keluar dari majlis ikhwah itu, kita kembali lagi menjadi manusia-manusia yang “sibuk”.&lt;br /&gt;Namun, kita perlu mengingat bahwa kesibukan kita tidak berarti meninggalkan langkah-langkah untuk melakukan siraman-siraman dan pengecesan ruhani kita.&lt;br /&gt;Mari kita renungkan bersama firman Allah swt berikut ini:&lt;br /&gt;إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا&lt;br /&gt;الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (20)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Muzzammil: 20).&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa:&lt;br /&gt;.Allah swt mengetahui bahwa kemampuan kita dalam berqiyamullail berbeda-beda, ada yang hampir mampu mencapai 2/3 malam, ada yang mampu setengah malam, ada yang sepertiga malam.&lt;br /&gt;.Allah swt-lah yang membuat ukuran-ukuran siang dan malam.&lt;br /&gt;.Allah swt mengetahui bahwa kita ini lemah dan tidak akan mampu memenuhi kewajiban (ya, waktu itu qiyamullail setengah malam adalah kewajiban kaum muslimin) itu.&lt;br /&gt;.Allah swt mengetahui bahwa diantara kita ada yang sakit, ada yang sibuk mencari ma’isyah, ada yang sibuk berperang fi sabilillah.&lt;br /&gt;Meskipun Dia mengetahui kesibukan kita, namun Dia tetap memerintahkan kepada kita untuk:&lt;br /&gt;. Membaca Al Qur’an (bahkan diulang dua kali) sesuai dengan kemudahan kita.&lt;br /&gt;. Menegakkan shalat.&lt;br /&gt;. Membayar zakat, dan&lt;br /&gt;. Memberikan pinjaman yang baik kepada Allah swt (sedekah dan semacamnya).&lt;br /&gt;. Banyak-banyak beristighfar.&lt;br /&gt;Artinya, betapapun kesibukan yang melanda kita, kita tidak boleh melupakan tugas menyirami ruhani kita dan mengecesnya dengan berbagai sarana yang ada.&lt;br /&gt;Ada banyak cara yang ditawarkan oleh Islam agar kita tetap bisa mendapatkan kesempatan melakukan siraman dan pengecesan ruhani kita. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;. Kita harus mensplit waktu-waktu yang kita miliki agar muncul menjadi berbagai macam saat, sehingga di hadapan kita akan muncul sederet waktu yang bisa kita daya gunakan.&lt;br /&gt;Pada suatu kali seorang sahabat yang bernama Hanzhalah bertemu Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Begitu bertemu Hanzhalah berkata: Nafaqa Hanzhalah (Hanzhalah menjadi munafiq). Mendengar pernyataan seperti itu Abu Bakar kaget, lalu berkata: “Kenapa? Hanzhalah berkata: “Kalau kita berada di majlis nabi saw seakan kita melihat dengan kepala kita sendiri suasana surga danneraka, akan tetapi begitu ketemu anak-anak, kita lupa semua yang kita rasakan tadi”. Mendengar penjelasan seperti itu Abu Bakar menjawab: “Kalau begitu sama dengan saya”. Singkat cerita keduanya mendatangi nabi saw. Setelah keduanya menceritakan apa yang dirasakannya, nabi saw menjawab: “… Akan tetapi sa-‘ah wa sa-‘ah”. Maksudnya: bagilah (spiltlah) waktumu agar ada saat untuk ini dan ada saat untuk itu. (HR Bukhari).&lt;br /&gt;. Kita harus pandai memanfaatkan “serpihan-serpihan” waktu yang kita miliki dan mendaya gunakannya untuk melakukan penyiraman dan pengecesan ruhani kita.&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah saw memperingatkan bahaya memaksakan diri sendiri untuk memperbanyak ibadah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang memberat-beratkan diri sendiri kecuali agama itu akan mengalahkannya, karenanya, luruskan langkah dan kokohkan, berusahalah untuk selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis), dan meminta tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam”. (HR Bukhari).&lt;br /&gt;Saudara-saudara yang dimuliakan Allah …&lt;br /&gt;3. Terakhir sekali, kita harus pandai-pandai membuat diversifikasi acara (keragaman acara) agar tidak cepat bosan, ingatlah bahwa “sesungguhnya Allah swt tidak bosan sehingga kita bosan, dan bebanilah jiwa ini sesuai dengan kadar kemampuannya, dan bahwasanya amal yang paling dicintai Allah swt adalah yang kontinyu” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-nasa-i).&lt;br /&gt;Walau terkesan opini ini terlalu perfeksionis dan yang memosting sendiri terlalu HINA untuk dijadikan contoh atas apa yang telah posting. Tapi di lubuk hati yang paling dalam, minimal keinginan itu ada untuk direalisasikan. Smangat !!!&lt;br /&gt;Semoga Allah swt memberikan taufiq, bimbingan dan kekuatan kepada kita untuk istiqamah di atas jalan agama-Nya, amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Artikel di atas hampir semuanya berasal dari taujih Ustadz Musyaffa,PKS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syukron katsri ‘ala kulli hal yaa ustadz, afwan…&lt;br /&gt;Jazakumullah khairan katsir…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1103363628629650226?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1103363628629650226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1103363628629650226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1103363628629650226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1103363628629650226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/allah-swt-tahu-kok-klo-kita-sibuk.html' title='ALLAH SWT TAHU KOK KLO KITA SIBUK'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3194229149825974329</id><published>2009-12-02T19:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T19:32:26.182-08:00</updated><title type='text'>Saksikanlah ! kami seorang muslim</title><content type='html'>Bismillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al-Baqarah;216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini teman, berjuta tantangan pasti menghadang namun disana terselip juga bermilyar peluang untuk menjadikan tantangan tersebut sebagai media untuk membuat kita belajar tentang hakikat diri kita. Dalam dunia ini juga, banyak rencana-rencana kita yang tidak sejalan dengan realitas yang ada. Kadang kita mau A, yang dating malah B. kadang mau B, yang dating malah C. benar begitu?&lt;br /&gt;Itu hanya sebagian kisah saja dari perjalanan kita yang panjang ini. Lalu, setelah kita mendapati banyaknya hal yang tidak sesuai rencana. Apa yang terjadi? Pastinya rasa kecewa dan sakit hati datang tanpa diundang menginfeksi hati kita dan melumpuhkan semangat kita walau hanya untuk menatap keindahan yang di pancarkan oleh sang mentari. Kecewa, setelah itu  sakit hati, lalu ????&lt;br /&gt;Ini yang membedakan nilai seorang manusia. Setelah dia gagal, setelah dia jatuh tergeletak ditikam kejamnya realita. Apa dia enggan bangun? Apa dia bangun lalu mundur teratur kebelakang dengan bijaknya? Atau bangun dan kembali berlari mewujudkan segala tujuan-tujuannya? Pilih mana? Semua terserah kalian yang membaca seambrik coretan ini. Pilihan itu hak kalian yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Sang Pemilik Kesempatn, Allah azza wajalla.&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus saling memberikan input satu sama lain agar nantinya tercipta keshalihan social , engga hanya sholin lianfusihim. And tulisan ini sengaja penulis buat untuk menyemangati diri sendiri karena pernah dilumpuhkan oleh rasa kecewa yang sangat-sangat, kekecewaan itu dikode oleh satu kodon rantai hliks ganda DNA, yang bernama : inhal” ( mudah-mudahan dan memang ingin itu inhal yang terakhir kalinya dalam sejarah penulis). &lt;br /&gt;Lalu bagaimana sih cara ampuh untuk kembali berdiri dan berlari menuju segala tujuan??? Di sini  penulis akan berusaha meracik obat semujarab mungkin ( walau farmakologi belum belajar banyak) dengan cara menganamnesis diri sendiri ( introspeksi diri) dan merampok semua pengalaman dari teman-teman yang pernah merasakan pahit-manisnya inhal karena inhal ga selamanya memahitan, di sana tersimpang berjuta hikmah yang bisa kita proses dan menjadi bahan bakar untuk menjalani hembusan-hembusan nafas dan sitol-diastol yang akan datang. insyaALLAH.&lt;br /&gt;Gagal berarti pelajaran, bukan keberhasilan yang tertunda&lt;br /&gt; Saya gagal karena inhal bukan berarti harus terpuruk dengan segala rasa malu dan kecewa. Disana  terkandung pukulan panas yang menjadikan kita semakin terpacu untuk belajar, seakan-akan menjadikan kita harus punya slogan” Nafasku adalah belajar, tak peduli seberapa banyak bahannya dan seberapa rumit konsep yang ingin dipahami” . pasti dah hafal sejarah si Thomas A. Edison, si penemu bola lampu ( bukan dosen biokim FK lho. Hehe) dia melakukan percobaan hampir 999 kali hanya untuk membuat bola lampu yang mungkin masih bisa dikerjakan oleh anak buahnya sendiri. Karena dia yakin yang 998 percobaan lainnya bukannya dia gagal, tetapi dia sudah dapat pelajaran dan rasa yang hanya ada di sekolah kehidupan  sebanyak 998 kali. Mantap bro !!! makanya belajar yang banyak,  dan say no to inhal !!! hubungannya dengan judul di atas, kegagalan adalah suatu pelajaran yang tak seorang jenius pun mampu mengkonkritisasikannya ke dalam bahasa buku, karena kegagalan adalah bentuk pelajaran yang memberikan sensasi langsung ke semua reseptor yang brsangkutan. Mengapa bukan keberhasilan  yang tertunda ? karena yang sudah gagal tlah berhasil mendapatkan suatu sensasi pelajaran yang tak didapatkan olek mereka-mereka yang lulus.&lt;br /&gt;Luruskan kembali niat&lt;br /&gt;Niat itu sangat-sangat penting. “ berapa banyak amal yang remeh menjadi besar karena niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat ( Abdullah bin Mubarak)”  di sini tidak hanya meluruskan niat untuk menuntut ilmu dengan sebaik-bainya lillah karena itu memang suatu kewajiban yang didasarkan pada dalil wajibnya menuntuk ilmu. Yang ditekankah di sini adalah urgensi dari kuntinyuitas dalam pelurusan niat. Perlu kuntinyu ato terus-menerus? Yapz. Karena dari pengalaman penulis niat belajar itu secara fisika merupakan fungsi waktu. Dia bisa berubah berdasarkan kondisi, yang perlu kita regulasi adalah agar perubahan ini selalu progresi kearah yang positif. Caranya man? Jangan asal ngomong donk. Caranya begini ikhwah fillah, selalu mengingat Allah dalam berproses menuntut ilmu. Penulis sarankan, tulislah kalimat “ Yaa Allah, hamba ini dengan sengaja dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu karena engkau. Mudahkanlah dalam prosesnya dan berkahilah hasilnya. Dan begitu pula buat teman-teman hamba yang lain” setelah di tulis, taruh di sudut-sudut strategis koz atau kamar kamu biar sebelum pergi ke kampuz kamu mengebaca kalimat ajaib itu. Bedakan rasanya dengan hari-hari kamu sbelumnya dan yang terpenting,  rasakan bedanya !!!&lt;br /&gt;mengapa kita perlu mendoakan orang lain? Nah ini rahasia ampuhnnya bro and sis fillah. Selain mampu membuat tumbuh subur bunga-bunga ukhuwah di antara kita, hal tersebut juga bisa menjadi simbolisasi dari rasa kita sebagai seorang muslim. Tak hanya itu, dengan mendoakan orang lain maka para malaikat akan mengamienkannya untuk kita juga, jika dilakukan dengan ikhlas. Logikanya akan ada proses pemantulan sempurna dari doa tersebut untk kita, yang lebih penting malaikat mendoakan kita dengan doa yang serupa. Bayangin bro, makhluk Allah tanpa dosa yang mendoakan kita. Siap-siapin mental aja untuk menerima proses realisasi semua proposal doa kita.&lt;br /&gt;Optimis dan buat target&lt;br /&gt;sebagai mahasiswa muslim, kita harus menjadi visioner. Kita memrlukan target tahunan, bulanan, mingguan hingga harian agar jiwa-jasad kita yang dikendalikan cerembrum-cerebelum tidak menjadi kapal yang terombang-ambing di lautan kehidupan yang luaznya luar biasa, yang anginnya kencang tak tertolong dan yang hambatannya berlimpah. Al- Mutanabi mengatakan “ manusia dinilai berdasarkan perbuatan mereka. Kebesaran jiwa mereka yang menentukan karya besar mereka memang besar. Di mata orang-orang kerdil, masalah-masalah sepele menjadi besar. Bagi yang berjiwa besar, masalah-malsah besar terlihat kecil”&lt;br /&gt;kata A.H Nayyar , Ph.D yang merupakan seorang president Pakistan peace coalition “ kalau kita memulai langkah dengan rasa takut, sebenarnya kita tidak pernah melangkah…”&lt;br /&gt;dalam bukunya David Schultz, The Magic of Positif Thinking. Agar menjadi manusia yang seutuhnya ( ciey,,, kaya ada aja manusia yang ga utuh) dalam hidup kita perlu optimis dan sedikit kenekatan dalam membuat target. Bagi teman-teman yang sekarng terjerat rasa sedih baik itu karena inhal, kena masalah dan lain-lain. Sekarang buru-buru lah shalat sunnah dua rakaat, ambil buku diary dan tulis semua yang ingin kalian capai kedepannya agar kesedihan itu musah dan lenyap dari dalam cereberum kalian. Tak perlu ragu target yang kalian taruh itu terlalu tinggi, jangan minder dan berkata dalam hati hal tersebut mustahil kalian capai, tenang bro and sis. Allah menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk, so pasanglah target setinggi-tingginya. Alasannya gini, misal kita target ujian blok 100. Dengan sendirinya berdasarkan konsep ilmiah dalam buku the secret, konsep itu adalah the law of attraction maka otak kita akan sendirinya mencari jalan dan menstimulasi extremitas lainnya untuk merealisasikan kalau kita bisa memperoleh angka 100. Atau paling tidak seandainya tida sampai target, minimal 90 atau 80. Beda kalau masang target Cuma lulus, kalau turun sedikit ya jadinya inhal, dan kita menjadi seorang inhaler. &lt;br /&gt;Sebenarnya bukan maksud penulis mengutamakan nilai dalam pemasangan target untuk menuntut ilmu. Penulis yakin nilai itu bukan segalanya karena ilmu lebih utama, namun ternyata realitasnya nilai itu penting sebagai indikasi sampai mana tingkat pemahaman kita akan ilmu yang perlu kita pahami. So, ilmunya dapat pasti nilai mengikuti. Jangan sampai muncul kata-kata yang penting ilmunya, tapi inhal mulu. Yang ada, ilmunya dapat dan bebas dari inhal.&lt;br /&gt;Sekedar info, teman-teman semua mohon lebih kritis dalam memahami buku-buku psikomotivation dari laur negeri. Terlebih The Secret karya Rhonda Byrne karena cukup berbahaya untk aqidah kita. Dalam konsep The Law of Attraction dikatakan bahwa dengan energy yang ada dalam diri manusia khususnya otak yang mengendalikan pikiran, semua hal di dunia ini akan meresonansi mengikuti dan sesuai dengan yang apa kita pikirkan. Sehingga muncullah istilah mereka nothing imposibble. Lalu dipertegas dengan statement bahwa manusia adalah miniatur Tuhan sehingga berpikirlah dan hal tersebut “pasti” terjadi. Dalam konsep islam, Allah yang menentukan segalanya dan kita berusaha dengan semaksimal mungkin plus diiringi memohon kepadanya. Mereka berpendapat manusia adalah miniature tuhan berdasarkan hokum termodinamiku yang diteriakan oleh Joule “ energy tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan, namun energy mampu bertransformasi”. Lalu hubungannya? Begini, manusia merupakan organisme, organisme merupakan kumpulan system organ, system organ terdiri dari organ-organ yang menjalankan system, organ merupakan kumpulan jaringan yang morfologi dan fisiologis sama, jaringan meliputi kumpulan sel yang relative semua sama, sel meliputi organel-organelnya, organel-organel terbebtuk dari senyawa-senyawa kompleks dengan ligannya, senyawa komplek dapat pecah menjadi kation dan anion komplek, dari ion-ion kompleks tadi dipecah mnjadi ion sederhana, dari ion dapat diambil unsurnya, setiap unsure memiliki jenis atom yang sama, setiap atom terdiri atas electron dan nucleon, di nucleon terdapat positron dan neutron lalu electron, positron dan neutron tadi sebenarnya dapat dipecah lagi. Namun ga kerasa coretan ini sudah panjang betul, intinya ujung-ujung pemecahan tadi ditemukan energy. So kata merek karena manusia mengandung energy maka manusia mampu melakukan apa saja dengan energinya. Itu kata mereka, mereka yang tidak mengenal islam&lt;br /&gt;So, bagi kita yang kenal islam sebenarnya kita tingga mengislamisasikan the secret dengan mengedit beberapa kalimatnya menjadi “ jika Allah bersamaku, apa pun bisa ku lakukan karena tiada kekuatan selain kekuatan Allah, Allahu akbar !!!”&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang ku tulis di sini merupakan caraku membebani diri untuk selalu memperbaiki diri setiap detiknya. Tak bermaksud sedikit pun aku menggurui kalian, karena kalian adalah guruku, karena kalian adalah sumber inspirasi dalam hidupku. Aku pun berterima kasih atas segala ilmu yang kalian berikan kepadaku, yang kalian jelaskan padaku lewat perkataan dan body-language kalian terhadap reaksi dari segala aksi yang menimpa kalian. Mari kita bersama-sama menunjukan bahwa kita adalah seorang muslim, orang yang percaya akan kebenaran ajaran islam. Mari menjadi orang yang lebih baik dari detik sebelumnya.&lt;br /&gt;Ibrahim Al—Harbi, yang berguru pada imam Ahmad mengatakan “ aku telah berguru pada imam Ahmad bin Hambal  selama dua puluh tahun. Saat musim dingin atau panas, siang atau malam, tak pernah aku dapati kecuali ia lebih baik dari sebelumnya ( Manaqib ibnu Hanbal, Al-Jauzy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3194229149825974329?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3194229149825974329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3194229149825974329' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3194229149825974329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3194229149825974329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/12/saksikanlah-kami-seorang-muslim.html' title='Saksikanlah ! kami seorang muslim'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-8873117212472974280</id><published>2009-02-15T00:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T00:40:06.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Tradisional'/><title type='text'>"Vox Populi Vox Dei" Hanya Mitos dalam Politik Bernegara</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan berpolitik merupakan sistem kehidupanyang paling dinamis yang pernah ada. Akselarasi perubahannya melebihi dari aspek teknologi, apalagi pertanian. Dari waktu ke waktu pun, semakin sangat nyata kaidah demokrasi hanya suatu konsep yang dipaksakan redaksinya. Hal itu dibuktikan dengan paradoksnya idealitas dan realitas yang ada dalam konsep tersebut.&lt;br /&gt;Demokrasi yang berasal dari kata demos dan cratos ini, mencerminkan adanya kekuataan yang dominan berada di tangan rakyat. Kita kembali ke sejarah, bagaimana Abraham Lincoln mengatakan kalau demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kalau dipikirkan, konsep itu begitu bijaksana dan “diprediksi” akan dapat mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;Karena rakyat merupakan pemegang kunci dari kaidah ini, maka diadakanlah pemilu sebagai salah satu media untuk menyalurkan aspirasi yang ada pada rakyat. Sehingga semakin nyata bahwa yang memagang kendali adalah rakyat secara umum. Tak peduli apakah latar belakangnya mengerti masalah pemerintahan dan politik, atau hanya rakyat yang  materialis.&lt;br /&gt;Dalam logika penulis yang masih kurang ilmu ini. Kalau demokrasi seperti itu, bagaimana nasib suatu negara yang didominasi oleh orang-orang yang hanya mementingkan diri mereka sendiri. Yang lebih parah lagi, bagaimana seandainya kalau kemenangan para materialis tadi hanya beda tipis dengan orang-orang yang mempunyai mental berkepemimpinan dan mengerti arti sebuah pemerintahan. Rumitkan ?&lt;br /&gt;Itu Cuma masalah kecil saja. Akhir-akhir ini, malahan demokrasi semakin memperumit prosedurnya dan mengaburkan substansi yang telah ada, sependapat dengan Moch Nuhasim ,S.IP, M.Si  seorang peneliti tentang perpolitikan dari LIPI Jakarta. Sehingga para pemimpin yang mengaku demokratis sebenarnya hanya memimpin dengan konsep insidental tanpa adanya landasan yang jelas.&lt;br /&gt;Sehingga kita sebagai generasi muda, sudah saat berpikir untuk mensintesis konsep pemerintahan yang terbukti keunggulannya. Apalah makna vox populi vox dei ( suara rakyat adalah suara tuhan) kalau hanya akan melahirkan masalah baru yang sangat kompleks dan ambigu.&lt;br /&gt;Sebagai solusi, kita juga patut memikirkan konsep yang diajukan oleh suatu organisasi da’wah HTI yang meneriakan konsep khilafah sebagai  obat penyembuh atas luka-luka yang ditinggalkan demokrasi. Namun, yang terpenting menurut penulis bukan hanya khilafahnya yang berdiri. Tetapi harus ada langkah untuk menyiapkan rakyatnya untuk menggunakan sistem khilafah. Sistem ini sudah terbukti efektif pada masa yang lalu dan tentu tidak perlu mencari kelinci percobaan dalam penemuan konsep pemerintahan yang baru. Sehingga nantinya konsep khilafah ini dapat dialankan secara efektif dan totalitas. Seberapa sempurnanya suatu konsep, kalau tidak dijalankan secara totalitas hasilnya juga akan nihil.&lt;br /&gt;Solusi yang lainnya. Kalau penegakkan khilafah itu memerlukan waktu dan persiapan yang lama. Sebagai alternatif, penulis rasa aktualisasi dan kristalisasi nilai-nilai islamiyah dalam kehidupan berpolotik dan goverment adalah kuncinya. Karena dalah syari’at islam, terjadi keseimbangan antara hal apa saja yang boleh ditentukan oleh rakyatnya menggunkan logika dan ada juga ketetapan yang sudah ditentukan oleh ALLah azza wa jalla. sehingga nantinya akan tercipta sistem perpolitikan dan pemerintahan yang  berkesejahteraan. Kalau boleh memberi istilah, inilah yang disebut demokrasi yang ideal. Demokrasi islamiyyah.&lt;br /&gt;Mengapa yang ideal? Karena di sini terjadi sinergisitas yang luar biasa antara kita sebagai zoon politicon dan zoon religion. Dari sinergisitas itu, nantinya akan muncul semangat mencapai pemerintahan ideal. Karena telah tertanam semangat kalau berkepemerintahan juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya konsep pemerintahan yang bisa disebut ideal. Bukan sekuler. Penulis pun yakin, sekularitas begitu berkembang di eropa khususnya prancis disebabkan agama di sana yang irasional dan tidak universal, serta terlalu kolot. Seandainya mereka mengenal islam ( maaf pengandaian itu sebenarnya tidak baik, tapi sekarang karena untuk kebaikan) penulis yakin mereka tidak akan pernah kenal dengan istilah sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-8873117212472974280?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/8873117212472974280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=8873117212472974280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8873117212472974280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/8873117212472974280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/02/vox-populi-vox-dei-hanya-mitos-dalam.html' title='&quot;Vox Populi Vox Dei&quot; Hanya Mitos dalam Politik Bernegara'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4741047771742204424</id><published>2009-02-10T00:40:00.001-08:00</published><updated>2009-02-10T00:44:37.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Menulis Bukan Hanya Budaya Kaum Intelek</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya banyak konsep-konsep atau pun postulat ilmu pengetahuan yang baru ditemukan atau malah penyempurnaan dari ilmu sebelumnya. Tak disangka pula, kadang banyak hal-hal yang menjadi beban pikiran para “ilmuwan besar” telah diselesaikan dengan mudah lewat diskusi terbuka ( baca:canda) orang yang notabenenya tidak tahu menahu kalau masalah yang telah ia selesaikan adalah masalah sulit bagi para ilmuwan. Di pikir lebih lanjut, ternyata memang benar. Bahkan kalau kita mengacu kepada historis sains. Banyak penemuan yang tidak disengaja. Contohnya seperti sel volta, struktur benzena, konsep&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gravitasi dan banyak lagi yang lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedikit pengantar di atas semoga bisa membuat kita semakin paham bahwa ada banyak hal hebat dan penting yang telah kita pecahkan setiap harinya. Namun sayangnya semua hal tersebut tidak kita sadari atau kita sadari namun hilang begitu saja, tanpa ada kesan yang mendalam. Hal itu semua secara sederhana dapat diketahu penyebabnya bahwa kurangnya kepekaan kita untuk mengabadikan “penemuan” kita tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita pikirkan lebih lanjut. Tentu betapa ruginya ketika kita dapat memecahkan masalah ilmuwan besar namun tidak dapat kita abadikan. (karena faktanya kemampuan berpikir dipengaruhi oleh lingkungan dan keadaan. Sehingga tidak menutup kemungkinan pada kondisi tertentu seseorang yang bukan ilmuwan mampu menelurkan ide yang lebih brilian dari Einsten sekalipun)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang jadi masalah esensialnya adalah kekurangmampuan kita dapat menulis semua hal penting yang telah kita temukan, baik secara sengaja maupun tidak. Ya, memang menulis adalah tali untuk mengikat ilmu yang telah kita lumpuhkan (baca:kuasai). Sehingga, begitu banyak ilmuwan yang dilupakan oleh peradaban karena ketidakmampuannya dalam menulis ide-ide yang mereka punyai. Malahan, kadang banyak orang biasa-biasa yang mampu menuliskan idenya menjadi dikenal sebagai ilmuwan besar. Bukan meremehkan kemampuan orang tersebut, namun untuk memunculkan fakta yang sebenarnya dan sebagai “pukulan hangat” bagi semua orang yang mempunyai pengetahuan, untuk menulis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menulis memang suatu kegiatan yang sebenarnya sangat mudah. Walaupun banyak orang yang mengatakan menulis adalah suatu kegiatan orang intelek saja. Atau menulis adalah suatu efek dari banyaknya membaca. Sebenarnya memang benar, menulis adalah budaya intelek yang memang sudah tidak diragukan lagi minatnya dalam membaca. Namun, agar kita yang biasa-biasa ini mampu meningkatkan minat dalam menulis. Dapat juga dilakukan pembalikan mind-set tadi. Sehingga kita dapat menulis tanpa harus dibebani untuk menjadi orang intelek terlubih dahulu. Atau kalau bisa budaya menulis kita, juga dibarengi dengan proses menuju intelektualitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Logikanya mudah. Dengan pembiasaan menulis yang ringan-ringan (masalah yang dibahas tidak terlalu kompleks), maka dengan sendirinya akan muncul minat untuk membaca,sebagai modal untuk bahan tulisan yang lebih lanjut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan menulis yang ringan-ringan dulu. Kita akan terbiasa menulis dan akan memahami substansi dari menulis itu sendiri. Selain itu, juga akan ditemukan kenikmatan tersendiri dalam menulis. Secara umum, dengan pembiasaan tadi akan menjadi katalis meraih kemampuan menulis yang lebih baik. Bukan kah practice makes perfect?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun yang lebih penting agar tumbuh budaya menulis. Pertama, berpikirlah kalau menulis menjadikan konsep yang ada di kepala kita lebih matang. Karena dengan menulisnya kita akan dengan mudah mengoreksi konsep tersebut, konsep yang selama ini abstrak di kepala. Selain itu, kita akan bisa lebih memahami konsep tersebut dengan komprehensif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Selain itu, menulis juga dapat menjadikan otak kita bekerja secara sistematis. Yang akhirnya kita dapat mengetahui pola pikir kita, sekaligus memahami mana masalah yang sederhana dan mana yang masalah perlu pemikian khusus. Bahkan dengan menulis bisa menjadikan kita kecanduan dan akhirnya cinta mati dengan membaca. mengapa? Ibarat mobil adalah proses menulis, maka membaca adalah bahan bakarnya lalu style mobil adalah gaya kepenulisan kita. Lalu kecepatandan ketepatannya adalah rasionalitas kita. Pokoknya menulis sangat banyak manfaatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu apakah kalau ingin menulis harus punya banyak bahan bacaan? Tentu saja tidak. Ada orang bijak mengatakan, “ orang pintar bukanlah orang yang mempunyai banyak buku lalu membacanya. Orang pintar adalah orang yang mempunyai kemampuan membaca kehidupan” sehingga, walaupun bacaan kita sehari-hari bisa dikatakan pas-pasan. Namun jika kita menulisnya, akan secara otomatis kita akan melakukan re-intrepretasi dan melakukan pengembangan terhadap konsep yang sudah kita punyai. Dengan menulis pula, kita akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah menghubungkannya dengan realitas yang ada. Terakhir, kita akan mudah melakukan implementasi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selamat menulis... menulis itu mudah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4741047771742204424?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4741047771742204424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4741047771742204424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4741047771742204424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4741047771742204424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/02/menulis-bukan-hanya-budaya-kaum-intelek.html' title='Menulis Bukan Hanya Budaya Kaum Intelek'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3117512795807384610</id><published>2009-01-26T23:40:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T23:43:12.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Tradisional'/><title type='text'>Kronologi Pemerintahan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sistem pemerintahan di Indonesia merupakan suatu sistem yang cukup menarik untuk dijadikan objek pembahasan yang komprehensif, tidak hanya karena dinamisitasnya tapi juga perkembangan historisnya yang juga kontroversial. Sehingga apabila ada pembahasan mengenai perbandingan antara sistem pemerintahan sebelum dan sesudah amandemen, tentu akan kurang “ khusyuk’ jika pembahasannya tidak sesuai kronologis historial.&lt;br /&gt;Sistem pemerintahan di Indonesia terus mengalami perubahan dan perkembangan sejak awal dimerdekakannya negara Indonesia ini.  Namun Indonesia sebagai rechstaat atau negara hukum tetap dipertahankan dan rakyat baik, itu hanya “formalitas” atau tidak tetap menjadi pemegang kedaulatannya.&lt;br /&gt;Berikut ini periode-periode pada perjalanan sistem pemerintahan negara Indonesia  berdasar konstitusi yang digunakan :&lt;br /&gt; Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1945&lt;br /&gt;Undang-undang Dasar 45 merupakan konstitusi pertama bagi negara negara republik Indonesia. Walaupun dalam segi stabilitas keamaan belum baik, karena masih ada pengaruh NICA dan sekutunya untuk merebut NKRI kembali. Tapi, pemerintahan bisa dijalankan walau “jatuh-bangun” oleh masalah-masalah yang ada, belum lagi inflasi dan blokade ekonomi oleh pihak Belanda saat itu.&lt;br /&gt;Berdasar pasal II Aturan Peralihan, kekuasaan presiden sangat luar biasa, yaitu meliputi:&lt;br /&gt;a)                       Kekuasaan presiden sendiri, yaitu kekuasaan eksekutif&lt;br /&gt;b)                       Menjalankan kekuasaan MPR&lt;br /&gt;c)                        Menjalankan kekuasaan DPR&lt;br /&gt;d)                       Menjalankan kekuasaan DPA&lt;br /&gt;Dari semua wewenang yang dapat diambil oleh presiden terlihat kalau hal itu seakan-akan menunjukan kekuasaan presiden sebagai penguasa tertinggi tunggal. Cara-cara pemerintahan diktator pun sering menjadi panorama umum. Akibatnya, meski menurut UUD 1945 bangsa Indonesia menganut sistem presidensial. Dalam kenyataannya, kita menganut sistem yang terpusat secara mutlak dan bersifat revolusioner atau revolutionary and absolutely centralized govermental system)&lt;br /&gt;Namun, pada tanggal 14 November 1945 terjadi perubahan dengan keluarnya maklumat presiden. Isi maklumat tersebut adalah bahwa tanggung jawab pemerintah ada di tangan para menteri. Pengalihan tangung jawab pemerintahan ini menunjukan adanya penggantian sistem pemerintahan, sebab dengan itu presiden tidak lagi berfungsi sebagai kepala pemerintahan, melainkan hanya sebagai kepala negara. Jabatan kepala pemerintahan dijabat oleh perdana menteri, yang bersama para menteri-menteri mempertanggungjawabkan pelaksanaan semerintahan kepada parlemen. Peristiwa ini semakin meyakinkan banyak orang kalau presiden saat itu memang bertindak laksana diktator berwajah manis. Namun dalam satu sisi, hal ini merupakan bentuk penghormatan dan transparansi presiden kepada pihak lain yang juga loyal terhadap nasib pemerintahan Indonesia saat itu. Memang sangat sulit menentukan pihak mana yang benar-benar salah karena tidak benar.&lt;br /&gt;Sejak adanya maklumat wakil presiden No X, yang berisi : Sebelum MPR dan DPR terbentuk, KNIP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN. Mulai saat itu kekuasaan presiden sudah terbatas.&lt;br /&gt;Lebih sederhananya, dalam UUD 45 tersebut ditegaskan beberapa ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.                        Bentuk negara, bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan sbb:&lt;br /&gt;1.            Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik.&lt;br /&gt;2.            Pasal 1 ayat (2) menyebutkan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950&lt;br /&gt;Pasal 1 konstitusi RIS menyebutkan :&lt;br /&gt;a)                       RIS yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk serikat&lt;br /&gt;b)                       Kekuatan berkedaulatan RIS dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR dan senat.&lt;br /&gt;Secara umum. Pada periode ini berlaku konstitusi RIS sehinga bentuk negara Indonesia adalah serikat dan mempunyai sistem pemerintahan republik parlementer . hal ini tak lepas dari pengaruh budaya politik bangsa Belanda yang juga menganut sistem parlementer. Pelaksana kedaulatan rakyat adalah DPR dan senat. Pemerintah dilaksanakan oleh para menteri yang dipimpin oleh perdana menteri dan bertanggung jawab pada parlemen.&lt;br /&gt;Pada masa ini terdapat lembaga negara sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.            Dewan Menteri&lt;br /&gt;2.            DPR&lt;br /&gt;3.            Presiden&lt;br /&gt;4.            DPK&lt;br /&gt;5.            MA, lembaga pengadilan federal tertinggi&lt;br /&gt;6.            Senat, lembaga perwakilan negara-bagian  di negara RIS&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugasnya, presiden dibantu oleh para dewan menteri . para dewan menteri terdiri atas menteri-menteri yang diwajibkan memimpin salah satu departemen. Akan tetapi, menteri-menteri yang tidak memangku suatu departemen pun dapat diangkat. Tanggung jawab pemerintahan sepenuhnya berada di tangan perdana menteri dan para menteri kabinet.&lt;br /&gt;Dalam menjalankan kewajuban ini, presiden tidak dapat diganggu gugat, presiden tidak dapat salah dan disalahkan. Penanggung jawab seluruh kebijakan pemerintah adalah  para menteri, baik bersama-sama untuk seluruhnya atau masing-masing untuk bagiannyasendiri. Jadi, kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Konsekuensinya, kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen jika kebijakanny a tidak disetujui parlemen.&lt;br /&gt;Periode 17 Agustus 1945 sampai 5 Juli 1959&lt;br /&gt;Pada periode ini menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara  Republik Indonesia ( UUDS RI 1950). Pasal 1 UUDS RI 1945 menyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.                        RI yang merdeka dan berdaulat, ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan&lt;br /&gt;2.                        Kedaulatan RI adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah bersama-sama DPR&lt;br /&gt;Dalam piagam persetujuan RIS-RI tanggal 19 Mei 1950, disebutkan negara RI kembali menjadi negara kesatuan dengan sistem pemerintahan parlementer. Sehingga para menterinya sebagai penyelenggara pemerintahan bertanggung jawab kepada DPR.&lt;br /&gt;Berbeda dengan konstituso RIS, UUDS 1950 hanya mengenal 5 lembaga negara, yaitu:&lt;br /&gt;1.                        Menteri-menteri&lt;br /&gt;2.                        Presiden&lt;br /&gt;3.                        Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;4.                        Mahkamah Agung&lt;br /&gt;5.                        Dewan Pengawas Keuangan&lt;br /&gt;Menurut UUDS, presiden berfungsi sebagai kepala negara. Meski presiden merupakan bagian dari pemerintahan, tanggung jawab pemerintahan berada di tangan perdana menteri bersama para menterinya. Karena yang dianut adalah sistem parlementer, presiden dan wakil presiden tidak boleh diganggu-gugat. Penanggung jawab tindakan pemerintah adalah menteri-menteri, secara bersama-sama untuk seluruhnya atau masing-masing untuk bagiannya sendiri.sebagai imbangannya, pemerintah dapat meminta presiden untuk membubarkan DPR.&lt;br /&gt;Pada masa ini, kondisi perpolitikan kurang begitu stabil. Kabinet kerap kali jatuh, karena sering mendapat mosi tidak percaya dari DPR. Sehingga terjadi masa “transisi” abadi, walaupun secara umum mempunyai goal yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;Yang jadi masalah besar pada periode ini adalah kegagalan konstituante dalam menetapkan hukum dasar negara, sehingga untuk menyelamatkan negara dan bangsa akibat gagalnya konstituante tersebut, presiden mengeluarkan dekrit presiden pada tanggal 5 Juli 1959.&lt;br /&gt;Periode 5 Juli 1959 sampai 11 Maret 1966&lt;br /&gt; Periode ini dimulai sejak keluarnya dekrit 5 Juli 1959 yang penuh kontroversi, namun di dukung mayoritas rakyat, ABRI dan parpol tertentu karena mengembalikan Indonesia kepada UUD para founding father, yaitu UUD  45. Pada periode ini sistem pemerintahan RI diselenggarakan atas asas demokrasi terpimpin dan sistem presidensial.&lt;br /&gt;Pada aktualisasinya, bukannya semakin menuju ke UUD 45, presiden malah semakin menampakkan kediktatorannya melalui penyimpangan-penyimpangan yang sangat kontradiktif dengan kaidah UUD 45. Begitu pula dengan dasar negara kita,pancasila. Pancasila kita dihianati bahkan dimodifikasi sedimikian rupa tafsirannya untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbesar kekuasaan pemimpin.&lt;br /&gt;Penyimpangan tersebut antara lain tampak dalam hal-hal berikut:&lt;br /&gt;1.                        Pimpinan-pimpinan MPR, DPR , BPK dan MA diberi kedudukan sebagai menteri , sehingga ditempatkan sebagai bawahan presiden. Oleh karena itu, dalam mekanisme kerja MPR dan DPR ditentukan bahwa jika MPR atau DPR tidak berhasil mengambil keputusan, maka persoalan tersebut diserahkan kepada presiden untuk memutuskannya. Padahal menurut UUD 45, MPR adalah lembaga yang membawahi dan berkedudukan lebih tinggi dari presiden&lt;br /&gt;2.                        Presiden juga memperluas kekuasaannya melalu UU No 19 tahun 1964 yang antara lain menentukan bahwa demi kepentingan revolusi, presiden berhak untuk mencampuri proses peradilan. Padahal UUD 45 menyatakan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka, yang terlepas dari pengaruh pemerintah.&lt;br /&gt;Tampak bahwa prinsip pemisahan kekuasaan negara dan sistem check and balanc yang menjadi pilar utama sistem pemerintahan presidensial telah terabaikan saat itu. Bahkan presiden memperbesar kekuasaannya dengan membentuk lembaga ekstra-konstitusional ataupun dengan mengatur sendiri hal-hal yang semestinya diatur bersama dengan DPR.&lt;br /&gt;Periode 11 Maret sampai 21 Mei 1998&lt;br /&gt;Periode ini berawal dari peristiwa yang sangat membingungkan sekaligus memalukan. Yakni adanya pengondisian stabilitas keamanan dan politik untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan. Sehingga, walaupun secara teoritis periode ini menganut sistem parlementer dan “berniat” reaktualisasi pancasila dan UUD 45 secara murni.&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, hanya melahirkan pemimpin abadi yang sangat jenius mempertahankan kekuasaannya dan mampu meningkatkan kondisi perekonomian baik makro maupun mikro menjadi relatif lebih baik. Yakni, terpilih  dan terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden RI. Oleh karena itu, presiden Soeharto dapat memerintah Indonesia selama hampir 32 tahun.&lt;br /&gt;Hal itu tentu tidak terlepas dari terjadinya pemusatan kekuasaan negara di tangan presiden. Dari berbagai sudut pandang dan objek benchmarking, tampak bahwa pelaksanaan sistem pemerintahan presidensial di masa ORBA memiliki kemiripan dengan pelaksanaan sistem pemerintahan di masa Demokrasi terpimpin atau Orde Lama. Yakni: Pembatasan hak-hak politik rakyat, pemusatan kekuasaan di tangan presiden, pembentukan lembaga ekstra-konstitusional. Memang undang-undang yang membolehkan campur-tangan presiden di bidang peradilan sudah dihapus, namun itu tidak berarti presiden Soeharto tidak dapat mencampuri pelaksanaan kekuasaan kehakiman saat itu.&lt;br /&gt;Walau perekonomian kualitasnya dapat ditingkatkan, tapi karena gagalnya character-building menyebabkan virus-virus KKN menyebar laksana benang sari di musim panas.&lt;br /&gt;Periode 21 Mei 1998 sampai Sekarang ( Sesudah Amandemen)&lt;br /&gt;Periode ini diawali dengan pernyataan pengumuman pengunduran diri presiden Soeharto dan selanjutnya BJ Habibie menjabat sebagai presiden. Secara umum, sistem pemerintahan yang digunakan adalah presidensial. Pada periode ini terlihat perkembangan yang cukup signifikan ke arah lebih baik dalam berbagai bidang.  Hukum semakin dipertegas dan jelas, sehingga kemungkinan multitafsir dapat dicegah dan oknum yang  ingin memanifulasi hukum dapat dideteksi.&lt;br /&gt;Pada periode ini, pemilu dapat dijalankan dengan baik sebagai realisasi demokrasi di Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya pun sangat sedikit yang menampilkan jiwa diktator dan hedonis.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbandingan sistem pemerintahan negara republik Indonesia sebelum dan sesudah dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945:&lt;br /&gt;Masa Orde Baru&lt;br /&gt;(Sebelum Amandemen UUD 1945)&lt;br /&gt;Periode 11 Maret 1966 sampai 21 Mei 1998&lt;br /&gt;Masa Reformasi&lt;br /&gt;(Setelah Amandemen UUD 1945)&lt;br /&gt;Periode 21 Mei 1998 sampai sekarang&lt;br /&gt;1.       Indonesia adalah negara hukum&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara hukum ( pasal 1 ayat 3)&lt;br /&gt;2.       Sistem konstitusional pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi atau basic law&lt;br /&gt;Sistem konstitusional pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi atau basic law ( pasal 2 ayat 1, pasal 3 ayat 3, pasal 4 ayat 1)&lt;br /&gt;3.       Kekuasaan negara tertinggi di tangan MPR&lt;br /&gt;Kekuasaan negara tertinggi di tangan MPR ( pasal 1 ayat 2, pasal 5 ayat 1)&lt;br /&gt;4.       Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi menurut UUD 1945&lt;br /&gt;Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi menurut UUD 1945 ( pasal 3 ayat 2, pasal 4 ayat 1 dan 2)&lt;br /&gt;5.       Presiden tidak bertangung jawab kepada DPR&lt;br /&gt;Presiden tidak bertangung jawab kepada DPR ( pasal 4-16 tentang presiden)&lt;br /&gt;6.       Menteri negara adalah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggung jawab pada DPR&lt;br /&gt;Menteri negara adalah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggung jawab pada DPR (pasal 17)&lt;br /&gt;7.       Kekuasaan kepala negara terbatas&lt;br /&gt;Kekuasaan kepala negara terbatas ( pasal 3 ayat 3, pasal 7A, pasal 20A ayat 2 dan 3)&lt;br /&gt;Struktur kekuasaan negara sebelum amandemen UUD 1945 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur kekuasaan negara setelah  amandemen UUD 1945 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sistem pemerintahan di Indonesia merupakan suatu sistem yang cukup menarik untuk dijadikan objek pembahasan yang komprehensif, tidak hanya karena dinamisitasnya tapi juga perkembangan historisnya yang juga kontroversial. Sehingga apabila ada pembahasan mengenai perbandingan antara sistem pemerintahan sebelum dan sesudah amandemen, tentu akan kurang “ khusyuk’ jika pembahasannya tidak sesuai kronologis historial.&lt;br /&gt;Sistem pemerintahan di Indonesia terus mengalami perubahan dan perkembangan sejak awal dimerdekakannya negara Indonesia ini.  Namun Indonesia sebagai rechstaat atau negara hukum tetap dipertahankan dan rakyat baik, itu hanya “formalitas” atau tidak tetap menjadi pemegang kedaulatannya.&lt;br /&gt;Berikut ini periode-periode pada perjalanan sistem pemerintahan negara Indonesia  berdasar konstitusi yang digunakan :&lt;br /&gt; Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1945&lt;br /&gt;Undang-undang Dasar 45 merupakan konstitusi pertama bagi negara negara republik Indonesia. Walaupun dalam segi stabilitas keamaan belum baik, karena masih ada pengaruh NICA dan sekutunya untuk merebut NKRI kembali. Tapi, pemerintahan bisa dijalankan walau “jatuh-bangun” oleh masalah-masalah yang ada, belum lagi inflasi dan blokade ekonomi oleh pihak Belanda saat itu.&lt;br /&gt;Berdasar pasal II Aturan Peralihan, kekuasaan presiden sangat luar biasa, yaitu meliputi:&lt;br /&gt;a)                       Kekuasaan presiden sendiri, yaitu kekuasaan eksekutif&lt;br /&gt;b)                       Menjalankan kekuasaan MPR&lt;br /&gt;c)                        Menjalankan kekuasaan DPR&lt;br /&gt;d)                       Menjalankan kekuasaan DPA&lt;br /&gt;Dari semua wewenang yang dapat diambil oleh presiden terlihat kalau hal itu seakan-akan menunjukan kekuasaan presiden sebagai penguasa tertinggi tunggal. Cara-cara pemerintahan diktator pun sering menjadi panorama umum. Akibatnya, meski menurut UUD 1945 bangsa Indonesia menganut sistem presidensial. Dalam kenyataannya, kita menganut sistem yang terpusat secara mutlak dan bersifat revolusioner atau revolutionary and absolutely centralized govermental system)&lt;br /&gt;Namun, pada tanggal 14 November 1945 terjadi perubahan dengan keluarnya maklumat presiden. Isi maklumat tersebut adalah bahwa tanggung jawab pemerintah ada di tangan para menteri. Pengalihan tangung jawab pemerintahan ini menunjukan adanya penggantian sistem pemerintahan, sebab dengan itu presiden tidak lagi berfungsi sebagai kepala pemerintahan, melainkan hanya sebagai kepala negara. Jabatan kepala pemerintahan dijabat oleh perdana menteri, yang bersama para menteri-menteri mempertanggungjawabkan pelaksanaan semerintahan kepada parlemen. Peristiwa ini semakin meyakinkan banyak orang kalau presiden saat itu memang bertindak laksana diktator berwajah manis. Namun dalam satu sisi, hal ini merupakan bentuk penghormatan dan transparansi presiden kepada pihak lain yang juga loyal terhadap nasib pemerintahan Indonesia saat itu. Memang sangat sulit menentukan pihak mana yang benar-benar salah karena tidak benar.&lt;br /&gt;Sejak adanya maklumat wakil presiden No X, yang berisi : Sebelum MPR dan DPR terbentuk, KNIP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN. Mulai saat itu kekuasaan presiden sudah terbatas.&lt;br /&gt;Lebih sederhananya, dalam UUD 45 tersebut ditegaskan beberapa ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.                        Bentuk negara, bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan sbb:&lt;br /&gt;1.            Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik.&lt;br /&gt;2.            Pasal 1 ayat (2) menyebutkan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950&lt;br /&gt;Pasal 1 konstitusi RIS menyebutkan :&lt;br /&gt;a)                       RIS yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk serikat&lt;br /&gt;b)                       Kekuatan berkedaulatan RIS dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR dan senat.&lt;br /&gt;Secara umum. Pada periode ini berlaku konstitusi RIS sehinga bentuk negara Indonesia adalah serikat dan mempunyai sistem pemerintahan republik parlementer . hal ini tak lepas dari pengaruh budaya politik bangsa Belanda yang juga menganut sistem parlementer. Pelaksana kedaulatan rakyat adalah DPR dan senat. Pemerintah dilaksanakan oleh para menteri yang dipimpin oleh perdana menteri dan bertanggung jawab pada parlemen.&lt;br /&gt;Pada masa ini terdapat lembaga negara sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.            Dewan Menteri&lt;br /&gt;2.            DPR&lt;br /&gt;3.            Presiden&lt;br /&gt;4.            DPK&lt;br /&gt;5.            MA, lembaga pengadilan federal tertinggi&lt;br /&gt;6.            Senat, lembaga perwakilan negara-bagian  di negara RIS&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugasnya, presiden dibantu oleh para dewan menteri . para dewan menteri terdiri atas menteri-menteri yang diwajibkan memimpin salah satu departemen. Akan tetapi, menteri-menteri yang tidak memangku suatu departemen pun dapat diangkat. Tanggung jawab pemerintahan sepenuhnya berada di tangan perdana menteri dan para menteri kabinet.&lt;br /&gt;Dalam menjalankan kewajuban ini, presiden tidak dapat diganggu gugat, presiden tidak dapat salah dan disalahkan. Penanggung jawab seluruh kebijakan pemerintah adalah  para menteri, baik bersama-sama untuk seluruhnya atau masing-masing untuk bagiannyasendiri. Jadi, kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Konsekuensinya, kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen jika kebijakanny a tidak disetujui parlemen.&lt;br /&gt;Periode 17 Agustus 1945 sampai 5 Juli 1959&lt;br /&gt;Pada periode ini menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara  Republik Indonesia ( UUDS RI 1950). Pasal 1 UUDS RI 1945 menyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.                        RI yang merdeka dan berdaulat, ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan&lt;br /&gt;2.                        Kedaulatan RI adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah bersama-sama DPR&lt;br /&gt;Dalam piagam persetujuan RIS-RI tanggal 19 Mei 1950, disebutkan negara RI kembali menjadi negara kesatuan dengan sistem pemerintahan parlementer. Sehingga para menterinya sebagai penyelenggara pemerintahan bertanggung jawab kepada DPR.&lt;br /&gt;Berbeda dengan konstituso RIS, UUDS 1950 hanya mengenal 5 lembaga negara, yaitu:&lt;br /&gt;1.                        Menteri-menteri&lt;br /&gt;2.                        Presiden&lt;br /&gt;3.                        Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;4.                        Mahkamah Agung&lt;br /&gt;5.                        Dewan Pengawas Keuangan&lt;br /&gt;Menurut UUDS, presiden berfungsi sebagai kepala negara. Meski presiden merupakan bagian dari pemerintahan, tanggung jawab pemerintahan berada di tangan perdana menteri bersama para menterinya. Karena yang dianut adalah sistem parlementer, presiden dan wakil presiden tidak boleh diganggu-gugat. Penanggung jawab tindakan pemerintah adalah menteri-menteri, secara bersama-sama untuk seluruhnya atau masing-masing untuk bagiannya sendiri.sebagai imbangannya, pemerintah dapat meminta presiden untuk membubarkan DPR.&lt;br /&gt;Pada masa ini, kondisi perpolitikan kurang begitu stabil. Kabinet kerap kali jatuh, karena sering mendapat mosi tidak percaya dari DPR. Sehingga terjadi masa “transisi” abadi, walaupun secara umum mempunyai goal yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;Yang jadi masalah besar pada periode ini adalah kegagalan konstituante dalam menetapkan hukum dasar negara, sehingga untuk menyelamatkan negara dan bangsa akibat gagalnya konstituante tersebut, presiden mengeluarkan dekrit presiden pada tanggal 5 Juli 1959.&lt;br /&gt;Periode 5 Juli 1959 sampai 11 Maret 1966&lt;br /&gt; Periode ini dimulai sejak keluarnya dekrit 5 Juli 1959 yang penuh kontroversi, namun di dukung mayoritas rakyat, ABRI dan parpol tertentu karena mengembalikan Indonesia kepada UUD para founding father, yaitu UUD  45. Pada periode ini sistem pemerintahan RI diselenggarakan atas asas demokrasi terpimpin dan sistem presidensial.&lt;br /&gt;Pada aktualisasinya, bukannya semakin menuju ke UUD 45, presiden malah semakin menampakkan kediktatorannya melalui penyimpangan-penyimpangan yang sangat kontradiktif dengan kaidah UUD 45. Begitu pula dengan dasar negara kita,pancasila. Pancasila kita dihianati bahkan dimodifikasi sedimikian rupa tafsirannya untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbesar kekuasaan pemimpin.&lt;br /&gt;Penyimpangan tersebut antara lain tampak dalam hal-hal berikut:&lt;br /&gt;1.                        Pimpinan-pimpinan MPR, DPR , BPK dan MA diberi kedudukan sebagai menteri , sehingga ditempatkan sebagai bawahan presiden. Oleh karena itu, dalam mekanisme kerja MPR dan DPR ditentukan bahwa jika MPR atau DPR tidak berhasil mengambil keputusan, maka persoalan tersebut diserahkan kepada presiden untuk memutuskannya. Padahal menurut UUD 45, MPR adalah lembaga yang membawahi dan berkedudukan lebih tinggi dari presiden&lt;br /&gt;2.                        Presiden juga memperluas kekuasaannya melalu UU No 19 tahun 1964 yang antara lain menentukan bahwa demi kepentingan revolusi, presiden berhak untuk mencampuri proses peradilan. Padahal UUD 45 menyatakan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka, yang terlepas dari pengaruh pemerintah.&lt;br /&gt;Tampak bahwa prinsip pemisahan kekuasaan negara dan sistem check and balanc yang menjadi pilar utama sistem pemerintahan presidensial telah terabaikan saat itu. Bahkan presiden memperbesar kekuasaannya dengan membentuk lembaga ekstra-konstitusional ataupun dengan mengatur sendiri hal-hal yang semestinya diatur bersama dengan DPR.&lt;br /&gt;Periode 11 Maret sampai 21 Mei 1998&lt;br /&gt;Periode ini berawal dari peristiwa yang sangat membingungkan sekaligus memalukan. Yakni adanya pengondisian stabilitas keamanan dan politik untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan. Sehingga, walaupun secara teoritis periode ini menganut sistem parlementer dan “berniat” reaktualisasi pancasila dan UUD 45 secara murni.&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, hanya melahirkan pemimpin abadi yang sangat jenius mempertahankan kekuasaannya dan mampu meningkatkan kondisi perekonomian baik makro maupun mikro menjadi relatif lebih baik. Yakni, terpilih  dan terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden RI. Oleh karena itu, presiden Soeharto dapat memerintah Indonesia selama hampir 32 tahun.&lt;br /&gt;Hal itu tentu tidak terlepas dari terjadinya pemusatan kekuasaan negara di tangan presiden. Dari berbagai sudut pandang dan objek benchmarking, tampak bahwa pelaksanaan sistem pemerintahan presidensial di masa ORBA memiliki kemiripan dengan pelaksanaan sistem pemerintahan di masa Demokrasi terpimpin atau Orde Lama. Yakni: Pembatasan hak-hak politik rakyat, pemusatan kekuasaan di tangan presiden, pembentukan lembaga ekstra-konstitusional. Memang undang-undang yang membolehkan campur-tangan presiden di bidang peradilan sudah dihapus, namun itu tidak berarti presiden Soeharto tidak dapat mencampuri pelaksanaan kekuasaan kehakiman saat itu.&lt;br /&gt;Walau perekonomian kualitasnya dapat ditingkatkan, tapi karena gagalnya character-building menyebabkan virus-virus KKN menyebar laksana benang sari di musim panas.&lt;br /&gt;Periode 21 Mei 1998 sampai Sekarang ( Sesudah Amandemen)&lt;br /&gt;Periode ini diawali dengan pernyataan pengumuman pengunduran diri presiden Soeharto dan selanjutnya BJ Habibie menjabat sebagai presiden. Secara umum, sistem pemerintahan yang digunakan adalah presidensial. Pada periode ini terlihat perkembangan yang cukup signifikan ke arah lebih baik dalam berbagai bidang.  Hukum semakin dipertegas dan jelas, sehingga kemungkinan multitafsir dapat dicegah dan oknum yang  ingin memanifulasi hukum dapat dideteksi.&lt;br /&gt;Pada periode ini, pemilu dapat dijalankan dengan baik sebagai realisasi demokrasi di Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya pun sangat sedikit yang menampilkan jiwa diktator dan hedonis.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbandingan sistem pemerintahan negara republik Indonesia sebelum dan sesudah dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945:&lt;br /&gt;Masa Orde Baru&lt;br /&gt;(Sebelum Amandemen UUD 1945)&lt;br /&gt;Periode 11 Maret 1966 sampai 21 Mei 1998&lt;br /&gt;Masa Reformasi&lt;br /&gt;(Setelah Amandemen UUD 1945)&lt;br /&gt;Periode 21 Mei 1998 sampai sekarang&lt;br /&gt;1.       Indonesia adalah negara hukum&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara hukum ( pasal 1 ayat 3)&lt;br /&gt;2.       Sistem konstitusional pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi atau basic law&lt;br /&gt;Sistem konstitusional pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi atau basic law ( pasal 2 ayat 1, pasal 3 ayat 3, pasal 4 ayat 1)&lt;br /&gt;3.       Kekuasaan negara tertinggi di tangan MPR&lt;br /&gt;Kekuasaan negara tertinggi di tangan MPR ( pasal 1 ayat 2, pasal 5 ayat 1)&lt;br /&gt;4.       Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi menurut UUD 1945&lt;br /&gt;Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi menurut UUD 1945 ( pasal 3 ayat 2, pasal 4 ayat 1 dan 2)&lt;br /&gt;5.       Presiden tidak bertangung jawab kepada DPR&lt;br /&gt;Presiden tidak bertangung jawab kepada DPR ( pasal 4-16 tentang presiden)&lt;br /&gt;6.       Menteri negara adalah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggung jawab pada DPR&lt;br /&gt;Menteri negara adalah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggung jawab pada DPR (pasal 17)&lt;br /&gt;7.       Kekuasaan kepala negara terbatas&lt;br /&gt;Kekuasaan kepala negara terbatas ( pasal 3 ayat 3, pasal 7A, pasal 20A ayat 2 dan 3)&lt;br /&gt;Struktur kekuasaan negara sebelum amandemen UUD 1945 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur kekuasaan negara setelah  amandemen UUD 1945 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3117512795807384610?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3117512795807384610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3117512795807384610' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3117512795807384610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3117512795807384610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/kronologi-pemerintahan-indonesia.html' title='Kronologi Pemerintahan Indonesia'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1987843824579640365</id><published>2009-01-26T03:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T03:55:09.778-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>TANNAS dan Konflik Palestina-Israel</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa transisi antara tahun 2008 dan 2009 ternyata tak seindah yang dibayangkan banyak pakar. Tidak ada malam perdamaian dan tak ada malam kekhusyukan. Malah diperparah dengan tumpahnya darah di jalur Gaza dan tepi barat. Memang hal tersebut hanya mempunyai pengaruh minor bagi bangsa Indonesia sendiri, yang notabenenya masih sibuk dengan masalah dalam selimut. &lt;br /&gt;Sebagai negara yang dengan bangga mengusung politik bebas-aktif. Dalam perpektif penulis bebas artinya tidak memihak yang salah dan “masih bingung” untuk memihak yang benar, yang biasa dikatakan netral atau memang tidak tahu sama sekali. Aktif artinya dengan sengaja melakukan tindakan untuk menciptakan perdamaian dunia. Namun apabila dikritisi lagi, ternyata kata aktif itu sendiri sekarang menyimpan. Sekarang malah sudah ternodai dengan paradigma kapitalistik, sehingga tafsiran aktif-nya menjadi “dengan sengaja menciptakan perdamaian dunia jika ada untungnya”&lt;br /&gt;Penulis tak mau lebih dalam membahas hal itu. Kembali ke masalah utama di sini, yakni tentang ketahanan nasional yang hubungannya dengan negara luar. Di atas sudah sedikit disinggung masalah Israel-Palestina yang kembali memanas pada akhir tahun 2008 tadi. Masalahnya memang cukup kompleks, perang tersebut bisa dipandang sebagai pertentangan politik, militer bahkan menyangkut masalah  ghazwul fikr aqidah sentris.&lt;br /&gt;Mengkritisi negara “Indonesia yang merupakan titik utama pembahasan hubungan ketahanan nasional terhadap hubungannya dengan out-state kali ini”. Ternyata kadang ada hal yang kontradiktif antara realitas dan idealitas. Selanjutnya, agar pembahasan hubungan ketahanan nasional terhadap hubungan dengan negara lain lebih sistematis. Yang kali ini dititik beratkan hubungannya dengan konflik Palestina-Israel. Sengaja pembahasannya lebih kaku.&lt;br /&gt;Konsistensi Terhadap Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia&lt;br /&gt;Asas Kesejahteraan dan Keamanan&lt;br /&gt;Asas ini cukup fundamental keberadaannya dalam eksistensi Indonesia terhadap dunia internasional.  Dalam asas ini, terdapat makna yang kontekstual yang artinya bisa disesuaikan dengan sikon Indonesia itu sendiri maupun negara luarnya. Melalui asas ini, Indonesia diarahkan untuk menciptakan dan mempertahankan kesejahteraan dan keamanan yang dicapai dengan turut “ambil pusing” terhadap masalah luar negeri.&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan konfliks Palestina-Israel. Asas ini mengajarkan bahwa Indonesia tetap harus sadar akan masalah yang timbul di TimTeng tanpa menyesampingkan masalahnya sendiri, sehingga dituntut adanya skill manajemen masalah. Lebih lanjut, ternyata ketahanan nasional Indonesia  dapat dipertahankan   dengan turut bersolidaritas terhadap masalah tersebut. Karena notabene warga Indonesia religuitas islamisnya sangat kental, sehingga apabila Indonesia tidak menunjukan rasa solidaritasnya hanya akan menimbulkan konfliks internal saja. Hal tersebut bukannya tanpa dasar, karena kita tentu sering melihat sekaligus mendengar di mass media tentang banyaknya aksi demo yang mengecam decision making dari Israel yang tidak manusiawi. Aksi demo tersebut didominasi oleh organisasi maupun lembaga yang background-nya islamis.&lt;br /&gt;Dalam asas ini, kita semakin diajarkan tentang sebuah konsep kausalitas bahwa “ jika Indonesia bersolidaritas terhadap konfliks di TimTeng maka kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai karena adanya ketenangan batin dari masyarakat Indonesia”.&lt;br /&gt;Asas Komprehensif Integral&lt;br /&gt;Asas kali ini cukup erat relasinya dengan satu pasal sebelumnya. Karena kesejahteraan dan keamanan hanya akan tercipta dengan adanya planning, organizing, acting dan controlling yang komprehensif. Mengapa harus empat step yang  terkesan rumit? Memang begitulah, agar nantinya didapati suatu bangunan “ketahanan nasional” yang indah serta mempunyai fondasi sangat kuat. &lt;br /&gt;Pertama planning, dalam konteksnya dengan masalah Palestina-Israel. Planning atau perencanaan berperan dalam 5W 1H, apa yang harus dilakukan sebagai bentuk solidaritas? Apa efeknya terhadap ketahan nasional?Mengapa? Bagaimana caranya? Siapa yang melaksanakan? Dan kapan dilaksanakan? Sehingga dengan decision making (pembuatan keputusan) yang tepat nantinya akan dapat menciptakan dan mempertahankan ketahan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;Kedua organizing. Planning saja tidak cukup, sebelum dikerjakan ada pengorganisasian planning tersebut. Ini sebenarnya sangat mirip dengan planning, namun sudah ada langkah konktrit yang ditempuh. Sehingga untuk aktingnya dapat berjalan dengan efektif. Organizing lebi bersifat spesialisasi pangaktualisasi tujuan, sehingga masing-masing koponen mempunyai tugas khusus yang variatif namun mempunyai tugas utama yang sama.&lt;br /&gt;Ketiga acting. Step ini lah yang paling urgen karena kalau tidak ada acting untuk apa capek-capek planning dan organizing. Dalam acting-nya pun tidak harus kaku dengan cara yang telah dirumuskan dalam planning, karena walaubagaimana pun ketahanan nasional lah yang ingin ditingkatkan kualitasnya bukan untuk merealisasikan “prosesnya”.&lt;br /&gt;Terakhir controlling, dengan pengontolan ini akan didapat efektivitas antara planning dan acting. Serta dapat diukur apakah ketahanan nasional yang diidam akan sudah ada indikasinya. Lewat controlling ini  akan dapat diketahui apakah reaksi mayoritas warga Indonesia terhadap rasa solidaritas bangsa  Indonesia terhadap problem yang ada di TimTeng. Lebih lanjut tentu harus ada skill untuk memanipulasi redaksi agar ketahanan nasional tetap dipertahankan dan kebenaran tetap dibela, namun jangan sampai memancing negara lain yang tabiatnya nagatif mengintervensi ketahanan nasional.&lt;br /&gt;Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar&lt;br /&gt;Laksana kesehatan seorang manusia ketahanan nasional itu, jika makanan kurang bergizi akan menyebabkan bakteri dan virus dengan mudah membuat imunitas menurun. Selain itu, pola hidup sehat harus selalu diaktualisasikan sehingga kesehatan bisa dijaga. Intinya ada faktor intern dan ekstern yang sangat mempengaruhi ketahanan nasional kalau  dianalogikan dengan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;Hubungannya dengan konflik Israel-Palestina. Mawas ke dalam bermakna bahwa bagaimana ketahanan nasional secara intern dapat dipertahankan dan ditingatkan kualitasnya dengan mengeluarkan the genius decision. Artinya, dengan adanya keputusan yang tepat seperti menyatakan Indonesia mengutuk kekejaman dan kebiadaban yang di lakukan Yahudi la’natullah ‘alaihim dan menunjukan solidaritasnya. Sehingga ada respon positif dari rakyat secara umum yang secara tidak langsung mencerminkan adanya harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat yang tak lain merupakan salah satu indikator berseminya ketahanan nasional.&lt;br /&gt;Mawas keluar sebenarnya kompleksitasnya melebihi mawas ke dalam. Namun bahasa sederhananya mawas ke luar lebih mengarah kepada harus adanya politik luar negeri yang cerdas dalam menanggapi konflik Israel-Palestina. Ketahanan nasional sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi,sosial dan politik, serta edukasi. Sehingga selanjutnya Indonesia sudah seyogianya proporsional antara dukungan dan “kutukan”. Karena apabila terlalu mengutuk bangsa Israel tanpa alasan yang valid, akan menyebabkan “tersinggungnya” negara pendukung Israel tersebut, seperti AS, Inggris dan sebagainya. Dampak buruknya mungkin akan menjurus kepada labilitas yang terjadi pada ekonomi Indonesia. Begitu pula sebaliknya, yang penting semuanya proporsional dan objektif.&lt;br /&gt;Asas Kekeluargaan&lt;br /&gt;Sudah menjadi culture bangsa Indonesia mengenai kekeluargaan ini. Namun kalau diamati realitasnya, malah terjadi  kekeluargaan yang “keterlaluan”. Contohnya seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebenarnya sifat kekeluargaan ini sangat efektif menjadi kalatisator ketahanan nasional yang berkualitas. Dalam arti sifat kekeluargaan tersebut menjadi bahan bakar menuju ketahanan nasinal.&lt;br /&gt;Berhubungan dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Sifat kekeluargaan ini sangat penting terhadap respon negara lain terhadap Indonesia. Dengan mencerminkan sikap yang berkeluarga dengan negara lain, secara otomatis negara lain tidak akan merasa dimusuhi. Sehingga akan ada respon pisitif kepada negara Indonesia, yang mana hal tersebut akan menjadi salah satu pemacu stabilitas keadaan bangsa Indonesia. Yang ujung-ujungnya mengarah kepada terwujudnya ketahanan nasional yang berkualitas.&lt;br /&gt;Dari empat asas yang ada di atas. Sebenarnya menitik beratkan kepada keterampilan bangsa Indonesia bersikap dan mengeluarkan redaksi statement, supaya tidak “menyinggung negara lain” dan tidak “menodai” hak rakyatnya dalam hal decision making. Karena ketahanan nasional sangat dipengaruhi oleh dua variabel tadi. Jadi harus ada sinergisitas antara keduanya agar terciptamya kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1987843824579640365?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1987843824579640365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1987843824579640365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1987843824579640365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1987843824579640365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/tannas-dan-konflik-palestina-israel.html' title='TANNAS dan Konflik Palestina-Israel'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-3755074133853987997</id><published>2009-01-26T03:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T03:53:46.294-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>My short Story: "True, Whether Always True?"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;On the night of Ramadhan, when the sun did smile to the earth and sang a beauty song for all creature. Trees prostrated to the almighty Allah. But in the nice situation like that, stars still felt sad behind clouds. Wind walked without eye and map, it made me must used sweater.&lt;br /&gt;In Sabillal Muttaqin mosque. I and  friends stayed in the mosque because of the almighty Allah or usually called ‘itikaf for three days. We started from Sunday, the last week of Ramadhan. We were about fourten persons.There, I can extended my knowledge about islam and I could ask many question to Mr. Nashrullah Atha. Because he followed it with us too. He was a teacher in one of islamic school. Besides he had high knowledge about Fiqih and ushul fiqih, his knowledge about biology and chemistry were high enough too. So, he could tell about  fiqih and ushul fiqih with scientific approach.&lt;br /&gt;The last night, when all of my friends were sleeping. I went out from the mosque to its terrace. Although cold, I sat  there and did sum myself. I felt sad and doubt about my activity before. I always made sins with my eyes, ears, hands, mouth etc.&lt;br /&gt;I closed my eyes. Tried to cried, but I couldn’t do it. I didn’t know, whether my sins are  too much. Maybe my heart was too black for it. I was so sad till I didn’t feel anything when many mosquitos bite myself.&lt;br /&gt;Suddenly, one of my friend, Roni.  Walked to approach me when I was still sitting and closing my eyes.&lt;br /&gt;“ Zayed,, why were you sad? Were  you ok?”&lt;br /&gt;“ I was fine Ron,,,. No problem here...” I said.&lt;br /&gt;“ Zayed, you must be honest to me. We were still in Ramadhan”&lt;br /&gt;“ Ok..., I was feeling so sad. My sins were too much. Could I go into the heaven?”&lt;br /&gt;“ Friend, didn’t say like that.. we had to be optimist. We must believe we could into the heaven. You knowed, we were human, the best  creature” Roni said with his spirit.&lt;br /&gt;“ So, you said that go into the heaven was easy. Didn’t you?”&lt;br /&gt;“ I though like that..., because Islam was easy”&lt;br /&gt;“ Ok..., thanks for your advices. But, now I wanted to be alone. Friend, may Allah bleassed you and your family! And please leaved me alone”&lt;br /&gt;Roni got into the mosque. I believed he could understand me. Now, my sadness increased. My question  change for easy or hard into the heaven.&lt;br /&gt;I was still sitting on the terrace of the mosque. I opened my eyes and looked at the sky to though about it. I only saw the sun without its friends, the stars. I saw the sun, were my sins as big as the sun there? And was my heart as black as the sky now? .Than, I closed my eyes again and said “ Astaghfirullah...”&lt;br /&gt;The time showed 00.00 am. My sleepy was gone. I could’t sleep, I was so fear if tomorrow I  died. Now, night more black than before. Coldness began go into mybody. It told to me that morning will there was here and night will was died soon.&lt;br /&gt;Suddenly, another myfriend came to me. His name was Rajian. He was older than me, but he was enjoyable.&lt;br /&gt;“ Peace be upon you” Rajian said&lt;br /&gt;“ Peace be upon you too”&lt;br /&gt;“ Why didn’t you sleep now?”&lt;br /&gt;“ I had a big problem. Could you help me?”&lt;br /&gt;“ Of course I will helped you because you were mybrother in Islam. What was your problem?”&lt;br /&gt;“ Let me told you,did you think it was easy or hard to  went into the heaven?”&lt;br /&gt;Rajian was so doubt. Then he closed his eyes and harrowed his head. I believed he could give me an answer.&lt;br /&gt;“ Zayed, I had though about it. The conclusion, into the heaven was hard. The reason, our condition couldn’t help me for say prayer to Allah, and too many negative activities in our environment.”&lt;br /&gt;“ What?” I said&lt;br /&gt;“ Yes,got into the heaven was very hard. Therefore, we had to said prayer to Allah hardly.&lt;br /&gt;“ So.. it was hard. Were you sure?”&lt;br /&gt;“ Yeah..., so  if you wanted into the heaven. You must managed your heart well. If there was small conceited, it could make us into the hell. Remember, The fuel of hell were stones and humans.”&lt;br /&gt;“ You were right...”&lt;br /&gt;“ Once again. We must managed our eyes, brain, ears and mouths well too. If we did not, they could make much mistakes, mistake could make sins and sins were key of the hell”&lt;br /&gt;“ Ya.. moreever, now too many human couldn’t managed thier performance to agree with islam”&lt;br /&gt;“ Now I was so sleepy. I wanted to sleep” Rajian says&lt;br /&gt;“ sure...” I said&lt;br /&gt;Now I was alone. After I got many advices from Rajian. My doubt increased more than before. I got two different answers. But they couldn’t clean my doubt in heart. I tried to make conclusion, that “ in the theory into the heaven was easy, but in reality was hard”.&lt;br /&gt;Although I got conclusion, I still couldn’t sleep. I didn’t know, whether my conclision was true or  still false.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-3755074133853987997?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/3755074133853987997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=3755074133853987997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3755074133853987997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/3755074133853987997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/my-short-story-true-whether-always-true.html' title='My short Story: &quot;True, Whether Always True?&quot;'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1324802997947129177</id><published>2009-01-26T03:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T03:50:20.415-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation achievment'/><title type='text'>Semua Manusia Cerdas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi banyaknya omongan dari siswa  yang mengatakan “sekarang banyak sarjana yang nganggur dan untuk apa cape-cape belajar kalo hasilnya cuma nihil”. Sebenarnya realitanya memang begitu, namun seharusnya para pelajar tetap harus eksis dalam hal “belajar-mengajar”. Banyaknya sarjana yang nganggur bukan karena  semakin sedikitnya lapangan kerja, tapi cenderung karena “proses” menjadi sarjananya yang perlu dipertanyakan. Sarjana yang sebenarnya tentu akan mampu memutar otaknya untuk menciptakan lapangan kerja baru yang lebik efektif dan efisien, terlepas dari modal yang diperoleh.&lt;br /&gt;Fenomena banyaknya “sarjana” nganggur berimplikasi dengan meningkatnya kemalasan dalam menuntut ilmu, hal ini tak lepas dengan berhasilnya beberapa oknum menebarkan virus-virus materialisme dan komersialisme. Sebenarnya apabila siswa mempunyai ilmu,  bukan dia yang aktif mencari uang. Namun, lebih berpotensi uang yang akan mengejar dia, asal “berilmu, bukan berpredikat pintar”.  Hal itulah yang akan dibahas lebih dalam di artikel kali ini.&lt;br /&gt;Penyusutan paham akan pentingnya ilmu sekarang mendekati derajat sempurna, atau menyusut total. Hal itu tak lepas dari banyaknya buku-buku yang memberikan informasi bahwa orang sukses adalah orang “bodoh” yang tak kenal kata menyerah berusaha, dengan disebutkan Bill Gates dulunya begini, Thomas A. Edison dulunya begitu dan sebagainya. Namun,coba pikirkan apakah suatu software dapat dibuat hanya dengan bermodalkan otot dan keringat ? Apakah lampu bisa dibuat hanya dengan percobaan-percobaan tanpa perencanaan? Mustahil kan?&lt;br /&gt;Semoga kita semua tidak terpengaruh dengan paham yang meremehkan ilmu tadi.ilmu sangat urgen peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayang, banyak orang menganggap orang yang cerdas hanya orang yang dengan lihai menggunakan otak kirinya, sehingga terjadi dikotomi antara yang cerdas dan yang kurang. Hal itupun berakibat menurunnya semangat orang yang “kurang berkembang otak kirinya” dalam menuntut ilmu. Semua manusia sebenarnya cerdas, dan punya kelebihan dalam bidang-bidang tertentu. Seperti ayat di dalam al-Qur’an  yang kurang lebih artinya“Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya”&lt;br /&gt;Semua manusia pada dasarnya cerdas. Namun, nantinya akan mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda sesuai kecerdasan yang selalu ia asah dan bagaimana ia mengatur harinya. Cara untuk memperbesar nyala kecerdasan tentunya dengan menuntut ilmu atau istilah lainnya belajar. Namun, sistem belajar pun sangat menentukan dalam percepatan menjadi lebih cerdas. Sekarang ada hal-hal dasar yang “wajib” dimiliki oleh seseorang yang tidak ingin menjadi “sarjana nganggur”. Penulis melahirkan gagasan ini setelah menyantap salah satu bukunya Aa Gym.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Ikhlas&lt;br /&gt;Belajar seperti ini merupakan hal yang menentukan keberkahan ilmu yang diperoleh. Usahakan selalu belajar untuk mengharap ridha Allah SWT, dengan cara memulai belajar dengan basmallah dan istighfar. Agar setiap ilmu yang masuk dapat ditampung ditempat yang bersih. Namun, ketika masih bergelimangan dosa dan kita memulai untuk belajat. Dalam prosesnya nanti, ilmu tersebut akan diserap dan masuk ditempat yang kotor. Tentu ilmu itu akan penuh noda dosa dan tentu hilang keberkahan ilmu itu sendiri. Usahakan pula agar belajar tidak  sekedar sebagai persiapan menghadapi ulangan atau mencari lapangan pekerjaan nantinya. Namun, usahakan untuk ikhlas belajar karena Allah SWT dan nanti “ menciptakan “ lapangan pekerjaan untuk sesama mukmin sebagai bukti bertakwa kepada Allah SWT. Mengenai istighfar, sebenarnya sangat baik dilakukan/diucapkan sebelum belajar dari sudut pandang kedokteran. Namun tidak bisa diuraikan saat ini.&lt;br /&gt;Belajar Keras&lt;br /&gt;Belajar dengan keras ini juga merupakan elemen dasar agar menjadi yang lebih cerdas. Belajar keras bukan belajar dengan sekuat-kuatnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, namun lebih ke “kontinyuitas” dalam berproses. Karena ketika kita sedikit demi sedikit melakukan sesuatu dalam jangka waktu tertentu, tentu akan lebih baik dari pada kita melakukan dengan sangat diluar toleransi pada awalnya lalu istirahat yang lama, atau malah meninggal sebelum menikmati hasil. Belajar dengan keras pun harus mempunyai strategi matang terlebih dahulu, sesuaikan waktu dan tempatnya. Yang lebih penting, “utamakan materi pelajaran yang lebih utama”.&lt;br /&gt;Dalam proses belajar pun, semangat sangat diperlukan. Karena dengan semangat itulah akan melahirkan kesadaran diri untuk belajar dengan ikhlas dan keras. Bagaimana memperoleh semangat?, tentu hal itu sangat relatif. Sebagian dari orang biasanya menjadikan cita-citanya sebagai bahan bakar awal dalam penyemangat belajar. Namun tak jarang pula, adanya tujuan untuk menjadi yang terbaik di kelasnya menjadikan dia seorang yang belajar dengan keras. Ada juga orang yang akan timbul semangatnya untuk belajar ketika ada seseorang yang disukainya dan ia menganggap dengan prestasi lah yang disukainya itu aka menaruh hati kepadanya. Tak hanya itu, himpitan ekonomi juga menyebabkan seseorang belajar dengan keras. Namun alangkah baiknya semangat itu timbul ketika kita sadar bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim dan muslimah, demi jayanya kembali islam. Bayangkan sayap-sayap malaikat yang tak terbayangkan eloknya diserahkan kepada insan-insan mukmin yang menuntut ilmu. Allahu akbar!!!!!!!!!&lt;br /&gt;Belajar Cerdas   &lt;br /&gt;Dalam bagian inilah kita akan mengenal yang dinamakan seni dalam menuntut ilmu. Belajar dengan cerdas ini akan otomatis lahir pada diri individu yang telah belajar dengan ikhlas dan keras. Maksud dari belajar cerdas ini adalah bagaimana kita mengoptimalkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekreatifan kita dalam mendapatkan ilmu. Disinilah dengan mudah kita dapat membedakan mana orang pintar dan cerdas.&lt;br /&gt;Belajar tidak hanya lewat membaca buku atau mendengarkan guru menjelaskan. Belajar dengan cerdas menuntut agar semua indra yang kita miliki dapat menambah ilmu yang kita miliki. Allah berfirman, Bacalah!!!. Dalam struktur bahasa arab, dikatan kata perintah tersebut merupakan kata perintah tanpa objek. Jadi, kita belajar bisa lewat pemandangan alam yang kita syukuri, musibah yang kita terima atau dari sistem pendidikan kita yang tak punya konsistensi.&lt;br /&gt;Ketika seseorang dapat memahami secara holistik kalimat belajar dengan cerdas. Dia akan menyampaikan kepada orang lain ilmu-ilmu apa saja yang ia miliki dengan ikhlas, karena dia tahu apabila kita memberikan sesuatu ilmu kepada orang lain, Allah pasti mewariskan tentang suatu ilmu yang belum ia ketahui. Yang luar biasa dalam transfer ilmu ini, seseorang yang diberitahu tentang suatu ilmu dan mengamalkannya. Maka, yang memberitahu itu akan memperoleh pahala yang sama dengan orang yang mengamalkan ilmu darinya, tanpa mengurangi pahala orang mengamalkan ilmu tersebut. Bukankah orang pintar hanya mempunyai nilai 10 tanpa bisa membuat orang lain mendapat nilai yang sama?&lt;br /&gt;Semoga beberapa saat lagi bermunculan sarjana yang benar-benar sarjana, sarjana yang cerdas dan mencerdaskan. Yang mampu di sebut sebagai agent of change dan kontrol sosial. Sarjana yang lahir dari embrio seragam putih abu-abu yang berkualitas. Siswa yang mampu mengatur dirinya, waktunya dan cara berpikirnya seefektif mungkin dengan landasan islam.&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita hapus kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik bagi seorang pelajar. Kebiasaan hedonis, nonton acara TV yang tidak berkualitas, olahraga yang tak teratur, omongan yang tidak bermanfaat dan hal-hal lain yang mendekati zina. Gunakan masa muda semaksimal mungkin untuk hal-hal yang positif, usahakan jujur dalam segala hal. Agar tidak bermunculan nantinya sarjana yang hanya dinama.&lt;br /&gt;penulis tidak bermaksud melarang entertainment dan sport, apabila kawan-kawan semua dapat mengimbanginya dengan belajar yang ikhlas, keras dan cerdas, serta obrolan-obrolan yang bermanfaat. Di sini penulis pun tidak menasehati kawan-kawan, namun lebih ke “bumerang kritik” agar semua menjadi lebih baik. Hal ini semua saya lakukan atas dasar wajibnya berdakwah bagi setiap muslim dan dekadensi moral yang semakin memprihatinkan. Mohon maaf  jika ada kata-kata yang penulis goreskan di sini ikut juga menggores hati kawan-kawan. Bukankah teman yang baik adalah teman yang mengingatkan kita ketika kita salah, dan mau mendengar nasehat kita ketika dia salah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1324802997947129177?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1324802997947129177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1324802997947129177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1324802997947129177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1324802997947129177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/semua-manusia-cerdas.html' title='Semua Manusia Cerdas'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1916408947270193974</id><published>2009-01-24T00:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T00:09:24.309-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>My Short Story : “Logika Tanpa Logistik Itu Anarkis”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Buat teman-temanku yang disinterpretasi terhadap substansi Politik. Cerpen ini bisa dikatakan cara saya menyosialisasikan urgensi ilmu politik. Baik yang praktis maupun komplek. Karena saya yakin di dunia ini, kalau todak paham politik kita akan dipolitiki .Jangan sekedar di baca, namun pahamilah.  Ada makna-makna filosofis yang tersembunyi. Cerita ini hanya fiktif belaka.&lt;br /&gt;Selamat membaca....&lt;br /&gt;By ZaYeD NoRwAnTo el-Hasany&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pertimbangkan harga pangan, sesuaikan biaya pendidikan dengan kualitas pendidikan, pikirkan persediaan energi kta, bantai para koruptor,,!!!!!,, jangan jadi DPR dewan pembantai rakyat atau Dewan Pembohong Rakyat ....!!!!”&lt;br /&gt;Demo yang gila. Demo luar biasa. Di panasnya jilatan mata hari jam lima belas. Hanya aku sendiri berdiri di depan kantor DPR ,berteriak dengan dua buah bendera merah putih kusam, di tambah dua spanduk bertulisan seluruh ideku buat DPR, berukuran lima kali satu meter yang ku bawa sendiri. Demo yang terlalu heroik. Fantastis.&lt;br /&gt;Aku berdiri dengan gagah bukan atas nama partai, organisasi atau LSM manapun. Di sini sekarang aku ada karena realita yang sangat terlalu jauh dengan idealita. Mengerikan Amuntaiku saat ini. Saat dua patung bebek telanjang itu telah menguasai Amuntai dengan ideologinya.&lt;br /&gt;“ DPR, seharusnya menjadi Dewan Pemerhati Rakyat. Dewan Penyayang Rakyat. Dewan Penjaga Rakyat. Dewan Pemakmur Rakyat. Dewan Penyelamat Rakyat. Dewan Pembimbing Rakyat. Dewan Penyejahtera Rakyat.....!!!”&lt;br /&gt;Suara ku hampir hilang menyerukan semua aspirasi kepada para anggota dewan yang ku harap mengerti nasib rakyat saat ini. Namun, sudah sekitar setengah jam aku berdiri di sini. Yang ku dapat hanya senyum pelecehan dari Pak Satpam yang menjaga pintu masuk kantor DPR itu. Sungguh mencincang hati.&lt;br /&gt;Seragam putih abu- abu ku semakin basah dengan keringat. Namun semangat ku masih membara, merangsang neurit yang ada dikepalaku bekerja dengan keras.&lt;br /&gt;“ DPR, mana janji-janji mu yang dulu!!!.... apakah terlalu banyak hingga mengingatnya pun susah!!!.... buktikan kamu memang betul-betul wakil dari rakyat!!!.....”&lt;br /&gt;Kepala ku sedikit pusing. Namun aku tetap berdiri dengan gagah di depan kantor DPR yang mewah itu.waduh, Satpam yang sombong dengan seragamnya yang seperti power ranger itu tiba-tiba menghampiriku. Bersama dengan senyum kelicikan dan perut besarnya, dia menghampiriku membawakan secangkir air putih.&lt;br /&gt;“ ini air Dik....” power ranger hitam itu menawariku dengan sombong.&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang dan muluk-muluk, ku ambil air itu dengan sopan. Padahal di hatiku menolaknya. Tapi mau apa lagi. Aku sangat haus, belum lagi perut sudah memainkan musik rocknya  dengan santai. Tapi pasti.&lt;br /&gt;“ makasih Pa.....”&lt;br /&gt;Dalam hatiku berkata,,,,&lt;br /&gt;“ini yang namanya politik, walau benci namun saat genting seperti ini aku tetap harus memanfaatkannya. Sekali-kali aku belajar meliciki orang licik.... why not ?”&lt;br /&gt;“ nama adik siapa?” tanya si titisan Hitler sambil senyum. Kumisnya yang kayak Jojon mengingatkan ku kepada imamnya Nazi. Ya tadi, Paman Hitler.&lt;br /&gt;“ Udin, cukup panggil aku Din...” jawabku tegas.&lt;br /&gt;“ nama yang kuno, tapi lucu juga ya...” ejeknya&lt;br /&gt;Aku semakin marah kepadanya. Dasar Hitler yang tidak berperasaan. Tapi aku tetap menyimpan kemarahanku itu. Tetap tenang dan sedikit-sedikit memujinya karena kedekatannya dengan para anggota dewan yang gemuk-gumuk itu. Ini namanya politik. Ku harap dia memberiku sedikit makanan atau minimal mengizinkan ku bertemu dengan para anggota dewan.&lt;br /&gt;“ Kamu kok mau capek-capek berdiri di sini? Berteriak-teriak lagi. Kayak orang sinting...”&lt;br /&gt;Hatiku semakin memerah mendengar pertanyaannya yang sangat memilukan, memojokkan plus mengejek itu. Ku Kuatkan batin, ku tatap tajam matanya yang agak galak. Sambil mengangkat dagu sedikit lebih tinggi ku jawab pertanyaannya dengan santai.&lt;br /&gt;“ Saya di sini berdiri karena panggilan batin.terlalu banyak rakyat miskin yang semakin miskin, yang kelaparan semakin lapar, yang kurus semakin krempeng. Itu mungkin bukan kesalahan DPR. Namun sudah semestinya itu menjadi bahan perhatian para kaum-kaum di DPR. Tak apa saya dianggap sinting. Yang penting ........ DPR bisa sadar hal apa saja yang penting dan genting harus di.....”&lt;br /&gt;“ ah.... anak SMA ngomongnya ketinggian tahu..... kamu itu seharusnya belajar aja yang rajin biar pintar. Ngerti...?”&lt;br /&gt;“ ya biar pintar,,,,, tapi sekarang terlalu banyak orang pintar yang dimanfaatkan orang bodoh. Saya tertalu takut menjadi pintar”&lt;br /&gt;“ ya sudah. Terserah kamu..... aku ngerti kamu sangat peduli nasib rakyat miskin itu. Tapi siapa yang suruh mereka menjadi miskin? Siapa yang suruh mreka jadi orang pintar yang bisa dibodohi?....”&lt;br /&gt;“ Karena.....”&lt;br /&gt;“sutt..... diam. Ga usah dijawab. Daripada kamu demonya sendiri ga didengar juga lebih baik kamu panggil teman kamu yang lain.... yang lebih gemuk, yang lebih pintar, yang lebih besar suaranya.... yang lebih...., yang lebih..... Pokoknya lebih dari kamu,,.”&lt;br /&gt;Aku terdiam. Mencoba berpikir mencari teman yang bisa ku ajak untuk memperjuangkan nasib rakyat miskin. Aku terdiam. Bingung. Bimbang.&lt;br /&gt;“ pikir dulu ya. Saya mau tidur , sudah jam setengah empat. Ngantuk nih....” power ranger hitam itu pergi sambil menahan kantuknya. Membuat wajahnya yang hancur semakin rusak. Mengerikan untuk dilihat. Namun itulah ciptaan Tuhan. Kadang memang betul perbedaan itu indah. Tapi ketika yang beda itu terlalu jelek, aduh,,, lebih baik ga usah dimasukin hitungan.&lt;br /&gt;Aku kembali bingung. Siapa aja temanku yang mau diajak demo panas-panas kayak gini. Ga ada minuman. Ga ada uang lelah, yang ada Cuma bikin lelah. Ga ada makanan, namun memperjuangkan standarisasi harga makanan agar terjangkau oleh masyarakat menengah- kebawah. Pusing.&lt;br /&gt;Ku ingat-ingat sambil menggaruk-garuk kepala yang miskin rambut. Rambut ku bekas dipotong paksa pihak sekolah, karena menyerupai style-nya kepala sekolah. Sungguh perbuatan keji yang melanggar hak asasi manusia.&lt;br /&gt;Ting...... akhirnya aku ingat lima temanku yang juga aktivis. Orangnya aktif, bahkan terlalu aktif hinga semua badannya pada kurus. Mereka adalah Amat, Ijai, Toni, Faishal dan Pasya. Ku ambil HP ku yang butut. Ku sms makhluk-makhluk yang beruntung tadi agar mau menemaniku memperjuangkan nasib rakyat miskin, rakyat yang benar-benar miskin. Bukan miskin sintesis.&lt;br /&gt;Tak lama berselang. Di panasnya siang Amuntai, berdering Hpku tanda satu sms diterima. Bunyinya persis jangkrik yang lagi sakit perut. Memalukan. Namun untung tak ada yang mendengarnya selain aku. Ternyata ada sms dari Amat. Sahabatku yang botak, yang selalu tampil mewah. Walaupun sebenarnya ayahnya adalah penjual pentol profesional dan ibunya sebagai tukang jamu musiman. Bisa dikatakan dia dari keluarga ekonomi menengah bawah, namun penampilan kayak anaknya Bill Gates aja. Ironis. Smsnya berisi....&lt;br /&gt;“Udin yang bijaksana dan sini. Maaf banget ana ga bisa bersekutu denganmu dalam penyerangan kantor DPR Amuntai.  Bukannya aku tak peduli nasib rakyat itu. Kamu tau kan. Mengurusi rambutku saja aku tak becus. Gimana mau ngurusin nasib rakyat itu. Mungkin nasibnya akan setragis rambutku. Selain itu, ayahku yang seorang pengusaha pentol profesional telah menyerahkan surat pengalihan kekuasaan seperangkat alat produksi pentol kepadaku. Jadi mau tidak mau aku harus menjadi pengusaha muda. Aku harus meneruskan imperium bisnis pentol ayahku. Sekali lagi, maaf.... sobat...”&lt;br /&gt;Dasar botak miskin yang sok kaya. Ucapannya membuat ku pengen tertawa. Terlalu optimis untuk orang yang tak berambut. Tapi entah mengapa, hati kecilku bergetar. Yakin kalau dia kelak nanti akan kaya melebihi Bill Gates maupun Robert T. Kiyosaki atau juga Buffet. Tapi itu “ kelak nanti”. Mungkin setelah kiamat.&lt;br /&gt;Ku balas smsnya.....” selamat berjuang sang pengusaha muda yang botak. Jadilah pengusaha yang jujur dan tidak sombong . gunakan prinsip shidiq, amanah, tabligh dan fathanah. Aku yakin kau akan sukses..... namun ketika sukses jangan lupa kan nasib rakyat miskin.  Ingat bumi  ini seperti pentol, sama-sama elips. Ha,,,,,ha.... jangan lupa belajar ya.... mohon do’anya , aku lagi demo sendirian”&lt;br /&gt;Temanku yang hebat. Di usia belia ini dia telah menjadi pengusaha pentol alias penjual pentol keliling yang profesional. Kelihatannya prospeknya cukup menguntungkan.&lt;br /&gt;Ku lap keringat yang membasahi dahi ku yang kian melebar dimakan waktu. Dua puluh menit lagi adzan ashar. Satu harapan hilang. Empat lagi yang kutunggu. Ku harap mereka semua mau berkualisi denganku untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil. Bukan kayak ucok Baba. Sambil menunggu balasan sms, terbayang di benakku kami berlima berdiri di sini. Gagah dan berani. Seperti lima power ranger yang siap melumat habis monster-monster yang jahat...&lt;br /&gt;Tet....tet... tet..., hp butut ku menjerit lagi. Tanda satu sms diterima.&lt;br /&gt;Ku cek. Ternyata kali ini dari Ijai si playboy. Isinya kayak gini....&lt;br /&gt;“ salam cinta,,,, sobat, bukannya aku tak mau membantu. Tapi saat ini juliet-juliet ku tak mengizinkan ku berperang untuk melawan tentara DPR itu. Mereka takut kulitku yang mulus ini kepanasan. Nanti hitam kaya ban sepeda ontel ayahku.maaf sobat, bukannya aku lancang menasehatimu. Sebenarnya aku kasihan denganmu yang selalu memperjuangkan nasib rakyat miskin. Karena, apakah mereka sadar kalau nasibnya sedang diperjuangkan ? tidak kan?. Lebih baik kamu ke sini, di depot biasa. Sekarang ada lima cewek cantik sedang bersamaku. Aku rela membagi setengah untukmu. Mumpung masih muda. Ditunggu ya...  By : Ijai The Handsome...”&lt;br /&gt;Innalillah,,,,, mentang-mentang wajah mirip Indra L. Brugmann dengan mudah mainin cewek. Indikasi kiamat makin dekat kayak gini dia dengan santai ngaku lagi sama 5 cewek sekaligus. Apa gila semua ya ceweknya? Parahnya lagi, dia mau ngebagi setengahnya buat ku. Jadinya dua koma lima. Emang ada manusia hitung setengah. Dasar bajingan.....&lt;br /&gt;Amat dan Ijai sudah tidak ada harapan. Sekarang Cuma tiga yang bisa diandalin. Toni, Faishal and Pasya. Mudah-mudahan mereka mau ikut bersamaku berjuang disini. Ku lihat jam yang terikat ditangan kananku. 15 menit lagi adzan Ashar....&lt;br /&gt;Tet.... tet... tet .... hp ku berteriak lagi. Ternyata sms dari Toni.....&lt;br /&gt;“ Salam sport,,, maaf ya friend. Sekarang gue lagi latihan main bola di stadiun Sungai Karias. Mending pensiun aja deh jadi aktivis. Mending kaya gue, setelah gantung jas aktivis. Sekarang gue turunin sepatu gue dari gantungannya. And ikut Paliwara FC. Bayangin friend, setiap kali latihan. Minimal gue kenal dengan dua cewek cantik. Kalau hari minggu, bisa mencapai selusin bro..... daripada elo memperjuangkan nasib rakyat miskin yang belum tentu mereka balas. Mendingan elo ke sini deh, kita main bola plus mainin cewek sama-sama dengan strategi serangan balik..... ku tunggu ya. By : Toni”&lt;br /&gt;Waduh Toni ternyata sekarang sudah gantung jas keaktivisannya. Cewek lagi- cewek lagi ...... emang dasar, emang dasar, tapi siapa yang bajingannya? Dulu dia yang paling semangat ketika memperjuangkan nasib rakyat miskin. Sekarang dia malah terjun kedunia sepak bola. Padahal setahuku, ayahnya yang mantan kiper itu dulu meninggalnya karena kepalanya terkena bola hasil tendangan keras seorang striker yang banci. Begitu juga nasib ketiga kakanya yang laki-laki. Sungguh tragis. Semoga dia meninggalnya tidak demikian. Tidak kreatif.&lt;br /&gt;Tinggal dua harapan ku. Yang ku inginkan bisa menjadi bala bantuan saat-saat seperti ini. Sejenak kulupakan tiga kurcaci yang tadi. Berganti fokus pikiranku kepada dua orang hero yang mampu menemaniku tuk menyuarakan aspirasi rakyat.....&lt;br /&gt;“ Ayo DPR,,,, bertindaklah...... jangan Cuma bisanya hanya rapat dan rapat. Terlalu banyak rapat pertanda kurangnya soliditas dewan. Ayo bertindak,,,,,,!!!! Rakyat miskin menanti belaian hangatmu..... rakyat kecil rindu akan realisasi janjimua,,,,,,, rakyat bawah ingin melihat aktualisasi visi mu yang komprehensif....... Ayo bertindak,,,!!!! Sebelum ditindak....!!!!!”&lt;br /&gt;Walaupun sekitar dua belas menit lagi adzan. Aku tetap dengan semangat yang tinggi meneriakan semua ini. Sekarang semangat nasionalisme dan islam bersenyawa di badanku. Aku merasa seperti gabungan Soekarno, Hasan al-Bannna dan Einstien..... tak seperti yang dulu,,,, sangat jarang ada pembacaan ayat suci al-Qur’an  menyambut datangnya waktu shalat sekarang. Di zaman yang terlalu modern ini.&lt;br /&gt;Ku lihat muda-mudi mulai memunculkan sosoknya yang asli di jalan depan kantor DPR. Dengan mesra mereka berpelukan sambil bersepeda motor. Lihat,,,, seperti monyet yang habis di drop out dari sekolahnya aja. Memalukan.  Ada juga gadis yang di lihat wajah nampak anak orang kaya. Tapi, di lihat pakaiannya yang kekurangan kain, pikiranku berubah. Aku sangat prihatin kepadanya. Rambutnya tidak ditutup kaya monyet betina saja..... belum lagi ulah yang cowoknya. Ada yang pakai anting, kayak anggota suku dayak badui saja.hiy......&lt;br /&gt;Yang paling aneh dan sangat luar biasa. Setelah muda-mudi itu lewat. Muncul sesosok makhluk besar di jalan tersebut. Mengendarai sepeda motor yang setengah rusak. Terlihat  dari proposisi warna yang tidak sesuai. Wajahnya penuh bedak, bibirnya semakin tabal dengan lipstik dan pakai topi nenek lampir sebagai kerudung. Tapi, badannya kekar. Terdengar dari tawanya kalau dia laki-laki. Tapi kok...... dia duduk mengendarai sepeda motor seperti wanita tulen 100% tanpa pengotor. Aduh....!!! apakah ini hasil riset professor yang gagal. Terlihat banyak keganjilan padanya.&lt;br /&gt;Keren juga Amuntai. Punya banyak profesor. Terlihat setelah itu cukup banyak manusia yang spesiesnya sama seperti tadi. Laki-laki engga, wanita bukan. Hidup mengotori peradaban, mati mengontaminasi tanah. Tapi, kayaknya profesornya gagal semua. Gagal melahirkan mutan yang ideal. Jadinya malah monster..... ironis memang.&lt;br /&gt;“Tet....tet....tet......” hp ku menjerit lagi, tanda satu sms diterima.&lt;br /&gt;Saat ini tak kuhiraukan sms itu untuk sementara. Aku terus berpikir mengapa monster-monster itu muncul saat seperti ini......&lt;br /&gt;Monster-monster itu seakan pertanda kemenangan paham liberalisme dan demokrasi sempurna. Ketika rakyat setuju karena tidak melanggar hak asasi manusia. Seakan menjadi peraturan yang semua manusia tidak boleh melanggarnya, melebihi taatnya pada Yang Menciptakan mereka.&lt;br /&gt;Apakah sebaiknya mereka dimusnahkan saja? Seperti marahnya Hitler pada orang-orang cacat yang diduga akan mencemari ras Nordik. Tapi aku tak ingin seperti Hitler itu.&lt;br /&gt;Apakah sebaiknya ku biarkan saja ? karena itu hak asasi manusia , yang tak seorang pun boleh mengganggunya. Kepalaku semakin berat. Perutku semakin lapar. Entah mengapa ketika aku memegang perutku karena lapar. Aku ingin membuka sms yang singgah di hpku yang kuno.&lt;br /&gt;Hatiku tiba-tiba bergetar. Melahirkan semangat baru untuk mengaspirasikan hak-hak rakyat. Tak sengaja, pikiranku tak pusing lagi dengan monster-monster transisional yang mengerikan tadi. Aku yakin ini dari Fiashal yang mengabarkan Ia siap membantuku di sini...... Aku yakin itu.... hati ku pun mengiyakannya, mataku tak terkendali ingin keluar wadahnya. Tapi kacamata ku yang tebal seakan menjadi penjara bagi kedua bola mata yang setia dari dulu berdomisili di sekitar hidungku.&lt;br /&gt;Ku lihat sekilas, ternyata benar sms itu dari Faishal. Aku sangat bahagia. Aku merasa senang....yang luar biasa, ternyata smsnya begini:&lt;br /&gt;“ Udin... aku percaya kamu adalah calon pemimpin masa depan. Semangat lah dalam berjuang. Jangan seperti teman kita yang lain. Bisanya hanya pacaran, selingkuh dan mojok. Perjuangkan nasib rakyat miskin!!!! Ku sarankan, sebaiknya berteriak jangan terlalu keras. Tapi gunakan microphone agar enerjimu dapat dihemat. Enerji adalah suatu bentuk hasil reaksi-reaksi metabolime biokimia dalam tubuh kita. Yang prosesnya dipercepat enzim-enzim tertentu. Baik itu koenzim, kofaktori maupun metaloenzim. Ingat, perjuangkan nasib rakyat...!!!! aku mendukungmu!!!”&lt;br /&gt;Semangatku semakin mengapi-ngapi.  Enerji-enerji seluruh alam seakan menyatu ditubuhku. Bersinergi dan tersingkronisasi memperbesar rasa nasionalisme di hati. Fasihal sepertinya ingin ikut aku di sini. Berjuang untuk rakyat.......&lt;br /&gt;“ DPR..... mari bersama-sama menciptakan indonesia jaya. Kita realisasi program rawa makmur untuk Amuntai. Alabio, Paliwara, Palampitan dan semuanya di Amuntai menunggu mu untuk bersama-sama berjuang. Berjuang untuk makmur. Karena...... hidup tiada mungkin tanpa perjuangan,,,,,, tanpa pengorbanan...!!!!!” teriakku sedikit memelan. Mengingat enerji totalku yang kian menipis.&lt;br /&gt;Tet...tet...tet.... hp ku menegurku, bahwa satu lagi sms masuk. Dengan bersemangat karena ingat akan kedatangan Faishal. Ku buka sms itu, sambil berpikir kalau ini sms dari Pasya yang siap menjadi koalisi keduaku setelah Faishal.&lt;br /&gt;“ Udin,,,,, maaf ya. Aku ga bermaksud untuk ikut langsung bersama mu teriak-teriak. Ku pikir, itu ternyata buang-buang waktu dan enerji saja.  Sekarang aku lagi belajar. Tiga bulan lagi sepertinya aku ada ulangan harian tentang kimia. Selain itu, di kamarku bertumpuk buku yang belum ku baca. Bukunya Dale Carnigie, Aidh al-Qarni, Florence Littaeur, Bobby Hernacki dan lain-lain.  Maksud perjuangkan nasib rakyat miskin tadi adalah bila ada untungnya buat kita. Ku hitung-hitung, ternyata ga ada untungnya sepeser pun buat kita. Hanya buang duit kita untuk modal aja. Nanti kalau sudah mau jadi calon Bupati, baru perjuangkan nasib rakyat miskin. Mending kamu belajar dulu deh tentang motif-motif ekonomi. Apalagi bukunya Adam Smith, Wealth of Nation. Okey..... sekali lagi, itu ga ada untungnya”&lt;br /&gt;“Ha......?” Dasar Faishal. Setelah pintar ternyata dia begini. Dasar kapitalis. Materiaistis. Mata, hidung, mulut dan telinga duitan.....&lt;br /&gt;Kutarik nafas panjang. Kurasa tekanan darahku meningkat. Sistol dan diastol tak singkron lagi. Gara-gara orang pintar tadi. Pintar tapi bodoh.&lt;br /&gt;Semangat ku tiba-tiba saja hilang lagi. Ku lihat jam. Ternyata lima menit lagi adzan. Ku arahkan pandangan ku ke jalan depan kantor DPR.Nampak banci-banci produk gagal itu semakin banyak dijalanan. Semakin parah dengan banyaknya muda-mudi yang kelihatan nampak setengah telanjang sambil berpeluk mesra di sepeda motor masing-masing. Menjijikan. Bermodal hak asasi manusia itu di anggap tanda kasih sayang. Realita yang paradoks.&lt;br /&gt;Dengan basah keringat. Ku lepaskan atribut demo ku. Malah sekarang aku yang bingung dan bimbang. Apakah jalan yang kutempuh sudah benar atau.....&lt;br /&gt;Apa ini bukti kalau kebenaran apabila berada diantara kesalahan kesalahan yang banyak. Maka kebenaran itu lah yang menjadi aneh, menjadi janggal dan malah dianggap salah. Kepalaku menunduk, menahan perutku yang sangat-sangat lapar. Kepalaku semakin pusing memikirkan arti sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;“Apakah benar, kebenaran itu belum tentu baik? Dan semua kebaikan itu belum tentu benar?” bicaraku sendiri dengan suara yang menandakan kelelahan yang sangat.&lt;br /&gt;Akhirnya aku berniat pulang saja. Demo ku hasilnya nol besar, pakai kuadrat lagi. Aku mulai berjalan keluar dari area DPR kab. HSU.&lt;br /&gt;“ Semoga apa yang ku lakukan hari ini dinilai suatu kebaikan oleh Allah...” hatiku bersuara.&lt;br /&gt;“ Tunggu.... Tunggu...., jangan pergi dulu nak.....” ada suara asing yang memanggilku. Berasal dari depan pintu masuk kantor DPR itu.&lt;br /&gt;Terlihat yang berteriak wajahnya menampakkan intelektual dan borjuisme. Dasinya mengingatkanku kepada Barrack Obama. Jidatnya membuatku terkenang Bambang Soedibyo. Dia berjalan menghampiriku.&lt;br /&gt;Dia gemuk, aku kerempeng. Dia gigantisme, aku kritinisme. Dia bangsa arya, aku dravida. Sangat kontras ketika kami berdekatan. Terlihat didadanya bertulisan Ketua DPR.&lt;br /&gt;Aku gugup ketika dia mendekatiku. Seperti bertemu Ariel Peter Pan saja. Perutku tak merasa lagi akan lapar. Keringatku seakan-akan telah mencapai boiling pointnya, berubah fase menjadi gas.. di memegang pundakku sambil berkata...&lt;br /&gt;“ saya sadar, saat kepemimpinan saya ini. Nasib rakyat miskin terabaikan.terjadi instabilitas ekonomi dan sosial. Ditambah apatisnya kami terhadap pendidikan. Saya lebih mementingkan nasib perusahaan-perusahaan saya. Setelah saya paham apa yang kamu sampaikan tadi. Saya punya satu permintaan sama kamu....” kata ketua DPR yang gemuk tadi. Aku tak tahu siapa nama lengkapnya. Tapi teman-temanku biasanya menyebutnya dengan Boss Amak.&lt;br /&gt;“ apabila saya mampu, saya akan menjalankannya. Asal permintaan itu sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan tidak melenceng dari landasan-landasan fundamental negara kita” jawabku .&lt;br /&gt;“ Bagaimana kalau kamu sekarang yang menjadi Ketua DPR...?”&lt;br /&gt;“Innalillah...........”&lt;br /&gt;                                                     ***       &lt;br /&gt;Zayed Norwanto, lahir di Amuntai 5 Agustus 1991. Salah satu siswa SMAN 1 Amuntai kelas XII IPA B ini juga merupakan ketua umum FOSPEL ( Forum Silaturrahim Pelajar) periode 2007-2008. Selain pernah aktif nulis di P-II Itqan dan mengisi mading lewat artikel-artikelnya, puisinya juga masuk di antologi Mahligai Junjung Buih (2007). Karena disibukkan mengikuti olimpiade-olimpiade sains, novel yang direncanakannya ( Caliph of Love) putus diperempatan jalan.       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1916408947270193974?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1916408947270193974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1916408947270193974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1916408947270193974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1916408947270193974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/my-short-story-logika-tanpa-logistik.html' title='My Short Story : “Logika Tanpa Logistik Itu Anarkis”'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-9146547728607311527</id><published>2009-01-21T00:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T22:12:53.078-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Privasi'/><title type='text'>Salam Kenal Ya, Autobiografi el-Hasany</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Salam...&lt;br /&gt;Nama ane adalah Zayed Norwanto. Dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat santun, bernama Noorhasanah. Dengan izin Allah SWT ane dapat lahir di Amuntai ( Hulu Sungai Utara) dengan lancar pada tanggal 5 Agustus 1991. Masa kecil ane dilewati dengan bahagia dan penuh tawa yang mencerdaskan. Dari bayi ane selalu di ajari arti sebuah kehidupan oleh ayah ane yang tercinta, bernama Abdul Wahab. Semoga Allah memberkahi umur mereka, meluaskan rezeki mereka, menambah ilmu mereka dan menjaga mereka dari hal-hal yang tidak baik. Aamin yaa robbal ‘alamin...&lt;br /&gt;Detik bersatu menjadi besaran yang mempunyai satuan jam, lalu jam antar jam kawin melahirkan hari. Seterusnya bercucu tahun, lahirlah adik-adikku yang tercinta. Mereka adalah Muhammad Rezky Habibie Ramadhani dan Ahmad Reza Tri Pujiarso. Semoga Allah memberkahi ilmu mereka serta melidungi mereka dari the bad culture. Yang semangat thalabul ‘ilm-nya ya adik-adikku yang tercinta. Malaikat-malaikat akan menganugerahi sayapnya untuk kalian dan dunia-akhirat akan kalian taklukan...&lt;br /&gt;Ane yang jahil ini pertama menuntut ilmu di TK Pertiwi Cabang Amuntai. Syukran so much atas ilmunya ya Bapak-Ibu di TK. Berkat kalian ane bisa kenal yang namanya warna dan berkat kalian ane bisa tahu kalau 1+1=2. Lalu di lanjutkan di SDN Paliwara 1. Di SD ane banyak kenal teman baru, dari yang mata sipit sampai mata galak. Dari yang hidung mancung ke dalam sampai hidung mancung ke luar. Dari yang obesitas sampai yang cacingan. Dari yang ga punya rambut sampai rambutnya sudah kayak mak lampir de el el. Pokoknya subhanallah deh... tak lupa ane ngucapin terima kasih kepada Bapak Abdul Hadi, Ibu Kiah, Bapak Hamid, Ibu Ikiezs, Ibu Norma, Ibu Atun cs yang telah nransfer ilmunya untuk ane yang dungunya ga ketulungan ini. Semiga Allah memberkahi ilmu Bapak-Ibu sekalian. Aamin...&lt;br /&gt;Lulus SD dengan memuaskan, kemudian ane berniat untuk melanjutkan ke MTsN NIPA RAKHA. Dengan tujuan akhir adalah Al-Azhar. Mesir. Dari rumah Nenek ane di Paliwara ane jalan kaki ke RAKHA yang kira-kira sih satu triliyun milimeter. Walau panas menyengat ane jalani untuk test ujian masuk. Pokoknya saat itu ane sudah terbayang belajar saja orang yang benar-benar alim lalu melanjutkan ke Mesir. Amboy indahnya... tapi setiba sampai di rumah ( sudah mendaftar di RAKHA) ane ga ngasih tau sama ortu. Niatnya mau ngasih kejutan.&lt;br /&gt;Makan malam telah tiba, ane sekeluarga berkumpul untuk dinner together. Dengan sedikit bangga ane mengatakan kalau ane berniat ke Al-Azhar dan telah mendaftar di RAKHA sebagai langkah awal. Respon abi and ummi ane......................................” kamu jangan ke RAKHA, sekolahnya ini dan itu, serta bla-bla-bla dan bli-bli-bli”&lt;br /&gt;Malam itu juga ane down. Bingung, dalam satu sisi ane ga mau jadi anak durhaka dan dalam satu sisi ane berniat menuntut ilmu ke Mesir. Akhirnya karena secara aklamasi ane kalah, maka ane “terjebak” di MTsN MODEL Amuntai. Yang saat itu menjadi madrasah idola di kota ane. Alhamdulillah walau awalnya begitu down, sedikit demi sedikit spirit ane untuk thalabul ‘ilm kembali muncul. Hingga akhirnya ane dapat lulusdi sana dengan memperoleh peringkat kedua semadrasah dan peringkat pertama di kelas ane. Yang peringkat pertama itu namanya Erna Yulida. Orangnya cerdas bin jenius bin rajin bin teliti bin cermat pokoknya bin-binnya yang baik-baik.&lt;br /&gt;Tak lupa ane mengucapkan danke yang se danke-danke nya kepada my teachers seperti Pa Iwan, Pa Agus, Pa Sulaiman, Pa Udin, Pa Yunif, Pa Rasyid, Bu Helda, Bu Ida, Ibu Lina, Pa Tamjid, Ibu Agai dan kawan-kawan. Semoga Allah meluaskan rezeki, memberkahi umur, menambah ilmu, meningkatkan keimanan serta menjauhkan dari musibah bagi Bapak dan Ibu. Aamin...&lt;br /&gt;Sebagai langkah selanjutnya ane menuntut ilmu. Ane melanjutkan ke SMAN 1 Amuntai yang “katanya sih” kiblatnya SMA se banua enam. Weih keren. Tapi itu katanya sih. Ane ngucapin syukran yang much-muchnya buat akhy Saliem yang telah memberi ane suntikan spirit buat thalabul ilm. Alhamdulillh ane dan Saliem the handsome bisa lulus SMA tersebut dengan sangat memuaskan. Ane peringkat kedua and Saliem peringkat ketiga. Ane ga bermaksud sombong, ane Cuma ingin membuka kembali memori yang membahagiakan itu. Narsis dikit no promlem, isn’t it?&lt;br /&gt;Ketika thalabul ‘ilm di SMA ini, ane banyak memperoleh knowledge yang wonderfull and usefull. Di sini ane mengenal organisasi, politik, filsafat, psikologi, leadership, medical knowledge,  sistem bisnis de el el yang pokoknya sangat mengesankan. Di sekolah ini, kareir ane di bidang politik cukup mengesankan bagi ane. Pertama di OSIS ane dipercaya mengurusi sekbid V, di bidang pendidikan dan ilmu politik. Pokoknya sekbid V itu dikenal tempatnya orang-orang jenius bin smart ( walau pun ane sebenarnya ga jenius). Di sana ane belajar banyak tentang seluk-beluk OSIS. Periode setelah itu ( periode 2007-2008) ane dipercaya menjadi kandidat ketua OSIS. Alhamdulillah ane ga jadi ketua OSIS, soalnya banyak yang lebih pantas jadi presidennya siswa saat itu. Yang pasti, malam sebelum kampanya kandidat lain dipusingkan dengan teks pidatonya. Ane malah dipusingkan dengan konsep-konsep fisika yang belum ane kuasai. Jadi saat kampanye yang dipikiran ane Cuma fisika dan antek-anteknya...&lt;br /&gt;Selain OSIS, ane juga aktif di DKA dan KSI. Di DKA ane menjadi koordinator keagamaan dan di KSI ane menjadi ketua umum. Organisasi di luar sekolah pun ada yang ane ikuti. Pertama FOSPEL, untuk periode 2006-2007 ane jadi anggota yang ga jelas tugasnya. Setelah itu pada periode 2007-2008 ane dipercaya untuk menjadi ketua umum. Awalnya sih ga mau, tapi karena keputusan ga bisa diubah-ubah. Ya apa boleh buat. Alhamdulillah ane di support oleh saudara-saudara ane seiman dan support dari kaka-kaka yang ada di FOSMA HSU ( sebenarnya KAMMI lho, entar ane kupas panjang lebar ceritanya. Pokoknya tunggu aja ). Ini saudara-saudara ane di FOSPEL akhy (Bayu Yoga Dinata,Chaironi  Latif , Julianda Rosyadi, Mahfuzh Amin, Aulia Nur Ilmi, Sadiqin, Ismail, Syafiq, Rifa’i de el el) dan ukht ( Rusmini, Rosida, Rahmi Fitriani, Rajni Wati Pasya,Hairiati, Habibah, Wahdah, Dewi Wulan Pasya, Lidyawati, Mahriati, Diana, Annisah Rasyidah, Enny Zahratunnisa, Aslamiah, Anawati, Miftahul Jannah, Bastiah dan ukht-ukht lain yang sangat ane hormati...) banyak knowlegde of leadership ane dapatkan di FOSPEL. Pokoknya luar biasa deh...&lt;br /&gt;Selain FOSPEL, ane juga aktif di PII ( Pelajar Islam Indonesia). Awalnya jadi ketua bidang PPO sekitar satu periode, kemudian periode selanjutnya ane dipercaya untuk jadi bendahara umum. Di PII ane kenal Ka Chairul, Ka Ozy Black but sweet, ka taufik dan kaka-kaka lain yang suangat banyak. Dari sabanga sampai Merauke ada. Tak lupa tokoh PII yang sangat ane banggakan di Amuntai dari Datu, Ka Irham, Ka Ramdhan de el el. Terus berjuang... Allahuakbar.... sebenarnya banyak lagi organisasi yang pernah menginfeksi mind-set ane. Semoga Allah membalas pengorbanan yang telah kami berikan untuk semua organisasi tersebut. Amiien....&lt;br /&gt;Masalah akedemis, ane ga jenius-jenius amat. Dari beribu-ribu event yang pernah ane ikuti. Sebenarnya banyak kalahnya, tapi alhamdulillah kadang ada juga ane yang tampil jadi juara. Yang berpernah ane dapat ya Cuma juara II Olimpiade kimia tingkat kabupaten 2006-2007 dan juara III olimpiade tingkat provinsi 2007-2008 lalu juara I olimpiade lagi untuk 2007-2008 tingkat kabupaten dan juara III untuk tingkat provinsi. Walau ane bisa dikatakan agak begitu dan tidak terlalu ahli dalam bidang sains alam. Namun di lubuk hati yang paling dalam tetap ilmu yang paling ane minati tentang politik, ekonomi dan filsafat yang berback-ground islamic.&lt;br /&gt;Kayaknya sampai sekian aja ya perkenalannya. Oh ya, ane mohon do’a nya agar lulus UN dengan sangat-sangat memuaskan.... syukran so much for your attention....&lt;br /&gt;Salam...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-9146547728607311527?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/9146547728607311527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=9146547728607311527' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/9146547728607311527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/9146547728607311527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/salam-kenal-ya-biografi-el-hasany.html' title='Salam Kenal Ya, Autobiografi el-Hasany'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-1813863413112326328</id><published>2009-01-17T22:08:00.002-08:00</published><updated>2009-01-17T22:09:40.470-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi...'/><title type='text'>Urgensi Menghargai Profesionalitas Guru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Guru. Ya, memang satu kata yang sudah umum, walau dibalik kemisteriusannya yang kompleks. Dari The first teacher ‘ Aristoteles’, the second techer ‘Al-Farabi’, sampai zamannya Oemar bakri “ontel” lalu zamannya Oemar Bakrie &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;‘laptop’. Sudah begitu jelas, nasib mereka tidak sepantas apa yang mereka kerjakan. Bayangkan saja, tentu anda tahu si Michael Faraday. Dia sangat terkenal dalam ilmu kimia dan fisika, sesosok jenius yang mempopulerkan istillah elektrode, anode dan katode. Tapi hidup di dalam atap sebuah kandang kuda di kota London. Guru, sebutannya memang benar sang pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, sudah sepantasnyalah tanda jasa itu untuk dihargai dan dihormati. Walau “tanda” itu tidak terpasang di seragam mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penulis kali ini bermaksud menanggapi opininya Pak Drs. H. Ahdiat Gazali Rahman, SH. MH. Jadi sengaja judulnya dimirip-miripkan ( karena memamg inspirasinya dari situ). Bukan suatu masalah kan Pak? Tapi kali ini penulis membahasnya dengan cara yang berbeda dan yang pasti berbeda dari substansi sudut pusat pandangannya. Bukankah perbedaan itu yang membuat indah dunia ? Bayangkan kalau di dunia ini semuanya berprofesi sebagai guru fisika. Sehingga sangat sulit untuk guru saling berbagi ilmu, karena semua sudah tahu tentang keindahan fisika tersebut. Lambat laun, karena memang tak bisa mengajar sedangkan bahan ajar sudah banyak memenuhi otak. Maka, sesuai konsep-konsep dasar ilmu alam, otak tersebut akan menurun efektivitasnya dalam berpikir. Belum lagi masalah gengsi dan iri dengki yang akan mengalami eskalasi jika semuanya guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Guru, bukan suatu profesi yang biasa saja. Tugasnya sebenarnya tidak hanya seputar transfer ilmu dan pengetahuan. Diteliti lebih dalam, guru lah yang sebenarnya membentuk sifat basic psiko-emosional seorang anak. Khususnya guru-guru di TK dan SD. Di sini para murid mengetahui teori-teori maupun banyak postulat yang mendukung untuk pemahaman ilmu di jenjang selanjutnya, maupun mendukung kematangan emosionalnya. Kita pun tahu, di sinilah fase terpenting dalam membentuk perspektif anak. Namun dalam realitanya, malah guru-guru di fase ini merupakan guru-guru yang bisa dikatakan sebagai guru “kelas dua”. Maaf kalau ada yang tidak setuju. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Meneliti lebih lanjut judul dari opini Pak Ahdiat yaitu “ Menghargai Profesional Guru”. Memang tepat kata “menghargai” itu, karena masih ada nilai maupun tingkatan dalam proses menghargainya. Apakah menghargainya dengan sesuatu yang baik? Atau dengan sesuatu yang kontradiktif? Tepat lah pula ungkapan seorang filsuf ( Aristoteles), adil tidak selalu berarti semua harus mendapatkan sesuatu yang sama. Namun, adil berarti memperoleh hasil sesuai kewajiban dan haknya ’komutatif’. Menghargai profesional guru dalam hemat penulis sama makna dengan memberikan apresiasi yang sesuai kepada guru terhadap tingkatan kualitas kepengajarannya. Mungkin bahasanya cukup rumit, namun jika disederhanakan lagi. Maka bermakna, menghargai guru sesuai kualitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Mengapa harus dihargai? Bukannya harus, tapi “wajib” dihargai. “ &lt;i style=""&gt;bukanlah termasuk dalam umatku orang yang tidak menghormati golongan yang lebih tua dan mengasihi yang lebih muda serta mengetahui (hak-hak) orang alim.”&lt;/i&gt; ( H.R Ahmad). Penulis rasa hadits tadi sudah bisa membuka paradigma awal tentang urgensi menghargai profesionalitas guru. Yang salah satunya tentang keluarbiasaan dampak yang dihasilkan oleh guru lewat ilmu dan pengetahuan yang ditransfernya kepada para siswa. Analoginya, seperti sistem bisnis MLM. Yang bertindak sebagai upline adalah guru, serta para downline adalah para murid. Jika guru tersebut menjelaskan suatu bab yang dijelaskannya dengan benar, tentu bab tersebut nantinya akan diberitahukan sang murid kepada orang lain yang belum mengetahui. Sehingga terjadi “aliran kecerdasan yang kontinu.” Beda saat guru tersebut menjelaskan suatu bab. Namun karena adanya kekurangan persiapan, sehingga penjelasannya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan konsep. Maka, murid yang seperti gelas kosong itu, karena belum tahu, menerima saja apa adanya. Sehingga ketika ada seseorang yang tidak tahu bertanya kepada si murid tentang bab tadi. Tentu pula akan terjadi “aliran pembodohan yang kontinu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Selain hal di atas. Penghargaan juga merupakan fitrah manusia. Yang mana secara psikilogi, penghargaan tersebut bersifat seperti doping dalam keolahragaan. Ketika diberi, otomatis semangat untuk mengajar meningkat. Namun, ketika terjadi overdosis penghargaan. Malah membuat sang guru terlalu terbuai, yang akhirnya melahirkan sifat bangga diri. Ujung-ujungnya, guru tersebut jadi gengsi untuk melakukan hal-hal kepengajaran yang kecil dan akhirnya menurun kualitasnya. Jadi, penghargaan penting bagi guru tapi akan berdampak negatif jika berlebihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Terus apa penghargaan yang pas buat para guru? Mengenai penghargaan yang pas, tentu sangat relatif. Untuk itu, kita harus memahami dulu kualitas dan pengorbanan guru yang akan kita beri penghargaan. Dalam bahasan kali ini, penghargaan tidak mutlak mendapat piagam, piala atau sertifikat. Dalam hemat penulis, penghargaannya bisa berupa materi, kebijakan pemerintah untuk guru, maupun hal lain yang sifatnya memberi pengakuan atau menghormati keprofesionalan guru. Secara umum, penghargaan yang tepat untuk saat ini bagi guru dalam hemat penulis antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penetapan Gaji Guru yang Terencana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penghargaan yang satu ini penulis rasa merupakan suatu yang sangat urgen, karena dampaknya mampu mempengaruhi segala aspek dari guru tersebut. Contohnya, adanya perbedaan semangat mengajar ketika dalam bulan yang “muda” dan “tua”, mampu melahirkan sifat kewirausahaan yang tidak baik saat merasa gaji yang ditetapkan sangat kurang dan ada peluang untung mengeruk keuntungan dari para murid, dan lain-lain. Menurut UU No 14 th 2005, Bab II pasal 14 ayat 1 bagian A”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.” Pasal yang satu ini sebenarnya sudah sangat baik dan apabila direalisasikan dengan di zaman yang tepat akan membuat para guru sejahtera lahir-batin. Namun, sekarang sepertinya pemerintah “Cuma” salah tafsir terhadap pasal ini. Dengan tidak menekankan pada “jaminan kesejahteraan&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;guru” malah mengutamakan “menempelnya” penghasilan guru di atas kebutuhan hidup minimum. Penulis mengatakan “menempel” karena pada realita yang ada, kehidupan ekonomi guru bisa dimasukkan kedalam klasifikasi menengah kebawah. Yakni suatu keadaan di mana status guru nyaris&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berada tepat di garis kemiskinan. &lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;hal lain yang dirasa cukup lucu oleh penulis yakni ketika terjadi kenaikan gaji guru. Seakan-akan mencerminkan kalau penetapan gaji guru tidak terencana dengan matang. Sehingga kadang kenaikkan tersebut tidak berpengaruh apa-apa terhadap perbaikan kesejahteraan sosial guru. Hal lucu tersebut,” ketika terjadi kenaikan gaji guru, pemerintah dengan bangga mengumumkannya pada public.” Padahal, ketika hal itu diumumkan. Para pelaku pasar maupun entrepreneur dengan leluasa menaikan harga barang dengan alasan naiknya gaji guru. Sehingga, ketika dua hal yang berbeda itu sama-sama naik menuju ke suatu titik. Kenaikkannya itu tidak berarti apa-apa, karena dalam perubahan itu ada yang “tetap” (sesuai hukum relativitas fisika). Jadi, buat apa kenaikan gaji diumumkan dengan besar-besaran? Selain yang tadi, coba saja kalau kenaikan gaji itu masih dalam rencana. Tentu yang mengumumkan akan dicap sebagai “pendusta abadi” yang tak akan dipercaya lagi oleh para guru, bahkan mungkin semangat guru untuk mengajar jadi sirna karena pengumuman yang kepagian dan salah. Betapa bahagianya guru, ketika kenaikan itu tidak usah diumumkan. Selain harga barang yang relatif tidak akan naik. Juga senang karena suatu kejutan kalau gajimya lebih besar daripada yang kemarin-kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pengakuan dari Masyarakat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Diperhatikan atau tidak. Dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Kota Bertakwa ini. Guru dipandang dimasyarakat dengan sebelah mata, apalagi guru-guru disiplin ilmu alam seperti fisika, kimia dan biologi. Seakan-akan mengatakan kalau ilmu dari tersebut “tidak bermanfaat.” Penulis rasa, hal itu disebabkan masih “terlalu” kentalnya rasa religuitas yang “dogmatif” dalam masyarakat. Padahal, ketika fisika, kimia dan biologi dapat dirasa keberadaannya di sekitar kita. Ilmu tersebut akan membuat masyarakat kita yang notabenenya muslim akan semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paham dengan komprehensif terhadap islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin. Karena fiqih dan ushul fiqih ada juga tinjauannya terhadap fisika-kimia-biologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memang benar imam Ghazali dalam kitab Ihya-nya mengatakan ilmu yang subtansial dalam diri seorang muslim adalah Tasawuf, Tafsir dan Fiqih. Hal itu pula diyakini oleh penulis sangat penting dalam menempuh kehidupan di dunia ini agar mendapatkan kehidupan abadi yang berbahagia. Namun, tentu akan lebih indah kalau dalam masyarakat ilmu-ilmu agama dan umum tidak dipisahkan ( sekuler). Dalam hal ini penulis tidak menekankan bahwa kita “harus ahli dalam ilmu agama dan umum”, tapi menekankan kalau “ yang ahli ilmu agama minimal tahu terhadap ilmu umum” dan “yang ahli ilmu umum minimal tahu terhadap ilmu agama”. Sehingga bila terjadi sinergisitas ini, masyarakat akan semakin paham kalau ilmu agama akan kaku tanpa adanya ilmu umum dan ilmu umum akan buta tanpa adanya ilmu agama. Dari sinilah akan muncul pemahaman, bahwa tidak ada ilmu yang boleh dianak tirikan. Ilmu di sini punya pengertian ilmu yang mendatangkan kebaikan yang mutlak, bukan ilmu-ilmu yang tidak baik seperti santet, hacker dll. Kalau ilmu itu, harus dianak tirikan, kalau bisa dibuang saja ke “matahari”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penghormatan dari Murid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kalau dua poin di atas tadi dari sudut pandang umum. Sekarang dari internal sekolah. Hal ini memang sepele, namun semakin zaman semakin dirasa penyimpangan yang terjadi. Guru bukan lagi dihormati, malah di jadikan bahan ejekan atau topik gosip yang paling hangat. Tak jarang pula, setiap guru diberi julukan yang tidak pantas. Seperti si gendut, si botak, dan lain-lain yang pokoknya tidak baik. Guru yang tidak tahu mungkin “senyum-senyum” saja ketika ditertawai oleh para murid. Tapi, yang tahu. Tidak bisa dibayangkan betapa marahnya beliau. Mungkin hal itu yang menyebabkan semakin meningkatnya angka pengangguran dan jumlah ketidaklulusan dalam UAN. Karena ketika guru marah terhadap murid karena kenakalan murid yang disengaja, Allah SWT akan mencabut keberkahan ilmu dari murid tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Idealnya, murid harus hormat dan sayang terhadap murid. ada kan ungkapan kalau “ guru adalah orang tua kedua”? tentu saja hormat dengan ikhlas, bukan hormat cuma pengen dapat nilai saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Guru yang dihormati pun, sebaiknya menanggapi penghormatan dari murid dengan baik. Bukankah tidak baik bagi guru yang tidak mengucapkan terimakasih ketika menyuruh muridnya ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau apakah baik guru yang “terlalu” menjaga wibawa? Ketika pemahaman antara yang menghormati dan dihormati tepat mengenai fitrah manusia , tentu akan ada jalin hati di antara keduanya. Sehingga proses transfer ilmu menjadi lancar dan ilmunya pun penuh dengan berkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Itu lah pentingnya menghargai keprofesionalan guru. Selain sebagai media eskalasi kualitas pendidikan, juga sebagai salah satu tangga menuju kesejahteraan sosial. Kita bukan negara proletariat, sehingga “pemerataan” kesejahteraan bukan sebagai tujuan. Bukan pula negara liberal, yang siapa kuat dia sejahtera.Tapi kesejahteraan yang sesuai “kewajiban” dan “hak” lah yang akan dituju.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semangat wahai guru yang terhormat!!! Jasamu takkan pernah sirna walau tanda jasa mu dirampok “mereka”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-1813863413112326328?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/1813863413112326328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=1813863413112326328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1813863413112326328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/1813863413112326328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/urgensi-menghargai-profesionalitas-guru_9726.html' title='Urgensi Menghargai Profesionalitas Guru'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-4909128189976278953</id><published>2009-01-17T22:08:00.001-08:00</published><updated>2009-01-17T22:08:44.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Tradisional'/><title type='text'>Organisasi Aktif, Prestasi Cemerlang</title><content type='html'>&lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pelajar atau siswa seyogyanya adalah seorang yang berilmu dan berpengetahuan, serta mampu mengaplikasikan semua ilmu dan pengetahuan yang pelajar tersebut miliki untuk menguatkan eksistensinya sebagai &lt;i style=""&gt;agen of social change&lt;/i&gt;. Ilmunya tersebut pun, &lt;i style=""&gt;sudah semestinya dan memang begitulah seharusnya&lt;/i&gt; bahwa tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia. Karena substansinya ilmu adalah cahaya yang mampu menerangi jalan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tidak dibantah lagi, hampir semua agama menitik beratkan akan urgensi ilmu sebagai bahan bakar eskalasi kualitas suatu peradaban. Lebih khusus dengan dienul islam, kita bahkan sudah tahu hukumnya untuk menuntut ilmu. Baik dari buaian sampai liang lahat. Kebahagiaan dunia dan akhirat pun dapat kita capai &lt;i style=""&gt;jika dan hanya jika&lt;/i&gt; berilmu dan berpengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Terus ilmu yang bagaimana yang mampu memunculkan sosok pelajar dalam kaitannya dengan eksistensi sebagai &lt;i style=""&gt;agent of social change&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apakah hanya dengan teori-teori konvensional? Tentu bukan. Selain ilmu dan pengetahuan yang memang sudah semestinya diserap di sekolah. Ternyata ada lagi ilmu dan pengetahuan urgen yang “seharusnya” diketahui dan dikuasai oleh pelajar, walaupun lebih tepatnya disebut &lt;i style=""&gt;skill&lt;/i&gt;. Tentu kita bertanya-tanya, ilmu apakah itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penulis rasa sedikit pengantar di atas sudah mampu menyentuh &lt;i style=""&gt;mindset&lt;/i&gt; para pembaca. Dan mudah-mudahan mampu menjadi bahan bakar semangat untuk membaca sedikit tulisan di sini dengan antusias. Karena banyak orang bijak mengatakan, kesuksesan seseorang tergantung dengan attitude-nya dan attitude-nya tergantung dengan semangatnya. Semangat ! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hidup seorang pelajar secara garis umum adalah untuk belajar. Belajar pun merupakan suatu proses variatif yang disesuaikan sikon karena pengaruh insidentalitasnya. Selanjutnya, dalam dunia kepelajaran juga sudah tidak asing lagi yang namanya “organisasi”. Walaupun sebenarnya dunia organisasi lebih didominasi oleh para mahasiswa. Tapi sebenarnya prinsip-prinsip keorganisasian yang fundamental dapat dikenal oleh pelajar lewat aktif berorganisasi tanpa menafikan tugas utamanya sebagai pencari ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sebelum lebih jauh tentang organisasi. Agar tidak terjadi miss-understanding, sebenarnya dalam persfektif penulis organisasi pada umumnya bersifat seperti organ. Organ itu merupakan kumpulan dari berbagai &lt;i style=""&gt;jaringan&lt;/i&gt; yang berbeda secara anatomi dan fisiologi, namun punyai goal atau istilah sekarang “visi-misi” yang &lt;i style=""&gt;hampir mendekati&lt;/i&gt; sama. Ya, &lt;i style=""&gt;hampir mendekati&lt;/i&gt; sama karena ada perbedaan. Sependapat dengan seorang aktivis Jogja yang bernama &lt;b style=""&gt;M. Ridha&lt;/b&gt;, perbedaan tersebut ada karena organisasi mempunyai dualitas eksistensi. Organisasi sebagai kumpulan manusia yang menpunyai tujuan sama dan sekaligus kumpulan manusia yang saling bersaing menentukan tujuan bersama. Ada integrasi sekaligus independensi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hubungannya dengan kepelajaran, organisasi sebenarnya merupakan suatu media untuk mengetahui, mengembangkan sekaligus mengaplikasikan potensi-potensi yang dimiliki oleh pelajar. Dengan berorganisasi pula, pelajar akan mampu meningkatkan kepekaannya terhadap problematika sosial. Sehingga, semangatnya untuk menuntut ilmu &lt;i style=""&gt;meledak&lt;/i&gt;. Supaya para pelajar tahu dan paham akan urgensi dari belajar. Belajar tidak hanya untuk memenuhi standar ketuntasan, belajar tidak hanya duduk di kelas dan mendengarkan guru, belajar tidak hanya untuk meraih rangking dan belajar tidak hanya formalitas belaka untuk mendapatkan job. Belajar adalah proses, belajar membuat kita tahu, belajar pun untuk dipelajari dan belajar adalah kebutuhan setiap manusia. Tanpa makanan manusia akan kelaparan. Tanpa minuman manusia akan kehausan. Tanpa oksigen manusia akan mengalami kematian. Tanpa belajar, sebenarnya dampaknya sangat-sangat buruk dari dari dampak kelaparan dan kehausan, serta kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dengan organisasi pula, ada ilmu-ilmu urgen yang akan didapat. Yang akan dipahami secara komprehensif, karena selain kurang diajarkan di sekolah juga karena minimnya praktek. Kan practice makes perfect? Is it right? Ilmu tersebut antara lain public-speaking, basic of management, birokrasi, psikologi dan pastinya basic of leadership. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Buktinya, &lt;i style=""&gt;public-speaking&lt;/i&gt; pelajar diasah di organisasi dengan seringnya rapat atau musyawarah dalam organisasi tersebut. Kadang pula, organisasi mengadakan seminar atau sejenisnya yang menuntut para kadernya untuk bicara, minimal menjadi mc ( master of ceremony) dan banyak hal lainnya yang memang terbukti mengasah public-speaking skill para kadernya. &lt;i style=""&gt;Management&lt;/i&gt;, hal ini dibuktikan dengan adanya AD/ART dalam organisasi yang menuntut agar semua kadernya paham. Selain itu, sudah secara spontan para kader suatu organisasi akan melakukan pengaturan terhadap agendanya satu periode ke depan. Pada saat pengaturan tersebut, para kader tersebut secara tidak sengaja telah menerapkan suatu prinsip dasar manajemen yang menurut George Terry dalam &lt;i style=""&gt;Basic Element Consept System &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berupa &lt;i style=""&gt;planning, observing, actualiting &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;i style=""&gt;controlling&lt;/i&gt;. Bahkan manajerial yang ada dalam suatu organisasi biasanya sudah merupakan manejerial rumit yang menekankan kepada kaejeniusan personal dalam segala tahap, termasuk memprediksi apa yang akan terjadi setelah sesuatu agenda dilakukan termasuk &lt;i style=""&gt;follow up &lt;/i&gt;setelah itu&lt;i style=""&gt;. Birokrasi&lt;/i&gt;, sudah tentu dalam organisasi untuk melaksanakan agendanya perlu dana. Pada suatu saat, karena berbagai variabel dana dalam kas tidak akan mencukupi untuk merealisasikan schdule tersebut. Sudah tentu para kader organisasi tersebut akan mencari dana keluar dan salah satu objeknya adalah instansi-instansi pemerintah yang terkait dengan jenis agendanya tersebut. Agar proposal kegiatannya disetujui, mau tidak mau para kader tersebut harus mempelajari birokrasi yang benar saat menangani instansi tersebut, harus tahu format surat yang tepat untuk organisasi tersebut dan secara psikologi harus mampu mempengaruhi pegawai di sana agar mau “memahami urgensi” dari kegiatan yang akan direalisasikan. Masalah leadership penulis rasa semua sudah memahami hubungannya dengan organisasi. Karena sudah menjadi rahasia umum kalau pendidikan leadeship yang “sebenarnya” didapat ketika aktif di suatu organisasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kebanyakan orang berpendapat kalau pelajar yang biasanya aktif di organisasi mempunyai aspek kognitif yang standar. Tapi menurut penulis &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu hanya pendapat yang perlu ditanyakan kebenarannya. Mungkin itu hanya logika silogisme sederhana yang minim bukti. Atau adanya miss-understanding “kebanyakan orang” tadi terhadap substansi organisasi yang sebenarnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau juga karena adanya problem dalam diri pelajar itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penulis rasa yang menyebabkan adanya stigma pada kebanyakan orang terhadap aspek prestasi seorang aktivis adalah karena kekurangmampuan aktivis tersebut untuk menunjukan citra dirinya, bukan karena efek-efek dari aktifnya di organisasi. Padahal sudah jelas bahwa aktif di organisasi akan menjadikan pelajar yang bersangkutan lebih disiplin serta menonjol dari pelajar-pelajar “biasa”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin aktif di organisasi sekaligus mampu meraih prestasi yang luar biasa di sekolah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi oto-saran bagi penulis sendiri, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Manajemen Pikiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Innamal ‘amalu binniyat, &lt;/i&gt;penggalan hadits ini memang sudah tidak asing lagi untuk didengar atau dibaca. Namun kadang substansinya masih ada yang belum memahami secara komprehensif. Konteksnya dengan organisasi, niat ini merupakan hal yang paling urgen dan yang paling mempengaruhi akan keberadaannya nanti di organisasi. Tipologi niat yang paling tinggi dan agung adalah berniat untuk aktif di organisasi &lt;i style=""&gt;lillahi ta’ala.&lt;/i&gt; Apabila organisasinya dalam bidang dakwah islamiyah, aktivis tersebut akan merasakan betapa manisnya iman dan takwa. Apabila dalam bidang ekonomi, aktivis tersebut akan menjadi orang yang kredibel dan jujur. Apabila dalam bidang politik, aktivis tersebut akan menjunjung nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan. Apabila dalam bidang jurnalistik, mereka akan memusnahkan rasa sombong dan haus pujian. Sehingga mereka tidak menganggap sia-sia waktu, pikiran serta harta yang telah di korbankan ketika aktif.Pokoknya, luruskan niat!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Niat sudah lurus, mulailah memahami akan arti sebuah perjuangan dan pengorbanan. Karena dalam berorganisasi, dua variabel tadi pasti akan ditemui. Aktivis akan berjuang untuk merealisasikan visi-misinya dengan pengorbanan baik itu waktu, dana, pikiran dan emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Untuk meningkatkan prestasi, design pikiran kalau berorganisasi tidak akan membuang waktu. Jangan sampai pikiran kita untuk berprestasi lumpuh karena alasan sibuk berorganisasi. Karena orang pengecut selalu mencari alasan dan sang pemenang mencari jalan. Untuk awal, bersikap lah optimis. Ingat, ketika satu jam dari waktu sehari digunakan untuk berorganisasi. Itu merupakan waktu untuk memompa semangat untuk belajar. Sehingga 23 jam yang lain dapat digunakan untuk belajar dengan penuh semangat. Dalam &lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;The Magic of Thinking Big &lt;/i&gt;karya &lt;i style=""&gt;David J. Schwartz&lt;/i&gt; ditulis bahwa &lt;i style=""&gt;We’re what we think&lt;/i&gt;. Jadi, kalau ingin berorganisasi sekaligus berprestasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tanamkan dalam pikiran kalau kita “bisa” untuk berprestasi. Dan fokuslah pada potensi diri kita, walau ada orang lain yang lebih cerdas. Namun ketika kita menjebak mereka agar menjadi bodoh, kita tidak akan berprestasi. Positive thingking karena &lt;i style=""&gt;Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Selektif Berorganisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Suatu organisasi idealnya merupakan suatu wadah untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi. Yang perlu diperhatikan, tidak semua organisasi seperti itu. Jadi, sebelum terjerumus ke organisasi yang tidak jelas AD/ART, visi-misi serta gerakannya. Lebih baik cari organisasi lain yang berkualitas dan mempunyai visi-misi yang baik dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam memilih, penulis sangat sulit untuk memberikan saran karena variatifnya mind-set manusia. Namun pada intinya, pilihlah organisasi yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Namun, suatu kebanggaan pula jika bergabung dengan organisasi yang negative lalu mengubahnya ke arah yang lebih positive.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Manajemen Waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di sini yang lumayan urgen dan sulit. Dalam manajemen waktu, sangat sulit untuk menciptakan keseimbangan berorganisasi dan belajar. Namun kita harus tahu kapan beroganisasi yang diutamakan dan kapan belajarnya yang diutaman. Namun kaidahnya &lt;i style=""&gt;“utamakan yang lebih utama”&lt;/i&gt; . Berdasarkan pengalaman penulis yang juga aktif di berbagai organisasi, sebenarnya waktu yang diluangkan untuk benar-benar berorganisasi itu sangat sedikit. Yang banyak membuang waktu adalah berjanda ketika bertemu sesama aktivis. Oleh karena itu, seorang aktivis harus pintar-pintar memutar otak agar waktunya yang 24 jam sehari ini dapat efektif. Kalau perlu jangan nonton tv yang acaranya tidak berkualitas, jangan sampai CBSA (Cinta Bersemi Sesama Aktivis) dan belajar whereever and whenever we can.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Buat jadwal harian dari bangun tidur sanpai tidur kembali. Untuk lebih jelas, kalau tidak salah di novel &lt;i style=""&gt;Ayat-Ayat Cinta &lt;/i&gt;ada cerita tentang membuat peta hidup. Nah di sana pasti lebih jelas arti pentingnya schdule. Lalu setting organisasi yang dimasuki agar bernuansa edukatif dan konstruktif. Contohnya, buat kelompok belajar sesama aktivis atau jadikan kewajiban kader untuk belajar beberpa jam sehari, lalu beri hukuman bagi kader yang tidak belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Selain itu, hilangkan paradigma kalau belajar hanya bisa di meja belajar. Ketika berkumpul sesama aktivis, sebenarnya kita bisa saling berdiskusi tentang pelajaran di sekolah. Baik itu kimia, fisika, matematika, ekonomi, sosiologi, apalagi pelajaran yang ada hubungannya dengan organisasi. Kalau tidak ada yang diajak berdiskusi, alangkah baiknya kita membawa buku ke sekretariat organisasi. Menungu kader lain untuk rapat, kita bisa melahap bebarapa bab. Intinya, di mana ada kesempatan di situ untuk belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Disiplin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketika jadwal sudah tersusun rapi. Niat dan komitmen berorganisasi pun sudah terpatri di hati. Saatnya kita disiplin terhadap schdule yang telah direncanakan. Karena disiplin adalah rohnya prestasi, mustahil suatu prestasi dapat diraih tanpa adanya disiplin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Disiplin sangat penting. Namun penulis sendiri menyadari betapa sulitnya untuk direalisasikan. Padahal dalam islam pun disiplin merupakan suatu konsep yang sangat fundamental, hal itu dapat dilihat dari adanya pembagian waktu shalat dan besarnya pahala shalat jika dikerjakan berjamaah di awal waktu. Dalam satu sisi, kadang kita juga harus mempunyai kejeniusan untuk memanipulasi kedisiplinan tersebut. Gunakan rasionalitas untuk menentukan apa yang terbaik yang dapat dilakukan pada saat-saat tertentu karena tak jarang apa yang telah dijadwalkan sebelumnya hanya kegiatan yang miskin makna saat sudut pandangnya ketika akan melaksanakan schdule. Pada point kali ini menitik beratkan kepada kedisiplinan yang jenius. Jangan asal disiplin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Semoga apa yang disampaikan penulis bermanfaat bagi kawan-kawan aktivis lain. Sebenarnya berorganisasi merupakan suatu langkah jenius untuk mengetahui, mengembangkan sekaligus mengaplikasikan potensi diri. Jadilah aktivis yang kaya akan prestasi !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Mari kita rapatkan barisan demi terciptanya indonesia yang adil dan sejahtera, serta bernafas islamis. Kita buang jauh ego independensi dan perkuat integrasi islam. Sayyid Qutb pernah berkata &lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar”. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penulis yakin stigma terhadap prestasi para aktivis merupakan opini yang materialistis dan kadang ambigu esensi kebenarannya. Penulis menyerukan kepada rekan-rekan aktivis, Luruskan niat ! Rapatkan barisan dan terus berjuang ! ini adalah jihad kita. Allahu akbar ! wallahu ‘alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-4909128189976278953?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/4909128189976278953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=4909128189976278953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4909128189976278953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/4909128189976278953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/organisasi-aktif-prestasi-cemerlang.html' title='Organisasi Aktif, Prestasi Cemerlang'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-2152242585446889867</id><published>2009-01-17T22:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T22:05:20.859-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Pendidikan Kesuksesan Islam Sebagai Modal Pencerahan Masa Depan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Islam memang agama yang sangat universal. Tidak ada kata kolot dalam islam. Islam mengatur segala aspek kehidupan secara holistik. Hal-hal yang perlu kita resapi nilainya adalah islam merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agama yang mengatur segi ukhrawi dengan teliti tanpa lupa mengatur aspek duniawi dengan komprehensif dan dijamin kesistematikan kausalitasnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan pasti. Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena itu, islamlah satu-satunya agama yang memperhatikan bagaimana umatnya agar menjadi orang sukses duniawi tanpa adanya dekadensi kualitas iman. Sehingga tidak disangkal lagi islam sudah pernah mencapai kejayaan yang tidak pernah dicapai oleh agama atau bangsa yang lain pada saat itu. Memang realitanya mengatakan begitu, yakni kejayaan islam baik dalam aspek pendidikan, perekonomian, perpolitikan, militer dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kejayaan islam tempo dulu tak lepas dari berkualitasnya pendidikan saat itu. Pada saat dululah terbuki sistem pendidikan dari islam yang paling spektakuler dan menakjubkan dalam melahirkan ilmuwan-ilmuwan jempolan. Hal itu tak lepas dari pemahaman tentang tidak adanya dikotomi dalam islam, serta tidak dipakainya sistem pendidikan sekuleristis. Bukti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari kejayaan islam tersebut adalah menyebarnya islam di dunia, sehingga tidak ada satu pun benua di bumi ini yang tidak lepas dari pengaruh positif al-islam. Baik itu benua yang beriklim tropis, sedang, panas maupun yang bersalju.Sehingga keislaman menyimbolkan kecerdasan, kesucian, kemegahan, serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keselamatan dunia-akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Fakta lain dari kejayaan islam tempo dulu yakni, sangat banyaknya lahir para ilmuwan mempunyai yang iman berkualitas, sehingga semua hasil penelitian dan desertasi dari mereka dapat dinikmati oleh umat muslim yang lainnya, dalam rangka meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Contohnya adalah Ibnu Sina, dalam “Al-Qanun fi At-Tib”-nya banyak menjelaskan ilmu-ilmu kesehatan baik itu herbal maupun sintesis organik dan logam yang sesuai dengan nilai-nilai fundamental yang islami. Contoh lainnya adalah Jabir Ibnu Hayyan, beliau kimiawan yang juga ahli dalam spesifik ilmu islam seperti fiqih dan tafsir. Beliaulah yang sepantasnya disebut sebagai pencetus kimia modern, karena beliaulah yang pertama kali mengistilahkan ilmu tentang reformasi senyawa-senyawa itu dengan kimia, dengan asal kata al-kimiya yang artinya perubahan. Beliaulah yang membedakan antara senyawa asam dan basa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memang sangat banyak ilmuwan yang ber&lt;i style=""&gt;background &lt;/i&gt;islam pada tempo dulu. Yang saya sebutkan tadi baru dalam segi ilmu umum, belum lagi ilmuwan-ilmuwan pada bidang filsafat, matematika, fisika, biologi, tafsir, fiqih, politik, ekonomi, tentu akan memakan waktu yang sangat lama dalam proses membahasnya. Tidak usah berpanjang kata lagi, kesimpulannya islam tempo dulu sungguh sangat luar biasa, atau dalam istilah pemerintahan masuk dalam periode kejayaannya.Subhanallah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pada tulisan kali ini penulis tidak bermaksud mengungkit kejayaan islam tempo dulu hanya untuk &lt;i style=""&gt;refreshing&lt;/i&gt;, namun lebih sebagai objek benchmarking dengan kondisi islam saat ini. Agar kita tidak ternina bobo dalam ilusi kejayaan belaka.Tragis memang merenungkan nasib kaum muslimin saat ini. Semakin tahun bukannya semakin membaik, malah sebaliknya. Semakin tahun semakin banyak orang yang murtad dengan seribu satu macam alasan. Belum lagi masalah remajanya, tidak hanya sifat hedonisnya yang sudah diluar batas. Malahan sudah banyak yang melakukan seks bebas, mabuk-mabukan dan pembunuhan,”dengan bangga”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Siapa yang salah? Tentu tidak ada yang ingin disalahkan, walaupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia yang bersalah. Islam dalam konteks suatu kelompok, terdiri atas individu-individu yang percaya akan ke-Esaan Allah SWT dan kerasulan Muhammad SAW. Kejayaan dan kemunduran islam sendiri akan ditentukan oleh kualitas-kualitas individu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut. Semakin baik individunya, maka islam akan semakin jaya. Masalah umur individunya sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi, namun yang berpengaruh adalah bagaimana niat individu tersebut untuk menjayakan islam. Tak dipungkiri juga, yang mendominasi untuk menjayakan islam adalah kaum pemudanya. Tapi realitanya yang melakukan maksiat adalah kaum pemuda juga. Untuk itulah materi dakwah saya kali ini akan membahas bagaimana menjadi remaja yang sukses, dan nantinya mampu menjayakan islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pemuda yang sukses adalah pemuda yang mampu mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya dan orang lain di jalan kebenaran, yakni jalan yang penuh petunjuk Allah SWT. Pemuda yang seperti ini sangat jarang ditemukan pada zaman yang hedonis seperti sekarang, karena radiasi negatif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;globalisasi yang semakin menjadi-jadi. Sehingga batas wilayah, isu politik, masalah ekonomi dan kependudukan suatu negara semakin transparan. Untuk mengobati luka-luka akibat globalisasi itu dan untuk jayanya kembali islam diperlukan remaja yang mempunyai strategi sukses&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang substansial. Dan hendaknya hidup &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berpola untuk mencapai sukses dengan strategi sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;TERENCANA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Rencana merupakan modal awal seorang pemuda agar sukses pribadi dan sosial. Bahkan ada suatu statement bahwa “gagal merencanakan berarti merencenakan untuk gagal”. Tentu statement tersebut bukan suatu omong kosong belaka. Pikirkan saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apabila kita ingin membuat rumah namun tanpa adanya planning yang matang , tentu bukan rumah yang akan jadi. Walaupun kita bekerja dengan sekeras-kerasnya, bahkan mungkin akan menyebabkan perbuatan tabdzir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya setiap diri memperhatikanapa yang telah diperbuat untuk hari esok dan bertakwalah kepad Allah”(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;QS. Al-Hasyr:18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Untuk saat ini, dalam dunia enterpreneur rencana bisa disamakan dengan impian atau dream. Dari impian yang tersusun rapi lah biasanya kenyataan akan terwajud. Yang pasti rencana itu harus logis dan objektif. Jangan takut untuk bermimpi, bermimpi yang logis, yang akan menjadi bahan bakar kita menuju kesuksesan. Untuk lebih sistematikalnya, tulis lah impian kita itu dalam sebuah buku. Tentukan dari impian harian, mingguan, bulanan, tahunan bahkan mimpi dari hidup kita, agar hidup lebih bermanfaat, supaya nasi yang kita cerna dan udara yang kita oksidasi tidak terbuang sia-sia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Yang perlu kita perhatikan dalam membuat planning tersebut adalah keadaan internal dan eksternal kita. Jangan sampai rencana atau impian yang kita buat sangat tidak masuk akal. Seperti: ingin membeli matahari, hidup selamanya maupun membeli surga dan neraka. Bukan kah itu sangat tidak masuk akal? Untuk itu ada yang perlu kita perhatikan, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kekuatan kita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ini berhubungan dengan potensi apa saja yang ada pada diri kita, baik itu yang potensial untuk dikembangkan atau tidak. &lt;i style=""&gt;“Sesungguahnya Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk”,&lt;/i&gt; ayat ini secara eksplisit menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk yang sangat “lebih baik” dibanding dengan makhluk-makhluk yang lain. Manusia punya semua potensi, baik itu segi intelejensi, kinestetik maupun estetik. Tinggal manusia itu memilih potensi mana yang ia akan kembangkan. Namun lewat perencanaan ini, kita tidak asal mengembangkan potensi, kita harus tau mana yang bermanfaat, mana yang berpeluang untuk dibisniskan dan mana yang paling dibutuhkan islam saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kelemahan yang ada,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kekuatan sudah punya,namun sadar atau tidak sadar kita juga mempunyai kelemahan. Kelemahan itu tidak hanya timbul dari diri kita sendiri, namun ada juga yang berasal diri “si iblis” yang telah dilantik sebagai penggoda nomor wahid agar manusia terjerumus kelembah sekuleristik, hedonis, kemalasan dan kesombongan. Karenanya &lt;i style=""&gt;“hanya mengingat Allah hatimu akan tenang”&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;“ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”.&lt;/i&gt; Jangan biarkan iblis menjajah kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesempatan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kekuatan sudah ada, kelemahan sudah sudah di”perban” dengan iman yang steril dari syirik dan kawan-kawan. Kini saatnya berdiri, “mencari” kesempatan. &lt;i style=""&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu mengubahnya sendiri”.&lt;/i&gt; Ayat ini lebih menekan kan agar kita yang “aktif” mencari kesempatan. Gunakan waktu dengan efektif, tenaga dengan efisien dan otak dengan maksimal untuk mencari kesempatan itu. Jangan biarkan hidup yang singkat ini, kita tetap menjadi “manusia biasa”. Carilah kesempatan itu seakan-akan kita kekal di dunia ini. Namun apabila tidak ketemu juga, jadilah kita yang menciptakan kesempatan itu. Bukan kah kita makhluk yang terbaik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ancaman dari dalam atau luar diri,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 64.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kini semuanya sudah lengkap. Namun, satu hal lagi yang tidak mungkin akan tertinggal. Yakni ancaman dari luar. Untuk itu kita harus menyelesaikan semua masalah yang menjadi ancaman tersebut dengan baik dan benar lewat bantuan Allah. Sesungguhnya tidak ada daya makhluk tanpa izin Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;TEKUN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tekun bisa dikatkan dengan tangguh dalam menjalani proses. Berarti dengan semangat menyelesaikan masalah yang membadai dan cercaan yang menerjang.namun, sekarang banyak orang yang sukses yang menyebutkan dirinya “ini dan itu”. Contohnya saja Bill Gates, seorang pendiri microsoft corporation. Begitu gampangnya dia mengatakan kalu dulu dirinya “terlalu bodoh” untuk anak seusia dia, tapi bisa melebihi kesuksesannya orang-orang terpelajar saat ini. Meneliti tentang fenomena tadi, tentu ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya dia bisa menyederhanakan jalan menuju sukses, sehingga orang akan mau mengikuti jejaknya. Negatifnya, tentu hal itu akan membuat banyak orang malas dalam prosesnya karena menganggap sukses itu terlalu gampang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; itulah yang dikatakan nabi besar Muhammah SAW. Kita boleh menyederhanakan jalan untuk sukses, namun jangan terlalu meremehkan prosesnya. Karena yang fundamental dari suksesnya seseorang adalah prosesnya menjadi sukses. Anda tentu ingat eksperimen yang dilakukan oleh Thomas A. Edison, tidak hanya hitungan jari bahkan ribuan kali dia bereksperimen, baru bisa membuat lampu pijar yang sangat urgen peranannya pada saat itu maupun sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Edison yang nonmuslim saja dengan semangat bereksperimen untuk menemukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang disebut dengan “lampu”. Seharusnya, kita sebagai muslim harus lebih hebat semangatnya untuk mewujudkan impian kita, harus lebih keras usahanya, harus lebih nyata tindakannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk mencapai surgaNya Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;TERAMPIL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tidak perlu rasanya penulis berpanjang lebar menerangkan tentang terampil ini karena hanya akan membuat anda silau saja. penulis ilustrasikan saja begini. &lt;i style=""&gt;“ Suatu ketika dengan semangat dan tenaga yang luar biasa, sang cecak berlari kesana dan kesini untuk mewujudkan impiannya. Impian yang tak bisa dianggap kecil, impian yang sangat istimewa untuk diwujudkannya. Yaitu, menyantap nikmatnya nyamuk. Untunglah saat itu sang cecak mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meraih dua ekor nyamuk walaupun dengan tenaga yang bisa dikatakan terlalu banyak keluar. Berbeda dengan si laba-laba tetangganya. Dia tidak terlalu keras bekerja, dengan santai dibangunnya jaring-jaring setiap detakan waktu. Memang berat kelihatannya diawal, dia terpaksa harus menahan lapar dan bahkan tidak makan seharian hanya untuk menyelesaikan jaringnya. Namun, akhirnya jadilah jaringnya. Dengan santai pula ia selalu makan yang banyak setiap hari tanpa harus keluar keringat, bahkan makin hari semakin banyak saja mangsa yang ia peroleh. Paradoks dengan sang cecak. Semakin hari tubuhnya semakin melemah, karena harus kesana-kemari untuk menangkap nyamuk. Bahkan, suatu ketika sang cecak di dapati sudah meninggal dunia. Karena saat mengejar nyamuk yang ada di belakang pintu, tiba-tiba anaknya yang punya rumah membuka pintu. Dan.....semua tulangnya patah dan terpaksa seluruh kaki dan tangannya diamputasi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sebagai objek bencmarking, yaitu tindakan konvensional sang cecak dan tindakan terampil si laba-laba. Saya rasa dengan sedikit penggalan kisah tadi, saudara-saudari sekalian akan memahami perbedaan kekuatan dan pengaruh otot dan otak. Sebagai muslim, agar sukses kita harus lebih terampil dari pada “si laba-laba tadi”. Tidak selalu orang yang bekerja keras akan sukses. Namun, orang sukses pasti bekerja keras yang “terampil”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Masuk surga adalah impian besar yang harus dimiliki oleh seorang muslim, namun ada yang lebih besar dari itu. Yaitu melihat Allah SWT, Dia Yang Maha Indah. Untuk itu kita harus mendapat RidhaNya, yakni dengan memperbanyak pahala yang kita peroleh. &lt;i style=""&gt;Bukankah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“tidak terlalu” lelah dalam beramal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun mampu menghasil pahala yang sangat-sangat banyak itu lebih baik daripada amalan yang “terlalu banyak” namun tidak ada pahala atau pun keridhaanNya?&lt;/i&gt; Untuk itu, kita harus terampil dalam beramal ini. Contoh sederhananya adalah memberitahu kepada seseorang suatu amal kebaikan, sehingga orang tersebut melakukannya dengan ikhlas. Atau mengajak orang lain untuk melakukan suatu kebaikan, atau juga mengajak orang shalat, itu lah yang menyebabkan tidak sedikit ulama yang mengatakan. Bahwa bukan imam yang memperoleh pahala terbanyak dalam shalat, tapi muazdinnya. Karena dia lah yang memanggil orang lain atau bahkan imam itu sendiri untuk shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Untuk itu, beramal dengan keras itu baik. Namun akan lebih baik jika ditambah dengan keterampilan yang sesuai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;TAWADHU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pribadi yang sukses, bila telah menggapai keberhasilan, maka ia akan tawadhu. Tawadhu, karena ia sadar benar apa yang ia hasilkan itu semuanya hanya mungkin terjadi karena izin Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tawadhu adalah rendah hati. Ketika orang yang tawadhu mencapai sukses, ia selalu melihat apa yang ia hasilkan bukanlah hasil pekerjaannya sendiri. Pekerjaan itu dianggap hasil kerja bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Peribadi yang sukses sadar betul bahwa ketawadhuan derajatnya tak akan tinggi, baik dimata munusia apalagi dalam pandangan Allah SWT. Ia tawadhu karena ia tahu betul bahwa yang ingin diraihnya hanyalah ridha Allah. Tanpa itu, apalah arti kesuksesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketika belum berhasil? Ya tetap tawadhu. Dan menyadari bahwa semua manusia pasti sukses. Dalam al-qur’an pun Allah berfirman bahwa hewan yang melata saja tak luput dari rezeki yang Allah berikan apalagi kita manusia. Namun, sukses atau tidak sukses tergantung dari cara kita menilainya. Hidup ini terdiri dari berbagai sisi kehidupan yang sangat banyak. Jadi bila gagal di sisi sini, maka ada kemungkinan kita telah sukses di sisi yang lain. Untuk itu, jadi lah manusia &lt;i style=""&gt;teachble&lt;/i&gt;. Manusia yang “mau” belajar kesalahannya dan memperbaikinya . Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, namun berbuat yang terbaik adalah jalan untuk menuju kesempurnaan itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT daripada seorang mukmin yang lemah. Untuk setiap kebajikan, bersemangatlah demi kemanfaatan dirimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah mengatakan “seandainya aku melakukan begini, tentu akan begini dan begini.” Tetapi katakanlah “Allah telah menentukan. apa yang dikehendaki Allah itu pasti terjadi.”(HR. Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesimpulannya. Jadikan lah kejayaan islam masa lampau sebagai penyemangat kita untuk mewujudkannya kembali.belajar, bekerja dan beramal lah dengan terencana, tekun dan terampil, lalu hiasilah dengan tawadhu.kesuksesan setiap pribadi muslim akan menghasilkan kesuksesan islam yang integral. Mulai lah dari yang kecil, dari diri sendiri dan mulai saat ini. Karena waktu adalah pedang. Jangan sampai terjadi “senjata makan tuan”....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-2152242585446889867?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/2152242585446889867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=2152242585446889867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2152242585446889867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/2152242585446889867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/pendidikan-kesuksesan-islam-sebagai.html' title='Pendidikan Kesuksesan Islam Sebagai Modal Pencerahan Masa Depan'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-5764352095632164116</id><published>2009-01-17T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T22:04:25.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sisi Lain Sekolah'/><title type='text'>Optimalisasi Peran OSIS sebagai badan eksekutif sekolah:</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu paling populer saat. Tak dipungkiri lagi kan, bahwa hampir semua tokoh-tokoh yang menonjol di Indonesia dipoles, ditempa dan dibentuk di tempat yang disebut sekolah. Cuma hampir semua, ada juga yang dibentuk oleh kerasnya realita kehidupan dan kejamnya lingkungan, seperti Andre Wongso. Berbeda dengan negara di Timur dan Barat sana. Tokoh-tokoh yang menonjol ditempa secara informal di tempat mana pun yang memungkinkan terjadinya transfer ilmu. Contohnya Abraham Lincoln yang Cuma satu tahun mengecap pendidikan formal namun mampu menguasai seluk-beluk hukum dan akhirnya menjadi seorang presiden. Belum lagi Imam Syafi’i yang begitu kerasnya beliau belajar tanpa adanya subsidi edukasi dari pemerintah, terlalu banyak contoh diluar yang begitu hebat dan mampu menembus keterbatasan yang ada walau hanya dengan bekal niat dan action. Bukannya pendidikan Indonesia belum berhasil, sebenarnya sudah berhasil namun belum mampu mengubah budaya kependidikannya sendiri. Sehingga dikatakan berhasil melalui sebuah tolak ukur kualitas terendah pendidikan di negara lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kali ini penulis tidak bermaksud untuk membahas sekolah dalam sudut pandang konvensional dan tidak pula menjadikannya objek benchmarking dengan negara luar. Kali ini penulis bermaksud untuk membahas sisi lain dari sekolah yang biasanya dianggap “terlalu” sepele dan dianggap hanya urusan “politikus”. Yakni tentang atmosfer demokrasi dan perpolitikan di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dilihat dari eksistensi organisasi yang muncul disekolah. Tidak dipungkiri lagi, yang hanya berhak beridiri di sekolah hanya “OSIS” yang merupakan akronim dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. Kemonarkian kolektif ini semakin kuat karena adanya keputusan-keputusan formal, seperti Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menpora nomor 0445/U/1984 dan Nomor 0052/Menpora/84, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 0641/C/1984 sampai pada Surat Dirjen Dikdasmen Nomor 13090/C/1.84. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dengan adanya organisasi tunggal ini, memang ada untungnya namun sangat banyak kerugiannya. Dengan mengabaikan kekurangsadaran kebanyakan siswa dengan eksistensi organisasi di sekolah, sesungguhnya dengan adanya monopower tadi malah menurunkan kemampuan siswa untuk berdiplomasi dan leadership skill. Masalah pendanaan, mungkin sekolah yang akan kebingungan, mana yang lebih diprioritaskan apakah organisasi yang ini atau yang itu. Tapi sebenarnya dengan itu sekolah dapat lebih selektif mana kegiatan yang lebih konstruktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Masalah organisasi yang hanya satu di sekolah memang sangat sulit untuk diubah. Selain adanya perbedaan pendapat juga karena adanya pertentangan kepentingan. Oleh karena itu, selanjutnya akan dibahas masalah optimalisasi peran OSIS sebagai bagian dari badan eksekutif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Berpijak dari demokrasi secara definitif seperti yang diungkapkan oleh Abraham Lincoln dan Trias Politica-nya John Locke. Maka akan lebih dipahami kentalnya perpolitikan di sekolah. Secara umum, kebanyakan sekolah di Amuntai masih meletakkan jabatan eksekutif, legeslatif, yudikatif dan federatif di tangan sang kepala sekolah. Hanya sebagian kecil dari “power”nya tersebut yang diwakilkan kepada badan-badan tertentu. Contohnya saja adalah MPK dan OSIS sebagai bagian dari badan eksekutif, sedangkan yang lainnya berada di tangan kepala sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Agar lebih efektifnya, langsung saja penulis merangkaikan pengalamannya di OSIS dan MPK, sinergisitas antara kebijakan kepsek dan eksistensi OSIS di sekolah sebenarnya mempunyai peran yang sangat besar dalam memajukan aktivitas ekskul di sekolah. Yang tak lain ujung-ujungnya mampu membuat citra sekolah lebih baik. Alasannya tidak apa-apa, tapi memang kalau hanya mengandalkan pembina ekskul, bidang tersebut hanya “lari” di tempat. Kebiasaankan?, ada “itu tuh” ekskul jalan. Walaupun tidak semuanya, ada juga pembina yng ikhlas. Semoga pembina ekskul semuanya begitu. Keunggulan dengan mempercayakan OSIS sebagai penggerak ekskul adalah networkingnya dan mudahnya akses info tentang ekskul tersebut. Sehingga ekskul tetap berjalan kondusif. Kan jadinya dari murid, oleh murid dan untuk murid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Birokrasi di OSIS pun lumayan rumit. Karena secara umum the responsibilityflow adalah dari OSIS ke MPK ke Pembina lalu ke Wakasek Kesiswaan dan ujung-ujungnya Kepsek. Mengenai kelemahan dan keunggulan aliran pertanggungjawabannya mungkin tidak usah dibahas kali ini. Apakah itu terlalu rumit atau sudah cukup biarlah menjadi bahan pelajaran kita, tapi dari aliran tersebut semakin menguatkan asumsi kalau OSIS hanya kepanjangan tangan dari kepsek. Begitu pula dengan MPK, walaupunnamanya Majelis Permusyawaratan Kelas tetapi masih harus tunduk dengan keputusan yang dikeluarkan oleh “sang pemimpin.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;OSIS dan MPK memang badan eksekutif yang kedudukannya lumayan penting disekolah. Selain fungsionalnya tadi, dengan adanya “organisasi anak bawang” ini juga sebagai media untuk menanamkan jiwa demokrasi pancasila yang sudah dipraktekkan oleh founding father kita. Contohnya dengan adanya pemilu ketua OSIS yang dilaksanakan pertahun. Walaupun sederhana, namun sudah cukup membantu dalam memahami hakikat politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Disadari atau tidak, dari pengamatan penulis beberapa tahun. Kebanyakan OSIS di Amuntai masih berjalan kurang efektif mampu membantu meningkatkan kualitas sekolah baik dari segi edukasi maupun nonedukasi, seperti kerajinan tangan, pramuka dan keolahragaan. Bukannya sok tahu, tapi itu realita kan? Bahkan kebanyakan guru berpikir kalau menjadi pengurus OSIS itu hanya buang-buang waktu saja. Gimana OSISnya mau semangat, betul tidak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sehingga walaupun berat, penulis disini telah meramu beberapa obat yang ada kemungkinan dan insyaALLAH jika diamalkan akan mampu mengoptimalisasi peran OSIS di sekolah, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;AD/ART Yang jelas dalam OSIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;OSIS dirasa sangat kurang kinerjanya memang karena tidak didasari dengan bekal yang kuat dan jelas. Lihat saja, pergantian OSIS setiap tahunnya hanya dijadikan sebagai sebuah ritual yang haram jika tidak dilakukan. Yang parah lagi, kebanyakan dari pengurus OSIS bingung OSIS tersebut mau dikemanakan. Sehingga timbullah kaidah “Copy-Paste” agenda kegiatan dari kepengurusan sebelumnya. Hal inilah yang menyebabkan OSIS kadang disebut sebagai organisasi”manja”. Mungkin kepengurusannya tak patut untuk dipersalahkan dalam hal ini, yang patut ditanyakan “ apakah AD/ART benar-benar ada disekolah tersebut? Atau hanya tahu namanya dan bingung bagaomana bentuknya. Yang parah lagi, ada sekolah tertentu yang menyebutkan bahwa “ OSIS dan MPK bergerak berdasar pada anggaran dasarnya” , tapi statement itu hanya dijadikan formalitas dalam pelantikan tanpa ada bukti yang konkrit tentang anggaran dasar tersebut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kejelasan MoU dari Kepsek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di sekolah, kepsek merupakan posisi yang sangat rumit amanahnya. Empat badan,kepsek lah yang mengcopernya. Dari legeslatif, eksekutif, yudikatif sampai federatif. Namun disinilah urgensi dari kesepahaman antara kepsek dengan OSIS yang sebagai badan eksekutif yang langsung terjun “bebas” kelapangan. Dengan kesepahaman tersebut, nantinya aktivitas-aktivitas OSIS jadi lebih kapabel untuk merealisasikan visi-misi sekolah. Sehingga tidak terjadi missunderstanding dalam pencapaian goal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dengan kesepahaman ini juga, berarti OSIS menghargai peran kepsek sebagai eksekutif sekolah. Namun, kadang di sekolah-sekolah kepsek terlalu “gengsi” untuk terjun langsung ke lapangan dan memperhatikan “anak buahnya” sedang merealisasikan visi-misi sekolah kepsek tersebut. Bukannya OSIS minta perhatian, tapi memang itu sudah menjadi kodratkan? Selain itu, MoU ini juga akan menyeimbangkan fungsi dari MPK dan OSIS secara komprehensif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Intervensi dari Pembina OSIS yang Proporsional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pengurus OSIS tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan pengurus MPK. Namun kedua pengurusnya juga bukan anak kecil yang tadak bisa apa-apa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga perlu adanya intervensi yang kondisional dan proporsional dari pembina selaku orang yang telah matang pemikirannya. Intervensi di sini tidak bermakna tunggal yakni “nasehat atau teori-teori”, yang diminta OSIS dan MPK dari pembina adalah motivasi dan keteladanan. Dengan motivasi, tentu pengurus OSIS akan antusias melaksanakan amanah yang diembannya. Motivasi itu laksana”belaian hangat saat kedinginan dengan kejenuhan dan kelelahan”. Melalui keteladanan, pengurus OSIS akan tahu lebih jelas “ bagaimana sesuatu dilaksanakan dengan efektif”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pemahaman guru yang tidak parsial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sebagai siswa kewajibannya memang belajar, tapi apakah belajar merupakan kewajiban setiap waktu. Di sini penulis bermaksud untuk meluruskan “jika ada” konsepsi guru yang keliru dari OSIS. OSIS bukan tempatnya siswa-siswa yang malas masuk kelas dengan alasan adanya “rapat mendadak”. Tapi memang itu kewajiban di OSIS. Yang jadi masalah, sebenarnya penetapan rapat itu dan harus adanya kepahaman dari guru kalau “dia” adalah pengurus OSIS. Bukankah rapat tidak setiap minggu? Sebenarnya, dukungan yang ikhlas dari gurulah “bahan bakar” utama kinerja OSIS. Dengan dukungan dan kemauan untuk feedback materi tertentu saat di tinggalkan si OSIS, itu berarti telah menghargai eksistensi OSIS di sekolah tersebut. Jangan sampai ada ungkapan” Untuk apa aktif di OSIS, selain menguras waktu, dimarahin guru lagi” dukungan yang ikhlas dari guru adalah bahan bakar pengurus OSIS untuk menggoalkan visi-misi sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pengurus yang Berkualitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ini adalah masalah internal OSIS yang cukup berpengaruh terhadap kinerja OSIS tersebut. Yang dituntut harus dimiliki oleh pengurus adalah jiwa disiplin, leadership dan intelejensi. Walau dianggap tidak terlalu penting, namun pada realitanya intelejensi sangat berpengaruh kepada kematangan dan kesistematisan planning. Sehingga supaya kepengurusan mampu membantu sekolah dalam realisasi visi-misi diperlukan pengurus-pengurus yang berkualitas dan tepat posisi. Tepat posisi dalam arti kedudukannya di OSIS sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Jangan sampai yang hobi “mengangkat kursi” di jadikan sebagai sekertaris. Nanti proposal tidak ada hurufnya lagi( bercanda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Yang jadi masalah, kebanyakannya yang menjadi pengurus OSIS tersebut hanya orang-orang yang “populer”. Seperti yang “tercantik” disekolah menjadi bendahara atau sekretaris dan yang paling “menakutkan” wajahnya menjadi dewan keamanan. Atau yang paling hitam kulitnya mengurusi bagian kepramukaan&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;dan yang punya jenggot sebelum waktunya dijadikan kepala bidang religi. Padahal tentu fungsi OSIS akan maksimal jika yang diperhatikan kemampuan dan loyalitasnya terhadap OSIS tersebut,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;MPK yang Bertanggung-jawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;MPK selaku “kaka” dari OSIS sudah seyogianya membimbing dan menasehati OSIS, bukan menjadi saingan dalam merebut perhatian kepala sekolah. Peran MPK sesungguhnya cukup mempengaruhi terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan OSIS, agar seluruh sepak-terjang OSIS merupakan tindakan konstruktif yang tidak hanya buang-buang dana. Walaupun sudah kelas tiga dan siap menghadapa UN yang kian tahun makin menakutkan saja , sudah menjadi kewajiban kalau pengurus MPK tetap konsist terhadap amanah yang diembannya. Jangan UN dijadikan sebagai “sabun” untuk cuci tangan. Mungkin bisa dimengerti tentang urgensi UN, tapi UN bukan segalanya kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;MPK pun sebenarnya juga mempunyai kewajiban untuk selalu dan selalu menemani tiap langkah yang selalu diayunkan oleh OSIS, walaupun hanya sekedar memperhatkannya dengan mata. Agar terjadi kesepahaman antara OSIS dan MPK agar nantinya mudah dalam hal pertanggungjawaban amanah kepada Pembina lalu ke Wakasek kesiswaan kemudian ke kepsek.&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Anggota yang Tahu Diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Anggota di sini adalah seluruh murid yang mengakui eksistensi dari OSIS. OSIS tentu akan bergerak efektif jika sistem yang ada juga dapat menjadi katalisator aktualisasi goalnya. Peran anggota ini semestinya sebagai penyemangat sekaligus pendukung kegiatan OSIS yang positif. Namun pada realitanya, para anggota ini malah memperlakukan OSIS semaunya. Seperti memperlakukan OSIS sebagai pelayannya dalam kegiatan-kegiatan yang dipanitiai oleh OSIS, menertawakan keputusan OSIS yang dianggap terlalu “baik” dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadikan pengurus OSIS sebagai bahan ejekan. Mungkin banyak lagi hal lain yang terlalu pahit untuk ditulis di sini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dari semua uraian di atas, bukan nasehat sebenarnya. Cuma sekumpulan fakta yang disampaikan menyerupai sebuah nasehat. Padahal itu hanyalah sebuah tulisan sebagai tempat meluapkan semua hal yang dianggap penulis penting untuk dipahami orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pendidikan dapat meningkat kualitasnya jika ada usaha yang kreatif dan inovatif. Pendidikan pun tidak mutlak hanya dari ruang kelas yang sempit itu, buka lah pikiran anda tentu sumber ilmu dan pengetahuan itu akan semakin anda lihat. Cara yang lama pun belum tentu selalu dapat menghasilkan hasil yang sama. Kini saatnya pendidikan kita juga memperhatikan hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap “warna” pendidikan yang dulunya “bening”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Semoga dengan adanya OSIS dan MPK di sekolah masing-masing mampu memupuk kesadaran akan pentingnya demokrasi yang terbuka dan elastis konstruktif. Selain itu pula, dengan adanya OSIS diyakini mampu menambah keahlian para siswa dalam public speaking, sehingga nantinya jika ada diskusi di kelas. Tentu tidak ada yang hanya menjadi “siput dan katak dalam tempurung” bukankah saat ini sangat sulit membenarkan pepatah “ tong kosong nyaring bunyinya”? dalam kehidupankan, malah yang berisi itu yang bisa “berbunyi dengan teratur”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jadikan OSIS benar-benar steril dari intervensi “kepentingan-kepentingan”. Jadikan OSIS sebagai tempat untuk belajar. Dengan ungkapan “ dari siswa, oleh murid dan untuk pelajar !!!” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-5764352095632164116?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/5764352095632164116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=5764352095632164116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/5764352095632164116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/5764352095632164116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/optimalisasi-peran-osis-sebagai-badan.html' title='Optimalisasi Peran OSIS sebagai badan eksekutif sekolah:'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-9126134272985882304</id><published>2009-01-17T22:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T22:03:00.909-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi'/><title type='text'>SMS yang Bergentayangan Menjelang UN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;UN atau biasa dikenal dengan ujian akhir merupakan sebuh tantangan sekaligus momok bagi pelajar pada umumnya. Mata pelajaran dan nilai kelulusan minimum yang dinamis seakan-akan menuntut para siswa untuk “ back to school and always think how to pass it well”. Diakui atau tidak, UN tersebut sangat besar manfaatnya jika dilakukan dengan “bersih”, walaupun pasti ada dampak negatifnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;UN bisa menjadi “perangsang” para pelajar untuk memahami mata pelajaran secara holistik. Dengan UN juga, akan benar-benar diketahui mana palajar yang berkualitas dan mana pelajar yang menjadikan sekolah sebagai formalitas belaka. Sehingga, sungguh mulia goal UN yang sebenarnya. Namun dalam realitanya, goal dan realisasi UN tersebut sangat jauh dari idealita atau bisa dikatakan berbalik arah 180°. Bukannya sebagai “perangsang”, UN malah dijadikan sebagai alasan untuk menganaktirikan pelajaran lain dan yang lebih parah, dengan beralasan UN tak sedikit murid yang menghalalkan segala cara. Selain itu, bukannya para siswa tersebut dapat memahami pelajaran secara komprehensif, mereka malah memahami cara “menyontek yang benar” yang tak jarang hal itu merupakan “nasehat bijak” dari pihak sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Itulah realita yang ada di sekitar kita yang kadang sudah dianggap hal biasa. Namun sebenarnya, hal itu sangat memalukan jika dibiarkan begitu saja. Tapi sudah sepantasnya lah kita tidak menyalahkan pihak mana pun dalam hal ini, yang harus kita lakukan adalah bersama-sama memperbaiki sistem-sistem yang sudah terlalu kotor dijilati debu egoisitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Berbeda dengan masalah khusus para siswa ketika menghadapi UN. Selain tuntutan untuk meraih nilai tertentu, pada prosesnya pun sangat banyak tantangannya yang sangat menarik untuk dikupas. Hal itu disebabkan, proses adalah salah satu variabel urgen dalam menentukan produk akhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Salah satu masalah yang cukup penting tersebut adalah tentang “sms bijak yang berbahaya”. Yang mana sms tersebut sering memasuki handphone-handphone para siswa kelas tiga. Isinya kurang lebih seperti ini : &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“ Semoga kita semua dapat lulus UN 2009 dengan nilai yang memuaskan.Ini adalah do’a seluruh anak Indonesia. Sebarkan kepada 10 teman kamu yang berbeda. Bila tidak, dijamin kamu tidak akan lulus UN. Sudah banyak buktinya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Isi sms di atas begitu bijak, namun jika dituruti akan sangat besar efek negatifnya. Penulis rasa, walaupun hal ini kelihatan sepele, namun jangan sampai banyak pelajar yang melakukan instruksinya (sms), baik karena takut tidak lulus UN atau hanya sekedar main-main untuk menghabiskan bonus sms yang ada. Dampak negatifnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Merusak Keimanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;coba diperhatikan statement sms itu yang redaksinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“&lt;b style=""&gt;Bila tidak, dijamin kamu tidak akan lulus UN”&lt;/b&gt;,. Dalam penalaran logic-centred, terlihat kausalitas bahwa sms itu berisi kalau tidak menyebarkan sms ini, maka yang bersangkutan ( penerima sms) akan tidak lulus UN. Secara sederhana, kaidah tersebut melanggar tauhid islamiyah, karena termasuk syirik asghar. Dimana kegiatan tersebutlah yang menentukan segalanya, padahal Allah Mahakuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Begitulah, walau sekilas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlihat begitu mulia substansi sms tersebut. Dalam satu sisi sms itu sangat beracun untuk keimanan. Mungkin sms itu ada karena begitu kejamnya UN, sehingga logika pun lumpuh karenanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melahirkan Perbuatan Mubazir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kembali kita cermati statement “&lt;b style=""&gt;sebarkan kepada 10 teman kamu yang berbeda”.&lt;/b&gt; Coba anda bayangkan kalau sms tersebut masuk kepada seorang siswa yang lemah religuitasnya, tentu dia akan dengan mudah merealisasikan instruksi yang ada di sms tersebut. Yang lebih parah, misalkan siswa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang bersangkutan tadi “hanya” punya teman seratus yang sama-sama kelas III. Lalu yang seratus tadi mengirimkan sms yang mempunyai redaksi yang sama( tentang do’a UN) kepada siswa yang lemah religuitas tadi. Terbayang kan?, dalam satu malam seratus dikali sepuluh, hasilnya seribu sms. Bayangkan kalau satu sms harganya Rp 100,- , sehingga setiap malam dia harus mengeluarkan uang untuk kelulusannya sebesar Rp 100.000,-. Lalu bagaimana kalau dari awal semester sudah tersebar sms tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Membunuh Mental&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sudah terlalu banyak fakta yang mengatakan bahwa setelah mereka ( siswa yang menerima sms tad) menyebarkannya, hati mereka menjadi nyaman dan tidak rajin lagi belajarnya, karena sudah ada jaminan lulus UN “ katanya”. Itu lah realitanya, hal itu berdasarkan penelitian penulis terhadap teman-teman penulis yang mendapat sms tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memang sangat kompleks masalah UN ini. Mungkin masalah sms ini hanya sebagian kecil dari dampak yang diadakannya UN setiap tahun. Lalu bagaimana solusinya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam konsep islamiyah, &lt;i style=""&gt;Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudaranya tersebut, maka doanya tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum’ah serta imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah (Mir’atul Mafatih 7/349-350). &lt;/i&gt;selain itu, &lt;i style=""&gt;dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata : Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Dard’a dan dia berkata : “Apakah kamu ingin menunaikan ibadah haji tahun ini?” saya menjawab :”Ya”, kemudian dia berkata lagi :”Do’a kan lah kebaikan untuk kami karena Rasullulah Shallallahu’alai wassalam bersabda bahwa do’a seorang muslim untuk saudara yang tidak ada di hadapan terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdo’a untuk saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya mengucapkan ;” Amiin dan bagimu seperti yang kau do’a kan”. Shafwan berkata:” Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Dard’a, beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari nabi. ( Shahih Muslim. Kitab Dzikir wa Doa bab Fadlul Doa Lil Muslimin Fi Dahril Ghaib 8/86-87) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sms-sms “aneh” tersebut sudah sepantasnya dihapus saja jika masuk ke hangphone atau paling tidak beritahu yang mengirim sms tersebut kalau alangkah baiknya doanya dalam hati saja. Bukankah doa dalam hati lebih ekonomis dan terhindar dari riya? Jangan sampai UN yang mencekam dibuat semakin menakutkan dengan bergentayangannya sms tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Semoga apa yang penulis sampaikan bermanfaat untuk semua. Penulis meyakini kalau terlalu banyak di bumi ini yang relatif, namun tidak semuanya. Begitu pula dengan relativitas pendapat mengenai dilaksanakannya UN. Tapi sebagai masyarakat yang berpendidikan, sudah sepantasnya lah kita taat kepada pemerintah dengan kritis. Mungkin UN sangat banyak manfaatnya, mungkin juga sebaliknya. Tapi yang paling penting, dengan adanya UN semoga pendidikan kita bisa menjadi lebih baik dalam arti yang sebenarnya. Terakhir, nilai itu memang bukan segalanya namun nilai itu sangat penting “untuk saat ini”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3388826158591665716-9126134272985882304?l=zayedisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zayedisme.blogspot.com/feeds/9126134272985882304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3388826158591665716&amp;postID=9126134272985882304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/9126134272985882304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3388826158591665716/posts/default/9126134272985882304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zayedisme.blogspot.com/2009/01/sms-yang-bergentayangan-menjelang-un.html' title='SMS yang Bergentayangan Menjelang UN'/><author><name>zayed norwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08457720355569182819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rpzAZw4fCmo/SXLOrr1rkQI/AAAAAAAAAAU/cZujrQPjbUo/S220/2078.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3388826158591665716.post-5516904584445413567</id><published>2009-01-17T21:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T21:30:22.830-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Finansial, Ilmu Urgen yang Terlupakan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Maaf sebelumnya jika penulis yang menulis ini dirasa belum pantas untuk memublikasikannya. penulis memang masih terlalu muda untuk dikatakan sudah dewasa, penulis pun juga jarang merasakan pahitnya garam kehidupan. Namun penulis yakin lewat pengalaman orang lain dapat juga dipetik banyak buah-buah pengetahuan yang manis untuk ditelan otak. Bukan kah pengalaman akan benar-benar bermanfaat jika kita dapat mengambil hikmah darinya? Dan bukan pengalaman bermanfaat jika sekedar menjadi hafalan kosong, yang dipaksakan untuk mengingatnya agar mendapat nilai biru saat ulangan sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Hidup memang tak sekedar bernafas. Dalam kehidupan pun, kita bernafas untuk meraih kebahagiaan yang relatif setiap orangnya. Namun punya substansi yang sama, yakni saat keinginan kita tercapai. Ya memang begitu kan?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sekarang, terlihat kalau tujuan hidup orang-orang pada umumnya relatif sama. Yaitu ujung-ujungnya duit. Diakui atau tidak, indikasinya sudah sangat-sangat jelas. Bukannya saya tidak setuju seratus persen tentang materialistis yang terlalu sempit seperti itu, tetapi saya tidak setujunya satu giga persen. Paham...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Karena berdasar pengalaman penulis. penulis membagi materialistis itu menjadi tiga form. Yang pertama hipermaterialistis, kedua materialistis positif dan terakhir hipomaterialistis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Hiper materialistis yakni suati paham yang terlalu mengedepamkan urgensi uang. Bahkan semuanya dihitung dengan tolak ukur uang, ungkapannya pun “ time is money”. Padahal, bukankah “time better than money”. Penganut paham ini pun akan melhirkan sifat liberal pada dirinya. Karena saat semua dihitung berdasarkan uang, secara psikologi yang ada dibenaknya Cuma untung atau rugi. Sehingga muncullah kata-kata “ apa untungnya bagi saya jika melakukan itu?” atau “ semuanya ga jadi duit?”. Kita teliti lebih dalam, memang kaum-kaum ini dapat merusak nilai-nilai kebersamaan dalam suatu masyarakat. Namun, bisa menjadi aktivator eskalasi taraf hidup masyarakat sekitar, dengan semakin ketatnya kompetisi dalam hal materi. Pada intinya, penganut paham ini yang ada di kepalanya Cuma uang alias duit. Mungkin mereka berpendapat, dengan punya banyak uang bisa membuat hotel mewah nanti di neraka sana. Atau dengan uang, bisa beli surat jaminan masuk surga. Sungguh uang seperti itu lah yang paling tidak bermanfaat. Contohnya? Saya rasa anda dengan mudah mencarinya di buku-buku yang terapung-apung di pasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Kedua, hipomaterialistis. Sifat ini didominasi oleh rasa keyakinan bahwa uang bukan lah segalanya. Penganut paham ini berindikasi hidup apa adanya. Contoh nyatanya adalah kehidupan para filsuf Yunani kuno. Mereka tidak menatakan kalau kebahagiaan bisa dicapai lewat kebercukupan materi, atau yang lebih khusus uang. Seperti kata Socrataes, “ kebahagiaan adalah pengetahuan”. Dalam islam, penganut paham ini kebanyakannya adalah para sufi. Mereka seakan telah kehilangan rasa cintanya terhadap dunia, mereka yakin dengan seyakin-yakinnya kalau Allah Maha Kuasa. Sehingga tawakal mereka sangat dalam kepadaNya. Saya sebagai penulis ini pun yakin, kalau uang cuma sebagai media. Sedangkan Allah lah yang mengatur segalanya, termasuk kebahagiaan. Contoh penganutnya seperti al-Farabi, al-Bukhari, Umar bin Abdul Azis, Khulafaur Rasyidin dan lain-lain. Paham ini memang mempunyai banyak segi positif, namun dalam kacamata para hipermaterialistis ini sangat bodoh. Bahkan dikatakan sebagai tindakan yang gila. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Paham yang ketiga, yaitu materialistis positif. Paham ini merupakan akulturasi dari dua paham sebelumnya, sehingga dalam sisi-sisi tertentu berbau hiper dan segi- segi yang lain, beraroma hipo. penulis rasa orang yang menganut paham ini adalah orang yang bijak, khususnya bagi yang “maqam”-nya sebagai orang awam. Mereka punya kecendrungan lebih mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan individu, begitu pula dalam hal finansial. Mereka pula yang selalu mengumandangkan romantisnya dan indahnya ketika “demokrasi” di aktifkan. Itu kata mereka, walaupun pada relitanya saya meyakini tidak ada yang sangat menjalankan demokrasi tersebut secara komprehensif, termasuk Abraham Lincoln sendiri. Tidak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;percaya? Tanya aja sama Mas Lincoln. Juga karena kemampuan adaptasi demokrasi yang kuat. Sehingga ketika di aktifkan, dia bukan lagi si demokrasi yang dulu di tetapkan... kok, melenceng ke goverment sih? Afwan, penulis terlalu bersemangat ketika membahas hal itu. Maaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Nah, mungkin paradigma sudah terbuka. Sekarang anda sudah pasti tahu paham mana yang baik lagi benar, serta dapat menyelamatkan kita, baik itu di dunia maupun akhirat. Terus, alam kuburnya gimana? Ya selamat juga dong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sudah bercandanya. Semoga barisan-barisan huruf yang penulis susun bermanfaat bagi kita semua. Bukan maksud menggurui lho? Cuma sekedar menjelaskan hasil penlitian penulis tentang anthropologi masyarakat Amuntai. Sekarang, di bawah ini akan ada lanjutan mengenai kaidak-kaidah finansial untuk remaja kaya kita, yang merupakan hasil fertilisasi ilmu akutansi dan ekonomi praktis...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Yang sudah merasa tua juga perlu lho membacanya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Remaja Kaya, Bukan Sekedar Khayalan Tingkat Tinggi di Siang Bolong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Remaja memang dunia yang penuh misteri, bahkan banyak statement-statement pasaran yang mengatakan bahwa dunia remaja adalah surga kehidupan, ada juga yang mengatakan masa remaja merupakan masa yang menegangkan. Karena di situ lah nantinya kita menentukan jalan apa yang akan kita tempuh, jalan yang akan kita yakini, jalan yang kita pilih dengan mengorbankan jutaan jalan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Di sini kita membahas remaja secara bebas dan tepat. Bukan secara sosiologi maupun psikologi. Karena penulis yakin kalau kita akan menjadi remaja saat kita berpikir kita adalah remaja. Jadi, sangat sulit menentukan interval umur keremajaan. Relativitasnya sangat kental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Remaja kaya? Ya, merupakan frase yang ambigu bahkan punya seribu makna jika di pikirkan lebih dalam. Saya tidak mengajarkan hipermaterialistis, namun saya Cuma pengen menceritakan apa saja yang tersumbat dalam pemikiran saya masalah finansial remaja. Yang kekuatan uang lah “sangat” berpengaruh, baik terhadap ideologinya, karakter maupun multiple intelejensinya. Cuma sangat, bukan yang benar-benar mempengaruhi sempurna.Ini semua berdasarkan pengamatan penulis terhadap teman-teman penulis yang mempunyai perbedaan dalam status ekonominya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;K
